Kebijaksanaan 'Umar RA tidak membagikan tanah wilayah taklukkan sebagai ghanimah demi menjaga kesejahteraan kaum Muslimin generasi mendatang
Imam Ahmad : 208
حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ لَئِنْ عِشْتُ إِلَى هَذَا الْعَامِ الْمُقْبِلِ لَا يُفْتَحُ لِلنَّاسِ قَرْيَةٌ إِلَّا قَسَمْتُهَا بَيْنَهُمْ كَمَا قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْبَرَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Abdul Malik Bin 'Amru] dia berkata; Telah menceritakan kepada kami [Hisyam maksudnya Ibnu Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dia berkata; aku mendengar [Umar] berkata; "Jika aku hidup sampai tahun depan maka tidak ada satu kampung yang ditaklukkan, kecuali aku akan membaginya diantara mereka sebagaimana Rasulullah telah membaginya pada perang Khaibar."