Ibnu Umar tidak pernah meninggalkan istilam Rukun Yamani dan Hajar Aswad, baik dalam keadaan sesak maupun lapang
Imam Darimi : 1767حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ مَا تَرَكْتُ اسْتِلَامَ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ فِي شِدَّةٍ وَلَا رَخَاءٍ مُنْذُ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَلِمُهُمَا قُلْتُ لِنَافِعٍ أَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَمْشِي بَيْنَ الرُّكْنَيْنِ قَالَ إِنَّمَا كَانَ يَمْشِي لِيَكُونَ أَيْسَرَ لِاسْتِلَامِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], ia berkata; "Saya tidak meninggalkan untuk menyentuh dua rukun ini walau dalam keadaan sulit maupun mudah, semenjak saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyentuh keduanya." Saya bertanya kepada Nafi'; "Apakah Ibnu Umar berjalan diantara kedua rukun tersebut?" Ia menjawab; "Sesungguhnya Ibnu Umar berjalan agar lebih mudah untuk menyentuhnya."