Maghrib tidak dikerjakan di jalan antara Arafah dan Muzdalifah, sebagaimana sabda Nabi: Tempat shalat ada di depanmu
Imam Bukhari : 1556
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ مَالَ إِلَى الشِّعْبِ فَقَضَى حَاجَتَهُ فَتَوَضَّأَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّي فَقَالَ الصَّلَاةُ أَمَامَكَ
Telah menceritakan kepada saya [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Musa bin 'Uqbah] dari [Kuraib] maulanya Ibnu 'Abbas dari [Usamah bin Zaid radliallahu 'anhuma] bahwa tatkala Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bertolak meninggalkan 'Arafah Beliau menuju bukit (Asy-Syi'ib) untuk menunaikan hajatnya, kemudian Beliau Shallallahu'alaihiwasallam berwudhu'. Aku bertanya: "Wahai Rasulullah apakah kita shalat disini (sekarang)?". Beliau Shallallahu'alaihiwasallam menjawab: "Shalat nanti saja di depan".