Batalnya wudhu: sering keluar madzi hendaklah dia mencuci dzakarnya kemudian berwudhu
Imam Ahmad : 978حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ الرُّكَيْنِ بْنِ الرَّبِيعِ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ قَبِيصَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كُنْتُ رَجُلًا مَذَّاءً فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتَ الْمَذْيَ فَتَوَضَّأْ وَاغْسِلْ ذَكَرَكَ وَإِذَا رَأَيْتَ فَضْخَ الْمَاءِ فَاغْتَسِلْ فَذَكَرْتُهُ لِسُفْيَانَ فَقَالَ قَدْ سَمِعْتُهُ مِنْ رُكَيْنٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ وَابْنُ أَبِي بُكَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا زَائِدَةُ حَدَّثَنَا الرُّكَيْنُ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ عَمِيلَةَ الْفَزَارِيُّ فَذَكَرَ مِثْلَهُ وَقَالَا فَضْخَ الْمَاءِ وَحَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ وَقَالَ فَضْخَ أَيْضًا
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Ar Rukain bin Ar Rabi'] dari [Hushain bin Qabishah] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata; Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, maka saya menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan beliau menjawab: "Jika melihat madzi berwudhulah dan cucilah kemaluanmu, namun jika melihat bekas pancaran mani maka mandilah." Saya sampaikan hal itu kepada [Sufyan], dia berkata; Saya mendengarnya dari [Rukain], telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah] dan [Ibnu Abu Bukair] berkata; telah menceritakan kepada kami [Za`idah] telah menceritakan kepada kami [Ar Rukain bin Ar Rabi' bin 'Amilah Al Fazari] lalu menyebutkan seperti di atas. Dia berkata; "Bekas pancaran mani" dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Bukair] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dan berkata; "Bekas pancaran" juga.
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 572, 584, 626, 770, 782, 814, 826, 827, 828, 848, 849, 851, 930, 960, 961, 978, 984, 1018, 1121, 15406, 18135, 22691, 22702, 22708, 22712
Imam Bukhari : 129, 172, 261
Imam Muslim : 456, 457, 458
Imam Abu Dawud : 178, 179, 180, 181
Imam Tirmidzi : 106, 107
Imam Nasa'i : 152, 153, 154, 155, 156, 157, 193, 194, 431, 432, 433, 434, 435, 436
Imam Ibnu Majah : 497, 499, 500
Imam Malik : 76, 77, 78
Imam Darimi : 717