Batalnya wudhu: barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah dia berwudhu
Imam Nasa'i : 440أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي بَكْرٍ قَالَ عَلَى أَثَرِهِ قَالَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَلَمْ أُتْقِنْهُ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ بُسْرَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَسَّ فَرْجَهُ فَلْيَتَوَضَّأْ
Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Sufyan] dari [Abdullah yaitu Ibnu Abu Bakar] dia berkata; dengan atsarnya, Abu Abdurrahman berkata; -dan aku belum memastikannya- dari [Urwah] dari [Busrah] dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. bersabda: "Barang siapa menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudlu."