Bliv muslim, klik her
Islam Al-Haq: Koranen og Hadith
(Den Sande Islam)


Peradilan

Hadith Tema
  1. 1. Allah
  2. 2. Malaikat
  3. 3. Kitab-kitab
  4. 4. Qur'an
  5. 5. Nabi-nabi
  6. 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
  7. 7. Takdir
  8. 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
  9. 9. Syirik
  10. 10. Islam
  11. 11. Thaharah
  12. 12. Shalat Wajib dan Sunnah
  13. 13. Dzikir & Doa
  14. 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
  15. 15. Zakat dan Sedekah
  16. 16. Haji dan Umrah
  17. 17. Makkah, Madinah dan tempat bersejarahnya
  18. 18. Akhlak Mulia
  19. 19. Adab Sehari-hari
  20. 20. Pakaian
  21. 21. Makanan
  22. 22. Minuman
  23. 23. Rumah Tangga
  24. 24. Wanita, Nikah dan Jima
  25. 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
  26. 26. Kesehatan dan Pengobatan
  27. 27. Pergaulan
  28. 28. Pekerjaan
  29. 29. Ilmu dan Manhaj
  30. 30. Ibadah
  31. 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
  32. 32. Warisan dan Wasiat
  33. 33. Jihad dan Perang
  34. 34. Perbudakan
  35. 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
  36. 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
    1. 36.1. Diyat
    2. 36.2. Qishas
    3. 36.3. Peradilan
      1. 36.3.1. Rasulullah bersabda: Jika dua orang datang kepadamu untuk diadili, janganlah engkau memutuskan hingga engkau mendengar dari kedua belah pihak
      2. 36.3.2. Nabi mengangkat para sahabat sebagai hakim dan memberi petunjuk agar berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah
      3. 36.3.3. Rasulullah bersabda: Hakim ada tiga golongan, dua di neraka dan satu di surga, yang di surga adalah yang memutus dengan kebenaran
      4. 36.3.4. Barang siapa diangkat menjadi hakim, sungguh ia telah disembelih tanpa pisau
      5. 36.3.5. Rasulullah mengajarkan agar hakim tidak memutuskan perkara dalam keadaan marah atau tergesa-gesa
      6. 36.3.6. Kesaksian palsu disamakan dengan syirik karena merusak keadilan hukum
      7. 36.3.7. Rasulullah menegaskan bahwa bukti menjadi tanggung jawab penggugat, sedangkan sumpah bagi yang mengingkari
      8. 36.3.8. Nabi tidak menerima kesaksian orang yang fasik, pembohong, atau memiliki kepentingan dalam perkara
      9. 36.3.9. Dalam kasus yang tidak ditemukan bukti, Rasulullah menyerahkan keputusan kepada sumpah dari pihak yang dituduh
      10. 36.3.10. Rasulullah menolak hadiah yang diberikan kepada hakim karena dianggap suap (risywah)
      11. 36.3.11. Hakim makan barang yang dihadiahkan maka ia telah makan kemurkaan, dan jika menerima suap maka itu akan menariknya kepada kakufuran
      12. 36.3.12. Setelah wahyu sudah tidak datang lagi, kita menilai seseorang dari zhahirnya yang tampak
      13. 36.3.13. Qasamah yang berlaku di masa jahiliyah ditetapkan Nabi, dan dengannya beliau memutus perkara Bani Haritsah atas pembunuhan yang dituduhkan kepada seorang Yahudi
      14. 36.3.14. Rasulullah menetapkan perkara dengan sumpah dan satu saksi
      15. 36.3.15. Pahala ijtihad bagi hakim (benar dapat dua pahala/sepuluh, salah tetap dapat pahala)
      16. 36.3.16. Jangan ambil hak saudara dengan argumen yang salah, itu api neraka
      17. 36.3.17. Orang-orang yang berlaku adil akan berada di atas mimbar dari cahaya di sisi kanan Ar-Rahman pada hari kiamat
    4. 36.4. Hukuman Ta’zir
    5. 36.5. Hudud
    6. 36.6. Pembunuhan dan Kekerasan
    7. 36.7. Hukum Penjara dan Penahanan
  37. 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
  38. 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
  39. 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
  40. 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
  41. 41. Syaitan
  42. 42. Fitnah
  43. 43. Kiamat, Surga dan Neraka
  44. 44. Shalat Rasulullah SAW, yang kalian tidak akan mampu mengerjakannya
  45. 45. Shalat Seratus Raka'at
  46. 46. Politik (Siyasah)
  47. 47. Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan dalam Islam
  48. 48. Hak Hak Asasi Manusia dalam Islam
  49. 49. Mimpi dan Takwilnya
  50. 50. Fiqih Minoritas Muslim
  51. 51. Kebebasan Individu
  52. 52. Permasalahan Baru dan Kontemporer
  53. 53. Hubungan Internasional
  54. 54. Puisi dan Nyanyian