Maghrib tidak dikerjakan di jalan antara Arafah dan Muzdalifah, sebagaimana sabda Nabi: Tempat shalat ada di depanmu
Imam Ahmad : 1704
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَكِيمٍ الْعَدَنِيُّ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ يَعْنِي ابْنَ أَبَانَ قَالَ سَمِعْتُ عِكْرِمَةَ يَقُولُ قَالَ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ لَمَّا أَفَاضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا مَعَهُ فَبَلَغْنَا الشِّعْبَ نَزَلَ فَتَوَضَّأَ ثُمَّ رَكِبْنَا حَتَّى جِئْنَا الْمُزْدَلِفَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Hakim Al 'Adani] telah menceritakan kepadaku [Al Hakam] yaitu Ibnu Aban berkata; saya mendengar ['Ikrimah] berkata; [Al Fadhl bin Abbas] berkata: "Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bergegas meninggalkan (Arafah) yang pada saat itu aku bersama beliau. Ketika kami sampai di sebuah lembah, beliau singgah dan berwudhu, kemudian kami melanjutkan perjalanan kembali hingga tiba di Muzdalifah."