Nabi ingin memanjangkan shalat, namun mendengar tangisan bayi, maka beliau memendekkan shalat karena khawatir akan memberatkan ibunya
Imam Ahmad : 12963حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي قُرَّةَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ شَرِيكٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ مَا صَلَّيْتُ خَلْفَ إِمَامٍ أَخَفَّ صَلَاةً مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا أَتَمَّ وَإِنْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ فَيُخَفِّفُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَتَنَ أُمُّهُ
Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Abu Qurrah] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] dari [Syarik], dia mendengar [Anas bin Malik] berkata; tidak pernah saya shalat dibelakang imam yang lebih ringan dan lebih sempurna daripada Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Suatu ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mendengar tangisan bayi, lalu beliau meringankannya karena takut ibunya gusar.