Yamukela i-Islam, chofoza lapha
Islamu Al-Haq: iQuran namaHadith
(I-Islam eyiqiniso)


Larangan terkait jenazah dan penguburan

Hadith Isihloko
  1. 1. Allah
  2. 2. Malaikat
  3. 3. Kitab-kitab
  4. 4. Qur'an
  5. 5. Nabi-nabi
  6. 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
  7. 7. Takdir
  8. 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
  9. 9. Syirik
  10. 10. Islam
  11. 11. Thaharah
  12. 12. Shalat Wajib dan Sunnah
  13. 13. Dzikir & Doa
  14. 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
  15. 15. Zakat dan Sedekah
  16. 16. Haji dan Umrah
  17. 17. Makkah, Madinah dan tempat bersejarahnya
  18. 18. Akhlak Mulia
  19. 19. Adab Sehari-hari
  20. 20. Pakaian
  21. 21. Makanan
  22. 22. Minuman
  23. 23. Rumah Tangga
  24. 24. Wanita, Nikah dan Jima
  25. 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
  26. 26. Kesehatan dan Pengobatan
  27. 27. Pergaulan
  28. 28. Pekerjaan
  29. 29. Ilmu dan Manhaj
  30. 30. Ibadah
  31. 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
  32. 32. Warisan dan Wasiat
  33. 33. Jihad dan Perang
  34. 34. Perbudakan
  35. 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
  36. 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
  37. 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
  38. 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
  39. 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
  40. 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
    1. 40.1. Sakratul Maut
    2. 40.2. Persiapan Kematian
    3. 40.3. Ruh
    4. 40.4. Mengantarkan Jenazah
    5. 40.5. Merawat Jenazah
    6. 40.6. Larangan terkait jenazah dan penguburan
      1. 40.6.1. Waktu yang dilarang untuk menguburkan jenazah
      2. 40.6.2. Wanita dilarang mengantarkan jenazah
      3. 40.6.3. Janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan jangan kalian melakukan shalat menghadap kepadanya
      4. 40.6.4. Dilarang menerangi kuburan dengan lampu atau lilin
      5. 40.6.5. Rasulullah SAW melarang meninggikan kuburan lebih dari sejengkal
      6. 40.6.6. Tidak boleh membangun atau menulis sesuatu di atas kuburan
      7. 40.6.7. Dilarang membawa api atau dupa ketika mengiringi jenazah
      8. 40.6.8. Dilarang meratap atau berteriak-teriak di dekat jenazah, karena termasuk perbuatan jahiliyah
      9. 40.6.9. Janganlah kalian mencela mayat karena mereka telah sampai (mendapatkan) apa yang telah mereka kerjakan
      10. 40.6.10. Larangan meratapi mayat, karena termasuk perkara kekafiran
      11. 40.6.11. Rasulullah menangis karena kesedihan, namun melarang ratapan yang menjadi sebab azab bagi mayit
      12. 40.6.12. Rasulullah memerintahkan bersabar ketika tertimpa musibah dan menjelaskan bahwa kesabaran terlihat pada saat gejolak pertama
      13. 40.6.13. Ancaman azab kubur bagi mayit akibat niyahah (ratapan) atas kematian
      14. 40.6.14. Rasulullah melarang ummu salamah meratapi kematian abu salamah dan menahan diri dari niyahah atas orang yang meninggal
      15. 40.6.15. Larangan wanita berkabung lebih dari tiga hari kecuali atas kematian suaminya
      16. 40.6.16. Larangan memberitakan kematian
      17. 40.6.17. Wasiat 'Aisyah RA agar dikuburkan di Baqi' bersama Ummahatul Mukminin untuk menghindari sikap mengkeramatkan kuburan secara berlebihan
    7. 40.7. Pertanyaan Malaikat
    8. 40.8. Nikmat dan Adzab kubur
    9. 40.9. Kematian Terbaik dan Terburuk
    10. 40.10. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah membai'at kami untuk tidak melakukan niyahah (meratapi mayit)
  41. 41. Syaitan
  42. 42. Fitnah
  43. 43. Kiamat, Surga dan Neraka
  44. 44. Shalat Rasulullah SAW, yang kalian tidak akan mampu mengerjakannya
  45. 45. Shalat Seratus Raka'at
  46. 46. Politik (Siyasah)
  47. 47. Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan dalam Islam
  48. 48. Hak Hak Asasi Manusia dalam Islam
  49. 49. Mimpi dan Takwilnya
  50. 50. Fiqih Minoritas Muslim
  51. 51. Kebebasan Individu
  52. 52. Permasalahan Baru dan Kontemporer
  53. 53. Hubungan Internasional
  54. 54. Puisi dan Nyanyian