Perbudakan
Pembebasan Budak sebagai Tebusan Dosa dan Kaffarah
- 1. Allah
- 1.1. Sifat Allah dalam Al-Qur’an
- 1.1.1. Sifat Allah dalam surat Al-fatihah
- 1.1.1.1. Allah adalah sang maha pengasih lagi maha penyayang
- 1.1.1.2. Allah adalah tuhan semesta alam, segala puji bagi-nya
- 1.1.1.3. Sekali lagi Allah adalah maha pengasih lagi maha penyayang
- 1.1.1.4. Allah yang menguasai hari pembalasan (kiamat)
- 1.1.1.5. Hanya Allah yang harus disembah, dan hanya kepada Allah harus meminta pertolongan
- 1.1.1.6. Allah yang menunjuki kita ke jalan yang lurus
- 1.1.1.7. Allah yang memberi petunjuk jalan kepada kaum yang diberi nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan yang sesat
- 1.1.2. Sifat Allah dalam surat Al-ikhlas
- 1.1.2.1. Allah adalah tuhan yang maha esa
- 1.1.2.2. Qs. Al-ikhlas (112): 2. Allah adalah tuhan yang bergantung kepada-nya segala sesuatu
- 1.1.2.3. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan
- 1.1.2.4. Tidak ada seorangpun yang setara dengan Allah
- 1.1.3. Sifat Allah dalam surat An-nas
- 1.1.3.1. Allah adalah tuhan yang memelihara manusia, raja yang menguasai manusia, dan tuhan yang disembah manusia
- 1.1.4. Sifat Allah dalam surat Al-falaq
- 1.1.4.1. Allah adalah tuhan yang menguasai waktu subuh
- 1.1.4.2. Allah adalah tempat berlindung dari kejahatan malam
- 1.1.4.3. Allah adalah tempat berlindung dari kejahatan tukang sihir
- 1.1.4.4. Allah tempat berlindung dari kejahatan manusia pendengki
- 1.1.5. Sifat Allah dalam surat An-nasr
- 1.1.5.1. Allah maha menolong dan memenangkan
- 1.1.5.2. Agama Allah dimasuki manusia dengan berbondong-bondong
- 1.1.5.3. Allah adalah maha penerima taubat
- 1.1.6. Sifat Allah dalma surat Al-kafirun
- 1.1.6.1. Allah yang maha esa, maha suci dia-lah raja yang maha suci
- 1.1.6.2. Tekad tidak akan menyembah apa yang disembah kaum kafir
- 1.1.7. Sifat Allah dalam surat Al-kautsar
- 1.1.7.1. Allah yang memberikan nikmat (yang banyak kepada Nabi)
- 1.1.7.2. Perintah agar mendirikan shalat karena Allah dan perintah untuk berkorban
- 1.1.7.3. Telaga al-kautsar dan ada umat Nabi yang terhalang darinya
- 1.1.8. Apabila seseorang meninggal, maka akan diperlihatkan tempat duduknya kelak di hari kiamat setiap pagi dan sore
- 1.1.1. Sifat Allah dalam surat Al-fatihah
- 1.2. Sifat ketuhanan bagi Allah
- 1.2.1. Allah yang maha tunggal/esa dan tidak ada sekutu baginya
- 1.2.1.1. Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu
- 1.2.1.2. Laa ilaaha illallahu waahidan ahadan samadan
- 1.2.1.3. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir
- 1.2.1.4. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir
- 1.2.1.5. Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai-in qodiir
- 1.2.2. Allah adalah tuhan pemelihara tujuh langit dan bumi dan tuhannya segala sesuatu
- 1.2.3. Allah adalah yang pertama, yang tidak ada sesuatu sebelum dia, dan Allah adalah yang terakhir yang tidak ada sesuatu setelah dia
- 1.2.4. Allah yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan yang menciptakan jiwa
- 1.2.5. Allah yang menciptakan janin dan menentukan takdirnya
- 1.2.6. Allah menciptakan langit dan bumi
- 1.2.7. Allah menciptakan bumi, gunung, besi, api, air dan angin dan sedekah anak adam
- 1.2.8. Allah yang maha pemberi rezeki, yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh
- 1.2.9. Allah yang menciptakan semua makhluk
- 1.2.10. Segala puji adalah milik Allah, sang pemelihara, cahaya dan penguasa seluruh langit dan bumi serta segenap makhluk yang ada padanya
- 1.2.11. Allah pada hakikatnya yang mencabut nyawa setiap makhluk, bukan malaikat, melainkan atas perintah-nya
- 1.2.12. Mustahil Nabi Muhammad melihat Allah di dunia
- 1.2.12.1. Barang siapa mengatakan kepadamu bahwa Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pernah melihat rabbnya, maka ia telah berdusta
- 1.2.1. Allah yang maha tunggal/esa dan tidak ada sekutu baginya
- 1.3. Asma’ul husnaa
- 1.3.1. Allah yang maha suci dan segala puji bagi Allah
- 1.3.1.1. Subhanaka Allahumma wabihamdika (maha suci engkau ya Allah dan segala puji bagi-mu)
- 1.3.2. Hanya Allah yang bisa menjaga dari fitnah kubur dan siksa neraka, maha menepati janji dan kebenaran, maha pengampun dan maha penyayang
- 1.3.3. Allah adalah maha indah dan menyukai keindahan
- 1.3.3.1. Sesungguhnya Allah itu maha indah, menyukai keindahan, tetapi kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia
- 1.3.4. Allah adalah maha adil dan sekaligus Allah maha pemaaf tergantung kehendak-nya
- 1.3.5. Lima hal ghaib yang hanya diketahui oleh Allah saja
- 1.3.5.1. Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya kecuali Allah, sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat
- 1.3.1. Allah yang maha suci dan segala puji bagi Allah
- 1.4. Hak Allah atas penyembahan
- 1.4.1. Hak Allah atas hamba
- 1.4.1.1. Hak Allah atas hamba adalah menyembah-nya tanpa menyekutukan-nya, dan hak hamba atas Allah adalah tidak disiksa jika tidak menyekutukan-nya
- 1.4.2. Keutamaan tauhid
- 1.4.2.1. Siapa yang mengucapkan la ilaha illallah dengan ikhlas, maka pintu-pintu langit dibuka baginya hingga mencapai ‘arsy, selama ia menjauhi dosa-dosa besar
- 1.4.3. Bahaya syirik
- 1.4.3.1. Allah tidak mengampuni dosa syirik, tetapi mengampuni dosa selainnya bagi siapa yang dia kehendaki
- 1.4.1. Hak Allah atas hamba
- 1.5. Sifat zat Allah
- 1.5.1. Sifat tangan bagi Allah
- 1.5.1.1. Allah menerima shadaqah dengan tangan kanan-nya dan jiwa kami berada di tangan Allah, jika dia menghendaki niscaya akan membangunkan kami
- 1.5.2. Sifat telapak bagi Allah
- 1.5.2.1. Dalam telapak tangan Allah hingga sedekah tersebut menjadi seperti gunung, maka bersedekahlah kalian
- 1.5.3. Sifat genggaman bagi Allah
- 1.5.3.1. Genggaman Allah dan pengampunan bagi hamba yang bertauhid
- 1.5.4. Sifat tangan kanan bagi Allah
- 1.5.4.1. Orang yang berlaku adil, kelak pada hari kiamat akan berada di atas mimbar dari cahaya dari sebelah kanan-nya ar rahman 'azza wajalla, diamana kedua tangan-nya adalah kanan
- 1.5.5. Sifat jari-jari bagi Allah
- 1.5.5.1. Keagungan Allah dalam menggenggam alam semesta: Allah memegang langit, bumi, gunung, dan seluruh makhluk di atas jari-jari-nya
- 1.5.5.2. Diantara jari-jari ar rahman 'azza wajalla seperti hati seseorang yang dipalingkannya sesuai kehendaknya
- 1.5.6. Sifat mata dan penglihatan bagi Allah
- 1.5.6.1. Ketahuilah bahwa dajjal itu buta sebelah dan Allah tabaraka wa ta'ala tidaklah buta sebelah
- 1.5.7. Sifat kaki bagi Allah
- 1.5.7.1. Neraka belum penuh, neraka mengatakan: 'cukup!' setelah Allah meletakkan kaki-nya
- 1.5.8. Sifat pinggang bagi Allah
- 1.5.8.1. Rahim (kekerabatan) sedemikian terikat erat dengan pinggang Allah yang maha rahman
- 1.5.9. Sifat betis bagi Allah
- 1.5.9.1. Disingkaplah betis-nya hingga orang-orang yang menyembah Allah tetap bersujud
- 1.5.10. Sifat di atas bagi Allah
- 1.5.10.1. Di mana-kah Allah? Pengetahuan bahwa Allah di langit adalah termasuk ciri mukmin dan mukminah
- 1.5.10.2. Dia berada di awan yang tinggi, di atas dan di bawahnya tidak ada udara dan dia menciptakan 'arsynya di atas air
- 1.5.11. Sifat turun bagi Allah
- 1.5.11.1. Jika telah tersisa sepertiga malam Allah azza wa jalla turun ke langit dunia
- 1.5.11.2. Pada hari itu Allah turun ke kursi-nya yang berbunyi karena sempitnya, padahal seluas langit dan bumi
- 1.5.12. Sifat terjaga bagi Allah (tidak tidur) dan tidak terlihat bagi Allah di dunia
- 1.5.12.1. Hijab-nya dari cahaya. Seandainya dia menyingkapnya niscaya kesucian wajah-nya akan membakar setiap sesuatu sejauh pandangan mata-nya
- 1.5.12.2. Kalian tidak akan pernah melihat Allah di dunia, bahkan ketika dajjal mengaku sebagai rabb: hanya setelah kematian Allah bisa dilihat
- 1.5.13. Sifat cemburu bagi Allah
- 1.5.13.1. Tiada yang lebih cemburu daripada Allah, maka dia haramkan segala perbuatan keji, lahir maupun batin. Dan tiada yang lebih menyukai pujian selain Allah
- 1.5.14. Sifat Allah menyukai pujian
- 1.5.14.1. Tidak ada seorang pun yang lebih menyukai pujian kepadanya dari Allah 'azza wajalla
- 1.5.15. Sifat masa bagi Allah
- 1.5.15.1. Jangan mencela masa, karena Allah adalah masa
- 1.5.16. Sifat ridha bagi Allah
- 1.5.16.1. Sesungguhnya Allah meridhai tiga hal pada kalian
- 1.5.16.2. Ridha Allah di awal waktu shalat
- 1.5.16.3. Ridha Allah berada pada ridha seorang ayah
- 1.5.17. Sifat cinta bagi Allah
- 1.5.17.1. Allah mencintai hambanya yang ingin bertemu dengannya
- 1.5.17.2. Allah mencintai orang yang bermurah hati dalam jual beli
- 1.5.17.3. Apabila Allah mencintai seorang hamba
- 1.5.17.4. Allah mencintai orang yang mencintai karena-nya
- 1.5.17.5. Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan
- 1.5.17.6. Allah mencintai hamba yang menyegerakan berbuka puasa
- 1.5.17.7. Allah mencintai kelembutan
- 1.5.18. Sifat kasih sayang bagi Allah
- 1.5.18.1. Allah maha penyantun, menyukai kasih sayang
- 1.5.19. Sifat benci bagi Allah
- 1.5.19.1. Allah membenci sifat dusta
- 1.5.19.2. Allah membenci orang yang berlebihan dalam berbicara (bersilat lidah)
- 1.5.19.3. Allah membenci orang yang keras kepala dan suka membantah
- 1.5.19.4. Allah membenci tiga hal: banyak bertanya, menyia-nyiakan harta, dan durhaka
- 1.5.19.5. Allah membenci kesombongan dan orang yang isbal
- 1.5.19.6. Allah membenci perbuatan keji dan orang yang berbuat keji
- 1.5.19.7. Allah membenci dua laki-laki masuk ke wc sambil membuka aurat dan berbincang
- 1.5.20. Sifat gembira bagi Allah
- 1.5.20.1. Allah gembira ketika hamba-nya bertaubat seperti orang menemukan kendaraannya
- 1.5.21. Sifat tersakiti bagi Allah
- 1.5.21.1. Ka'ab bin ashraf harus terbunuh sebab dia telah menyakiti Allah dan rasul-nya
- 1.5.21.2. Imam yang meludah ke arah kiblat telah menyakiti Allah dan rasulnya
- 1.5.21.3. Barangsiapa yang mencela, membenci dan menyakiti sahabat telah menyakiti Allah
- 1.5.22. Sifat tertawa bagi Allah
- 1.5.22.1. Rabb kita tertawa terhadap hamba-nya yang berputus asa karena sadar dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan
- 1.5.23. Sifat tersenyum bagi Allah
- 1.5.23.1. Berdoa kepada Allah sehingga Allah tersenyum, jika Allah tersenyum maka Allah telah mengijinkannya untuk masuk ke dalam syurga
- 1.5.1. Sifat tangan bagi Allah
- 1.1. Sifat Allah dalam Al-Qur’an
- 2. Malaikat
- 2.1. Makhluq-makhluq yang pertama kali diciptakan selain Malaikat
- 2.1.1. Al-Qalam (pena)
- 2.1.1.1. Sesungguhnya yang pertama kali Allah ciptakan adalah al-qalam (pena)
- 2.1.1. Al-Qalam (pena)
- 2.2. Dzat & Sifat Malaikat
- 2.2.1. Malaikat diciptakan dari cahaya
- 2.2.1.1. Malaikat diciptakan dari cahaya, sedangkan jin dari api, sedangkan adam dari tanah
- 2.2.2. Malaikat mempunyai sayap
- 2.2.2.1. Malaikat senantiasa akan menaungi sahabat yang mati syahid dengan sayap-sayapnya hingga jenazahnya diangkat
- 2.2.2.2. Malaikat senantiasa akan menaungi jenazah orang sholih dengan sayap-sayapnya hingga diangkat
- 2.2.3. Malaikat membantu dalam perang
- 2.2.3.1. Jibril, mikail dan israfil pernah membantu peperangan badar
- 2.2.4. Pencatat amal perbuatan
- 2.2.4.1. Malaikat mencatat amal pada hari jum’at di pintu masjid
- 2.2.5. Malaikat penyiksa kubur
- 2.2.5.1. Jika para pengiringnya telah meninggalkan-nya, maka akan datang satu malaikat yang sangat keras lalu bertanya kepadanya
- 2.2.6. Malaikat penjaga surga
- 2.2.6.1. Malaikat penjaga surga akan memanggil orang yang berinfak di jalan Allah
- 2.2.7. Malaikat penjaga neraka
- 2.2.7.1. Jumlah malaikat penjaga neraka jahannam ada sembilan atau sepuluh
- 2.2.7.2. Yang selalu menyalakan api dan mengobarkannya adalah malik penjaga neraka, itulah neraka
- 2.2.8. Malaikat diutus kepada janin
- 2.2.8.1. Malaikat meniupkan ruh dan menulis takdir manusia di dalam rahim ibunya
- 2.2.9. Malaikat menyertai dalam ibadah
- 2.2.9.1. Malaikat shalat menjadi makmum kalau ada orang shalat dan juga apabila adzan dan iqamat para malaikat shalat di belakangnya seperti gunung
- 2.2.9.2. Para malaikat selalu mendo'akan selama kalian masih di tempat kalian shalat dan belum berhadats
- 2.2.9.3. Barangsiapa yang ucapannya berbarengan dengan malaikat: Allahumma rabbana wa lakal hamdu, maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni
- 2.2.9.4. Malaikat mengucapkan aamiin dalam shalat berjamaah: barangsiapa bacaan aammiin bersamaan dengan malaikat maka dosanya yang telah lalu akan dihapuskan untuknya
- 2.2.9.5. Malaikat berjaga diwaktu malam dan siang bergantian dalam menjaga kalian ketika shalat subuh dan ashar
- 2.2.9.6. Malaikat selalu membentangkan sayapnya bagi orang yang pada waktu pagi mencari ilmu
- 2.2.9.7. Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali telah disertai dengan satu qarin dari jin dan satu qarin dari malaikat
- 2.2.9.8. Orang yang membaca al-quran sedang ia pandai dalam membacanya maka dia didoakan dan bersama para malaikat utusan yang mulia
- 2.2.9.9. Barangsiapa dipaksa untuk menjadi hakim maka seorang malaikat akan turun untuk membantunya
- 2.2.10. Malaikat penjaga madinah
- 2.2.10.1. Pada jalan-jalan madinah ada para malaikat yang menjaganya sehingga penyakit tha'un dan dajjal tidak bisa masuk
- 2.2.11. Malaikat memberi salam dan bershalawat
- 2.2.11.1. Malaikat meminta izin rabbnya agar dapat mengucapkan salam kepada Nabi
- 2.2.11.2. Allah memiliki malaikat di bumi yang senantiasa berkeliling untuk menyampaikan kepadaku salam dari ummatku
- 2.2.11.3. Tiada satu hari pun (terlewati) kecuali turun seribu malaikat sehingga mengelilingi makam Nabi shallAllahu 'alaihi wasallam
- 2.2.11.4. Jika ada seseorang yang makan di sisinya (orang yang berpuasa), maka malaikat akan bershalawat kepadanya
- 2.2.12. Malaikat mengeluarkan manusia tertentu dari neraka
- 2.2.12.1. Orang-orang yang bersaksi bahwa tiada tuhan yang disembah kecuali Allah, maka Allah memerintahkan kepada malaikat agar mengeluarkan dari neraka
- 2.2.13. Malaikat berdoa kebaikan untuk kaum muslimin dan berdoa keburukan untuk sebagian yang lain
- 2.2.13.1. Doa malaikat untuk yang menafkahkan dan menahan harta
- 2.2.14. Malaikat bisa dilihat oleh hewan
- 2.2.14.1. Apabila kalian mendengar suara kokok ayam mohonlah kepada Allah karunia-nya karena saat itu ayam itu sedang melihat malaikat
- 2.2.1. Malaikat diciptakan dari cahaya
- 2.3. Malaikat Jibril
- 2.3.1. Malaikat jibril memiliki sayap
- 2.3.1.1. Jibril dalam wujud aslinya, memiliki 600 sayap yang menutupi langit dan bumi. Dari sayapnya berjatuhan mutiara dan yaqut beraneka warna
- 2.3.2. Malaikat jibril membawa kebenaran
- 2.3.2.1. Gemerincing wahyu di langit membuat para penduduk langit pingsan hingga datangnya jibril membawa kebenaran
- 2.3.3. Jibril mempunyai singgasana
- 2.3.3.1. Malaikat jibril duduk di singasananya antara langit dan bumi
- 2.3.3.2. Malaikat yang pernah datang kepada Nabi duduk di atas kursiy di antara langit dan bumi kursiy di antara langit dan bumi
- 2.3.4. Malaikat jibril turun dan datang kepada Nabi
- 2.3.4.1. Jibril alaihis salam turun kepada Rasulullah dan membelah dada hingga perutnya
- 2.3.4.2. Turunnya malaikat jibril untuk menyampaikan wahyu dan kebiasaan Nabi menggerakkan lisan
- 2.3.4.3. Turunnya malaikat jibril untuk menyampaikan sunnah seperti Al-Qur'an
- 2.3.4.4. Rasulullah melihat malaikat jibril dalam wujud aslinya dua kali, tidak benar beliau melihat Allah
- 2.3.4.5. Malaikat jibril turun lalu mengimami Nabi shalat
- 2.3.4.6. Malaikat jibril datang berbincang dengan Rasulullah di hadapan ummu salamah, tetapi ummu salamah menyangka jibril sebagai dihyah
- 2.3.4.7. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat jibril mengenakan perhiasan dari permadani
- 2.3.4.8. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melihat jibril dalam bentuk asli hingga menutupi ufuk langit
- 2.3.4.9. Malaikat jibril turun membekam Nabi shalallahu alaihi wasallam pada bahu dan punggung
- 2.3.4.10. Do’a ruqyah malaikat jibril untuk Nabi
- 2.3.4.11. Malaikat jibril memberitahu kebahagiaan penduduk langit dengan islamnya umar
- 2.3.5. Malaikat jibril mengajarkan Al-Qur’an dan menjelaskan berbagai ilmu
- 2.3.5.1. Jibril mendatangi Rasulullah setiap malam di bulan ramadhan, dan mengajarkan al qur'an kepada beliau
- 2.3.5.2. Malaikat jibril mengajarkan tentang gaya bahasa Al-Qur’an
- 2.3.5.3. Malaikat jibril dan mikail telah datang kepada Rasulullah dan mereka berdua mengajarkan beliau tujuh dialek yang berbeda
- 2.3.5.4. Malaikat jibril bertadarrus dan mengecek bacaan Al-Qur’an Nabi setahun sekali akan tetapi pada tahun terakhir kenabian, malaikat jibril bertadarrus dan mengeceknya dua kali
- 2.3.5.5. Ambillah ilmu dari tsiqah yang mengambil dari Rasulullah, yang mengambilnya dari jibril, yang mengambilnya dari Allah
- 2.3.5.6. Malaikat jibril datang mengajarkan keutamaan tauhid pasti akan masuk surga
- 2.3.5.7. Malaikat jibril mengabarkan ada umat sebanyak 70.000 orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab
- 2.3.5.8. Malaikat jibril datang untuk menjelaskan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang waktu-waktu shalat
- 2.3.5.9. Malaikat jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka yaitu iman, islam, dan ihsan
- 2.3.5.10. Turunnya malaikat jibril untuk menyampaikan sunnah seperti Al-Qur’an
- 2.3.5.11. Malaikat jibril memberitahu tentang saat malam lailatul qadar
- 2.3.5.12. Malaikat jibril mengabarkan bahwa durasi satu bulan adalah dua puluh sembilan hari
- 2.3.5.13. Jibril mengabarkan bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah dosanya diampuni kecuali hutang
- 2.3.5.14. Malaikat jibril memberitahukan kepada Nabi bahwa di kedua sandal beliau ada najisnya, kemudian beliau melepasnya
- 2.3.6. Malaikat jibril sangat dimusuhi orang yahudi
- 2.3.6.1. Yahudi bertanya tiga pertanyaan untuk menguji kenabian Rasulullah kemudian malaikat jibril memberitahu Nabi jawabannya
- 2.3.7. Malaikat jibril mengerjakan semuanya dengan perintah Allah
- 2.3.7.1. Sebab turunnya surat maryam ayat 64: tidaklah kami (jibril) turun, kecuali dengan perintah tuhanmu) hingga akhir ayat) hingga akhir ayat
- 2.3.7.2. Malaikat jibril lama tidak datang karena memang belum diperintahkan Allah, kemudian turun surat adh-dhuha
- 2.3.7.3. Malaikat jibril mencintai seorang hamba karena Allah mencintainya
- 2.3.7.4. Peran malaikat jibril dalam peristiwa isra mi'raj
- 2.3.7.5. Malaikat jibril memperkenalkan Nabi harun kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selama isra'
- 2.3.7.6. Malaikat jibril memperkenalkan Nabi yahya dan 'isa kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam selama isra'
- 2.3.8. Perintah dan wasiat dari malaikat jibril
- 2.3.8.1. Malaikat jibril memerintahkan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam meninggikan suara saat talbiyah
- 2.3.8.2. Wasiat malaikat jibril tentang berbuat baik kepada tetangga
- 2.3.8.3. Malaikat jibril selalu menasihati Rasulullah shalallahu alaihi wasallam untuk bersiwak
- 2.3.8.4. Malaikat jibril memerintahkan untuk memercikkan air pada kain yang terkena percikan air kencing setelah wudlu
- 2.3.8.5. Malaikat jibril memerintahkan Nabi memerangi bani quraizhah
- 2.3.9. Hal-hal yang tidak disukai malaikat jibril
- 2.3.9.1. Malaikat jibril melarang Nabi memakai kain dibaj (sejenis sutra)
- 2.3.9.2. Malaikat jibril tidak masuk ke rumah yang ada anjingnya dan ada gambarnya, dan juga patung
- 2.3.9.3. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menolak makan kubis karena tidak ingin menyakiti malaikat jibril
- 2.3.9.4. Para malaikat tidak bergabung dengan rombongan (kafilah) yang di dalamnya terdapat anjing ataupun lonceng
- 2.3.9.5. Malaikat terganggu oleh bau bawang seperti halnya manusia, maka jangan dekati masjid dengan bau tak sedap
- 2.3.9.6. Suami mengajak istri ke tempat tidur, istri menolak hingga suami marah semalam suntuk, maka malaikat melaknat hingga subuh
- 2.3.10. Malaikat jibril: lain-lain
- 2.3.10.1. Malaikat jibril memperlihatkan pintu surga kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
- 2.3.10.2. Malaikat jibril khawatir tidak ada seorang pun yang dapat memasuki surga dan juga khawatir tidak ada seorang pun yang dapat selamat dari neraka
- 2.3.10.3. Mimpi sumair bin abdur rahman tentang majelis malaikat jibril
- 2.3.10.4. Malaikat jibril menyampaikan salam kepada aisyah
- 2.3.10.5. Nabi berdoa agar hassan dibantu oleh malaikat jibril untuk melawan kafir
- 2.3.10.6. Larangan mengucapkan salam kepada malaikat jibril dan mikail dalam shalat
- 2.3.10.7. Mimpi Rasulullah tentang malaikat jibril dan mikail membawa beliau melihat siksaan di akhirat
- 2.3.10.8. Malaikat jibril memberitahu nikahnya utsman dengan ummu kultsum di surga
- 2.3.10.9. Berita malaikat jibril tentang faludzaj sebagai nikmat umat Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
- 2.3.10.10. Malaikat jibril mengabarkan bahwa utusan bani sulaim telah terbunuh dan Allah ridha kepada mereka dan Allah telah membahagiakan mereka
- 2.3.10.11. Partikel debu berkilauan merupakan tanda keterlibatan malaikat jibril dalam perang
- 2.3.10.12. Malaikat jibril mengabarkan ada pasukan badar yang dari kalangan malaikat
- 2.3.10.13. Malaikat jibril memegang kepala kuda Nabi pada saat perang dan malaikat jibril diperlengkapi dengan peralatan perang
- 2.3.10.14. Malaikat jibril menunjukkan keajaiban pohon yang dipanggil bisa mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan berdiri tegak di hadapan beliau
- 2.3.10.15. Pertanyaan waraqah tentang Nabi melihat namus, nama lain malaikat jibril pada saat awal mula turunnya wahyu
- 2.3.10.16. Salam dari Allah dan malaikat jibril untuk khadijah serta memberi kabar gembira bahwa dia akan mendapatkan rumah yang terbuat dari mutiara di surga
- 2.3.10.17. Dalam suatu hadits, Rasulullah shalallahu alaihiwasallam menyebutkan jibril dan mikail
- 2.3.10.18. Posisi malaikat jibril di sebelah kanan malaikat peniup sangkakala dan malaikat mikail di sebelah kirinya
- 2.3.10.19. Malaikat jibril memuji Allah karena Nabi memilih susu atas khamer pada saat isra'
- 2.3.10.20. Pada saat fir’aun tenggelam, malaikat jibril menyumpal mulutnya agar tidak mengucapkan laa ilaha illAllah agar tidak mendapat rahmat
- 2.3.10.21. Malaikat jibril mengurus keadaan laut
- 2.3.10.22. Malaikat jibril menjelaskan istana-istana surga milik ‘umar bin al-khaththab
- 2.3.10.23. Malaikat jibril menjelaskan bahwa telaga yang dikelilingi kubah mutiara berongga adalah al-kautsar
- 2.3.10.24. Jibril dan mika'il adalah kepercayaan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam di langit
- 2.3.10.25. Jibril dan mikail menjaga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di perang uhud
- 2.3.10.26. Malaikat jibril menunjukkan gambar aisyah dalam kain dan mengatakannya sebagai istri Nabi di dunia dan akhirat
- 2.3.10.27. Malaikat jibril menyampaikan perlindungan Allah terhadap Nabi dari ucapan kaumnya
- 2.3.10.28. Beliau membuka shalat malamnya dengan do'a: Allahumma rabba jibriila wa miikaa’iila wa israafiila
- 2.3.1. Malaikat jibril memiliki sayap
- 2.4. Malaikat mikail
- 2.4.1. Malaikat mikail menyuruh minta tambahan qiraat Al-Qur’an sampai tujuh bacaan
- 2.5. Malaikat Isrofil
- 2.5.1. Mlaikat israfil, peniup sangkakala
- 2.5.1.1. Israfil, peniup sangkakala yang diapit oleh malaikat jibril dan mikail 'alaihimus salam
- 2.5.2. Malaikat peniup sangkakala senantiasa siap
- 2.5.2.1. Sang pemegang tanduk (sangkakala) telah menelan tanduk (sangkakala) dan memiringkan dahinya, ia akan mendengar kapan pun diperintahkan
- 2.5.2.2. Dua malaikat peniup sangkakala yang berada di langit kedua, kepala dari salah satu malaikat itu ada di timur sedang kedua kakinya di barat
- 2.5.3. Apa itu terompet atau sangkakala?
- 2.5.3.1. Terompet (sangkakala) adalah tanduk yang ditiup oleh malaikat
- 2.5.1. Mlaikat israfil, peniup sangkakala
- 2.6. Malaikat Maut Pencabut nyawa
- 2.6.1. Adanya malaikat maut pencabut nyawa
- 2.6.1.1. Akan datang kepada jenazah dua malaikat yang keduanya akan mendudukkannya dan bertanya
- 2.6.1.2. Para malaikat yang mencabut nyawa dan bertanya dalam kubur serta mengangkat ruh ke langit
- 2.6.1.3. Malaikat pencabut nyawa akan bertanya: apakah kamu pernah beramal kebaikan?
- 2.6.1.4. Sesungguhnya Allah 'azza wajalla menugaskan kepada malaikat maut untuk mencabut arwah-arwah, kecuali orang yang syahid di lautan
- 2.6.2. Kedatangan malaikat maut pencabut nyawa kepada para Nabi
- 2.6.2.1. Malaikat maut datang kepada Nabi adam lebih awal 40 tahun karena umurnya sudah diberikan kepada Nabi daud
- 2.6.2.2. Musa menampar muka malaikat maut dan mencongkel matanya, sehinggga malaikat tersebut kembali menghadap Allah 'azza wajalla
- 2.6.2.3. Malaikat pencabut nyawa datang kepada Nabi dawud
- 2.6.2.4. Malaikat maut datang kepada Nabi saat sakitnya, dan Nabi memilih bertemu kekasih tertinggi: Allah ‘azza wajalla 'azza wajalla
- 2.6.2.5. Saat malaikat pencabut nyawa akan datang kepada Nabi, beliau meninggalkan Al-Qur’an dan keluarganya sebagai pedoman bagi umat
- 2.6.1. Adanya malaikat maut pencabut nyawa
- 2.7. Malaikat Malik
- 2.7.1. Malaikat Malik penjaga neraka
- 2.1. Makhluq-makhluq yang pertama kali diciptakan selain Malaikat
- 3. Kitab-kitab
- 3.1. Lembaran-lembaran (Shuhuf)
- 3.1.1. Suhuf ibrahim diturunkan pada awal ramadhan, taurat pada hari ke-6, injil pada hari ke-13, dan al-furqan pada hari ke-24 ramadhan
- 3.2. Kitab Zabur
- 3.2.1. Nabi daud di mudahkan membaca kitab zabur dan tidak memakan sesuatu melainkan dari usaha tangannya sendiri
- 3.2.2. Ash-shabi'un adalah kelompok dari ahlul kitab yang membaca kitab zabur
- 3.3. Kitab Taurat
- 3.3.1. Pembuka Taurat adalah surat Al An'am dan penutupnya adalah surat Hud
- 3.3.2. Dalam Taurat, disebutkan Taurat yang baru yaitu Al Qur’an
- 3.3.3. Larangan mengikuti kitab taurat dan cukup Al-Qur’an setelah di utusnya Rasulullah
- 3.3.4. Ceritakan kepadaku apa yang engkau dengar dari Rasulullah, jangan engkau ceritakan dari taurat dan injil
- 3.3.5. Kitab Taurat diturunkan pada hari keenam dari Ramadhan
- 3.3.6. Larangan untuk mempercayai ahli Kitab (meskipun berbahasa Arab) dan larangan mendustakannya
- 3.3.7. Ada yang terbuang dalam lembaran Taurat, tidak seperti Qur’an yang lengkap
- 3.3.8. Makanan yang diharamkan israil atas dirinya sebelum taurat
- 3.3.9. Rahasia Taurat diketahui Nabi Muhammad adalah bukti kebenaran Islam
- 3.3.10. Hubungan barokah makanan dengan berwudhu tertera dalam Taurat
- 3.3.11. Rasulullah bersumpah kepada seorang ulama yahudi dengan dzat yang menurunkan taurat kepada musa
- 3.3.12. Pengkhianatan bani israil adalah menulis kitab dan mengikutinya tetapi meninggalkan taurat
- 3.3.13. Kisah Bani Israil yang berubah menjadi tikus ada di dalam Taurat
- 3.3.14. Hukuman rajam untuk zina tertera dalam kitab Taurat
- 3.3.15. Sifat-sifat Rasulullah sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan dalam Al-Qur'an dan taurat
- 3.3.16. Di dalam taurat mengenai sifat Muhammad dan Isa bin maryam, bahwa (isa) akan dikubur bersamanya atau disampingnya
- 3.3.17. Doa Nabi Daud yang sama dengan doa Nabi Muhammad tertera juga dalam Taurat
- 3.3.18. Keutamaan dan saat mustajabah pada hari Jum’at juga tertera di Taurat
- 3.4. Kitab Injil
- 3.4.1. Raja-raja setelah Nabi Isa bin Maryam 'Alaihi Ash Shalatu was Salam mengubah Kitab Taurat dan Injil
- 3.4.2. Waroqoh bin Naufal menulis Kitab Injil dalam Bahasa Ibrani dengan izin Allah
- 3.4.3. Larangan menertawakan Kalamullah meskipun kitab Injil
- 3.4.4. Salman seorang yang menguasai dua kitab, Injil dan Al-Qur’an
- 3.4.5. Umar bin khattab tertulis dalam injil sebagai benteng besi yang sangat kuat
- 3.4.6. Najasyi bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah, dialah orang yang kami dapatkan ciri-cirinya dalam Injil yang diberitakan Isa bin Maryam
- 3.4.7. Kitab Injil diturunkan pada hari ke-tigabelas dari Ramadhan
- 3.4.8. Orang-orang Yahudi dan Nashrani membaca Taurat dan Injil, akan tetapi tidak bermanfaat sedikitpun bagi mereka
- 3.1. Lembaran-lembaran (Shuhuf)
- 4. Qur'an
- 4.1. Kitab Al-Qur’an
- 4.1.1. Allah telah menulis kitab Al Qur`an sejak dua ribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi
- 4.1.2. Keutamaan Al-Qur'an sebagai petunjuk dan jalan keluar dari fitnah
- 4.1.3. Al Furqan diturunkan pada hari ke-dua puluh empat bulan Ramadhan
- 4.1.4. Diberi Al-Qur’an dan kalian mengamalkannya sampai terbenamnya matahari, lalu kalian diberi ganjaran masing masing dua qirath
- 4.1.5. Al-Qur'an sebagai pengganti taurat, zabur, dan injil
- 4.1.6. Keutamaan ummul Qur'an: tidak diturunkan semisalnya baik dalam taurot, injil, zabur dan tidak juga dalam al furqan, dia adalah as sab'ul matsani
- 4.1.7. Tiga surat yang telah diturunkan dalam taurat, injil, zabur dan Al furqan al azhim yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas
- 4.1.8. Ilmu akan hilang apabila tidak diamalkan seperti pada Taurat dan Injil, meskipun membaca Al-Qur’an
- 4.1.9. Turunnya semua kitab suci pada bulan Ramadhan
- 4.1.10. Tidak ada ciptaan di langit dan bumi yang melebihi ayat kursi
- 4.1.11. Allah membaca surat Thaha dan surat Yasin seribu tahun sebelum menciptakan langit dan bumi
- 4.1.12. Telah turun kepadaku malam ini satu surah yang lebih aku cintai dari apa yang disinari oleh matahari
- 4.1.13. Pelajarilah surat Al Baqarah karena mengambilnya berkah dan meninggalkannya rugi, tidak mampu dikalahkan oleh tukang-tukang sihir
- 4.1.14. Pemimpin Al-Qur'an adalah surat Al-Baqarah, dan inti Al-Qur'an adalah Al-Mufashshal
- 4.1.15. Surat Al-Ikhlas, ayat Kursi, dan ayat penutup surat Al Baqarah adalah yang paling agung
- 4.2. Keutamaan membaca Al-Qur'an
- 4.2.1. Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf (dialelk), maka mana saja yang dibaca maka itu berpahala
- 4.2.2. Barangsiapa suka untuk membaca Al Qur'an dengan benar sebagaimana diturunkan, hendaknya membacanya seperti bacaan ibnu mas’ud
- 4.2.3. Barang siapa yang disibukkan membaca Al-Qur'an, maka Aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik pahala
- 4.2.4. Pelajarilah surat Al Baqarah dan Ali 'Imran karena keduanya adalah dua bunga yang menaungi pemiliknya pada hari kiamat
- 4.2.5. Amalan yang paling cintai adalah membaca Al-Qur’an dari awal sampai akhir (mengkhatamkan), lalu mengulanginya lagi
- 4.2.6. Membaca surat al kahfi: sakinah (ketenangan) yang turun saat Al Qur`an dibaca atau as sakinah itu memang turun untuk Al Qur`an
- 4.2.7. Pembaca Al Qur'an dan yang mempelajari Al Qur'an akan didoakan oleh para malaikat hingga mereka menyelesaikan satu surat
- 4.2.8. Doa Nabi rahmat Allah untuk orang yang membaca Qur’an di masjid
- 4.2.9. Barangsiapa yang membaca surat Ali Imran pada hari Jum'at, maka para malaikat mendo'akan untuknya sampai tiba malam hari
- 4.2.10. Dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah yang diwahyukan di bawah naungan arsy
- 4.2.11. Barangsiapa yang membaca dua ayat dari akhir surat al baqarah pada waktu malam, itu telah cukup untuk melindunginya dari kejahatan yang dibenci
- 4.2.12. Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya syetan itu akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al Baqarah
- 4.2.13. Barangsiapa yang membaca surat Al Baqarah, maka ia akan diberi mahkota kelak di dalam surga
- 4.2.14. Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari surat al baqarah ketika hendak tidur, maka ia tidak akan lupa Al Qur'an
- 4.3. Mengajarkan Al-Qur’an
- 4.3.1. Jibril senantiasa menemui Rasulullah untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada belian pada bulan ramadhan
- 4.3.2. Sebaik baik orang adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkan nya
- 4.3.3. Larangan menerima hadiah sebagai upah mengajarkan Al-Qur’an
- 4.4. Sebab turunnya ayat (Asbabun Nuzul)
- 4.4.1. Surat Abasa turun berkenaan dengan Abdullah bin Ummi Maktum
- 4.5. Larangan terkait Al-Qur'an
- 4.5.1. Mengkhatamkannya maksimum dalam 3 hari, tidak boleh lebih cepat dari itu
- 4.5.2. Mengkhatamkannya maksimum dalam 7 hari, tidak boleh lebih cepat dari itu
- 4.1. Kitab Al-Qur’an
- 5. Nabi-nabi
- 5.1. Nabi Adam
- 5.1.1. Penciptaan manusia pertama yaitu Adam
- 5.1.2. Adam yang Allah ciptakan dengan tangan-Nya
- 5.1.3. Kisah kejadian yang menyebabkan Adam dan Hawa keluar dari surga
- 5.1.4. Tinggi Nabi Adam dan berkurangnya tinggi manusia sekarang
- 5.1.5. Adam menyangkal telah memberikan umurnya untuk Nabi Dawud
- 5.1.6. Wanita mengkhianati suaminya adalah karena Hawa
- 5.1.7. Para Malaikat mencabut nyawa Nabi Adam, memandikan, mengkafani, membuatkannya lubang dan lahat untuknya, serta menshalatinya
- 5.1.8. Kematian Nabi Adam dan sunnah pertama menimbun jenazah dengan tanah
- 5.2. Nabi Nuh
- 5.2.1. Saksi Nabi Nuh atas risalahnya adalah Nabi Muhammad dan ummat nya dalam Al-Baqarah 143
- 5.2.2. Salah satu wasiat Nabi Nuh adalah Laa ilaha illallaah
- 5.2.3. Nabi Nuh berpuasa sepanjang masa kecuali pada hari Iedul Fitri dan Iedul Adha
- 5.2.4. Asal mula berhala pada kaum Nuh
- 5.2.5. Pelepah kurma sepertiga adalah milik Nabi Nuh dan dua pertiga adalah milik setan
- 5.2.6. Nabi Nuh juga mengingatkan kaumnya akan Dajjal
- 5.2.7. Ular pernah berjanji pada Nabi Nuh dan Sulaiman agar tidak mengganggu. Usirlah, kalau kembali baru bunuhlah
- 5.3. Nabi Daud
- 5.3.1. Tasbih Nabi Daud
- 5.3.2. Puasa Nabi Daud adalah puasa yang terbaik, tidak ada lagi di atas itu
- 5.3.3. Nabi Daud tidak kabur bertemu musuh
- 5.3.4. Shalat yang paling Allah cintai adalah shalatnya Nabi Daud
- 5.3.5. Nabi Daud tidak memakan makanan kecuali hasil usahanya sendiri
- 5.3.6. Umur Nabi Dawud pada awalnya 40 tahun, lalu menjadi 100 tahun diambilkan dari umur Nabi Adam
- 5.3.7. Doa mohon kecintaan kepada Allah yang dipanjatkan Nabi Daud
- 5.3.8. Doa Nabi Daud ALLAHUMMA ASHLIHLI DIINI …
- 5.3.9. Suara Nabi Daud sangat merdu
- 5.4. Nabi Sulaiman
- 5.4.1. Nabi Sulaiman bertekad tanpa mengucapkan insya Allah tidak berhasil
- 5.4.2. Nabi Sulaiman melarang debat
- 5.4.3. Setan yang pernah tunduk kepada Nabi Sulaiman 'alaihissalam dapat menampakkan diri
- 5.4.4. Pesan ibu nabi Sulaiman agar tidak memperbanyak tidur di malam hari
- 5.4.5. Tiga permintaan Nabi Sulaiman kepada allah setelah membangun baitul Maqdis
- 5.4.6. Nabi Sulaiman memutuskan siapa ibu pemilik anak sebenarnya dengan benar
- 5.4.7. Karena teringat doa Nabi Sulaiman, Nabi melepaskan jin Ifrit
- 5.4.8. Kelak ada binatang melata yang memukul / menstempel hidung orang kafir dengan cincin Nabi Sulaiman
- 5.5. Nabi Idris
- 5.5.1. Nabi Idris berada di langit ke empat saat Mi’raj
- 5.6. Nabi Musa dan Nabi Harun
- 5.6.1. Kisah datangnya ajal kepada Nabi Musa
- 5.6.2. Kedudukan Ali seperti Nabi Harun di sisi Nabi Musa
- 5.6.3. Nabi Muhammad melihat Nabi Harun selama Isra’
- 5.7. Nabi Ibrahim
- 5.7.1. Agama Nabi Ibrahim adalah agama yang lurus dan hanif
- 5.7.2. Allah menjadikan nabi Ibrahim kekasih-Nya karena selalu mengucapkan Subhanallah pagi dan petang
- 5.7.3. Wasiat agar jangan mati kecuali dalam keadaan Islam adalah wasiat Nabi Ibrahim
- 5.7.4. Akan senantiasa ada hijrah ke Mekkah, tempat Nabi Ibrahim dulu sampai hari Kiamat
- 5.7.5. Pembangunan Ka’bah seharusnya sesuai aturan Nabi Ibrahim, Nabi menundanya karena umatnya belum siap
- 5.7.6. Nabi Ibrahim orang yang pertama kali memuliakan tamu, berkhitan, memendekkan kumis dan memelihara uban
- 5.7.7. Tempat warisan Nabi Ibrahim ada di salah satu lokasi wuquf
- 5.7.8. Pembalasan umat Muhammad atas cicak yang menghembuskan udara agar api berkobar atas Ibrahim
- 5.7.9. Nabi Ibrahim pernah bohong kepada raja, namun Allah mengabulkan doa Sarah untuk menjaganya
- 5.7.10. Nabi Ibrahim tidak pernah berbohong kecuali tiga kali
- 5.7.11. Larangan meminta ampun di dunia untuk ayah Nabi Ibrahim yang kafir
- 5.7.12. Nabi Ibrahim memohon ampun untuk ayahnya Azar pada hari Kiamat, lalu Allah menggantinya dengan anjing kotor untuk dibuang ke neraka
- 5.7.13. Nabi Ibrahim sangat tinggi
- 5.7.14. Nabi Ibrahim mirip dengan Nabi Muhammad
- 5.7.15. Nabi Ibrahim dikhitan pada umur 80 tahun dengan kapak yang ringan
- 5.7.16. Nabi Muhammad bermimpi pada hari kiamat Nabi Ibrahim adalah seorang yang tua yang berada di bawah pohon dengan anak-anak di sekitarnya
- 5.7.17. Nabi Muhammad bertemu Nabi Ibrahim pada waktu Isra’ mi’raj dalam keadaan bersandar di baitul Makmur
- 5.7.18. Nabi Muhammad menyuruh mengeluarkan patung Nabi Ibrahim yang memegang panah
- 5.7.19. Nabi Ibrahim mengharamkan Makkah dan berdoa untuknya sedangkan Nabi Muhammad mengharamkan Madinah dan berdoa untuknya
- 5.7.20. Nabi Ibrahim menerima Hajar sebagai hadiah hamba sahaya
- 5.7.21. Nabi Ibrahim adalah orang yang pertama kali diberikan pakaian di hari Kiamat
- 5.7.22. Nabi Ibrahim meminta agar Allah menghidupkan mahluq yang sudah mati agar tambah yakin
- 5.7.23. Nabi Muhammad berdoa untuk ummatnya, semua mahluk mengharapkannya termasuk Nabi Ibrahim
- 5.8. Nabi Ismail
- 5.8.1. Nabi Ismail beserta anak keturunannya adalah para pemanah atau melempar jumrah
- 5.8.2. Kisah air Zam-zam dan Nabi Ismail
- 5.8.3. Nabi Ismail berperan membawakan batu untuk dipasang oleh Nabi Ibrahim sambil mereka terus berdoa
- 5.8.4. Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah
- 5.8.5. Rasulullah adalah pilihan Allah dari jalur Ismail
- 5.8.6. Bani Tamim adalah keturunan Ismail
- 5.9. Nabi Isa
- 5.9.1. Berkulit sawo matang, tampan, berambut ikal dan basah
- 5.9.3. Nabi Isa berwajah dan berperawakan sedang, berkulit merah
- 5.9.4. Membiasakan berkata lembut meskipun pada babi
- 5.9.5. Nabi Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya
- 5.9.6. Nabi Isa akan memerangi manusia hingga mereka masuk ke dalam Islam, ia memecahkan salib, membunuh babi dan membebaskan jizyah
- 5.9.7. Jawaban Nabi Isa kepada Allah dalam Al-Maidah 116
- 5.9.8. Nabi Isa mendustakan matanya, apabila pencuri bersaksi atas nama Allah bahwa tidak mencuri
- 5.9.9. Dajjal akan meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air bila melihat Nabi Isa
- 5.9.10. Masa fatrah antara Nabi 'Isa 'alaihis salam dan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam adalah enam ratus tahun
- 5.9.11. Nabi Isa dan Nabi Muhammad
- 5.9.12. Sungguh putra Maryam akan bertalbiah dari jalan Rauha` untuk haji dan umrah atau untuk keduanya
- 5.9.13. Barangsiapa dari kalian bertemu dengan Nabi Isa sampaikanlah salam Nabi kepadanya
- 5.9.14. Setan menusuk setiap anak adam kecuali nabi Isa alayhissalam
- 5.1. Nabi Adam
- 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
- 6.1. Kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad
- 6.1.1. Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW
- 6.1.2. Setelah Aminah ibu Nabi wafat, dipelihara Ummu Aiman hingga dewasa
- 6.1.3. Nasab Nabi Muhammad SAW dari Abdul Muthalib
- 6.1.4. Kejadian dibelahnya dada Nabi Muhammad SAW
- 6.2. Akhlak dan kemuliaan Sebelum menjadi Nabi
- 6.2.1. Tidak pernah menyembah berhala
- 6.2.2. Diberikan kesaksian oleh pendeta Nasrani Waraqah bin Naufal
- 6.2.3. Diberikan salam oleh sebuah batu di Makkah
- 6.3. Sifat fisik Nabi
- 6.3.1. Tanda atau stempel kenabian
- 6.3.2. Tinggi beliau tidak melebihi batas tinggi ideal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek
- 6.3.3. Beliau berambut ikal, tidak lurus dan tidak pula terlalu keriting
- 6.3.4. Beliau putih, rupawan dan sederhana
- 6.3.5. Telapak kaki dan tangan beliau besar dan beliau bermuka ganteng
- 6.3.6. Suara Nabi sangat merdu dalam membaca Al-Qur’an
- 6.4. Diangkat menjadi Nabi dan turunnya wahyu
- 6.4.1. Sebelumnya dikenal jujur belum pernah berdusta
- 6.4.2. Bukti tanda kenabian yang diminta penduduk Makkah ialah membelah bulan
- 6.4.4. Nabi menyepi di Gua Hira dan didatangi Jibril menerima wahyu pertama
- 6.4.5. Wahyu turun di pagi yang dingin dan dahi beliau berkeringat
- 6.4.6. Suara Wahyu seperti Gemerincing Lonceng
- 6.4.7. Terkadang Nabi terlihat kesusahan
- 6.4.8. Suara Wahyu Seperti Dengungan Lebah
- 6.4.9. Jangan Gerakkan Lidahmu Terlalu Cepat
- 6.4.12. Malaikat Jibril Lama Tidak Datang Hingga Turun Surat Adh-Dhuha
- 6.4.13. Turunnya wahyu kepada Rasululllah didalam gua di mina yaitu surat Al-Mursalat
- 6.4.14. Rasulullah menundukkan kepala, karena turunnya surat Al-Kautsar
- 6.4.15. Berdakwah dengan sembunyi-sembunyi
- 6.5. Periode Kenabian
- 6.5.1. Wahyu turun saat usia nabi 40 tahun, dan diwafatkan di usia 60 tahun
- 6.5.2. Wahyu turun saat usia nabi 40 tahun, dan diwafatkan di usia 63 tahun
- 6.5.3. Rasulullah, Abu Bakar dan Umar meninggal pada usia 63 tahun
- 6.5.4. Rasulullah wafat pada usia 65 tahun
- 6.6. Akhlak dan suri tauladan Nabi
- 6.6.1. Surat Rasulullah dan kesaksian Abu Sufyan di depan Heraclius
- 6.6.2. Doa nabi agar celaan dan laknatnya menjadi rahmat
- 6.6.3. Rasulullah dibangkitkan pertama kali di hari Kiamat, pemimpin anak adam dan pemberi syafaat
- 6.6.4. Beliau adalah orang yang paling lembut atau dermawan dalam segala kebaikan
- 6.6.5. Beliau adalah orang yang paling mampu mengendalikan nafsunya
- 6.6.6. Beliau memilih yang paling mudah atau ringan dari kedua pilihan selama tidak termasuk dosa
- 6.6.8. Beliau adalah orang yang paling membenci atau memusuhi hal yang menodai kehormatan Allah
- 6.6.9. Terhadap hadits, beliau adalah orang yang paling mengembirakan dan yang paling mendapat petunjuk dan yang paling bertakwa
- 6.6.10. Rasulullah menyukai bau wangi
- 6.6.11. Rasulullah mengadakan perjanjian damai dengan penduduk Hudaibiyah dan bersedia menghapus kata ‘Muhammad Rasulullah’
- 6.6.12. Rasulullah dalam membaiat wanita tidak pernah menyentuh mereka dan hanya dengan ucapan
- 6.6.13. Nabi gelisah melihat awan, takut akan adzab
- 6.7. Isra’ Mi’raj
- 6.7.1. Perjalanan Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha, naik ke langit, dan menerima perintah shalat lima waktu
- 6.7.2. Nabi Melihat Kaum yang Disiksa karena Memerintahkan Kebaikan namun Melupakan Diri Sendiri dalam perjalanan Isra’ Mi’raj
- 6.7.3. Rasulullah melihat nabi musa dan nabi isa Ketika dalam perjalanan isra’ mi’raj
- 6.7.4. Rasulullah memilih susu daripada khamer saat isra’ mi’raj
- 6.7.5. Anjuran berbekam dari malaikat pada malam isra’ mi’raj
- 6.8. Mukjizat Nabi
- 6.8.1. Nabi diperlihatkan surga dan neraka pada saat shalat gerhana
- 6.8.2. Nabi dapat menangkap Jin Ifrit dan hendak mengikatnya di tiang masjid
- 6.8.3. Nabi dapat melihat apa yang ada di belakang, dari balik punggung beliau
- 6.8.4. Terbelahnya bulan menjadi dua
- 6.8.5. Jari-jemari Nabi memancarkan air
- 6.8.6. Nabi berdoa kantung susu kambing langsung menjadi penuh
- 6.8.7. Makanan bertasbih saat dimakan Nabi dan para sahabat
- 6.8.8. Nabi shalat memohon hujan, langsung turun hujan
- 6.8.9. Doa Nabi selalu dikabulkan saat meminta hujan turun, menghentikan atau memindahnya di tempat lain
- 6.8.10. Pohon kurma merintih atau menangis dan kemudian Nabi menenangkannya
- 6.8.11. Makanan sedikit barokah untuk orang banyak
- 6.8.12. Berbelasungkawa atas kematian Zaid, Ja’far dan ibnu Rawahah sebelum berita sampai khalayak pada perang Dzi Qarad
- 6.8.13. Ali sedang sakit mata lalu diludahi Nabi langsung sembuh pada perang Khaibar
- 6.8.14. Ada bekas pukulan (pedang) pada betis Salamah yang sakit tatkala perang Khaibar, lalu diludahi Rasulullah kemudian sembuh
- 6.8.15. Unta mengadu kepada Nabi bahwa pemiliknya menyakitinya dan membuatnya lelah
- 6.8.16. Batu di Mekkah memberi salam kepada Nabi
- 6.9. Nabi juga manusia biasa
- 6.9.1. Nabi disihir oleh Labid bin Al-A'sham
- 6.9.2. Rasulullah diracun oleh wanita Yahudi
- 6.9.3. Wajah Nabi berlumuran darah serta gigi geraham beliau pecah
- 6.9.4. Jari beliau mengeluarkan darah
- 6.9.5. Nabi tidak lebih mengetahui urusan dunia daripada sahabat
- 6.9.6. Nabi tidak melihat Allah
- 6.9.7. Nabi manusia biasa yang bisa lupa seperti para sahabat
- 6.9.8. Nabi juga pernah bermuka masam tetapi ditegur oleh Allah
- 6.9.9. Nabi pernah menggunakan pendapat Abu Bakar, ternyata pendapat Umar yang dibenarkan Allah mengenai tawanan perang Badar
- 6.9.10. Nabi mengharamkan madu, akhirnya turun ayat: Wahai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu?
- 6.9.11. Nabi tidak tahu apa yang terjadi dengan Aisyah pada peristiwa fitnah bohong, sampai turun ayat membelanya
- 6.9.12. Nabi tidak tahu kejadian suatu perkara, dan hanya menghukumi berdasarkan dzahirnya
- 6.9.13. Nabi mungkin pernah melaknat seseorang, dan berdoa agar hal itu menjadi shalawat rahmat dan ibadah bagi mereka
- 6.10. Orang tua Nabi
- 6.10.1. Ibu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang berasal dari Bani Zuhrah
- 6.10.2. Ibu Nabi bernama Aminah lalu dirawat Ummu Aiman
- 6.10.3. Orang tua Nabi berada di neraka
- 6.10.4. Rasulullah tidak diijinkan memohonkan ampun untuk ibunya, tetapi menziarahi kuburnya boleh
- 6.11. Istri-istri Nabi
- 6.11.1. Wanita terbaik di jamannya adalah Maryam dan Khadijah
- 6.11.2. Salam dari Allah untuk Khadijah
- 6.11.3. Sesungguhnya aku benar-benar telah dianugerahi cinta Khadijah
- 6.11.4. Nabi selalu mengatasnamakan Khadijah dalam sedekah penyembelihan kambing
- 6.11.5. Kecemburuan 'Aisyah terhadap Khadijah karena pujian Nabi
- 6.11.6. Rumah di surga berupa mutiara atau emas atau permata untuk Khadijah
- 6.11.7. Keistimewaan Aisyah ra
- 6.12. Anak-anak Nabi
- 6.12.1. Anak Nabi bernama Ibrahim meninggal di masa persusuan, maka dilanjutkan persusuannya di surga
- 6.12.2. Anak Nabi bernama Qasim, persusuannya akan dilanjutkan di surga
- 6.13. Sahabat Nabi
- 6.13.1. Sepuluh sahabat yang dijamin surga
- 6.13.2. Tidak akan masuk neraka orang yang ikut berbaiat (Ridhwan) di bawah pohon
- 6.13.3. Peserta Baiatur Ridhwan berjumlah 1400 orang termasuk Nabi
- 6.13.4. Seandainya aku diperbolehkan dari ummat ini mengambil seseorang sebagai kekasih, pasti aku mengambil Abu Bakr
- 6.13.5. Penduduk langit telah berbahagia dengan keIslaman Umar
- 6.13.6. Keutamaan Umar bin Al Khaththab
- 6.13.7. Pembunuhan Umar
- 6.13.8. Penjelasan tentang ketidakhadiran Utsman di beberapa peristiwa dan tangan Utsman diwakili oleh tangan Nabi Muhammad
- 6.13.9. Utsman membeli sumur ruumah dan menggratiskan untuk fakir dan ibnu sabil
- 6.13.10. Ali
- 6.13.11. Abu Hurairah selalu menyimak bacaan Nabi saat shalat dan menjawab saat orang lain tidak tahu
- 6.13.12. Abu Hurairah selalu menghafal hadits pada majelis Rasulullah
- 6.13.13. Abbas bin Abdul Muthalib paling dermawan dan paling menjaga hubungan
- 6.13.14. Amr bin Abasah adalah orang keempat masuk Islam
- 6.13.15. Abdullah bin Abbas
- 6.13.16. Abdullah bin Umar
- 6.13.17. Abdullah bin Mas’ud
- 6.14. Berbagai kejadian menjelang wafatnya Nabi SAW
- 6.14.1. Nabi mengulang tiga kali, Doa Beliau Memilih Ar-Rafiq al-A‘la
- 6.14.2. Beliau memberikan wasiat agar umat menjaga shalat dan berbuat baik kepada budak
- 6.14.3. Beliau meminta Abu Bakar ash-Shiddiq untuk menjadi imam shalat menggantikannya
- 6.14.4. Nabi memperingatkan agar tidak menjadikan kubur nya sebagai masjid
- 6.15. Sakitnya Nabi Muhammad SAW
- 6.15.1. Nabi semakin berat sakitnya sehingga Umar mengatakan cukup Kitabullah, karena Rasulullah memaksakan diri membuat surat
- 6.16. Doa, harapan dan pesan Nabi
- 6.16.1. Doa Nabi Muhammad SAW yang belum dikabulkan
- 6.17. Kematian Nabi Muhammad SAW
- 6.17.1. Rasulullah wafat di hari Senin
- 6.17.2. Rasulullah Wafat di Rumah Aisyah radhiyallahu ‘anha, Kepala Beliau Berada di Pangkuannya Saat Ruh Dicabut
- 6.17.3. Umat Islam mengalami kesedihan yang amat mendalam hingga Umar bin Khattab tidak percaya bahwa beliau wafat
- 6.17.4. Nabi dimandikan oleh keluarga dekatnya, di antaranya Ali bin Abi Thalib, Abbas, dan putra-putranya
- 6.17.5. Jenazah Nabi dishalatkan oleh kaum Muslimin secara bergelombang tanpa imam dan dimakamkan di tempat beliau wafat
- 6.1. Kelahiran dan masa kecil Nabi Muhammad
- 7. Takdir
- 7.1. Keutamaan beriman kepada Takdir
- 7.1.1. Seseorang tidak dikatakan beriman sehingga ia beriman dengan takdir
- 7.1.2. Berinfaq emas sebesar gunung Uhud tidak akan diterima hingga engkau beriman kepada takdir
- 7.1.3. Beriman kepada takdir adalah salah satu dari tiga dasar keimanan
- 7.1.4. Beriman kepada takdir adalah salah satu dari empat hal yang harus diimani
- 7.1.5. Mendustakan takdir adalah salah satu dari tiga hal yang Nabi khawatirkan pada ummatnya
- 7.1.6. Termasuk kebahagiaan: rasa ridha terhadap apa yang telah Allah tetapkan baginya
- 7.1.7. Kebinasaan akan terjadi pada yang mengingkari takdir
- 7.1.8. Sabar menghadapi tha’un mengetahui takdir, maka akan mendapatkan pahala mati syahid
- 7.2. Penciptaan makhluk
- 7.2.1. Penciptaan makhluk dan cahaya Allah
- 7.2.2. Matahari berhenti di bawah Arsy, lalu sujud
- 7.2.3. Allah mengusap punggung Adam adalah penentuan takdir
- 7.2.4. Nama-nama penghuni surga dan neraka telah dicatat
- 7.2.5. Apapun yang ditulis Qalam (pena) adalah takdir
- 7.2.6. Takdir ditetapkan ketika seseorang berumur 40 hari di rahim atau perut ibunya
- 7.2.7. Tidak seorang pun dari kalian, kecuali telah ditulis tempat duduknya, neraka ataukah surga
- 7.2.8. Allah menetapkan takdir 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi
- 7.2.9. Sengsara atau bahagia, bagaimana rezekinya, kapan ajalnya telah ditentukan sejak dalam rahim
- 7.2.10. barangsiapa terkena cahaya-Nya, ia akan mendapat petunjuk dan barangsiapa tidak mendapat cahaya-Nya maka ia akan tersesat
- 7.2.11. Lari dari takdir Allah menuju takdir Allah yang lain
- 7.3. Apa saja yang termasuk takdir Allah?
- 7.3.1. Ruqyah, obat, dan pelindung termasuk takdir Allah
- 7.3.2. Tidak ada penyakit yang menular tanpa takdir Allah
- 7.3.3. Semua itu adalah takdir, (jika bukan) lalu siapakah yang menulari unta yang pertama?
- 7.3.4. Turunnya ayat tentang takdir sebagai jawaban bagi kaum musyrikin
- 7.3.5. Segala sesuatu itu terjadi sesuai takdir, hingga malas dan semangat juga takdir
- 7.3.6. Segala sesuatu terjadi dengan takdir hingga kebodohan dan kecerdasan juga takdir
- 7.3.7. Ka’ab berkata: akhirnya saya ditakdirkan untuk tidak ikut serta ke medan perang
- 7.3.8. Allah yang menciptakan dan mengetahui nasib anak musyrikin
- 7.3.9. Tidak ada suatu perkara pun yang menimpa Anda, kecuali Allah menciptakan jalan keluar pula bagi Anda
- 7.4. Usaha manusia
- 7.4.1. Larangan 'azal (mengeluarkan sperma di luar rahim) karena mengurangi keimanan terhadap takdir
- 7.4.2. Untuk apa kita beramal? Beramallah! Semuanya akan dimudahkan menuju apa akan menjadi takdir dia diciptakan
- 7.4.3. Ahlus Sa'adah (orang yang berbahagia) maka dia akan beramal untuk kebahagiaan, sedangkan orang yang termasuk ahlus Syaqa' (orang yang celaka) maka dia akan beramal untuk kecelakaan
- 7.4.4. Tempuhlah jalan yang lurus, karena penghuni surga amalannya akan ditutup dengan amalan penghuni surga meski sebelumnya banyak melakukan kesalahan
- 7.4.5. Burung terbang dengan sebuah taqdir akan tetapi Rasulullah senang dengan optimisme yang baik
- 7.4.6. Janganlah kalian menuju ke daerah wabah, namun apabila terlanjur di dalamnya, maka janganlah kalian keluar darinya
- 7.4.7. Ikatlah untamu kemudian bertawakallah
- 7.5. Do’a Manusia
- 7.5.1. Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali do'a
- 7.5.2. Shalat dan doa istikharah untuk memohon takdir yang terbaik
- 7.5.3. Doa Qunut witir: jauhkanlah aku dari kejelekan taqdir yang Engkau tentukan
- 7.5.4. Doa berlindung dari kejelekan takdir: AUDZU BIKA MIN SYARRIL QODARI
- 7.6. Pandangan terhadap Takdir
- 7.6.1. Rasulullah marah: Jangan berdebat pada masalah takdir
- 7.6.2. Janganlah kalian duduk dengan orang yang tidak percaya dengan takdir
- 7.6.3. Nadzar tidak dapat mengubah atau menolak takdir
- 7.6.4. Nabi Adam mengalahkan Nabi Musa dalam perdebatan takdir
- 7.6.5. Wahai Abu Hurairah, kamu mengebiri, atau tidak adalah takdir
- 7.6.6. Larangan wanita meminta cerai untuk nafkah yang lebih banyak, karena itu takdir
- 7.6.7. Barangsiapa memperbincangkan sesuatu tentang takdir, maka pada hari kiamat ia akan dimintai pertanggung jawaban
- 7.6.8. Larangan menjenguk sakitnya, melayat mayatnya dan mengucapkan salam kepada orang yang mendustakan takdir
- 7.1. Keutamaan beriman kepada Takdir
- 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
- 8.1. Iman
- 8.1.1. Penjelasan tentang iman, Islam dan ihsan
- 8.1.2. Akan keluar dari neraka yang mempunyai iman sebesar biji sawi
- 8.1.3. Amalan yang paling utama adalah iman
- 8.1.4. Yang dimaksud dengan iman kepada Allah adalah 4 pilar Islam
- 8.1.5. Kesempurnaan iman adalah kesempurnaan akhlak
- 8.1.6. Kesempurnaan iman dengan lebih mencintai Nabi daripada semuanya
- 8.1.7. Kesempurnaan iman dengan menghormati tamu, menjaga tetangga, bicara baik dan mencintai saudara
- 8.1.8. Mengerjakan apapun karena Allah berarti sempurnalah keimanannya
- 8.1.9. Di pagi hari seseorang beriman dan di sore hari menjadi kafir
- 8.1.10. Tingkatan iman yang tertinggi adalah LAA ILAHA ILLALLAH
- 8.1.11. Mempelajari iman sebelum mempelajari Al-Qur’an
- 8.1.12. Perumpamaan orang yang diberi iman dan Al-Qur'an
- 8.1.13. Tanda keimanan mencintai kaum Anshar
- 8.1.14. Tanda keimanan adalah selalu mendatangi masjid
- 8.1.15. Malu adalah sebagian dari iman
- 8.1.16. Iman akan terus berkembang hingga sempurna
- 8.1.17. Akan merasakan manisnya iman: Orang yang ridha dengan Allah sebagai Rabb-nya
- 8.2. Tauhid
- 8.2.1. Orang yang bertauhid mempunyai jaminan masuk jannah
- 8.2.2. Tauhid mengampuni dosa yang telah lalu
- 8.2.3. Ahli tauhid akan dikeluarkan dari neraka dan masuk surga
- 8.2.4. Abu ahli tauhid setelah diadzab di neraka, disiram air kemudian akan tumbuh
- 8.2.5. Barangsiapa mengamalkan tauhid semurni-murninya, pasti masuk surga tanpa hisab
- 8.2.6. Orang yang tidak pernah melakukan kebaikan kecuali tauhid akan diampuni
- 8.2.7. Tali Al-'urwatul wutsqa adalah tauhid
- 8.2.8. Orang yang tidak syirik maka dia pasti masuk surga, meskipun berzina dan mencuri
- 8.2.9. Jadikanlah materi dakwah pertamamu adalah mentauhidkan Allah
- 8.2.10. Barang siapa yang mengucapkan ini ketika sedang sakit, kemudian ia meninggal maka Neraka tidak akan memakannya
- 8.2.11. Kalimat talbiyah termasuk kalimat tauhid
- 8.2.12. Doa di bukit Shafa termasuk kalimat tauhid
- 8.2.13. Barangsiapa yang mentauhidkan Allah maka telah haram harta dan darahnya
- 8.3. Syahadat
- 8.3.1. Syahadat merupakan syarat masuk Islam atau rukun pertama
- 8.3.2. Nabi mengajak Abu Thalib mengucapkan syahadat, namun dia enggan
- 8.1. Iman
- 9. Syirik
- 9.1. Bahaya kesyirikan
- 9.1.1. Syirik termasuk dosa besar yang paling besar
- 9.1.2. Syirik menghapus seluruh amal
- 9.1.3. Beramal untuk selain Allah termasuk syirik
- 9.1.4. Jauhilah hal-hal yang membinasakan yaitu menyekutukan Allah dan sihir
- 9.1.5. Orang-orang yang paling merugi perbuatannya adalah kaum Yahudi dan Nasrani
- 9.2. Perintah meratakan kubur
- 9.2.1. Meratakan kuburan yang ditinggikan
- 9.3. Tawassul
- 9.3.1. Para sahabat tidak bertawassul dengan Nabi setelah meninggalnya
- 9.3.2. Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Isa Bin Maryam
- 9.3.3. Binasa karena Nabi, orang yang cinta tapi berlebihan dalam menyanjungku sampai pada hal-hal yang tidak aku miliki
- 9.4. Orang mati tidak bisa mendengar
- 9.4.1. Keterangan bahwa orang mati tidak mendengar dan penjelasan rasulullah di peperangan badar
- 9.5. Dukun (Kahin)
- 9.5.1. Malaikat menurunkan berita dan setan menyelipkan 100 kedustaan untuk diberitakan kepada dukun
- 9.5.2. Barangsiapa mendatangi dukun lalu membenarkan perkataannya, maka ia telah kufur
- 9.5.3. Tidak akan diterima shalat seseorang selama 40 malam jika ia mendatangi tukang ramal
- 9.6. Sihir dan Ramalan
- 9.6.1. Nabi bersabda: Jauhilah tujuh dosa besar yang membinasakan, salah satunya adalah sihir
- 9.6.2. Orang yang melakukan sihir termasuk golongan orang musyrik
- 9.6.3. Hukuman bagi tukang sihir di masa sahabat adalah dibunuh karena dianggap merusak akidah dan masyarakat
- 9.6.4. Nabi menjelaskan bahwa ramalan bintang (astrologi) termasuk bagian dari sihir
- 9.7. Riya dan Sum’ah
- 9.7.1. Nabi bersabda: Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya
- 9.7.2. Allah tidak menerima amal kecuali yang murni karena-Nya
- 9.7.3. Orang yang beramal karena ingin didengar (sum’ah) akan dipermalukan di hadapan anusia pada hari kiamat
- 9.7.4. Walimah melebihi dari dua hari adalah riya dan sum’ah
- 9.1. Bahaya kesyirikan
- 10. Islam
- 10.1. Keutamaan Islam
- 10.1.1. Terampuninya dan terhapusnya dosa yang telah lalu
- 10.1.2. Kebaikan sebelum Islam tetap berpahala
- 10.1.3. Mempunyai jaminan masuk Jannah
- 10.1.4. Suatu saat akan bebas dari neraka
- 10.1.5. Agama yang hanif adalah agama Ibrahim, bukan Yahudi dan bukan Nasrani
- 10.1.6. Islam membawa keselamatan bagi pemeluknya di dunia dan akhirat
- 10.1.7. Orang yang istiqamah dalam Islam akan dijaga dari kesesatan
- 10.1.8. Islam adalah nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada manusia
- 10.1.9. Amal-amal sunnah menjadi pelengkap kekurangan dalam rukun Islam
- 10.2. Rukun Islam, Iman dan Ihsan
- 10.2.1. Penjelasan tentang Iman, Islam, dan Ihsan
- 10.2.2. Rukun Islam saja sudah cukup, apabila benar-benar dilaksanakan, tidak ditambah dan tidak dikurangi sedikitpun akan memasukkan pelakunya ke dalam surga
- 10.2.3. Iman memiliki cabang-cabang, tertinggi adalah syahadat, dan terendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan
- 10.3. Masuk ke dalam Islam
- 10.3.1. Syahadat dan keutamaannya
- 10.3.2. Mandi masuk Islam
- 10.3.3. Mencukur rambut dan berkhitan
- 10.3.4. Islam membatalkan segala kesalahan dan kekufuran yang lalu
- 10.3.5. Siapa yang masuk Islam lalu baik keislamannya, akan dicatat pahala dari setiap amal baiknya
- 10.1. Keutamaan Islam
- 11. Thaharah
- 11.1. Keutamaan Bersuci
- 11.1.1. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Bersuci adalah setengah dari Iman
- 11.2. Air
- 11.2.1. Air tidak bisa menjadi najis kecuali bila merubah bau, rasa dan warnanya
- 11.2.2. Air itu suci, tidak ada sesuatu pun yang dapat menajiskannya
- 11.2.3. Sumur budla’ah, yaitu sumur tempat pembuangan bangkai anjing, bekas kotoran haid, dan kotoran manusia, sesungguhnya air itu suci
- 11.2.4. Apabila air itu mencapai dua qulah maka tidak akan mengandung kotoran
- 11.2.5. Janganlah sekali-kali kalian kencing di air yang tidak mengalir kemudian berwudhu di situ
- 11.2.6. Ya allah, sucikanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran kotoran
- 11.2.7. Lautan itu suci airnya dan halal bangkainnya (untuk dimakan)
- 11.2.8. Sesungguhnya kucing tidaklah najis, ia binatang yang selalu mengelilingi kalian
- 11.2.9. Jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan kemudian angkatlah, karena terdapat penyakit dan penawarnya, karena terdapat penyakit dan penawarnya
- 11.2.10. Rasulullah berwudhu menggunakan air nabidz, beliau berkata air tesebut dapat diminum dan mensucikan
- 11.3. Bejana
- 11.3.1. Rasululllah memiliki bejana dari pelepah kurma di bawah ranjangnya, yang digunakan untuk buang air kecil di malam hari
- 11.3.2. Rasulullah meminta sebuah baskom yang beliau pergunakan untuk buang air kecil
- 11.3.3. Sucinya bejana yang dijilat anjing yaitu dengan mencuci tujuh kali
- 11.3.4. Sucinya bejana yang dijilat anjing yaitu dengan mencuci tujuh kali, dan dilumuri dengan tanah
- 11.4. Najis
- 11.4.1. Tata cara membersihkan darah haid yang terkena pakaian, cukup mencucinya dengan air
- 11.4.2. Jauhilah la’anaini, yaitu orang yang buang hajat di jalan manusia atau di tempat berteduh
- 11.4.3. Orang badui kencing di masjid, rasulullah bersabda: biarkanlah dia, dan guyur kencingnya dengan seember air
- 11.4.4. Aisyah pernah menggaruk atau mencuci pakaian Rasulullah yang terkena air mani
- 11.4.5. Pakaian yang telah digunakan sehabis menggauli istri, boleh digunakan untuk shalat jika tidak melihat kotoran (najis) padanya
- 11.4.6. Air kencing bayi laki-laki dan perempuan: yang dicuci hanya kencing anak perempuan, sedangkan kencing anak laki-laki, hanya di perciki
- 11.4.7. Rasulullah memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air seni dan susunya
- 11.4.8. Carikan untukku batu untuk aku gunakan beristinja’ dan jangan bawakan tulang atau kotoran hewan
- 11.4.9. Cara membasuh darah haid yang terkena pakaian dengan air ludah
- 11.5. Fitrah Kebersihan
- 11.5.1. Lima perkara fitrah: memotong kumis, memotong kuku, mencabuti bulu ketiak, memotong bulu kemaluan, dan berkhitan
- 11.5.2. Sepuluh perkara fitrah: mencukur kumis, memanjangkan jenggot, bersiwak, beristinsyaq, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, dan beristinja’ dengan air
- 11.5.3. Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, hendaklah ia berwudhu dan beristinsyar, karena setan bermalam di batang hidungnya
- 11.5.4. Jangka waktu untuk mencukur kumis, memotong kuku dan mencukur rambut kemaluan adalah empat puluh hari sekali
- 11.5.5. Rasulullah bersabda: potonglah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian
- 11.5.6. Semua malaikat menyuruh nabi untuk memerintahkan ummatnya berbekam
- 11.6. Bersiwak
- 11.6.1. Cara bersiwak: ketika sedang bersiwak, beliau meletakkan ujung siwak pada mulutnya, lalu menggosoknya hingga mengenai langit-langit mulutnya
- 11.6.2. Rasulullah menganjurkan untuk sering bersiwak
- 11.6.3. Bersiwak itu membersihkan mulut, mendatangkan bau harum dan mendatangkan keridhaan Allah
- 11.6.4. Bersiwak saat bangun malam: Rasulullah bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak
- 11.6.5. Seandainya tidak akan memberatkan pada ummatku, niscaya aku perintahkan kepada mereka agar bersiwak setiap kali melaksanakan shalat
- 11.6.6. Sekiranya tidak memberatkan umatku sungguh akan aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak pada setiap wudhu
- 11.6.7. Bersiwak tidak membatalkan puasa, bolehnya bersiwak di pagi, siang atau sore hari
- 11.6.8. Rasulullah bila memulai masuk rumahnya dengan bersiwak
- 11.7. Buang hajat dan Istinja
- 11.7.1. Rasulullah ketika ingin buang hajat, beliau menjauh
- 11.7.2. Satir atau penutup yang paling disukai Rasulullah ketika buang hajat, yaitu menjadikan tempat tinggi, tembok atau pohon kurma
- 11.7.3. Rasulullah masuk ke dalam kamar mandi atau wc, maka beliau berdo’a: allahumma inni a’uudzu bika minal khubutsi wal khba'its
- 11.7.4. Rasulullah apabila keluar dari wc, beliau mengucapkan: ghufraanaka (aku mohon ampunanmu)
- 11.7.5. Rasulullah jika keluar untuk buang hajat, ada yang membawakan seember air
- 11.7.6. Rasulullah duduk (buang hajat) di atas dua batu bata menghadap baitul maqdis
- 11.7.7. Jika masuk ke wc untuk buang hajat, janganlah menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya
- 11.7.8. Janganlah dia menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan nya dan jangan membersihkan dengan tangan kanannya
- 11.7.9. Rasulullah mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum, beliau lalu kencing sambil berdiri
- 11.7.10. Rasulullah tidak buang air kecil kecuali sambil duduk
- 11.7.11. Karena bersihkan diri dari air kencing: karena mereka disiksa karena tidak bersuci dan tidak menutupi aurat saat kencing
- 11.7.12. Larangan buang air kecil di air yang menggenang (tidak mengalir)
- 11.7.13. Rasulullah telah melarang seseorang kencing di tempat mandinya, karena kabanyakan was-was berasal darinya situ
- 11.7.14. Rasulullah sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam, tapi beliau tidak menjawab
- 11.7.15. Rasulullah sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam, beliau menjawab setelah berwudhu
- 11.7.16. Rasulullah melarang beristinja’ dengan tangan kanan, kotoran hewan serta tulang
- 11.7.17. Jika salah satu dari kalian pergi untuk membuang hajatnya maka gunakanlah tiga batu
- 11.7.18. Janganlah dua orang yang sedang buang hajat bercakap cakap
- 11.7.19. Rasulullah buang hajat kemudian beristinja` dengan air, setelah itu beliau mengusapkan tangannya ke tanah
- 11.7.20. Rasulullah buang air kecil, kemudian beliau berwudhu dan memercikkan air kepada kemaluannya
- 11.7.21. Jika buang air kecil, maka hendaklah dia mencari tempat yang bertanah lunak
- 11.8. Wudhu
- 11.8.1. Tidak akan diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu
- 11.8.2. Keutamaan berwudhu: mereka bersinar wajahnya dan bercahaya karena bekas wudhu
- 11.8.3. Wudhu dengan air laut: lautan itu airnya suci dan halal bangkainya
- 11.8.4. Rasulullah mandi dengan satu sha’ air (empat mud), dan bersuci (wudhu) dengan satu mud
- 11.8.5. Dimasa Rasulullah saw, laki-laki dan perempuan wudhu satu bejana
- 11.8.6. Rasulullah bersabda: siapa yang berwudhu seperti wudhuku, lalu shalat dua rakaat tanpa berbicara, dosanya yang lalu diampuni
- 11.8.7. Do’a wudhu bismillah - tidak sah wudhunya yang tidak menyebut asma Allah
- 11.8.8. Rasulullah berwudhu sekali sekali
- 11.8.9. Rasulullah berwudhu dua kali dua kali
- 11.8.10. Rasulullah berwudhu tiga kali tiga kali
- 11.8.11. Beristintsarlah (membersihkan hidung dengan air dalam wudlu) dua kali secara sempurna atau tiga kali
- 11.8.12. Tata cara wudhu Rasulullah: membasuh wajah, lengan, tiga kali kemudian mengusap kepala
- 11.8.13. Rasulullah berwudhu lalu menyelah-nyelah jenggotnya
- 11.8.14. Rasulullah berwudhu, beliau memasukkan dua jarinya pada lubang kedua telinganya
- 11.8.15. Rasulullah apabila berwudhu, beliau menggosok jari-jari kedua kakinya dengan jari kelingkingnya
- 11.8.16. Rasulullah mengusap bagian atas khuff (sepatunya)
- 11.8.17. Rasulullah menjadikan waktu tiga hari tiga malam bagi musafir dan sehari semalam bagi orang yang muqim untuk mengusap khuf
- 11.8.18. Rasulullah berwudhu untuk setiap kali akan mengerjakan shalat
- 11.8.19. Barangsiapa berwudhu dengan sempurna, lalu shalat dua raka’at dengan khusyu’, berhak mendapatkan surga
- 11.8.20. Rasulullah memerintah kan kami untuk menyempurnakan wudhu
- 11.8.21. Jika menyetubuhi isterinya dan ingin mengulanginya, hendaklah berwudhu
- 11.8.22. Rasulullah suka memulai dari sebelah kanan saat bersuci (wudhu)
- 11.8.23. Barangsiapa berwudhu dengan baik, lalu mendapati shalat telah usai, mendapat pahala seperti yang shalat
- 11.8.24. Membaguskan wudhu dan berdoa, dibukakan delapan pintu surga, dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan
- 11.8.25. Ukuran perhiasan seorang mukmin (di akhirat) menurut kesempurnaan wudhu nya
- 11.8.26. Larangan berlebihan dalam berwudhu
- 11.8.27. Sempurnakan wudhu, celakalah bagi tumit-tumit yang tidak basah akan masuk neraka
- 11.8.28. Tidak sah wudhunya yang tidak menyebut asma Allah
- 11.8.29. Ada setan yang namanya walhan, maka jauhilah was-was dalam air wudhu
- 11.8.30. Batalnya wudhu: barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, maka hendaklah dia berwudhu
- 11.8.31. Batalnya wudhu: janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan dan bersuci dengan tangan kanan
- 11.8.32. Batalnya wudhu: keluar sesuatu dari kubul (kemaluan) atau dubur (anus) - karena hadats atau kentut
- 11.8.33. Batalnya wudhu: tali pantat adalah kedua mata, maka barangsiapa yang tidur, hendaklah dia berwudhu
- 11.8.34. Batalnya wudhu: karena muntah dan darah mimisan
- 11.8.35. Batalnya wudhu: kedua mata adalah pengikat kesadaran, apabila mata itu tertidur pudarlah tali pengikat itu
- 11.8.36. Rasulullah memerintahkan untuk berwudhu karena makan daging unta, dan tidak berwudhu karena makan daging kambing
- 11.8.37. Rasulullah memerintahkan berwudhu untuk setiap makanan yang tersentuh oleh api
- 11.8.38. Batalnya wudhu: ciuman dan rabaan tangan laki-laki pada istrinya termasuk mulamasah. Barangsiapa yang mencium istrinya atau merabanya, wajib baginya berwudhu
- 11.8.39. Batalnya wudhu: sering keluar madzi hendaklah dia mencuci dzakarnya kemudian berwudhu
- 11.8.40. Tidak membatalkan wudhu: Tidur dalam posisi duduk yang tetap dan tidak berubah
- 11.8.41. Tidak membatalkan wudhu: beliau berbaring dan tidur hingga mendengkur. Kemudian adzan shalat telah tiba, beliau lalu pergi dan shalat tanpa berwudlu lagi
- 11.8.42. Tidak membatalkan wudhu: tidur dengan berdiri tidak harus berduwhu
- 11.8.43. Tidak membatalkan wudhu: mimisan, darah keluar dari hidungnya, hingga tangannya berlumuran darah yang keluar dari hidungnya, namun dia tetap shalat dan tidak berwudhu
- 11.8.44. Tidak membatalkan wudhu: janganlah kamu pergi hingga engkau mendengar suara atau mencium bau yang keluar dari duburnya
- 11.8.45. Tidak membatalkan wudhu: Rasulullah pernah mencium diantara istri, namun beliau tidak berwudhu
- 11.8.46. Tidak membatalkan wudhu: Rasulullah makan paha kambing kemudian shalat dan tidak berwudhu lagi
- 11.8.47. Tidak membatalkan wudhu: kemaluan bagian dari tubuh seseorang, kalau terpegang tanpa harus wudhu
- 11.8.48. Tidak membatalkan wudhu: memegang daging mentah yang dikuliti
- 11.8.49. Hanya berkumur saja ketika setelah memakan sawiq
- 11.8.50. Rasulullah meminum susu, lalu beliau berkumur-kumur. Beliau bersabda: sesungguhnya susu itu mengandung lemak
- 11.9. Tanah dan Tayamum
- 11.9.1. Tanah itu suci dan tidak najis tanah dapat dipakai sujud dan untuk bersuci atau tayamum
- 11.9.2. Rasulullah tetap mengerjakan shalat ketika di ujung hidung beliau ada air bercampur tanah
- 11.9.3. Jalan yang kotor sebelumnya disucikan oleh tanah jalanan setelahnya yang mensucikannya
- 11.9.4. Rasulullah bangun di waktu subuh dalam keadaan tidak memiliki air. Allah ta’ala kemudian menurunkan ayat tayamum
- 11.9.5. Tata cara tayamum: menepukkan kedua telapak tangannya di atas kedua lututnya, dan meniupnya, lalu mengusapkan keduanya kewajah sekali usapan
- 11.9.6. Menunda menjawab salam hingga selesai bertayamum
- 11.9.7. Tanah itu suci dan tidak najis tanah bisa dipakai untuk tayamum, dan dapat menyucikan junub
- 11.10. Pemandian, Mandi besar (ghusl) dan Junub
- 11.10.1. Hukum mandi besar: jika seseorang duduk di antara empat anggota badan istrinya, maka wajib baginya mandi
- 11.10.2. Malaikat tidak akan memasuki rumah yang ada orang yang sedang junub
- 11.10.3. Hukum menyentuh dan membawa Al-Qur’an bagi orang junub: tidak ada yang boleh menyentuh al qur'an kecuali yang telah bersuci
- 11.10.4. Keadaan junub menjadi imam, karena lupa, diperintahkan menunggu
- 11.10.5. Disyariatkannya mandi: masuk islam, Rasulullah memerintahkan untuk mandi dengan air dan daun bidara
- 11.10.6. Disyariatkannya mandi: jika hendak berangkat shalat jum’at maka hendaklah mandi
- 11.10.7. Disyariatkannya mandi: wanita jika bermimpi sebagaimana mimpi laki-laki, yaitu sampai keluarnya mani, maka mandilah
- 11.10.8. Disyariatkannya mandi: disyariatkannya mandi: harus mandi karena memandikan jenazah
- 11.10.9. Disyariatkannya mandi: setelah menguburkan mayat hendaklah untuk mandi
- 11.10.10. Tidak wajib mandi: jika seorang laki-laki berhubungan badan dengan isterinya namun tidak keluar air mani, hendaknya ia berwudhu dan membasuh kemaluannya
- 11.10.11. Tidak wajib mandi: sering keluar madzi hendaklah dia mencuci dzakarnya kemudian berwudhu
- 11.10.12. Rasulullah mandi dengan satu sha’ air (empat mud), dan bersuci (wudhu) dengan satu mud
- 11.10.13. Jika seorang dari kalian akan mandi hendaklah ia menutupi dirinya dengan sesuatu
- 11.10.14. Mandi janabat, mulai dengan mencuci kedua telapak tangan, berwudhu kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya sebanyak tiga kali, kemudian mengalirkan air ke seluruh kulitnya
- 11.10.15. Beliau menuangkan air dengan telapak kanannya ke tangan kirinya lalu mencucinya sebanyak tujuh kali sebelum memasukkannya ke dalam bejana
- 11.10.16. Rasulullah ingin mandi besar, maka beliau berwudhu dengan wudhu seperti shalat
- 11.10.17. Beliau mengguyur dimulai dari sebelah kanan lalu sebelah kiri, kemudian mengguyur dengan keduanya pada bagian tengan kepala
- 11.10.18. Rasulullah melumuri wewangian (sabun) dimulai dari kemaluan atau aurat dulu
- 11.10.19. Rasulullah menyela-menyela akar rambutnya, dan bila beliau merasa telah merata semua maka beliau menyiram seluruh kepalanya tiga kali
- 11.10.20. Rasulullah menuangkan dengan tangannya di atas kepalanya sebanyak tiga kali
- 11.10.21. Setelah selesai beliau berpindah dari tempat sebelumnya dan membasuh kedua kakinya
- 11.10.22. Rasulullah tidak berwudhu lagi setelah mandi junub
- 11.10.23. Beliau diberi handuk, tapi beliau tidak mengeringkan badannya dengan handuk tersebut
- 11.10.24. Rasulullah mandi janabah pada awal malam atau akhir malam
- 11.10.25. Rasulullah melarang wanita mandi dengan sisa air laki-laki dan melarang laki laki wudhu dengan sisa air wanita
- 11.10.26. Rasulullah pernah mandi dengan sisa air mandi maimunah
- 11.11. Haid, Istihadhah, Nifas
- 11.11.1. Dan mereka bertanya tentang haid, katakanlah haid itu adalah kotoran, maka jauhilah isteri kalian di saat haid dan janganlah kalian dekati mereka hingga mereka suci
- 11.11.2. Dan janganlah kalian dekati mereka (wanita yang sedang haid) hingga ia suci atau mandi
- 11.11.3. Masa haid terpendek adalah tiga hari
- 11.11.4. Haid itu tujuh, sepuluh, sampai lima belas hari’ apabila lebih dari itu adalah (darah) istihadhah
- 11.11.5. Wanita yang haidnya tidak teratur, harus ber'iddah beberapa quru (sesuai kebiasaannya berapa lama ia mengalami haid)
- 11.11.6. Perawan pertama kali mengalami haid ia harus menahan (tidak mengerjakan) shalat seperti wanita dewasa melakukannya
- 11.11.7. Tata cara bersuci setelah haid
- 11.11.8. Darah istihadhah, ini adalah peluh dan bukan haid, maka mandi dan shalatlah lalu (ummu habibah) mandi setiap kali mau shalat
- 11.11.9. Kami tidak menganggap bercak kekuning-kuningan dan warna keruh kehitam-hitaman sebagai sesuatu apapun (bukan darah haid)
- 11.11.10. Tentang seorang yang hamil dan melihat darah (keluar dari kemaluannya), aisyah berkata: hal itu tidak menghalanginya shalat
- 11.11.11. Seorang wanita yang sedang mengalami istihadhah, suaminya tidak boleh menggaulinya, ia tidak boleh berpuasa dan tidak boleh menyentuh mushaf (Al-Qur'an)
- 11.11.12. Waktu (suci) para wanita yang mengalami nifas, adalah empat puluh hari
- 11.1. Keutamaan Bersuci
- 12. Shalat Wajib dan Sunnah
- 12.1. Tujuan diciptakan manusia adalah beribadah kepada Allah
- 12.1.1. Hak Allah atas manusia yaitu menyembah dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu pun
- 12.2. Keutamaan shalat dan perintah shalat
- 12.2.1. Perintah shalat yaitu rukun islam ke-dua: islam - syahadat, (menegakkan shalat), zakat, puasa, haji
- 12.2.2. Allah telah mewajibkan kepada mereka lima kali shalat setiap hari dan malam
- 12.2.3. Pokok perkara adalah islam, sedangkan tiangnya adalah shalat
- 12.2.4. Rasulullah perintahkan seseorang untuk mendatangi orang-orang yang tidak ikut shalat jama’ah lalu membakar rumah-rumah mereka dengan kayu bakar
- 12.2.5. Penjelasan waktu-waktu shalat: zhuhur, ashar, maghrib, isya, dan subuh
- 12.2.6. Rasulullah mengakhirkan shalat isya sampai tengah malam
- 12.2.7. Sekiranya tidak memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan mereka untuk mengakhirkan shalat isya hingga sepertiga atau pertengahan malam
- 12.2.8. Shalat Rasulullah di siang hari yang tidak akan mampu di kerjakan orang lain
- 12.2.9. Keutamaan menjaga shalat: Allah Ta’ala berfirman - sesungguhnya aku mewajibkan umatmu shalat lima waktu, dan aku berjanji, barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya pasti aku akan memasukkannya ke dalam surga
- 12.2.10. Tidak akan masuk neraka orang yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (subuh) dan sebelum matahari terbenam (ashar)
- 12.2.11. Perbedaan antara seorang hamba dengan kekafiran atau kesyirikan adalah meninggalkan shalat
- 12.2.12. Orang yang tertinggal shalat ashar seperti orang yang kehilangan keluarga dan hartanya
- 12.2.13. Seorang hamba paling dekat dengan rabbnya yaitu ketika dia sujud, maka perbanyaklah doa
- 12.2.14. Shalat lima waktu menggugurkan dosa seperti rontoknya daun-daun kering
- 12.3. Syarat sahnya shalat
- 12.3.1. Tidak akan diterima shalat orang yang berhadats hingga ia berwudhu
- 12.3.2. Sesungguhnya Allah Ta'ala tidak akan menerima shalat tanpa bersuci terlebih dahulu
- 12.3.3. Telah turun ayat kepada Rasulullah, beliau diperintahkan untuk menghadap ke arah ka’bah
- 12.3.4. Menutup aurat meskipun hanya satu kain: Rasulullah shalat dengan mengenakan satu pakaian yang menyelimutinya
- 12.3.5. Kewajiban menutup aurat bagi wanita yang sudah haid (baligh) dalam shalat
- 12.3.6. Rasulullah memerintahkan thuma’ninah jika melaksanakan shalat
- 12.3.7. Barangsiapa meminum khamer, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari
- 12.3.8. Mendatangi dukun lalu membenarkan apa yang dikatakan, tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari
- 12.4. Rukun dan Gerakan shalat beserta bacaannya
- 12.4.1. Tuntunan urutan dan ketertiban gerakan shalat sesuai sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam
- 12.4.2. Rukun shalat: niat - semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi setiap orang (tergantung) apa yang diniatkan
- 12.4.3. Rukun shalat: shalatlah dengan berdiri, jika tidak sanggup maka dengan duduk dan jika tidak sanggup juga maka dengan tiduran atau berbaring
- 12.4.4. Rukun shalat: pembuka shalat adalah bersuci, mulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam
- 12.4.5. Rasulullah apabila bertakbir maka beliau mengangkat kedua tangannya hingga sejajar dengan kedua telinganya
- 12.4.6. Rasulullah apabila bertakbir maka beliau mengangkat tangannya sejajar dengan pundaknya
- 12.4.7. Rasulullah meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya dalam shalat
- 12.4.8. Sunnah membaca Doa Iftitah - 1: ALLAAHU AKBAR KABIIRAA WAL HAMDU LILLAAHI KATSIRAA …
- 12.4.9. Sunnah membaca Doa Iftitah - 2: ALLAAHUMMA BAA'ID BAINII WABAINA KHATHAYAAYA …
- 12.4.10. Sunnah membaca Doa Iftitah - 3: SUBHANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA TABAARAKASMUKA WA TA'ALA JADDUKA …
- 12.4.11. Sunnah membaca Doa Iftitah - 4: ALLOOHUMMA ROBBA JIBRIILA WAMIIKAALA WA ISROOFIILA FAATHIROSSAMAWAATI …
- 12.4.12. Sunnah membaca Doa Iftitah - 5: ALLAAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA QAYYIMUS SAMAAWAATI WAL ARDLI WA MAN FII HINNA …
- 12.4.13. Sunnah membaca Doa Iftitah - 6: WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL-ARDHA HANIIFAN MUSLIMAN ...
- 12.4.14. Keutamaan Al-Fatihah: Ummul Qur’an (Al-Fatihah) adalah Assab’u al matsaani dan Al-Qur’an yang agung
- 12.4.15. Tidak ada shalat bagi yang tidak membaca faatihatul kitab (Al-Fatihah), karena dia kurang dan tidak sempurna
- 12.4.16. Rasulullah, Abu bakar, Umar dan Utsman, mereka memulai shalat dengan membaca: ALHAMDU LILLAHI RABBIL AALAMIIN
- 12.4.17. Ubay bin ka'ab membaca surat Al-Fatihah, dimulai dengan "ALHAMDULILLAHI RABBIL 'AALAMIIN" hingga selesai saat memulai shalat
- 12.4.18. Larangan membaca bismillah dengan keras dalam shalat
- 12.4.19. Jika kalian tidak tambah selain Al-Fatihah, maka itu sudah cukup. Namun bila kalian tambah setelahnya, itu lebih baik
- 12.4.20. Pada setiap rakaat membaca Ummul Qur'an dan salah satu surat dari Al-Qur'an
- 12.4.21. Pada dua rakaat yang terakhir membaca surat Al-Fatihah saja
- 12.4.22. Doa ruku' - 1: SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA LA ILAHA ILLA ANTA
- 12.4.23. Doa ruku' - 2: SUBHAANAKA ALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII
- 12.4.24. Doa ruku' - 3: SUBHAANA RABBIYAL ADZHIIM 3x
- 12.4.25. Doa ruku' - 4: SUBBUUHUN QUDUUS RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH
- 12.4.26. Doa ruku' - 5: SUBHAANA DZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIBRIYAA-I WAL 'ADZAMAH
- 12.4.27. Doa ruku' - 6: ALLAHUMMA LAKA ROKAKTU WA BIKA AMANTU WALAKA ASLAMTU KHOSYA'A LAKA SAM'IY WA BASHORI WA MUKHI WA IDZOMI WA ASHOBI
- 12.4.28. Doa I'tidal - 1: SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH ... ALLAHUMMA RABBANA LAKAL HAMDU
- 12.4.29. Doa I'tidal - 2: ALLAHUMMA RABBANA WALAKAL HAMDU HAMDAN KATSIIRA THAYYIBA MUBAARAKAN FIIH
- 12.4.30. Doa I'tidal - 3: SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAHU, ALLAHUMMA RABBANA LAKA AL-HAMDU MIL’U AS-SAMAWATI WA MIL’U AL-ARDH WA MIL’U MA SYI’TA MIN SYA’IN BA’DU
- 12.4.31. Doa I'tidal - 4: ALLAHUMMA RABBANA LAKAL HAMDU MIL`AS SAMAWATI WA MIL`AL ARDLI ... sampai ...LAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADD
- 12.4.32. Doa sujud - 1: SUBHAANAKA WA BIHAMDIKA LA ILAHA ILLA ANTA
- 12.4.33. Doa sujud - 2: SUBHAANAKA ALLAHUMMA RABBANAA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLII
- 12.4.34. Doa sujud - 3: SUBHAANA RABBIYAL A'LAA 3x
- 12.4.35. Doa sujud - 4: SUBBUUHUN QUDUUSUN RABBUL MALAAIKATI WAR RUUH
- 12.4.36. Doa sujud - 5: SUBHAANA DZIL JABARUUTI WAL MALAKUUTI WAL KIBRIYAA-I WAL 'ADZAMAH
- 12.4.37. Doa sujud - 6: ALLAAHUMMA LAKA SAJADTU WA BIKA AAMANTU ...
- 12.4.38. Doa sujud - 7: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIRIDHAKA MIN SAKHATIKA WA BIMU'AFAATIKA MIN 'UQUUBATIKA ...
- 12.4.39. Doa sujud - 8: ALLAHUMMAJ'AL FII QALBII NUURAN ...
- 12.4.40. Doa sujud - 9: SUBHANAKA RABBANA WA BIHAMDIKA ALLAHUMMAGHFIRLI YATA AWALUL QUR'AN
- 12.4.41. Doa sujud - 10: ALLAHUMMAGHFIRLI DZANBI KULLAHU DIQQAHU WAJULLAHU
- 12.4.42. Rasulullah melarang mematuk seperti burung gagak, dan membentangkan tangan seperti binatang buas, saat sujud
- 12.4.43. Jika sujud meletakkan kedua lututnya lebih dahulu sebelum kedua tangannya
- 12.4.44. Jika sujud, hendaknya ia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya
- 12.4.45. Rasulullah diperintahkan untuk melaksanakan sujud dengan tujuh anggota sujud
- 12.4.46. Ketika sujud, kedua tangannya sejajar dengan kedua telinganya
- 12.4.47. Rasulullah apabila sujud, beliau merenggangkan kedua lengan hingga terlihat kedua ketiak
- 12.4.48. Seimbanglah dalam sujud dan janganlah seseorang meletakkan tangannya seperti anjing
- 12.4.49. Doa duduk di antara dua sujud - 1: RABBIGHFIRLI
- 12.4.50. Doa duduk di antara dua sujud - 2: RABBIGHFIRLI WAR HAMNI WAR FA’NI WAR ZUQNI WAH DINI
- 12.4.51. Rasulullah melaksanakan shalat, jika sampai pada rakaat ganjil, beliau tidak bangkit berdiri hingga duduk sejenak
- 12.4.52. Mengeraskan bacaan takbirnya ketika mengangkat kepala dari sujud, ketika mau sujud, ketika mengangkat (kepala dari sujud) dan ketika bangkit berdiri dari rakaat kedua
- 12.4.53. Tata cara duduk tasyahud akhir
- 12.4.54. Doa at tahiyyat, salam, syahadat - 1: ATTAHIYYAATUL MUBAARAKAATUSH SHALAWAATUTH THAYYIBAATU LILAHI …
- 12.4.55. Doa at tahiyyat, salam, syahadat - 2: ATTAHIYYATU LILLAAH WASH SHALAAWATU WATH THAYYIBAAT …
- 12.4.56. Shalawat Ibrahimiyah - 1: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMAD AN-NABIYIL UMI …
- 12.4.57. Shalawat Ibrahimiyah - 2: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN ABDIKA WA RASUULIKA …
- 12.4.58. Shalawat Ibrahimiyah - 3 ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN WA AZAWAAJIHI WA DZURRIYATIHI …
- 12.4.59. Doa dalam tahiyyat - 1: YAA MUQALLIBAL QULUUB TSABBIT QALBII 'ALAA DIINIK
- 12.4.60. Doa dalam tahiyyat - 2: ALLAAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI …
- 12.4.61. Doa dalam tahiyyat - 3: ALLAHUMMA BI'ILMIKAL GHAIBA WA QUDRATIKA 'ALAL KHALQI …
- 12.4.62. Doa dalam tahiyyat - 4: ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al MANNAANU …
- 12.4.63. Doa dalam tahiyyat - 5: ALLAAHUMMAGHFIRLII MAA QADDAMTU WA MAA AKHKHARTU …
- 12.4.64. Rasulullah memberi salam ke arah kanan dan kiri hingga terlihat pipinya yang putih
- 12.4.65. Perintah mengulangi shalat bagi yang tidak tuma'ninah
- 12.4.66. Tidaklah tersembunyi dariku khusyu' dan rukuk kalian kecuali aku pasti melihat kalian dari balik punggungku
- 12.5. Bacaan Al-Qur’an dalam Shalat
- 12.5.1. Rasulullah membaca surat qaaf pada saat shalat subuh
- 12.5.2. Rasulullah membaca surat at-takwir pada saat shalat subuh
- 12.5.3. Rasulullah membaca surat as-sajdah dan al-insaan pada shalat subuh di hari jum'at
- 12.5.4. Rasulullah membaca surat al-mukminin sampai pada penyebutan musa dan harun atau 'isa pada saat subuh
- 12.5.5. Abu bakar membaca surat al baqarah dalam dua rakaat subuh
- 12.5.6. Umar bin khattab membaca surat yusuf dan surat al haj pada shalat subuh
- 12.5.7. Utsman bin affan sering membaca surat yusuf pada shalat subuh
- 12.5.8. Rasulullah membaca surat at-kafirun dan al-ikhlas pada saat shalat sunnah fajar
- 12.5.9. Rasulullah pada shalat dzuhur dan ashar membaca surat ath thariq dan surat al buruj
- 12.5.10. Rasulullah membaca surat al-lail pada saat shalat dhuhur
- 12.5.11. Rasulullah membaca surat al-a'la pada saat shalat dhuhur
- 12.5.12. Rasulullah membaca surat al-buruuj dan ath-thaariq pada saat shalat ashar
- 12.5.13. Rasulullah membaca surat ath thur dalam shalat maghrib
- 12.5.14. Surat terakhir yang dibaca Rasulullah pada shalat maghrib adalah al-mursalat
- 12.5.15. Rasulullah membaca surat al-a'raf dalam shalat maghrib
- 12.5.16. Rasulullah membaca surat ad-dukhan dalam shalat maghrib
- 12.5.17. Rasulullah membaca surat al-kafirun dan al-ikhlas dalam shalat maghrib
- 12.5.18. Rasulullah membaca surat asy-syamsy dalam shalat isya
- 12.5.19. Rasulullah membaca surat al-insyiqaq dalam shalat isya
- 12.5.20. Rasulullah membaca surat at-tiin dalam shalat isya
- 12.5.21. Bacalah al-a'laa, atau asy-syams atau al-lail dalam shalat isya
- 12.5.22. Bacaan shalat Rasulullah di hari jum'at adalah surat al-jumu'ah dan al-ghasyiyah
- 12.5.23. Rasulullah membaca surat al jumu'ah dan al munafiqun pada saat shalat jum'at
- 12.5.24. Rasulullah membaca surat al-a'laa dan al-ghosyiyah pada saat shalat jum'at, dan dua hari raya
- 12.5.25. Bacaan saat shalat idul fitri dan idul adha adalah surat qaaf dan al-qamar
- 12.5.26. Rasulullah membaca surat al-a'laa dan al-kaafiruun serta al-ikhlas pada saat shalat witir
- 12.5.27. Rasulullah membaca doa qunut ketika shalat witir
- 12.5.28. Apabila shalat sendirian, bisa membaca al-quran pada semua rakaat yang empat dan membaca dua atau tiga surat dalam satu rakaat
- 12.5.29. Abdullah bin umar membaca sepuluh surat yang pertama dari kelompok surat al-mufashshal
- 12.5.30. Sunnahnya membaca dua surat dalam satu rakaat apabila terlalu pendek
- 12.6. Qiyamul Lail dan Witir
- 12.6.1. Rasulullah memerintahkan Abu Dzar dan Abu Hurairah untuk shalat witir sebelum tidur
- 12.6.2. Rasulullah berdiri shalat malam hingga kedua telapak kakinya bengkak
- 12.6.3. Rasulullah tidak melebihi sebelas rakaat baik di bulan ramadlon atau yang lain
- 12.6.4. Seorang yang membiasakan diri shalat malam kemudian tertidur (di malam harinya), kecuali Allah akan menulis pahala shalat untuknya dan tidurnya sebagai shadaqah
- 12.6.5. Shalat paling utama setelah shalat wajib adalah shalat diakhir malam
- 12.6.6. Keutamaan shalat malam bersama istri: Allah menyayangi seorang lelaki yang bangun malam lalu shalat, kemudian membangunkan istrinya untuk shalat
- 12.6.7. Umar bin khatthab shalat malam dalam jumlah yang banyak, hingga ketika menjelang akhir malam dia membangunkan keluarganya untuk shalat
- 12.6.8. Sesungguhnya shalat malam mendekatkan kepada Allah, serta menghalangi dari dosa, menghapus kesalahan, dan menolak penyakit dari badan
- 12.6.9. Shalatlah di saat manusia sedang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dalam keadaan selamat
- 12.6.10. Laki-laki yang paling beruntung adalah abdullah, jikalau dia mau shalat malam
- 12.6.11. Mendapat kamar di surga bagi orang yang shalat di malam hari saat orang-orang lain tertidur
- 12.6.12. Waktu yang paling dekat antara rab dengan seorang hamba adalah pada tengah malam terakhir
- 12.6.13. Rabb tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia di sepertiga malam dan yang berdo’a pasti kukabulkan
- 12.6.14. Nabi dawud tidur setengah malamnya, bangun sepertiganya dan tidur seperenamnya
- 12.6.15. Rasulullah tidak pernah shalat saat safar kecuali dua rakaat, hanya saja beliau shalat tahajjud pada malam hari
- 12.6.16. Barangsiapa yakin tidak bisa bangun di akhir malam, maka berwitirlah di awal malam
- 12.6.17. Rasulullah bila bangun shalat malam, beliau menggosok-gosok gigi dengan siwak
- 12.6.18. Abu bakar membaca terlalu pelan dan umar terlalu keras, sebaiknya di antaranya
- 12.6.19. Anjuran tidak memanjangkan bacaan shalat supaya tidak menimbulkan fitnah
- 12.6.20. Barangsiapa bangun (shalat malam) dan membaca sepuluh ayat, maka dia tidak akan di catat sebagai orang-orang yang lalai
- 12.6.21. Rasulullah shalat malam sebelas rakaat pada shalat tersebut nabi sujud seperti lamanya membaca sekitar lima puluh ayat
- 12.6.22. Shalat pada malam dan siang hari itu adalah dua rakaat-dua rakat, dan bertasyahud setiap dua rakaat
- 12.6.23. Shalat witir tidak wajib, shalat witir adalah sunnah yang disunnahkan Rasulullah
- 12.6.24. Shalat witir adalah hak, barang siapa yang tidak melakukan shalat witir maka bukan dari golongan kami
- 12.6.25. Ada tiga hal yang ketiganya wajib bagiku dan sunnah bagi kalian, antara lain shalat witir
- 12.6.26. Diperintahkan kepadaku dua shalat yaitu dhuha dan witir namun tidak diwajibkan
- 12.6.27. Jadikan shalat witir sebagai penutup shalat malam
- 12.6.28. Sa'ad bin abu waqqash shalat witir satu rakaat setelah isya
- 12.6.29. Apabila khawatir masuk waktu subuh, maka shalatlah witir satu rakat
- 12.6.30. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir tiga rakaat
- 12.6.31. Rasulullah pernah shalat witir lima rakaat dan beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada rakaat terakhir
- 12.6.32. Rasulullah melakukan witir dengan lima atau tujuh raka'at, di antara raka'at tersebut tidak terpisahkan oleh perkataan, dan tidak pula salam
- 12.6.33. Rasulullah shalat malam sebanyak sembilan raka'at
- 12.6.34. Rasulullah tidak melebihi sebelas rakaat ramadhan atau bukan, shalat empat rakaat, empat rakaat, tiga rakaat
- 12.6.35. Rasulullah shalat dua raka'at lagi selain dua raka'at sebelumnya, sesudah itu beliau shalat witir, hingga semua raka'atnya adalah tiga belas raka'at
- 12.6.36. Rasulullah shalat dua rakaat ringan, lalu dua rakaat panjang, lalu dua rakaat demi dua rakaat dengan cara berbeda-beda, dan diakhiri witir
- 12.6.37. Jika salah seorang dari kalian bangun untuk tahajjud, hendaklah ia membukanya dengan dua rakaat yang ringan
- 12.6.38. Rasulullah shalat malam, seusai shalat beliau berbaring di atas lambung kanan atau miring ke kanan
- 12.6.39. Dzikir dan doa ketika terbangun di malam hari
- 12.6.40. Doa apakah yang paling di dengar? Doa di tengah malam terakhir
- 12.6.41. Doa shalat malam - 1: membaca ali imran:190 sebelum berwudhu dan shalat sebelas rakat
- 12.6.42. Doa shalat malam - 2: ALLAHUMMA LAKAL HAMDU ANTA NURUS SAMAWATI WAL ARDLI WAMAN FI HINNA WA LAKAL HAMDU ...
- 12.6.43. Doa pembuka shalat malam - 3: ALLAHUMMA RABBA JIBRIILA WA MIIKAAIILA WA ISRAAFIILAALLAHUMMA RABBA JABRAA`IIL WA MIIKAA`IIL WA ISRAAFIIL FAATHIRAS SAMAAWAATI WAL ...
- 12.6.44. Doa akan keluar untuk shalat subuh: ALLAAHUMMAJ'AL FII QALBII NUURAN …ALLAHUMMAJ’AL FI QALBI NURAN WA FI SAM’I NURAN WA FI BASHARI NURAN WA ‘AN YAMINI NURAN ...
- 12.6.45. Rasulullah tidak keluar pada hari ketiga atau keempat karena khawatir shalat malam ramadan diwajibkan
- 12.6.46. Rasulullah memindahkan posisi makmum yang berada di samping kiri, di pindahkan ke samping kanan, ketika shalat malam
- 12.6.47. Isyarat Rasulullah kepada aisyah untuk menggeser kaki ketika beliau shalat malam
- 12.6.48. Rasulullah selesai shalat malam beliau tidur, kemudian terdengar adzan dan shalat tanpa berwudhu lagi
- 12.6.49. Rasulullah mulai shalat malam sambil duduk di usia tua, lalu berdiri saat tersisa 30–40 ayat sebelum ruku
- 12.6.50. Rasulullah shalat sunah pada suatu malam dalam perjalanan diatas kendaraannya kearah manasaja kendaraan itu menghadap
- 12.6.51. Rasulullah sangat menganjurkan shalat malam hingga beliau mengatakan: walaupun hanya satu rakaat
- 12.6.52. Terlewat tidak shalat malam karena ketiduran atau sakit, diganti dua belas rakaat disiang harinya
- 12.6.53. Keringanan dalam shalat malam setelah turunnya ayat terakhir surat al-muzzammil
- 12.7. Shalat Dhuha
- 12.7.1. Rasulullah berwasiat kepada abu dzar agar melakukan shalat dhuha
- 12.7.2. Rasulullah berwasiat kepada abu hurairah agar melakukan shalat dhuha
- 12.7.3. Rasulullah shalat dhuha delapan rakaat saat penaklukan kota makkah di rumah ummu hani, salam pada setiap dua rakaat
- 12.7.4. Rasulullah pernah melakukan shalat dhuha sebanyak empat rakaat, dan terkadang beliau menambah sekehendak Allah
- 12.7.5. Aisyah berkata: Rasulullah tidak pernah melakukan shalat sunnah dhuha, baik ketika berpergian atau pun bermukim, sedangkan aisyah melakukan
- 12.7.6. Kontroversi hukum shalat dhuha dalam pandangan sahabat
- 12.7.7. Sikap ibnu umar terhadap shalat dhuha: antara keteladanan dan kehati-hatian
- 12.7.8. Rasulullah tidak pernah shalat sunnah dhuha sama sekali, karena beliau khawatir bila manusia menjadikan hal yang sunnah menjadi wajib atas mereka
- 12.7.9. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat dhuha hanya sekali
- 12.7.10. Rasulullah jika shalat dhuha, kami beranggapan bahwa beliau tidak akan meninggalkannya, dan jika beliau meninggalkannya, kami beranggapan bahwa beliau tidak akan shalat dluha lagi
- 12.7.11. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa melaksanakan shalat Dhuha
- 12.7.12. Ada tiga hal yang ketiganya wajib bagiku antara lain shalat Dhuha
- 12.7.13. Diperintahkan kepadaku dua shalat dhuha, witir dan berkurban namun tidak diwajibkan
- 12.7.14. Rasulullah melakukan shalat dhuha dua rakaat ketika diberi kabar mengenai kemenangan
- 12.7.15. Rasulullah tidak rutin shalat Dhuha kecuali setelah pulang perjalanan (safar)
- 12.7.16. Rasulullah mengerjakan shalat sunnah Dhuha delapan rakaat saat safar
- 12.7.17. Kecintaan Aisyah terhadap shalat dhuha: sekiranya orang tuaku hidup kembali, aku tak akan meninggalkannya
- 12.7.18. Barangsiapa shalat dhuha dua belas raka'at, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah istana dari emas
- 12.7.19. Barangsiapa berjalan untuk shalat dhuha maka ia seolah mendapatkan pahala orang umroh
- 12.7.20. Barangsiapa menjaga shalat Dhuha maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun seperti buih di lautan
- 12.7.21. Keutamaan shalat Dhuha di masjid seperti berperang cepat dan membawa ghanimah
- 12.7.22. Setiap ruas yang dimiliki oleh anak Adam terdapat sedekahnya, cukuplah dengan dua rakaat shalat Dhuha
- 12.7.23. Ibnu 'umar melakukan shalat dhuha hanya pada dua kesempatan yaitu di makkah dan di masjid quba
- 12.7.24. Shalat Awwabiin (orang-orang yang bertaubat) adalah apabila matahari telah terang (panas)
- 12.7.25. Rasulullah shalat Dhuha saat posisi matahari di timur tetapi seperti waktu ashar
- 12.7.26. Shalat pada malam dan siang hari itu adalah dua rakaat-dua rakat, dan bertasyahud setiap dua rakaat
- 12.7.27. Larangan shalat Dhuha saat matahari terbit
- 12.8. Tarawih
- 12.8.1. Shalat malam (terawih) bersama Rasulullah pada bulan ramadhan hingga sepertiga malam
- 12.9. Kiblat
- 12.9.1. Rasulullah shalat menghadap ke baitul maqdis bersama para sahabatnya selama enam belas bulan, kemudian terjadi peralihan arah kiblat ke ka’bah setelah itu
- 12.9.2. Antara timur dan barat adalah arah kiblat
- 12.9.3. Telah turun ayat kepada Rasulullah, beliau diperintahkan untuk menghadap ke arah ka’bah
- 12.9.4. Keringanan shalat sunnah di atas kendaraan saat safar, kemanapun kendaraan menghadap, meskipun tidak menghadap kiblat
- 12.9.5. Larangan menghadap kiblat atau membelakanginya saat buang hajat
- 12.9.6. Penegasan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan shalat menghadap baitul maqdis sebelum peralihan kiblat
- 12.9.7. Tidur di kiblat orang yang sedang shalat: Rasulullah melaksanakan shalat malam, sementara aisyah berbaring diantara beliau dan kiblat
- 12.10. Hukum, Syariat serta sunnah shalat yang lain
- 12.10.1. Pembatal shalat dan pemutus shaf: shalat laki-laki terputus oleh keledai, anjing hitam, dan wanita jika tanpa pembatas seperti belakang pelana
- 12.10.2. Sifat shalat Rasulullah, lama beliau ruku’, mengangkat kepala dari ruku’, hingga diantara dua sujud, lama kesemuanya hampir-hampir sama
- 12.10.3. Jika imam membaca ‘amiin’, maka bacalah ‘amiin’, barangsiapa bacaan ‘amiin’ nya bersamaan dengan malaikat, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni
- 12.10.4. Rasulullah pernah ditanya mengenai pembatas seseorang yang sedang shalat, beliau menjawab: seperti kayu yang digunakan untuk bersandar oleh penunggang unta
- 12.10.5. Tempat yang diperbolehkan untuk shalat: shalatlah kalian di kandang kambing dan jangan kalian shalat di tempat menderumnya unta
- 12.10.6. Tempat yang dilarang untuk shalat
- 12.11. Adzan dan Iqamah
- 12.11.1. Asal muasal lafadz adzan dan iqamah: abdullah bin zaid diperlihatkan tentang kalimat kalimat adzan dalam mimpi
- 12.11.2. Disyariatkannya adzan: bilal diperintahkan untuk mengumandangkan kalimat adzan dengan genap dan mengganjilkan iqamat
- 12.11.3. Keutamaan muadzin: mengeraskan suara ketika adzan, kesaksian makhluk terhadap suara muadzin pada hari kiamat
- 12.11.4. Keutamaan muadzin: Panjang leher pada hari kiamat
- 12.11.5. Tidak akan tertolak doa antara adzan dan iqamah
- 12.11.6. Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang muadzin ucapkan
- 12.11.7. Doa ketika mendengar adzan: ‘WA ANA ASYHADU ALLA ILA HA ILLALLAAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN ‘ABDUHU WA RASULUHU ...
- 12.11.8. Doa setelah adzan: ALLAHUMMA RABBA HAADZIHID DA’WATIT TAMMAH WASHSHALAATIL QAA’IMAH ATI MUHAMMADANIL WASILATA WAL FADHIILAH ...
- 12.11.9. Iqamah: ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH ...
- 12.11.10. Lafadz Adzan tatkala hujan: SHALLUU FIRRIHAAL (HENDAKLAH KALIAN SHALAT DIRUMAH MASING-MASING)
- 12.12. Masjid dan Jama'ah
- 12.12.1. Seluruh hamparan bumi adalah masjid: dijadikan bumi bagiku sebagai masjid (tempat sujud) dan tempat yang suci
- 12.12.2. Keutamaan masjid quba: barang siapa keluar dan datang ke masjid quba lalu shalat di dalamnya, maka menyamai pahala umrah
- 12.12.3. Keutamaan masjidil haram dan masjid nabawi: shalat di masjidku ini (nabawi) nilainya seribu kali lebih baik dibandingkan pada masjid lain kecuali pada masjidil haram
- 12.12.4. Keutamaan masjidil aqsha: masjid yang pertama di bangun di muka bumi yaitu masjidil haram, kemudian masjidil aqsha, selang waktu antara keduanya, empat puluh tahun
- 12.12.5. Masjid adalah Tempat paling dicintai Allah di muka bumi
- 12.12.6. Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Tempat Ibadah (Masjid)
- 12.12.7. Barangsiapa membangun masjid karena Allah, dan digunakan untuk shalat, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah yang semisalnya di surga
- 12.12.8. Tidaklah suatu kaum berkumpul di rumah dari rumah-rumah Allah, untuk membaca Al-Quran dan berdzikir
- 12.12.9. Doa masuk dan keluar masjid
- 12.12.10. Jika salah seorang dari kalian masuk ke dalam masjid hendaklah ia melihat sandalnya, jika ia melihat ada kotoran, hendaklah ia menggosoknya
- 12.12.11. Shalat sunnah tahiyyatul masjid: jika kalian masuk masjid hendaklah shalat dua rakaat sebelum duduk
- 12.12.12. Larangan memakan atau membawa sesuatu yang tidak sedap baunya ke masjid
- 12.12.13. Apabila wanita hendak menghadiri shalat isya terakhir di masjid maka janganlah kalian memakai wangi-wangian
- 12.12.14. Larangan masuknya laki-laki melalui pintu yang dikhususkan untuk wanita di masjid
- 12.12.15. Meludah di dalam masjid adalah suatu dosa, maka kafarahnya (tebusannya) adalah menguburnya
- 12.12.16. Larangan lewat di depan orang shalat
- 12.12.17. Larangan melakukan transaksi atau jual beli di masjid
- 12.12.18. Larangan mencari atau mengumumkan barang hilang di masjid
- 12.12.19. Keutamaan Shalat Berjama'ah 25 derajat
- 12.12.20. Keutamaan Shalat Berjama'ah 27 derajat
- 12.12.21. Apabila dia mengerjakannya di tanah lapang, lalu dia menyempurnakan ruku dan sujudnya, maka shalatnya sampai lima puluh kali pahala shalat
- 12.12.22. Rasulullah bersabda: aku berkeinginan untuk memerintahkan kepada manusia yang tidak shalat bersama kami, lalu kami bakar rumah-rumah mereka
- 12.12.23. Shalat isya’ berjama’ah, seolah shalat malam selama separuh malam, dan shalat shubuh berjamaah, seolah telah shalat seluruh malamnya
- 12.12.24. Ancaman bagi orang yang meninggalkan shalat Isya' berjama'ah di masjid
- 12.12.25. Paling banyak mendapat pahala shalat adalah yang paling jauh perjalanan ke masjid, dan yang menunggu shalat hingga berjamaah dengan imam lebih besar pahalanya
- 12.12.26. Allah dan para Malaikat-Nya mengucapkan shalawat kepada orang-orang yang berada dalam shaf awal
- 12.12.27. Meluruskan dan merapatkan barisan dalam shalat karena sesungguhnya lurusnya barisan termasuk kesempurnaan shalat
- 12.12.28. Perintah Rasulullah untuk membuat barisan shalat sebagaimana barisannya para malaikat di hadapan rabbnya
- 12.12.29. Yang berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaan terhadap al-qur’an, lalu yang paling tahu sunnah, paling dahulu hijrah, dan paling dulu masuk islam
- 12.12.30. Posisi imam dan makmum: ibnu abbas pernah shalat bersama nabi dan berdiri di sebelah kirinya, lalu beliau memindah ibnu abbas ke sebelah kanannya
- 12.12.31. Posisi imam dan makmum: Apabila makmum lelaki lebih dari satu
- 12.12.32. Posisi imam dan makmum: Apabila makmum Wanita
- 12.12.33. Posisi yang dekat dengan imam: hendaklah yang tepat di belakangku adalah orang dewasa yang cerdas dan berakal, lalu yang setara
- 12.12.34. Larangan meninggalkan shalat berjamaah tanpa alasan syar’i: Rasulullah memerintahkan seorang buta yang mendengar adzan untuk tetap ke masjid
- 12.12.35. Shalat berjama'ah di rumah ketika ada udzur: Rasulullah pernah memerintahkan muadzin menyerukan 'shalatlah di rumah-rumah kalian', di suatu malam yang dingin dan turun hujan
- 12.12.36. Shalat berjama'ah di masjid untuk wanita: Rasulullah memerintahkan agar wanita diberi izin shalat di masjid pada malam hari
- 12.12.37. Jika mengimami orang-orang shalat ringankanlah, karena ada orang sakit, orang lemah dan orang yang punya keperluan
- 12.12.38. Para malaikat malam dan malaikat siang silih berganti mendatangi kalian, dan mereka berkumpul saat shalat subuh dan ashar
- 12.12.39. Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, apabila dia rukuk maka rukuklah, bila dia mengangkat kepalanya maka angkatlah kepala
- 12.12.40. Mengikuti imam dalam keadaan makmum yang masbuk (terlambat): shalatlah dan apa-apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah
- 12.12.41. Larangan mendahului gerakan imam dalam shalat, bahwa Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala himar
- 12.12.42. Tidak sahnya shalat sendirian di belakang shaf dan perintah untuk mengulanginya
- 12.12.43. Perintah Rasulullah untuk meluruskan shaf supaya tidak menimbulkan permusuhan antara satu dengan lainnya
- 12.12.44. Larangan membaca keras bebarengan dengan imam: Rasulullah tidak ingin ada yang menyelisihi bacaan beliau dalam shalat berjamaah
- 12.12.45. Mengeraskan bacaan 'aamiin' secara bersamaan: jika imam membaca ghairil maghdluubi ‘alaihim waladl dlaalliin, maka ucapkanlah ‘amiin’
- 12.12.46. Rasulullah tetap berdiam diri sejenak setelah shalat untuk memberi kesempatan wanita keluar
- 12.13. Hari Jum'at dan Shalat Jum’at
- 12.13.1. Keutamaan hari jum'at: sebaik-baik hari adalah hari jumat, karena pada hari itu adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dan dikeluarkan darinya
- 12.13.2. Keutamaan shalat jum'at: waktu mustajab pada shalat jum’at yaitu waktunya ialah antara imam duduk (di mimbar) hingga selesai shalat jum'at
- 12.13.3. Barangsiapa meninggalkan jum'at tanpa ada udzur (syar'i) hendaknya ia bersedekah satu dinar, apabila ia tidak mendapati maka dengan setengah dinar
- 12.13.4. Barangsiapa yang membaca surat al kahfi pada malam jum'at maka ia akan diterangi oleh cahaya yang terangnya mencapai jarak antara dirinya dan baitul 'atiq
- 12.13.5. Rasulullah setiap kali shalat subuh pada hari jum'at membaca surah as sajadah dan surah al insaan
- 12.13.6. Hari yang paling utama adalah hari jumat perbanyaklah pada hari itu dengan shalawat terhadapku. Sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku
- 12.13.7. Anjuran bersedekah pada hari jumat dalam khutbah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
- 12.13.8. Turunnya ayat al-jumu’ah karena jamaah meninggalkan Rasulullah saat berkhutbah untuk menyambut kafilah dagang
- 12.13.9. Disyariatkannya mandi jumat: disyariatkannya mandi jumat: dianjurkan mandi ketika hendak berangkat melaksanakan shalat jum’at
- 12.13.10. Memakai minyak wangi: laki-laki mandi pada hari jum'at lalu bersuci semaksimal mungkin, memakai wewangian diampuni dosanya
- 12.13.11. Laki-laki mandi pada hari jum’at mengenakan pakaian terbaiknya, diampuni dosanya
- 12.13.12. Pada hari jum’at para malaikat hadir di pintu masjid mencatat siapa orang yang datang paling awal dan seterusnya
- 12.13.13. Mendekat imam dan diam, mendengarkan khutbah, maka setiap langkahnya akan mendapat pahala seperti qiyamullail dan berpuasa selama setahun
- 12.13.14. Sunnahnya berada di sebelah kanan imam: apabila kami shalat bersama Rasulullah, maka kami sangat senang untuk berdiri shalat di samping kanannya
- 12.13.15. Larangan berbicara saat khutbah: dua orang laki-laki yang mengobrol dilempar dengan kerikil agar mereka berdua diam
- 12.13.16. Ketika memberikan khutbah jum’at imam boleh menegur jamaah agar shalat tahiyatul masjid
- 12.13.17. Larangan melangkahi pundak orang lain pada khutbah hari jum'at, maka ia telah mengambil jembatan menuju neraka jahannam
- 12.13.18. Pada hari jumat ada satu waktu, di mana seorang muslim yang berdoa memohon kebaikan akan dikabulkan oleh Allah
- 12.13.19. Jika berkata diam pada temanmu pada hari jum’at ketika imam berkhutbah, maka telah kehilangan pahala shalat jum’atnya
- 12.13.20. Tata cara khutbah jum'at: Rasulullah telah mengajarkan khutbah hajah, yaitu: innal hamda lillaah, nahmaduhu
- 12.13.21. Shalat sunnah dua rakaat setelah shalat jum'at
- 12.13.22. Larangan khutbah dengan sajak puitis (yang sulit dimengerti) dan anjuran menyampaikan nasihat secara ringkas
- 12.14. Shalat Khauf (Waktu Perang)
- 12.14.1. Keringanan shalat satu rakaat bagi orang ketika dalam keadaan takut
- 12.14.2. Tata cara shalat khauf
- 12.15. Dua Hari Raya dan Shalat Ied
- 12.15.1. Keutamaan dua hari raya: idulfitri dan iduladha, dua hari raya yang diberikan Allah untuk umat islam
- 12.15.2. Dianjurkan Wanita menghadiri dan menyaksikan shalat Ied
- 12.15.3. Jumlah takbir dalam shalat ied: takbir dalam shalat dua hari raya adalah tujuh kali sebelum membaca surat dan lima kali setelah membaca surat
- 12.15.4. Waktu shalat ied: pelaksanaan shalat ied di waktu dhuha
- 12.15.5. Imam yang terlambat: berangkat pada hari raya iedul fitri, atau iedul adlha, ia mencela keterlambatan imam seraya mengatakan, seharusnya kita telah selesai pada saat ini, dan itu tatkala tasbih
- 12.15.6. Rasulullah memerintahkan (untuk menunaikan) zakat fithri sebelum orang-orang keluar untuk shalat ied
- 12.15.7. Bacaan saat shalat iedul fitri dan iedul adha adalah surat qaaf dan al-qamar
- 12.15.8. Saat shalat iedul fitri dan iedul adha pergi dan pulang melewati satu jalan
- 12.15.9. Rasulullah melaksanakan shalat dua hari raya (fitri dan adha) dan pulang dengan jalan yang berlainan
- 12.16. Shalat Gerhana
- 12.16.1. Rasulullah shalat ketika terjadi gerhana matahari delapan kali ruku' dan empat kali sujud
- 12.16.2. Rasulullah mengeraskan bacaan dalam shalat khusuf, shalat dua rakaat dengan empat ruku’ dan empat sujud
- 12.16.3. Tata cara shalat kusuf (gerhana matahari) shalat gerhana dan penjelasan tentang gerhana
- 12.17. Keringanan dalam masalah shalat
- 12.17.1. Mengqashar shalat adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian, oleh karena itu, terimalah sedekah-nya
- 12.17.2. Shalat ketika ingat: barangsiapa lupa shalat, hendaklah tunaikan ketika ingat, tidak ada kaffarat atas shalatnya selain menunaikanya
- 12.17.3. Jika panas nampak menyengat maka tunggu sampai dingin untuk melaksanakan shalat, karena sesungguhnya panas yang menyengat itu dari hembusan neraka jahannam
- 12.17.4. Perintah shalat di rumah ketika hujan atau cuaca buruk
- 12.17.5. Bepergian selama sepuluh sampai sembilan belas hari dengan mengqashar (meringkas), dengan shalat dua rakaat
- 12.17.6. Rasulullah menjama’ dua shalat saat sedang dalam perjalanan, antara maghrib dengan isya’ dan zhuhur dengan ashar
- 12.17.7. Bertolak dari arafah, dan setelah sampai di jama' (muzdalifah), Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjamak antara shalat maghrib dan isya
- 12.17.8. Sujud sahwi: sujud dua kali sebelum atau setelah salam, ketika lupa rakaat shalat
- 12.17.9. Rasulullah lupa tasyahud awal dalam shalat zuhur, lalu sujud dua kali sebelum salam sambil bertakbir
- 12.17.10. Jika shalat menghadap ke arah sutrah (pembatas) maka mendekatlah kepadanya, agar setan tidak memutus shalatnya
- 12.17.11. Menggendong anak kecil: Rasulullah pernah shalat dengan menggendong umamah, putri beliau
- 12.17.12. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah shalat dengan memakai sandal
- 12.17.13. Rasulullah shalat di atas mimbar, beliau maju untuk ruku’ dan mundur ke tanah untuk sujud
- 12.18. Larangan dalam masalah shalat
- 12.18.1. Rasulullah bersabda: jika iqamah telah dikumandangkan maka janganlah berdiri hingga kalian melihat aku
- 12.18.2. Larangan isbal dalam shalat: tidak diterimanya shalat karena isbal (memanjangkan kain atau sarungnya sampai dibawah mata kaki)
- 12.18.3. Larangan sadh dalam shalat: Rasulullah melarang sadh (menutupkan kain ke tubuh dan memasukan tangan ke dalam kain)
- 12.18.4. Larangan sadl dalam shalat: Rasulullah melarang malakukan sadl yaitu menurunkan kain hingga menyentuh bumi
- 12.18.5. Jika sedang shalat, janganlah sekali-kali meludah di depan atau di sebelah kanannya, namun hendaklah ia meludah di sebelah kiri atau di bawah kakinya
- 12.18.6. Larangan mengimami shalat dengan bacaan surat yang panjang supaya tidak terjadi fitnah
- 12.18.7. Apabila makan malam sudah dihidangkan sedangkan shalat telah didirikan, maka dahulukanlah makan, setelah itu baru mendirikan shalat
- 12.18.8. Larangan bicara saat shalat: hingga turunlah ayat - dan berdirilah (shalatlah) kalian menghadap Allah dengan khusyu’ (QS. Al-Baqarah: 238)
- 12.18.9. Larangan shalat dalam keadaan mabuk
- 12.18.10. Larangan berpaling atau menoleh dalam shalat: menoleh dalam shalat adalah sambaran cepat setan, Allah senantiasa menghadap hamba selama ia tidak menoleh
- 12.18.11. Larangan mendirikan shalat dengan menahan kencing, buang air besar, atau kentut
- 12.18.12. Larangan shalat dengan pakaian yang tidak menutupi aurat: Allah tidak menerima shalat wanita yang telah haid (baligh, dewasa) kecuali dengan mengenakan kerudung
- 12.18.13. Larangan shalat dengan mengenakan satu helai baju yang tidak menutupi pundak
- 12.18.14. Larangan shalat dengan pakaian bergambar: memakai pakaian bergambar dapat mengganggu kekhusyukan ketika shalat
- 12.18.15. Larangan membaca Al-Qur'an dalam shalat secara cepat: teguran ibnu mas’ud atas bacaan al-qur’an yang cepat dalam shalat seperti membaca syair
- 12.18.16. Larangan shalat di kamar mandi dan di kuburan: semua tempat di bumi ini adalah masjid, kecuali kamar mandi dan kuburan
- 12.18.17. Larangan shalat menghadap kubur: janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan jangan pula kalian shalat dengan menghadap ke arahnya
- 12.18.18. Larangan shalat di tujuh tempat: pembuangan sampah, tempat pemotongan hewan, pemakaman, tengah jalan, pemandian umum, tempat menderumnya unta dan di atas ka'bah
- 12.18.19. Larangan Shalat setelah ashar kecuali jika matahari masih tinggi
- 12.18.20. Larangan shalat di dua waktu: Rasulullah melarang shalat setelah shubuh hingga matahari terbit, dan setelah ‘ashar sampai matahari terbenam
- 12.18.21. Larangan tidak tuma'ninah: ulangi shalat jika tidak tuma’ninah
- 12.18.22. Larangan mengangkat mata mereka ke langit dalam shalat, atau benar-benar Allah akan menyambar mata mereka
- 12.18.23. Larangan membaca Al-Qur'an saat ruku' dan sujud, serta anjuran memperbanyak doa dalam sujud
- 12.18.24. Larangan duduk iq’a (seperti duduknya anjing, meletakkan bokong di lantai) di antara dua sujud
- 12.18.25. Larangan duduk bersandar pada tangan kiri
- 12.19. Shalat Tasbih
- 12.19.1. Tata cara shalat tasbih
- 12.20. Shalat Istisqa (meminta hujan)
- 12.20.1. Tata cara shalat istisqa': Menghadap kiblat dan membalik selendang kemudian shalat dua rakaat
- 12.20.2. Tata cara shalat istisqa': mengangkat tangan ketika berdo’a, hingga terlihat putih kedua ketiaknya
- 12.20.3. Tata cara shalat istisqa': memberi isyarat ke langit dengan punggung kedua telapak tangannya
- 12.21. Shalat Jenazah
- 12.21.1. Keutamaan shalat jenazah: barangsiapa menshalatkan jenazah, baginya satu qirath dan barangsiapa menguburkannya, baginya dua qirath
- 12.21.2. Rasulullah jika menshalati jenazah, beliau berdoa: ALLAHUMMAGHFIR LIHAYYINAA WA MAYYITINAA WA SYAAHIDINAA
- 12.21.3. Posisi imam ketika shalat pada jenazah laki-laki: anas bin malik menshalati jenazah laki-laki. Lalu berdiri di sisi kepalanya
- 12.21.4. Posisi imam ketika shalat pada jenazah wanita: Rasulullah menshalatinya dan beliau berdiri di bagian tengah (jenazah) nya
- 12.21.5. Sunnahnya membaca Al-Fatihah pada saat shalat jenazah
- 12.22. Shalat istikharah
- 12.22.1. Rasulullah pernah mengajarkan istikharah, kerjakan dua rakaat kemudian berkata: ALLAHUMMA INNI ASTAKHIRUKA BI ‘ILMIKA
- 12.23. Ramadhan dan Qiyamul Lail
- 12.23.1. Lailatul qadar 10 malam ganjil terakhir: carilah lailatul qadar pada malam yang ganjil dalam sepuluh malam yang akhir dari ramadhan
- 12.23.2. Lailatul qadar malam ke-21: carilah lailatul qadar pada sembilan hari terakhir dari ramadhan
- 12.23.3. Lailatul qadar malam ke-23: carilah lailatul qadar pada malam tujuh hari terakhir dari ramadhan
- 12.23.4. Lailatul qadar malam ke-27: carilah lailatul qadar pada malam ke dua puluh tujuh di bulan ramadhan
- 12.1. Tujuan diciptakan manusia adalah beribadah kepada Allah
- 13. Dzikir
- 13.1. Keutamaan Dzikir kepada Allah
- 13.1.1. Dzikir kepada Allah lebih baik dari sedekah emas dan uang
- 13.1.2. Ucapan anak adam itu akan kembali dengan membawa bencana untuknya dan tidak membawa keberuntungan baginya, kecuali berdzikir kepada Allah
- 13.2. Dzikir setelah shalat subuh
- 13.2.1. Beristighfar tiga kali dan membaca ALLAHUMMA ANTAS SALAAM…
- 13.2.2. Bertaubat dan beristighfar seratus kali setiap hari
- 13.2.3. Membaca 3x ASTAGHFIRULLAH ALLADZI LAA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUUBU ILAIH
- 13.2.4. Membaca subhanallah 100x, ditulis 1000 kebaikan dan dihapus 1000 kesalahan
- 13.2.5. Membaca subhanallah wa bihamdihi 100x, dosanya dihapus meskipun sebanyak buih di lautan
- 13.2.6. Subhanallah adada khalqihi 3x, subhanallah ridha nafsihi 3x, subhanallah ziinata arsyihi 3x, subhanallah midaada kalimatihi 3x
- 13.2.7. Membaca 100x LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULII SYAI'IN QADIIR
- 13.2.8. Membaca SUBHANALLAH 100x, ALHAMDULILLAH 100x, ALLAHU AKBAR 100x, LAILLAHA ILLALLAH 100x
- 13.2.9. Membaca 200x LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ALAA KULII SYAI'IN QADIIR
- 13.2.10. Shalawat Ibrahimiyyah: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN WA 'ALA `ALI MUHAMMAD, KAMA SHALLAITA 'ALA IBRAHIM …
- 13.3. Kelanjutan dzikir pagi
- 13.3.1. Membaca ayat kursi: barangsiapa membaca ayat kursi pada waktu pagi, maka ia akan di jaga hingga tiba waktu sore
- 13.3.2. Membaca: al ikhlas, al falaq, an naas ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu dari segala keburukan
- 13.3.3. Membaca: ALLAHUMMA BIKA ASHBAHNA WA BIKA AMSAINA WA BIKA NAHYAA WA BIKA NAMUUTU WA ILAIKAN NUSYUR
- 13.3.4. Membaca: 'ALLAAHUMMA ANTA RABBII, LA ILAHA ILLA ANTA …
- 13.3.5. Membaca: ALLAHUMMA INNI ASHBAHTU USYHIDUKA ...4x
- 13.3.6. Membaca: ALLAHUMMA MAA ASHBAHA BII MIN NI'MATIN FAMINKA WAHDAKA …
- 13.3.7. Membaca: 'ALLAHUMMA 'AFINI FIE BADANII, ALLAHUMMA 'AFINI FIE SAM'II ... 3x
- 13.4. Kelanjutan dzikir sore
- 13.4.1. Membaca ayat kursi: barangsiapa membaca ayat kursi pada waktu sore, maka ia akan di jaga hingga tiba waktu pagi
- 13.4.2. Membaca: al ikhlas, al falaq, an naas ketika sore dan pagi tiga kali, maka dengan ayat-ayat ini akan mencukupkanmu dari segala keburukan
- 13.4.3. Membaca: ALLAHUMMA BIKA AMSAINA WABIKA ASHBAHNYA WABIKA NAHYA WABIKA NAMUT WA ILAIKAL MASHIR
- 13.5. Dzikir umum setiap shalat wajib selain pagi hari
- 13.5.1. Beristighfar tiga kali dan membaca ALLAHUMMA ANTAS SALAAM…
- 13.5.2. Membaca: LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH
- 13.5.3. Membaca: ALLAAHUMMA LAA MAANI'A LIMAA A'THAITA WALAA MU'THIYA LIMAA MANA'TA WALAA YANFA'U DZAL JADDI MINKAL JADD
- 13.5.4. Menbaca: LAA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH ...sampai ...WALAU KARIHAL KAAFIRUUNA
- 13.5.5. Membaca: Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas
- 13.5.6. Membaca: ALLAHUMMA AJIRNII MINAN NAAR 7x
- 13.5.7. Membaca: ALLAAHUMMA A'INNII 'ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI 'IBAADATIK'
- 13.5.8. Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 10 kali setelah shalat wajib
- 13.5.9. Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 33 kali setelah shalat wajib ditutup dengan, LAA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH ...
- 13.6. Doa dan Dzikir menjelang tidur
- 13.6.1. Beranjak tidur membaca ayat kursi: niscaya allah akan senantiasa menjagamu dan syetan tidak akan mendekatimu hingga pagi
- 13.6.2. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA ASLAMTU ALLAHUMMA ASALAMTU NAFSII ILAIKA ...
- 13.6.3. Doa menjelang tidur: ALLAAHUMMA BISMIKA AHYAA WA BISMIKA AMUUTU
- 13.6.4. Doa menjelang tidur: BISMIKA RABBII WADHA'TU JANBII WABIKA ARFA'UHU ...
- 13.6.5. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA INNAKA KHALAQTA NAFSI WA ANTA TAWAFFAAHAA LAKA MAMATUHA …
- 13.6.6. Doa menjelang tidur: ALHAMDULILLAAHIL LADZII ATH`AMANAA WAKAFAANAA WA AAWAANAA ...
- 13.6.7. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA RABBAS SAMAWATIS SAB'I WA RABBAL ARDLI WA RABBANA …
- 13.6.8. Doa menjelang tidur: ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIWAJHIKAL KARIM …
- 13.6.9. Doa menjelang tidur: BISMILLAHI WADLA'TU JANBII ALLAHUMMAGHFIRLI DZANBII …
- 13.6.10. Doa menjelang tidur: ALHAMDULILLAHILLADZI KAFAANII WA AAWAANII …
- 13.6.11. Doa menjelang tidur: MEMBACA SURAT-SURAT AL MUSABBIHAAT
- 13.6.12. Doa menjelang tidur: MEMBACA AL IKHAS, AL FALAQ DAN AN NAAS
- 13.6.13. Doa menjelang tidur: MEMBACA SURAH AL KAFIRUN
- 13.6.14. Doa menjelang tidur: MEMBACA TASBIH 33x, TAHMID 33x, TAKBIR 34x
- 13.7. Doa dan Dzikir bangun tidur
- 13.7.1. Doa bangun dari tidur: 'AL HAMDULILLAAHIL LADZII AHYAANAA BA'DA MAA AMAATANAA WA ILAIHIN NUSYUUR
- 13.7.2. Bangun malam lalu membaca: LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH... Lalu berdoa: RABBI IGHFIR LI, doanya dikabulkan, jika wudhu dan shalat, shalatnya diterima
- 13.7.3. Amal yang utama, bersuci (berwudhu') pada suatu kesempatan malam ataupun siang melainkan aku selalu shalat dengan wudhu
- 13.8. Doa dan Dzikir umum
- 13.8.1. Membaca: YA RABBI LAKAL HAMDU KAMA YAMBAGHI LIJALAALIKA WAJHIKA WA LI ADZIMI SULTHAANIKA
- 13.9. Kumpulan doa sehari-hari
- 13.9.1. Doa sebelum makan: apabila salah seorang di antara kalian makan, maka sebutlah nama allah. Maka bacalah: BISMILLAHI FII AWWALIHI WA AKHIRI
- 13.9.2. Doa setelah makan: ALHAMDULILLAHIL LADZII ATH'AMANAA WA SAQAANAA WA JA'ALANAA MUSLIMIIN
- 13.9.3. Doa ketika sore hari: 'AMSAINAA WA AMSAL MULKU LILLAAH, WALHAMDU LILLAAHI …
- 13.9.4. Doa ketika dalam musibah: LAA ILAAHA ILLALLAHUL ADHIMUL HALIM LAA ILAAHA ILLALLAH …
- 13.9.5. Doa ketika menshalati jenazah: ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA'FU 'ANHU WA AKRIM NUZULAHU ...
- 13.9.6. Doa ketika ziarah kubur: ASSALAMU ‘ALAA AHLID DIYAAR MINAL MUKMININ WAL MUSLIMIN WA YARHAMULLAHU ALMUSTAQDIMIIN MINNA WAL MUSTA`KHIRIIN …
- 13.9.7. Doa selesai majelis: SUBHANAKA ALLAHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU ALLA ILAAHA ILLA ANTA ASTAGHFIRUKA WAATUBU ILAIKA
- 13.9.8. Dua malaikat yang menjaga orang berdoa saat keluar rumah
- 13.10. Adab berdoa
- 13.10.1. Rasulullah bersabda: sesungguhnya do'a itu adalah ibadah
- 13.10.2. Sesungguhnya doa salah seorang dari kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa
- 13.10.3. Berdoalah kepada tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas
- 13.10.4. Perintah memuji allah dan membaca shalawat sebelum berdoa
- 13.11. Kumpulan doa-doa insidental
- 13.11.1. Doa masuk kamar mandi atau wc: ALLAAHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WAL KHABAA`ITSI
- 13.11.2. Doa keluar dari wc: GHUFRAANAKA (AKU MOHON AMPUNANMU)
- 13.11.3. Doa nabi meminta hujan: ALLAHUMMA HAWAALAINAA WA LAA 'ALAINAA
- 13.11.4. Doa rasulullah saat hujan terlalu deras dan menyebabkan kerusakan: ALLAHUMMA SHOYYIBAN NAFI’AN. ALLAHUMMA HAWAA ALAINAA
- 13.11.5. Rasulullah mengendarai kendaraannya beliau bertakbir tiga kali kemudian berdoa: SUBHANALLADZI SAKHKHARA LANA HADZA ...
- 13.11.6. Rasulullah serta para pasukannya apabila menaiki tempat yang tinggi mereka bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih
- 13.11.7. Doa ketika mendengar suara petir: SUBHANA ALLADZI YUSABBIHU RA'DU BI HAMDIHI WA AL MALAIKATU MIN KHIFATIHI
- 13.11.8. Doa ketika angin kencang: ALLAHUMMA INNII ASALUKA KHAIRAHAA WA KHAIRA MAA FIIHAA WA KHAIRA MAA URSILAT BIHI ...
- 13.11.9. Doa ketika turun hujan: ALLAHUMMA SHAIBAN NAAFI'A (YA ALLAH JADIKANLAH CURAHAN YANG PENUH KEBERKAHAN)
- 13.12. Sujud-sujud lain
- 13.12.1. Rasulullah ketika mendapatkan kabar gembira maka beliau melakukan sujud syukur
- 13.12.2. Sujud tilawah bersama rasulullah saat membaca surat as-sajdah hingga penuh sesak
- 13.12.3. Bagi yang tidak melakukan sujud tilawah tidak ada dosa baginya, Allah tidak mewajibkannya
- 13.12.4. Dua sujud tilawah dalam surat an-najm dan orang yang menolak sujud (karena sombong) terbunuh sebagai orang kafir
- 13.12.5. Zaid bin tsabit pernah membacakan surat an najm di hadapan Rasulullah dan beliau tidak sujud
- 13.12.6. Ada sujud tilawah dalam surat al-Insyiqaq
- 13.12.7. Ada sujud tilawah dalam surat al-Alaq
- 13.12.8. Ada dua sujud tilawah dalam surat al-Hajj
- 13.12.9. Ibnu abbas melihat rasulullah sujud pada surat shad
- 13.12.10. Umar bin khaththab membaca an-nahl dari mimbar, lalu turun untuk sujud tilawah
- 13.1. Keutamaan Dzikir kepada Allah
- 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
- 14.1. Keutamaan Puasa
- 14.1.1. Setiap amal anak adam dilipat gandakan kecuali puasa
- 14.1.2. Puasa adalah perisai dari api neraka
- 14.1.3. Puasa adalah untuk Allah dan Allah sendiri yang membalasnya
- 14.1.4. Hendaklah kalian berpuasa, karena tidak ada ibadah yang sebanding dengannya
- 14.1.5. Puasa menjauhkan dari neraka selama 70 musim
- 14.1.6. Puasa paling utama adalah puasa Nabi Daud, sehari puasa sehari berbuka
- 14.1.7. Shaum itu benteng, jangan berbuat keji atau bodoh saat berpuasa
- 14.1.8. Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan: ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Rabbnya
- 14.1.9. Harumnya bau mulut orang yang berpuasa
- 14.1.10. Puasa dan Al-Qur’an akan memberi syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat
- 14.1.11. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosa yang telah lalu
- 14.1.12. Pintu Ar-Rayyan, Hari Qiyamat Masuk Surga Lewat Pintu Para Shaimun
- 14.1.13. Puasa Dan Shalat Paling Dicintai Allah ; Puasa Dan Shalatnya Nabi Daud As
- 14.1.14. Rahmat allah membebaskan setengah shalat dan puasa bagi musyafir
- 14.2. Sahur
- 14.2.1. Adzan Bilal pada waktu sahur, memanggil siapa dari kalian yang bertahajjud agar kembali
- 14.2.2. Waktu sahur
- 14.2.3. Ada keberkahan di dalam sahur
- 14.2.4. Jarak waktu sahur dengan shalat subuh
- 14.2.5. Bersahurlah walau hanya dengan seteguk air
- 14.2.6. Umat Islam dibedakan dari Ahlul Kitab dengan adanya makan sahur
- 14.2.7. Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur
- 14.3. Larangan-larangan Puasa
- 14.3.1. Kafarat berhubungan pada saat puasa adalah membebaskan satu budak, berpuasa 2 bulan berturut-turut dan memberikan nafkah 60 fakir miskin
- 14.3.2. Nabi melarang puasa wishal – puasa terus-menerus tanpa berbuka
- 14.3.3. Tidak boleh puasa pada dua hari raya: Idul Fitri dan Idul Adha
- 14.3.4. Hari-hari Tasyriq tidak boleh berpuasa
- 14.3.5. Nabi melarang puasa hari Jumat, kecuali disertai puasa sehari sebelumnya atau sesudahnya
- 14.3.6. Nabi melarang mengkhususkan malam Jumat untuk qiyamul lail atau siang harinya untuk puasa
- 14.3.7. Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam perjalanan jika memberatkan
- 14.3.8. Tidak boleh mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, kecuali yang biasa berpuasa sunnah
- 14.3.9. Tidak boleh berpuasa khusus pada hari Sabtu kecuali yang diwajibkan
- 14.3.10. Wanita haid, dilarang shalat dan puasa
- 14.3.11. Allah tidak menerima pelaku bid'ah; puasa, shalat, sedekah, haji, dia keluar dari islam
- 14.3.12. Janganlah Wanita Puasa Padahal Suaminya Sedang Ada, Kecuali Dengan Seizinnya
- 14.3.13. Haidl, setelah suci, menyuruh mengganti puasa dan tidak mengqadla shalat
- 14.4. Puasa 3 hari setiap bulan
- 14.4.1. Puasa satu hari berpuasa sepuluh hari, pahalanya menurun setiap puasanya bertambah
- 14.4.2. Puasa 3 hari setiap bulan seperti berpuasa sepanjang tahun
- 14.4.3. Puasa 3 hari tiap bulan: ayamul bidh
- 14.4.4. Wasiat Rasulullah SAW: jangan tinggalkan puasa 3 hari setiap bulan
- 14.4.5. Wasiat witir sebelum tidur, puasa tiga hari setiap bulan dan mandi dihari jum'at
- 14.4.6. Puasa Dawud, Tiga Hari Setiap Bulan, Puasa Ramadlan, Arafah, 'Asyura`
- 14.5. Puasa di bulan Sya’ban
- 14.5.1. Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal kepada Allah
- 14.5.2. Nabi SAW berpuasa hampir sebulan penuh di bulan Sya’ban
- 14.5.3. Malam pertengahan Sya’ban: shalat malamnya dan berpuasa siangnya
- 14.5.4. Aku hanya dapat mengqadha puasa Ramadhan pada bulan Sya’ban
- 14.5.5. Nabi SAW tidak berpuasa lebih banyak pada bulan lain selain Sya’ban
- 14.6. Puasa Syawwal
- 14.6.1. Puasa Ramadhan yang dilanjutkan dengan 6 hari Syawal seperti puasa setahun penuh
- 14.7. Puasa di bulan Dzulhijjah
- 14.7.1. Puasa di 10 awal Dzulhijjah sangat dianjurkan
- 14.7.2. Rasulullah tidak berpuasa pada 10 awal Dzulhijjah
- 14.7.3. Puasa pada 9 Dzulhijjah (Arafah) menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang (bagi yang tidak berhaji)
- 14.7.4. Larangan berpuasa di hari tasyriq
- 14.8. Puasa Arafah
- 14.8.1. Nabi SAW tidak berpuasa pada hari Arafah namun tidak melarang
- 14.8.2. Keutamaan puasa Arafah: menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang
- 14.8.3. Nabi SAW membatalkan puasanya di Arafah ketika haji agar umat tahu itu tidak diwajibkan
- 14.8.4. Rasulullah saw melaksanakan puasa pada tanggal sembilan dzul hijah, hari asyura, tiga hari pada tiap bulan dan hari senin dan kamis tiap awal bulan
- 14.8.5. Empat wasiat puasa asyura, arafah, tiga hari sebulan, dua raka'at sebelum shubuh
- 14.9. Puasa Muharram
- 14.9.1. Puasa terbaik setelah Ramadhan adalah di bulan Muharram
- 14.9.2. Nabi SAW menganjurkan memperbanyak puasa di bulan Muharram
- 14.9.3. Nabi SAW ingin berpuasa pada tanggal 9 Muharram
- 14.9.4. Puasa Tasu‘a (9 Muharram) sebagai Penyempurna Puasa ‘Asyura
- 14.10. Puasa Asyura
- 14.10.1. Nabi SAW menganjurkan berpuasa pada hari 'Asyura
- 14.10.2. Nabi menyarankan menyempurnakan puasa 'Asyura dengan berpuasa pada tanggal 9
- 14.10.3. Puasa 'Asyura tidak wajib, tapi sangat dianjurkan
- 14.10.4. Nabi SAW bergembira melihat umatnya berpuasa 'Asyura karena menyelisihi Yahudi
- 14.10.5. Puasa pada hari 'asyura`, aku memohon kepada allah agar puasa tersebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya
- 14.10.6. Puasa 'asyura tidak berpuasa harus menggantinya, yang sudah berpuasa dilanjut
- 14.10.7. Empat wasiat puasa asyura, arafah, tiga hari sebulan, dua raka'at sebelum shubuh
- 14.11. Awal dan akhir puasa ramadhan
- 14.11.1. Mulailah puasa ketika melihat hilal Ramadhan
- 14.11.2. Jangan mendahului Ramadhan dengan puasa kecuali yang biasa berpuasa sunnah
- 14.11.3. Jika tertutup awan, sempurnakan bulan Sya’ban menjadi 30 hari
- 14.11.4. Tidak boleh berpuasa pada hari syak (30 Sya‘ban) tanpa dalil kuat
- 14.12. Niat dan yang membatalkan puasa
- 14.12.1. Tidak ada puasa bagi yang tidak berniat sejak malam hari
- 14.12.2. Bila lupa makan saat puasa, lanjutkan, itu adalah karunia Allah
- 14.12.3. Jika tidak ada makanan Rasulullah berpuasa namun jika ada makanan beliau membatalkan puasanya
- 14.12.4. Orang yang muntah dengan sengaja batal puasanya, namun bila tidak sengaja maka tidak batal
- 14.12.5. Orang yang junub sebelum fajar tetap sah puasanya
- 14.12.6. Mengalami istihadhah berpuasa dan shalat, dan boleh suaminya menggaulinya
- 14.12.7. Istihadhah, suaminya tidak boleh menggaulinya, tak berpuasa dan menyentuh al qur`an
- 14.13. Berbuka puasa
- 14.13.1. Manusia tetap dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka
- 14.13.2. Nabi menyegerakan berbuka dan shalat
- 14.13.3. Berbuka saat matahari terbenam
- 14.13.4. Diundang makan ketika sedang puasa, cukup katakan “Saya sedang berpuasa”
- 14.13.5. Nabi berbuka dengan kurma segar, jika tidak ada maka dengan kurma kering, jika tidak ada maka dengan seteguk air
- 14.13.6. Doa berbuka: Dzahaba azh-zhama’ wabtallatil-‘urûq wa tsabatal-ajru insyaAllah
- 14.14. Puasa saat safar (Perjalanan)
- 14.14.1. Nabi terkadang berpuasa saat safar dan kadang berbuka
- 14.14.2. Nabi membolehkan puasa atau berbuka saat safar, tergantung kondisi
- 14.14.3. Tidak termasuk kebajikan berpuasa dalam safar jika memberatkan
- 14.14.4. Yang berbuka dalam safar tetap dapat pahala
- 14.14.5. Sahabat mendapati Nabi berbuka dalam perjalanan, maka mereka pun mengikuti beliau
- 14.14.6. Nabi pernah memerintahkan sahabat berbuka saat perang agar kuat menghadapi musuh
- 14.15. Qadha, Fidiah, & Nadzar dalam puasa
- 14.15.1. Batal karena sakit atau safar wajib mengqadha, yang tidak mampu puasa wajib fidyah yaitu memberi makan fakir miskin
- 14.15.2. Puasa yang ditinggalkan karena wafat bisa digantikan walinya
- 14.15.3. Nadzar puasa dan belum sempat ditunaikan maka digantikan oleh ahli waris
- 14.15.4. Wanita haid di masa Nabi diperintahkan qadha puasa, tidak qadha shalat
- 14.16. Ibadah diakhir ramadhan
- 14.16.1. Rasulullah beri’tikaf pada 10 malam terakhir Ramadhan
- 14.16.2. Nabi memperbanyak ibadah dan membangunkan keluarga di akhir Ramadhan
- 14.16.3. Rasulullah bersungguh menegakkan malam dengan ibadah di akhir Ramadhan daripada bulan yang lain
- 14.16.4. Sahabat mendapati Nabi lebih dermawan di bulan Ramadhan, terutama 10 hari terakhir
- 14.16.5. Nabi mengencangkan sarung (menjauhi istri) ketika memasuki 10 malam terakhir Ramadhan
- 14.17. Lailatul Qadr
- 14.17.1. Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil di 10 malam terakhir Ramadhan
- 14.17.2. Tanda Lailatul Qadar: matahari terbit tanpa cahaya menyengat
- 14.17.3. Bulan di malam Lailatul Qadar tampak seperti separuh pelupuk mata
- 14.17.4. Doa yang diajarkan kepada Aisyah RA: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘anni
- 14.17.5. Nabi bersabda: Siapa yang beribadah di malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu
- 14.18. Adab ketika berpuasa
- 14.18.1. Jika sedang berpuasa, jangan berkata kotor atau bersikap bodoh
- 14.18.2. Puasa itu benteng, menjaga dari maksiat
- 14.18.3. Jangan mencela orang yang berpuasa maupun yang tidak berpuasa
- 14.18.4. Rasulullah menyebut sahabat yang berpuasa terus-menerus sebagai orang bermaksiat
- 14.1. Keutamaan Puasa
- 15. Zakat dan Sedekah
- 15.1. Fitnah Harta
- 15.1.1. Fitnah umatku adalah harta
- 15.1.2. Harta diperlukan dalam kehidupan
- 15.1.3. Orang-orang yang menimbun hartanya akan diseterikakan kepadanya batu panas di neraka
- 15.1.4. Larangan menumpuk dan bergelimang harta serta larangan menyedekahkan semua harta
- 15.1.5. Dua wanita yang belum membayar zakat emasnya diperingatkan Nabi
- 15.1.6. Allah membenci perbuatan menyia-nyiakan harta
- 15.2. Perintah Zakat
- 15.2.1. Kewajiban atas harta zakat, infaq, sedekah dan membelanjakan harta di jalan Allah
- 15.2.2. Perintah Nabi untuk berzakat setelah shalat yang mengutus Mu’adz ke Yaman
- 15.2.3. Perintah memerangi manusia hingga mereka berzakat
- 15.2.4. Semua ketentuan zakat telah diatur oleh Rasulullah dan diberikan kepada Utsman
- 15.3. Zakat fitrah
- 15.3.1. Kewajiban Zakat Fitrah bagi orang merdeka, budak, orang dewasa, anak kecil, laki-laki dan perempuan muslim dan Jenis Makanan yang Dikeluarkan
- 15.3.2. Waktu zakat fitrah dua atau tiga hari sebelum Idul Fitri
- 15.3.3. Batas waktu menunaikan zakat fitrah adalah sebelum shalat Ied
- 15.3.4. Tatkala gandum sudah banyak, maka boleh zakat hanya dengan setengah sha’
- 15.3.5. Tidak makan pagi sebelum zakat fitrah beredar
- 15.4. Zakat mal
- 15.4.1. Syarat - syarat menunaikan zakat: memenuhi nishab
- 15.4.2. Tidak ada zakat bagi yang tidak memenuhi nisab
- 15.4.3. Zakat emas dari setiap empat puluh dinar sebanyak satu dinar emas
- 15.4.4. Nishab emas dan perak adalah lima uqiyah: Pada setiap lima uqiyah perak terdapat zakat lima dirham, jika ada lebih maka pada setiap empat puluh dirham adalah satu dirham
- 15.4.5. Zakat pertanian: Gandum dan kurma
- 15.4.6. Zakat peternakan: Unta, sapi dan kambing
- 15.4.7. Nishab binatang ternak adalah lima ekor
- 15.4.8. Zakat harta temuan (rikaz)
- 15.4.9. Ketentuan zakat unta dan kambing
- 15.4.10. Pada setiap empat puluh ekor kambing hingga mencapai seratus dua puluh terdapat zakat satu ekor kambing
- 15.4.11. Zakat bintu makhadh namun yang ada dimilikinya hanya bintu labun, maka diterima dengan pengembalian dua ekor kambing
- 15.4.12. Apabila zakatnya jadza'ah yang ada dia miliki hanya hiqqah, maka boleh hiqqah ditambah dua ekor kambing, namun apabila zakatnya hiqqah, tapi yang ada dimilikinya hanya jadza'ah, maka boleh jadza’ah dengan pengembalian dua ekor kambing
- 15.4.13. Janganlah menggabungkan atau memisahkan ternak untuk mengurangi besarnya zakat
- 15.4.14. Dua orang yang ternaknya berkumpul hendaklah bersekutu dalam menanggung beban zakat yang sama
- 15.5. Penerima Zakat
- 15.5.1. Keluarga Nabi Muhammad tidak menerima zakat
- 15.5.2. Tidak halal sedekah bagi orang kaya dan orang sehat yang kuat
- 15.5.3. Nabi SAW memerintahkan agar zakat harta diberikan kepada fakir miskin di negeri tempat harta itu dikumpulkan
- 15.5.4. Sedekah kepada kerabat lebih utama karena mengandung dua pahala: pahala sedekah dan pahala silaturahmi
- 15.6. Infaq & Shadaqah
- 15.6.1. Shadaqah menghindarkan murka Allah
- 15.6.2. Setiap ruas tulang pada manusia wajib atasnya shadaqah
- 15.6.3. Jauhilah sifat pelit, karena sesungguhnya yang membinasakan orang sebelum kalian adalah sifat pelit
- 15.6.4. Hindarilah oleh kalian api neraka, meskipun hanya dengan bersedekah setengah biji kurma
- 15.6.5. Jibril tidak mendapati seorang pun yang lebih banyak berinfak daripada Rasulullah
- 15.6.6. Bersedekah dengan yang lebih baik
- 15.6.7. Celakalah orang yang banyak harta, kecuali orang yang berinfak ke kanan, kiri, depan dan belakang
- 15.6.8. Barangsiapa menginfaqkan hartanya yang utama di jalan Allah, maka baginya pahala tujuh ratus kali lipat
- 15.6.9. Wahai bani Adam, berinfaklah niscaya Aku akan memberi nafkah kepadamu
- 15.6.10. Janganlah kamu tahan tanganmu dari berinfaq karena takut miskin, Allah akan menyempitkan rizqimu
- 15.6.11. Berinfaklah dan janganlah kamu menahan pemberian, nanti Allah akan menahan pemberian-Nya kepadamu
- 15.6.12. Janganlah kamu perhitungan dalam infaq karena nanti Allah akan berhitung kepadamu
- 15.6.13. Lihat dan contohlah bagaimana Allah selalu memberikan nafkah semenjak Dia menciptakan langit dan bumi
- 15.6.14. Harta yang kita infaqkan adalah harta milik kita
- 15.6.15. Larangan mencela sedekah baik sedikit ataupun banyak
- 15.6.16. Tingkatan rezeki dan shadaqah dulu dan sekarang
- 15.6.17. Bersedekah untuk orang yang telah meninggal
- 15.6.18. Bersedekah dengan yang halal, maka Allah akan memeliharanya sampai sebesar gunung
- 15.6.19. Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan bersedekah setengah atau sebutir kurma
- 15.6.20. Bershadaqah satu atau setengah dinar bagi suami yang menggauli istri saat haid
- 15.6.21. Shadaqah yang paling besar pahalanya adalah ketika sehat dan kikir
- 15.6.22. Yang dimaksud Nabi dengan panjang lengan adalah yang paling gemar bershadaqah
- 15.6.23. Shadaqah bermanfaat meskipun jatuh kepada pencuri, pezina, dan orang kaya
- 15.6.24. Shadaqah yang tidak tepat sasaran tetap dihargai niatnya
- 15.6.25. Ketergesaan nabi untuk menyalurkan shadaqah
- 15.6.26. Nabi menganjurkan sahabiyah untuk bersedekah pada hari Ied, mereka langsung memberikan gelang dan antingnya
- 15.6.27. Perumpamaan bakhil dan orang yang bershadaqah dalam hal baju besi
- 15.6.28. Shadaqah dapat mencegah fitnah
- 15.6.29. Cara shadaqah bagi yang tidak mampu
- 15.6.30. Senyum adalah sedekah
- 15.6.31. Mendamaikan orang yang bertikai termasuk sedekah
- 15.6.32. Memberi nafkah kepada keluarga termasuk sedekah
- 15.6.33. Setiap kebaikan adalah shadaqah
- 15.6.34. Shadaqah sampai kepada tujuannya meski dikirim dan tidak bertemu pemberi sedekah
- 15.6.35. Ada larangan wanita tidak boleh memberi infak tanpa izin suami
- 15.6.36. Shadaqah dapat menggantikan hijrah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan amalmu sedikitpun
- 15.6.37. Keutamaan menginfakkan sepasang harta di jalan Allah atau secara berpasangan
- 15.6.38. Shadaqah dari harta yang dicintai sehingga Abu Thalhah bersedekah sumur Bairuha’
- 15.6.39. Shadaqah dari harta yang dicintai sehingga Umar menyerahkan hasil dari tanah Khaibar untuk shadaqah
- 15.6.40. Shadaqah dari harta yang dicintai sehingga Utsman membeli sumur Ruumah untuk disedekahkan airnya
- 15.6.41. Larangan mengambil kembali shadaqah, meskipun membelinya, meskipun ditelantarkan
- 15.6.42. Shadaqah meskipun tidak disengaja tetap berpahala sedekah
- 15.6.43. Sedekah terbaik adalah dari orang yang berkecukupan dan mulailah dari orang yang berada dalam tanggungan
- 15.6.44. Tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada seorang yang membelanjakan hartanya untuk keluarganya
- 15.6.45. Keutamaan infak untuk keluarga, kendaraan/kuda, dan sahabat di jalan Allah
- 15.6.46. Bolehnya hasad pada orang kaya yang menginfakkan hartanya malam dan siang
- 15.6.47. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah
- 15.6.48. Suamimu dan anak-anakmu lebih berhak kamu berikan shadaqah dari pada mustahiq
- 15.6.49. Sedekah kepada kerabat memperoleh dua pahala, pahala kekerabatan dan pahala sedekah
- 15.6.50. Kebun yang dishadaqahkan kembali kepada pemilik semula setelah penerima wafat
- 15.6.51. Bolehnya bershadaqah atas nama orang tua yang telah meninggal
- 15.6.52. Larangan bershadaqah atas nama orang tua dari harta mereka tanpa perintah mereka
- 15.6.53. Sedekah memberi makan enam orang miskin dapat menggantikan denda larangan ihram
- 15.6.54. Ketentuan zakat untuk Khalid, Ibnu Jamii, dan 'Abbas
- 15.6.55. Ukuran maksimum bersedekah adalah sepertiga harta
- 15.6.56. Meninggalkan keturunanmu dalam keadaan berkecukupan itu lebih baik daripada dalam keadaan miskin
- 15.6.57. Infaqkan lah harta tanpa menjatuhkan diri kedalam kebinasaan
- 15.6.58. Fatimah menyedekahkan perak seberat rambut anak-anaknya
- 15.6.59. Bersedekah dapat menjauhkan para wanita dari neraka
- 15.6.60. Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi termasuk 7 golongan yang mendapat naungan Allah
- 15.6.61. Allah tidak menerima sedekah dari harta yang tidak halal
- 15.6.62. Berinfaq kepada anak-anak yatim berpahala sekalipun anak-anak mereka sendiri
- 15.6.63. Nabi membagikan keuntungan kepada para janda Bani Muthalib
- 15.6.64. Kemurahan Rasulullah kepada kerabat tatkala turun ayat
- 15.6.65. Keutamaan Shadaqah yang Ikhlas
- 15.6.66. Keutamaan shadaqah dari hasil yang baik
- 15.6.67. Setiap persendian ada sedekahnya, tasbih, tahmid, tahlil,takbir sedekah, tercukupi dua rakaat dhuha
- 15.6.68. Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari harta curian
- 15.6.69. Tidak mewakilkan bersucinya kepada seseorang dan juga tidak dengan sedekahnya
- 15.6.70. Bershadakalah kambing terbagus, yang menerimanya sekedar mencukupi
- 15.6.71. Kebajikan yang sempurna, menafkahkan harta yang kamu cintai
- 15.6.72. Memberi janda dan orang miskin, seperti mujahid atau qiyamullail, berpuasa
- 15.6.73. Orang muslim hartanya dia memberi orang miskin, anak yatim dan ibnu sabil
- 15.6.74. Jagalah kalian dari neraka sekalipun dengan (bershadaqah) sebutir kurma
- 15.7. Hadiah
- 15.7.1. Nabi tidak menerima sedekah namun beliau berkenan memakan hadiah
- 15.7.2. Daging sebagai shadaqah seseorang dan juga sebagai hadiah bagi orang lain
- 15.7.3. Rasulullah SAW menerima hadiah dan membalasnya
- 15.7.4. Jangan menolak hadiah walau sedikit, meski berupa kaki kambing
- 15.8. Qurban dan udiyah
- 15.8.1. Syariat berkurban
- 15.8.2. Syarat hewan kurban
- 15.8.3. Waktu menyembelih
- 15.8.4. Nabi pernah menyembelih dua domba yang dikebiri sebagai qurban untuk umatnya
- 15.8.5. Tidak sah berkurban dengan hewan yang cacat, pincang, sakit, atau kurus
- 15.8.6. Anjuran untuk mengecek hewan qurban terlebih dahulu, sebelum melakukan penyembelihan
- 15.8.7. Disunnahkan menyembelih kurban sendiri bagi yang mampu, sebagaimana Nabi menyembelih dengan tangannya
- 15.8.8. Nabi melarang menyimpan daging qurban lebih dari tiga hari pada awalnya, lalu membolehkannya
- 15.9. Memberi makan
- 15.9.1. Sedekah yang paling utama adalah memberi makan
- 15.9.2. Amal yang paling dicintai Allah adalah memberi makan dan mengucapkan salam
- 15.10. Jizyah
- 15.10.1. Rasulullah pernah mengambil jizyah orang Majusi Hajar
- 15.10.2. Nabi menerima jizyah dari penduduk Najran
- 15.10.3. Jizyah tidak di tetapkan bagi seorang muslim
- 15.11. Pemberian (hibah)
- 15.11.1. Adil dalam pemberian hibah kepada anak-anak, jangan berat sebelah
- 15.11.2. Hibah tidak boleh ditarik kembali kecuali oleh orang tua kepada anaknya
- 15.12. Waqaf (al-waqf)
- 15.12.1. Umar bin Khattab mewakafkan tanahnya di Khaibar, dan Nabi SAW membimbing tata cara pengelolaannya
- 15.12.2. Pahala wakaf terus mengalir meski orang yang berwakaf sudah meninggal
- 15.1. Fitnah Harta
- 16. Haji dan Umrah
- 16.1. Perintah dan keutamaan Haji
- 16.1.1. Perintah melaksanakan haji bagi yang mampu
- 16.1.2. Haji mabrur tiada balasan kecuali surga
- 16.1.3. Umroh ke umroh sebagai penghapus dosa antara keduanya
- 16.1.4. Haji menghapus dosa seperti bayi yang baru lahir
- 16.1.5. Perempuan boleh berhaji tanpa jihad, karena haji adalah jihad mereka
- 16.1.6. Haji hanya wajib sekali seumur hidup, jika lebih maka itu amalan sunnah
- 16.1.7. Terdapat keringanan, disunnahkan berniat Haji dengan Syarat bagi orang yang Sakit atau khawatir Terhalang
- 16.1.8. Amal terbaik beriman kepada allah Berjihad di jalan allah. Kemudian haji mabrur
- 16.1.9. Jangan ikut perang dulu berangkatlah haji (wajib) bersama isterimu
- 16.1.10. Tidak, namun sebaik-baik jihad bagi kalian (para wanita) adalah haji mabrur
- 16.2. Miqat Zamani & Makani
- 16.2.1. Ada empat bulan haram dalam 12 bulan
- 16.2.2. Penentuan miqat bagi penduduk berbagai wilayah
- 16.3. Masjidil Haram
- 16.3.1. Keutamaan kota Mekkah: Negeri ini telah Allah haramkan semenjak Dia menciptakan langit dan bumi
- 16.3.2. Keutamaan masjidil Haram
- 16.3.3. Larangan menumpahkan darah di tanah haram, memotong tumbuhan ataupun memburu hewan
- 16.4. Ka’bah
- 16.4.1. Ka’bah adalah kiblat bagi seluruh umat Islam
- 16.4.2. Nabi Ibrahim dan Ismail membangun Ka’bah dengan dasar tauhid
- 16.4.3. Tawaf di Ka’bah seperti shalat, hanya saja boleh berbicara
- 16.4.4. Pahala besar bagi orang yang thawaf dengan ikhlas
- 16.5. Hajar Aswad
- 16.5.1. Hajar Aswad berubah hitam karena dosa anak adam
- 16.5.2. Disunnahkan mencium Hajar Aswad atau mengisyaratkan padanya
- 16.5.3. Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi yang menyentuhnya dengan ikhlas
- 16.6. Rukun selain Hajar Aswad
- 16.6.1. Disunnahkan menyentuh Rukun Yamani dam tidak disunnahkan menyentuh rukun lainnya
- 16.6.2. Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad terdapat doa khusus
- 16.7. Pintu Ka’bah
- 16.7.1. Nabi masuk ke dalam Ka’bah dan shalat di dalamnya
- 16.7.2. Disunnahkan berdoa di Multazam (antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah)
- 16.8. Hateem / hijr ismail
- 16.8.1. Hijr Ismail bagian dari Ka’bah yang tidak jadi dibangun kembali oleh Quraisy
- 16.9. Maqam Ibrahim
- 16.9.1. Maqam Ibrahim termasuk tanda-tanda kekuasaan Allah
- 16.9.2. Dianjurkan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim setelah thawaf
- 16.9.3. Nabi membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas pada dua rakaat thawaf di belakang Maqam Ibrahim
- 16.10. Air Zam-zam
- 16.10.1. Air Zam-zam penuh berkah dan mengenyangkan
- 16.10.2. Air Zam-zam diminum sesuai niat seseorang yang meminumnya
- 16.10.3. Nabi meminum air Zam-zam sambil berdiri
- 16.10.4. Malaikat Jibril yang memancarkan air Zam-zam untuk Hajar dan Ismail
- 16.11. Bukit Shafa & Marwah
- 16.11.1. Shafa dan Marwah termasuk syiar Allah
- 16.11.2. Nabi memulai sa’i dari bukit Shafa dan mengakhiri di Marwah
- 16.11.3. Nabi berdoa dan bertakbir di atas Shafa dan Marwah
- 16.11.4. Disunnahkan membaca “Innash-Shafaa wal-Marwata min Sya’aairillah” ketika memulai sa’i
- 16.11.5. Sa’i dilakukan tujuh kali perjalanan antara Shafa dan Marwah
- 16.11.6. Tidak boleh meninggalkan sa’i bagi yang berhaji atau berumroh
- 16.12. Tawaf Qudum (Selamat Datang)
- 16.12.1. Berlari-lari kecil pada 3 putaran pertama
- 16.12.2. Mencium, menyentuh, atau memberi isyarat pada Hajar Aswad
- 16.12.3. Tawaf dilakukan dengan menampakkan pundak kanan (idltiba’)
- 16.12.4. Tidak boleh berbicara sia-sia saat thawaf
- 16.12.5. Rasulullah bertakbir setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad
- 16.12.6. Nabi memulai thawaf dari Hajar Aswad dan mengakhiri di situ pula
- 16.13. Sa’i
- 16.13.1. Sa’i dilakukan setelah thawaf, antara Shafa dan Marwah
- 16.13.2. Disunnahkan berlari-lari kecil di tempat antara dua tanda hijau
- 16.13.3. Nabi melakukan sa’i sambil berdzikir dan berdoa
- 16.13.4. Sa’i mencerminkan ketabahan hajar dalam mencari air bagi ismail
- 16.14. Haid pada saat Haji atau Umrah
- 16.14.1. Wanita haid atau nifas tetap berihram dan melakukan semua manasik kecuali thawaf, hingga kembali suci
- 16.14.2. Diperbolehkan nafar bagi wanita yang haid
- 16.14.3. Haid Tidak Menghalangi Wanita untuk Tetap Berihram dan Melanjutkan Manasik Haji
- 16.14.4. Nabi Memerintahkan Wanita Haid untuk Berumrah dari Tan‘im Setelah Selesai Haji
- 16.14.5. Menjadikan akhir dari perjalanan haji thawaf di ka’bah untuk para wanita haid
- 16.14.6. Wanita yang Baru Melahirkan Diperintahkan Mandi Janabah Sebelum Memulai Ihram
- 16.14.7. Wanita haid boleh nafar karena telah memberi keringanan buat mereka
- 16.14.8. Aisyah haidh beliau bersabda sisirlah dan berihramlah untuk hajji dan tinggalkan 'umrah
- 16.15. Ihram (tanggal 8 Dzulhijjah)
- 16.15.1. Shalatlah di Lembah al Aqiq yang penuh barakah
- 16.15.2. Bolehnya memakai minyak wangi sebelum berihram
- 16.15.3. Larangan memakai minyak wangi tatkala berihram
- 16.15.4. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminyaki rambut beliau tatkala berihram
- 16.15.5. Ihlal
- 16.15.6. Dilarang menutupi wajah bagi perempuan saat ihram dengan niqab
- 16.15.7. Larangan memotong rambut atau kuku selama ihram
- 16.15.8. Disunnahkan talbiyah dengan suara keras bagi laki-laki
- 16.15.9. Talbiyah diucapkan terus hingga tiba saat melempar jumrah
- 16.15.10. Larangan meminang, menikah atau menikahkan ketika sedang berihram
- 16.15.11. Hewan yang boleh dibunuh oleh orang yang sedang berihram
- 16.15.12. Rasulullah pernah berbekam ketika ketika beliau berihram
- 16.15.13. Boleh memakai celak ketika berihram
- 16.15.14. Rasulullah pernah membasuh kepalanya pada saat berihram
- 16.15.15. Orang yang Meninggal dalam keadaan Ihram tidak boleh ditutup Kepalanya dan tidak diberi Wewangian
- 16.16. Mabit di Mina I (Tanggal 8 Dzulhijjah)
- 16.16.1. Mabit di Mina
- 16.16.2. Menyembelih
- 16.17. Wuquf di Arafah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
- 16.17.1. Sunnahnya pergi di akhir siang ke Arafah, memendekkan khutbah dan mempercepat wuquf
- 16.17.2. Haji adalah Arafah, barangsiapa luput dari Arafah, hajinya batal
- 16.17.3. Nabi berwukuf di Namirah, lalu berkhutbah dan berdoa hingga terbenam matahari
- 16.17.4. Doa yang paling afdhal adalah doa pada hari Arafah
- 16.17.5. Wukuf dilakukan dengan berdzikir dan menghadap kiblat, bukan menghadap gunung
- 16.17.6. Pada Hari Arafah Malaikat menyaksikan hamba yang Berdoa dan Allah membebaskan banyak Hamba dari Neraka
- 16.17.7. Berangkat ke arafah ada yang mengucapkan talbiyah dan ada yang bertakbir
- 16.17.8. Ada yang mengucapkan talbiyah atau takbir dan Rasulullah tidak mengingkarinya
- 16.18. Bukit Jabal Rahmah
- 16.18.1. Beliau menghadap kiblat dan terus berdoa hingga matahari terbenam
- 16.18.2. Doa di Arafah termasuk doa yang paling mustajab
- 16.19. Bertolak ke Muzdalifah (Tanggal 9 Dzulhijjah)
- 16.19.1. Tata cara Nabi Bertolak dari Arafah ke Muzdalifah, bermalam, berdzikir, dan memberi keringanan bagi orang lemah
- 16.19.2. Wanita dan Orang Lemah diperbolehkan meninggalkan Muzdalifah lebih awal untuk menghindari keramaian
- 16.20. Masy’aril Haram
- 16.20.1. Masy’aril Haram termasuk tempat yang diberkahi dan dianjurkan untuk berdzikir setelah Arafah
- 16.20.2. Nabi berdzikir, bertakbir, dan berdoa di Masy’aril Haram sebelum fajar
- 16.21. Mabit di Mina II (Tanggal 10-13 Dzulhijjah)
- 16.21.1. Pengumuman di Mina pada hari Nahar bahwa orang Musyrik tidak boleh berhaji setelah tahun ini
- 16.21.2. Pembacaan surat at Taubah pada hari raya dan Nafar Awwal oleh Ali
- 16.21.3. Nabi bermalam di Mina pada hari-hari Tasyriq merupakan hari makan, minum dan dzikir kepada Allah
- 16.21.4. Diperbolehkan bermalam dua malam saja (Nafar Awwal) bagi yang ingin cepat kembali
- 16.21.5. Nabi berkhutbah di Mina setelah Idul Adha, menasihati umat agar berpegang pada Al-Qur’an dan sunnah
- 16.22. Melempar Jumroh (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.22.1. Melempar jumrah Aqabah saja pada tanggal 10 Dzulhijjah
- 16.22.2. Nabi melempar jumrah Aqabah dengan tujuh batu kecil, masing-masing sambil bertakbir dan beliau tidak berhenti berdoa setelah melempar jumrah
- 16.22.3. Nabi melempar dari tengah lembah dengan posisi Mina di sebelah kanan dan Makkah di sebelah kiri
- 16.22.4. Melempar Jumrah pada Hari Nahr: Keringanan bagi anak-anak dan yang lemah dan larangan melempar sebelum waktunya
- 16.22.5. Setelah melempar jumrah Aqabah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih hewan kurban
- 16.23. Menyembelih (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.23.1. Tidaklah haram membawa sembelihan (hadyu) pada saat awal haji
- 16.23.2. Nabi menyembelih 63 ekor unta dengan tangannya sendiri, lalu Ali melanjutkan sisanya
- 16.23.3. Disunnahkan menyembelih di Mina pada hari Nahar
- 16.23.4. Menyembelih hewan kurban sebelum hari raya (sebelum shalat) tidak dianggap sah, menjadi daging biasa bukan daging qurban
- 16.23.5. Daging sembelihan dibagikan kepada fakir miskin dan tidak dijual atau diberikan ke penjagal (penyembelih) sebagai upah
- 16.23.6. Disunnahkan menghadapkan hewan ke arah kiblat dan membaca basmalah
- 16.24. Tahallul Awwal dan Tsani (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.24.1. Bolehnya memakai minyak wangi sebelum tawaf ifadhah
- 16.24.2. Nabi mencukur rambutnya dan mendoakan tiga kali lipat kebaikan bagi yang mencukur
- 16.24.3. Boleh memakai pakaian biasa dan wewangian setelah tahallul
- 16.25. Thawaf Ifadhoh (Tanggal 10 Dzulhijjah)
- 16.25.1. Thawaf ifadhah dan melempar jumrah pada hari-hari tasyriq
- 16.25.2. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tidak berlari kecil dalam thawaf ifadhah
- 16.25.3. Jangan pergi pulang sebelum menjadikan akhir perjalanan haji deangan thawaf ke ka’bah baitullah
- 16.25.4. Thawaf ifadhah pada hari nahr dan shalat zhuhur di mina
- 16.25.5. Haid setelah thawaf ifadhah
- 16.25.6. Keringanan bagi wanita haid untuk nafar setelah melakukan thawaf ifadhad
- 16.26. Gua Hira
- 16.26.1. Gua Hira adalah tempat Nabi pertama kali menerima wahyu
- 16.26.2. Wahyu pertama “Iqra’ bismi rabbik” turun di Gua Hira
- 16.26.3. Nabi sering menyendiri di Gua Hira untuk beribadah sebelum kenabian dan Malaikat Jibril mendatangi beliau di Gua Hira dan memeluk hingga tiga kali
- 16.1. Perintah dan keutamaan Haji
- 17. Madinah dan tempat bersejarahnya
- 17.1. Masjid Nabawi
- 17.1.1. Shalat di Masjid Nabawi lebih utama dibandingkan seribu shalat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram
- 17.1.2. Antara rumah dan mimbar Nabi SAW terdapat taman dari taman-taman surga (Raudhah)
- 17.1.3. Nabi SAW bersabda: Tidak boleh melakukan perjalanan (dengan tujuan ibadah khusus) kecuali ke tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha
- 17.2. Masjid Quba
- 17.2.1. Nabi SAW biasa mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, terkadang berjalan kaki dan terkadang berkendara, lalu beliau shalat di sana
- 17.2.2. Shalat di Masjid Quba pahalanya seperti pahala satu kali umrah
- 17.3. Bukit Uhud
- 17.3.1. Uhud adalah gunung yang mencintai kami dan kamipun mencintainya
- 17.3.2. Nabi SAW berdoa untuk para syuhada Uhud dan mendoakan kebaikan bagi mereka seperti doa untuk orang-orang yang hidup maupun mati
- 17.1. Masjid Nabawi
- 18. Akhlak Mulia
- 18.1. Berperilaku baik dan menjauhi perilaku buruk
- 18.1.1. Seorang mukmin itu lebih mulia bagi Allah daripada sebagian dari malaikat
- 18.1.2. Memuliakan tetangga
- 18.1.3. Jangan mengganggu tetangga
- 18.1.4. Memuliakan tamu
- 18.1.5. Jangan membuat orang Arab marah, karena sama dengan membuat Nabi marah
- 18.1.6. Larangan memukul atau menampar wajah, meskipun sedang berkelahi
- 18.1.7. Jauhilah hasad (dengki), karena hasad dapat memakan kebaikan seperti api memakan kayu bakar
- 18.1.8. Janganlah kalian saling marah, saling hasad, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara
- 18.1.9. Janganlah mendiamkan sesama saudara muslim melebihi tiga hari
- 18.1.10. Larangan berprasangka buruk
- 18.1.11. Janganlah kamu mengimami seseorang di tempat yang menjadi wewenangnya dan janganlah duduk di atas tempat kemuliaannya kecuali seizinnya
- 18.2. Wara’ berhati-hati
- 18.2.1. Tidak memakan kurma yang jatuh
- 18.2.2. Mengeluarkan makanan yang syubhat dari mulut anak kecil untuk mendidiknya
- 18.2.3. Allah membenci perbuatan menyampaikan setiap hal yang didengar
- 18.2.4. Menjauhi perdebatan
- 18.2.5. Barangsiapa yang menjauhi diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya
- 18.2.6. Ambillah apa yang kalian ketahui benar dan jauhi apa yang kalian ingkari
- 18.2.7. Jauhilah olehmu angan-angan yang menyesatkan
- 18.2.8. Bolehnya mengambil perkataan orang Quraisy (Jahiliyyah), dan namun tinggalkanlah perbuatan mereka
- 18.2.9. Apabila kamu mendengar di suatu majelis membicarakan sesuatu yang kamu benci, maka tinggalkanlah majelis itu
- 18.2.10. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, menuju sesuatu yang tidak meragukanmu
- 18.2.11. Peringatan Rasulullah tentang orang-orang Zindik dan Qadariyah
- 18.2.12. Jangan menyampaikan salam kaum muslimin kepada ahli bid’ah
- 18.3. Berkorban untuk sesama Muslim
- 18.3.1. Perumpamaan kaum muslimin dalam saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi seperti satu tubuh: bila satu anggota sakit maka seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur
- 18.3.2. Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan, lalu Nabi SAW merapatkan jari-jemarinya
- 18.4. Rukun dan bersatu
- 18.4.1. Kesatuan orang yang beriman sebagai bangunan yang menguatkan
- 18.4.2. Tidak boleh menghajr (mendiamkan) sesama muslim lebih dari tiga hari
- 18.4.3. Orang beriman adalah cermin bagi saudaranya; bila ia melihat keburukan padanya maka ia memperbaikinya
- 18.5. Bersyukur
- 18.5.1. Malaikat menguji tiga orang yang sakit dari bani Isra'il
- 18.5.2. Barang siapa tidak bersyukur kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah
- 18.5.3. Allah ridha kepada seorang hamba yang apabila makan ia bersyukur, dan apabila minum ia bersyukur
- 18.6. Silaturrahmi
- 18.6.1. Apabila mengunjungi saudaranya, maka tujuh puluh ribu malaikat akan bershalawat kepadanya
- 18.6.2. Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturrahmi
- 18.6.3. Silaturahmi bukan membalas kunjungan, tapi menyambung hubungan ketika diputus
- 18.6.4. Jika ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahmi
- 18.6.5. Sedekah kepada kerabat bernilai dua: sedekah dan silaturahmi
- 18.7. Jujur & Amanah
- 18.7.1. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpinnya
- 18.7.2. Abdurrahman bin 'Auf menepati janjinya melindungi keluarga Umayyah bin Khalaf sampai kakinya tersabet pedang
- 18.7.3. Nabi menetapkan sumpah wajib bagi siapa yang tertuduh
- 18.7.4. Hendaklah kalian jujur, sebab jujur menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring kepada surga
- 18.7.5. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu, sesungguhnya kejujuran itu membawa pada ketenangan dan kebohongan itu membawa pada keraguan
- 18.8. Dakwah
- 18.8.1. Berdakwah kepada kerabat, meskipun Nabi tidak bisa menolong kerabatnya
- 18.8.2. Wahai sekalian manusian, ucapkanlah, LAA ILAAHA ILLALLAH, niscaya kalian akan selamat
- 18.8.3. Rasulullah menulis surat kepada Qaishar: Masuklah kedalam Islam maka kamu akan selamat. Bila kamu enggan masuk Islam maka kamu menanggung dosa bangsa Al Arisiyyiin (Eropa)
- 18.8.4. Utusan yang membawa surat Rasulullah diusir dari majelis
- 18.9. Prasangka Baik kepada Muslim
- 18.9.1. Nabi mengampuni Hathib meskipun berkhianat membocorkan rencana Nabi kepada musyrikin karena menghargai peserta perang Badar
- 18.9.2. Jauhilah oleh kalian perasangka, karena itu ucapan yang paling dusta, janganlah memata matai, saling tipu dan saling benci
- 18.10. Amar ma’ruf nahi mungkar
- 18.10.1. Apabila mereka tidak meninggalkan khamr, maka perangilah mereka
- 18.10.2. Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman
- 18.10.3. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hendaklah kalian benar-benar menyuruh kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran, atau Allah hampir saja menurunkan azab kepada kalian, lalu kalian berdoa kepada-Nya namun tidak dikabulkan
- 18.10.4. Manusia paling baik adalah yang menerapkan amar ma’ruf nahi mungkar
- 18.10.5. Bani Israil binasa karena tidak mencegah kemungkaran, maka perintahkan kebaikan dan cegah kemungkaran
- 18.11. Berbakti kepada orang tua
- 18.11.1. Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu
- 18.11.2. Celaka orang yang mendapati orang tuanya di masa tua, namun tidak masuk surga karena tidak berbakti
- 18.11.3. Termasuk dosa besar mencaci orang tua, baik secara langsung maupun tidak langsung
- 18.12. Rendah Hati
- 18.12.1. Barangsiapa merendahkan diri karena Allah, Allah akan mengangkat derajatnya
- 18.12.2. Tidak masuk surga orang yang dalam hatinya ada kesombongan seberat biji sawi
- 18.12.3. Allah mewahyukan agar kalian saling merendahkan diri, tidak saling membanggakan dan menzhalimi
- 18.13. Tidak mengganggu orang
- 18.13.1. Jauhilah oleh kalian duduk-duduk di pinggir jalan dan laksanakanlah hak jalan
- 18.13.2. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyakiti tetangganya
- 18.14. Zuhud
- 18.14.1. Tidak pernah memakan roti empuk dan kambing bakar sama sekali
- 18.14.2. Ulama jaman dahulu menjauhi ahli dunia
- 18.14.3. Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa
- 18.14.4. Barangsiapa Menjadikan Akhirat sebagai Tujuannya, Dunia Akan Mengikutinya
- 18.14.5. Zuhud terhadap dunia bukanlah mengharamkan yang halal dan menyia-nyiakan harta, tetapi zuhud adalah engkau lebih percaya pada apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tanganmu
- 18.15. Hijrah dan Uzlah
- 18.15.1. Hijrah yang paling utama yaitu engkau jauhi apa yang telah dibenci oleh Rabbmu
- 18.15.2. Beruntunglah orang-orang yang asing yang menjauhi kesesatan
- 18.15.3. Urusi lah perkaramu sendiri dan jauhilah urusan orang banyak
- 18.15.4. Jauhilah orang-orang yang bodoh atau awam
- 18.15.5. Menjauhi penguasa dan wanita
- 18.15.6. Mukmin terbaik (utama) adalah yang menyendiri di sebuah lembah agar manusia terhindar dari keburukannya
- 18.15.7. Janganlah duduk bersama orang-orang yang lalai atau tidak berdzikir pada Allah
- 18.15.8. Janganlah duduk bersama ahli nujum
- 18.15.9. Janganlah duduk di meja yang disediakan arak atau khamr
- 18.15.10. Pentingnya mengingatkan kaum muslimin agar jangan duduk bersama orang yang buruk
- 18.15.11. Janganlah kalian duduk bersama orang-orang yang menolak takdir
- 18.15.12. Janganlah kalian duduk-duduk bersama orang-orang yang mengumbar atau mengikuti hawa nafsunya
- 18.15.13. Janganlah kalian duduk-duduk bersama orang yang menyulut permusuhan
- 18.15.14. Allah melarang Nabi dan kaum muslimin menshalati orang munafik
- 18.15.15. Apabila Qadariyah sakit maka jangan kalian jenguk mereka, dan jika mati maka jangan kalian iringi jenazahnya
- 18.16. Tidak Ghibah dan Namimah
- 18.16.1. Rasulullah menjelaskan apa itu ghibah
- 18.16.2. Disiksa di neraka karena suka mengadu domba
- 18.16.3. Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba
- 18.17. Tidak Iri dan Dendam
- 18.17.1. Larangan untuk saling hasad
- 18.17.2. Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar
- 18.17.3. Tidak boleh seorang mukmin membenci mukmin yang lain. Jika ia membenci satu sifatnya, maka ia akan ridha dengan sifat yang lain
- 18.17.4. Tiga hal yang tidak akan membuat hati seorang Muslim dengki
- 18.18. Kasih sayang terhadap Binatang
- 18.18.1. Seorang wanita diazab karena seekor kucing. Ia menahannya sampai mati, tidak memberinya makan dan tidak membiarkannya makan serangga tanah
- 18.18.2. Ketika seorang laki-laki ia mendapati seekor anjing yang menjilat tanah karena sangat kehausan. lalu memberi minum anjing itu. Maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya
- 18.18.3. Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan pada segala sesuatu. Maka apabila kalian membunuh, bunuhlah dengan cara yang baik, dan apabila kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik
- 18.18.4. Membunuh burung pipit dengan sia-sia, maka burung itu akan mengadu kepada Allah pada hari kiamat
- 18.18.5. Barang siapa menyayangi, maka ia akan disayangi oleh Ar-Rahman. Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian
- 18.19. Perintah membunuh hewan yang berbahaya
- 18.19.1. Perintah membunuh ular
- 18.19.2. Lima hewan yang boleh dibunuh walaupun di dalam atau di luar tanah haram
- 18.19.3. Jika kalian melihat dua ular yang pendek buntutnya dan dua garis putih di punggungnya, maka bunuhlah keduanya
- 18.1. Berperilaku baik dan menjauhi perilaku buruk
- 19. Adab Sehari-hari
- 19.1. Menjaga rambut dalam keadaan rapi
- 19.1.1. Nabi sangat memperhatikan kerapian rambutnya dan menyisirnya dengan rapi
- 19.1.2. Barangsiapa memiliki rambut, hendaklah ia memuliakannya (merawatnya)
- 19.2. Membersihkan pakaian
- 19.2.1. Rasulullah sangat menyukai pakaian yang bersih dan rapi
- 19.2.2. Nabi memerintahkan untuk mencuci pakaian dan membersihkannya dari najis sebelum shalat
- 19.3. Memakai minyak wangi
- 19.3.1. Meminyaki pakaian dengan Za'faran paling dicintai Rasulullah
- 19.3.2. Nabi menyukai minyak wangi dan tidak menolaknya jika diberikan
- 19.3.3. Minyak wangi adalah pemberian yang ringan bebannya namun besar nilainya
- 19.3.4. Rasulullah biasa mengenakan minyak wangi saat hendak shalat dan saat bertemu para sahabat
- 19.4. Bersiwak
- 19.4.1. Nabi bersabda: Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak shalat
- 19.4.2. Beliau tidak pernah meninggalkan siwak saat bangun tidur
- 19.4.3. Rasulullah masuk rumah dengan bersiwak
- 19.4.4. Rasulullah jika bersiwak hingga mengenai langit-langit mulut
- 19.5. Meminyaki dan mewarnai rambut
- 19.5.1. Makanlah Az Zaitun dan minyakilah (rambut kalian) dengannya
- 19.5.2. Warnailah rambut, namun jauhi warna hitam
- 19.5.3. Rasulullah mendorong umat Islam untuk berbeda dengan ahli kitab dengan cara mewarnai rambut beruban
- 19.5.4. Anjuran merubah warna uban, tetapi jauhilah warna hitam
- 19.5.5. Pewarna uban yang paling baik, yang dianjurkan rasulullah
- 19.6. Mimpi
- 19.6.1. Setelah kenabian adalah mimpi yang benar
- 19.6.2. Mimpi yang baik berasal dari Allah, sedangkan mimpi buruk dari setan dan Jangan menceritakan mimpi buruk kepada siapa pun
- 19.6.3. Barang siapa bermimpi buruk, hendaklah meludah ringan ke kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah
- 19.6.4. Mimpi orang shalih satu bagian enam atau empat puluh dan sampai tujuh puluh kenabian
- 19.6.5. Kenabian tidak ada lagi selain berita gembira, yaitu mimpi yang baik
- 19.6.6. Rasulullah pernah bertanya adakah di antara kalian yang bermimpi indah semalam
- 19.6.7. Melihat nabi dalam mimpi adalah kebenaran, karena setan tidak bisa menyerupainya
- 19.6.8. Kebohongan paling bohong menyatakan melihat (bermimpi) padahal tidak
- 19.6.9. Mimpi seorang Mukmin di Akhir Zaman dan Adab Menghadapinya
- 19.7. Bertamu
- 19.7.1. Janganlah berdiri di depan pintu apabila bertamu, dan jagalah pandangan
- 19.7.2. Rasulullah jika datang ke rumah seseorang, beliau memberi salam tiga kali, lalu pergi bila tidak dijawab
- 19.1. Menjaga rambut dalam keadaan rapi
- 20. Pakaian
- 20.1. Isbal
- 20.1.1. Terlarangnya isbal bagi laki-laki
- 20.1.2. Bolehnya isbal satu jengkal sampai satu hasta bagi Wanita
- 20.1.3. Ancaman bagi orang yang menyeret pakaiannya karena sombong
- 20.1.4. Penjelasan batas bawah pakaian laki-laki dalam shalat
- 20.2. Sutera
- 20.2.1. Pakaian sutera dan emas diharamkan bagi umatku yang laki-laki dan dihalalkan bagi yang perempuan
- 20.2.2. Larangan memakai sutra dan emas
- 20.2.3. Larangan memakai sutra bagi laki-laki dan balasan bagi yang mengenakan di dunia
- 20.2.4. Diperbolehkan memakai sutra dalam keadaan darurat atau penyakit
- 20.2.5. Rasulullah menolak pemakaian sutra dan menjelaskan bahwa pemberiannya bukan untuk dipakai, agar supaya dijual atau dimanfaatkan
- 20.3. Emas
- 20.3.1. Larangan memakai emas bagi laki-laki
- 20.3.2. Larangan memakai emas untuk selain suaminya
- 20.3.3. Diperbolehkan memakai emas hanya bagi perempuan saja
- 20.3.4. Penjelasan tentang cincin Rasulullah yang bukan dari emas
- 20.3.5. Larangan minum dan makan dari bejana emas dan perak
- 20.4. Jenis dan Warna Pakaian
- 20.4.1. Anjuran memakai pakaian berwarna putih
- 20.4.2. Larangan memakai pakaian yang menyerupai orang kafir
- 20.5. Adab Berpakaian
- 20.5.1. Doa ketika mengenakan pakaian baru
- 20.5.2. Adab mengenakan pakaian dimulai dari sisi kanan
- 20.5.3. Larangan berlebih-lebihan dalam berpakaian
- 20.5.4. Larangan memakai baju dengan kesombongan
- 20.5.5. Pujian Allah terhadap hamba yang berpakaian sederhana karena tawadhu’
- 20.5.6. Larangan mengenakan pakaian ash shoma dan berihtiba dengan menggunakan satu kain
- 20.6. Larangan Menyerupai Lawan Jenis
- 20.6.1. Laknat bagi laki-laki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai laki-laki dalam berpakaian
- 20.6.2. Penjelasan batas aurat laki-laki
- 20.7. Sandal dan Alas Kaki
- 20.7.1. Adab memakai dan melepas sandal
- 20.7.2. Larangan berjalan dengan satu sandal
- 20.7.3. Anjuran memperhatikan kebersihan alas kaki ketika shalat
- 20.7.4. Jika duduk, sunnah untuk melepas dan meletakkan sandal di sebelahnya
- 20.7.5. Rasulullah terkadang shalat memakai sandal
- 20.1. Isbal
- 21. Makanan
- 21.1. Halal, haramnya Makanan
- 21.1.1. Memakan ikan paus yang terdampar di laut
- 21.1.2. Air laut itu suci dan dihalalkan bangkai nya
- 21.1.3. Boleh memakan yang terdampar atau tersingkap oleh laut, dan larangan memakan yang mati mengapung
- 21.1.4. Larangan menggunakan lemak bangkai untuk penerangan atau dagangan
- 21.1.5. Larangan memakan hewan yang mati tanpa disembelih
- 21.1.6. Hukum hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah
- 21.1.7. Hukum tentang memakan hasil buruan anjing terlatih dan panah yang dilepaskan dengan menyebut nama Allah
- 21.1.8. Penjelasan pengecualian: belalang dan ikan termasuk halal meski tanpa disembelih
- 21.1.9. Hukum memakan hewan buruan yang ditemukan keesokan harinya
- 21.1.10. Larangan memakan hewan buas bertaring dan burung bercakar
- 21.1.11. Larangan Memakan Daging Hewan Jalalah (pemakan kotoran) dan hewan yang dijadikan sasaran panah
- 21.1.12. Hukum memakan hewan buruan yang terkena anak panah tanpa mata (tumpul)
- 21.2. Makanan sunnah
- 21.2.1. Keutamaan labu untuk memperbanyak makanan
- 21.2.2. Rasulullah menyukai labu dan memakannya bersama kuah
- 21.2.3. Anjuran makan kurma, terutama saat berbuka puasa
- 21.2.4. Keutamaan madu sebagai obat dan makanan yang diberkahi
- 21.2.5. Keutamaan susu sebagai makanan alami yang suci
- 21.2.6. Anjuran makan tujuh butir kurma ajwah setiap pagi
- 21.2.7. Keutamaan Al-Kam’ah dan Kurma Ajwah yang berkhasiat dan berkah
- 21.2.8. Rasulullah makan dengan tiga jari dan menjilatinya setelah makan
- 21.3. Hal Hal baik dari makanan
- 21.3.1. Rasulullah tidak pernah mencela makanan, jika suka beliau makan, jika tidak, beliau tinggalkan
- 21.3.2. Sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum, sepertiga untuk napas
- 21.3.3. Anjuran berwudhu sebelum dan sesudah makan
- 21.3.4. Keutamaan makanan halal yang membawa keberkahan
- 21.3.5. Sebaik baik lauk adalah cuka
- 21.4. Adab Makan
- 21.4.1. Adab makan: menyebut nama Allah, makan dengan tangan kanan dan makan dari yang terdekat
- 21.4.2. Larangan makan atau minum dengan tangan kiri
- 21.4.3. Larangan berlebihan dalam makan dan minum
- 21.4.4. Adab duduk saat makan dan minum
- 21.4.5. Jangan makan sambil bersandar
- 21.4.6. Rasulullah makan kurma dengan duduk diatas pantatnya dan menekuk kedua lututnya
- 21.4.7. Rasulullah pernah makan kurma dengan cepat, karena sedang lapar
- 21.4.8. Rasulullah melarang memakan kurma dua dua sekaligus, kecuali seizin temannya
- 21.5. Keberkahan dan Doa atas Makanan
- 21.5.1. Doa memohon keberkahan dalam makanan
- 21.5.2. Doa bagi orang yang memberikan jamuan makan
- 21.5.3. Keberkahan makanan yang dimakan bersama-sama
- 21.5.4. Penjelasan bahwa keberkahan terletak pada bagian bawah bejana makanan
- 21.6. Makanan Rasulullah
- 21.6.1. Rasulullah tidak pernah kenyang dengan roti gandum tiga hari berturut-turut
- 21.6.2. Rasulullah menyukai makanan yang manis
- 21.6.3. Rasulullah makan mentimun dengan kurma basah
- 21.6.4. Gaya hidup sederhana Nabi meski diberi pilihan makanan mewah
- 21.1. Halal, haramnya Makanan
- 22. Minuman
- 22.1. Haramnya khamr
- 22.1.1. Pengharaman khamer dan jenis bahan yang menjadikannya memabukkan
- 22.1.2. Jauhilah segala macam minuman yang telah berfermentasi
- 22.1.3. Jauhilah apa yang memabukkan
- 22.1.4. Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram
- 22.1.5. Larangan keras terhadap peminum khamr, penjual, pembawa, dan yang menyuguhkannya
- 22.1.6. Khamr adalah induk dari segala kejahatan
- 22.1.7. Allah melaknat sepuluh golongan yang berhubungan dengan khamr (pembuat, peminum, penjual, pembeli, pembawa, dst.)
- 22.1.8. Ancaman keras bagi peminum khamr yang tidak bertaubat, tidak akan diberi minum dari telaga Nabi di akhirat
- 22.1.9. Diharamkan segala bentuk minuman yang memabukkan, baik sedikit maupun banyak
- 22.1.10. Larangan menamai khamr dengan nama lain untuk menghalalkannya
- 22.2. Adab Minum
- 22.2.1. Larangan minum sambil berdiri kecuali dalam keadaan tertentu
- 22.2.2. Larangan meniup pada makanan atau minuman panas
- 22.2.3. Larangan minum langsung dari mulut kendi atau wadah
- 22.2.4. Anjuran minum dengan tiga kali tegukan
- 22.2.5. Rasulullah biasa bernafas tiga kali saat minum
- 22.2.6. Larangan minum dengan tangan kiri, karena setan makan dan minum dengan tangan kiri
- 22.3. Jenis Minuman Halal dan Sunnah
- 22.3.1. Keutamaan air zamzam, diminum sesuai niat dan doa
- 22.3.2. Anjuran minum susu karena membawa berkah dan kekuatan
- 22.3.3. Rasulullah kadang minum nabidz (perasan kurma) yang belum memabukkan
- 22.3.4. Minuman yang paling baik dan disukai Rasulullah adalah minuman manis dan dingin
- 22.4. Larangan Terkait Minuman
- 22.4.1. Larangan mencampur bahan yang bisa menimbulkan khamr (kurma dan anggur bersamaan)
- 22.4.2. Larangan minum dari bejana emas dan perak
- 22.1. Haramnya khamr
- 23. Rumah Tangga
- 23.1. Hak istri
- 23.1.1. Hak istri terhadap suami
- 23.1.2. Wasiat Rasulullah agar berbuat baik kepada para istri
- 23.1.3. Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya
- 23.1.4. Hak istri untuk diberi nafkah dan pakaian dengan cara yang ma’ruf
- 23.1.5. Hak istri untuk mendapatkan waktu giliran yang adil bagi suami yang berpoligami
- 23.1.6. Larangan memukul istri kecuali dengan pukulan yang tidak menyakiti dan hanya sebagai teguran
- 23.1.7. Perintah menunaikan hak istri meski dalam kesempitan rezeki
- 23.1.8. Suami yang menanggung nafkah istri dengan ikhlas akan mendapatkan pahala sedekah
- 23.2. Hak Suami
- 23.2.1. Tidaklah seorang wanita menjauhi ranjang suaminya kecuali para malaikat Allah 'azza wajalla melaknatnya
- 23.2.2. Istri wajib menaati suaminya selama tidak dalam maksiat kepada Allah
- 23.2.3. Apabila seorang wanita menjaga shalatnya, puasanya, dan ketaatannya kepada suami, maka ia akan masuk surga dari pintu mana pun yang ia kehendaki
- 23.2.4. Tidak boleh seorang istri berpuasa sunnah tanpa izin suaminya
- 23.2.5. Istri tidak boleh mengizinkan seseorang masuk rumah suaminya tanpa izin
- 23.2.6. Ketaatan istri kepada suami termasuk sebab turunnya rahmat Allah
- 23.2.7. Hak suami atas istri lebih besar daripada hak orang tua atas anak perempuan
- 23.2.8. Istri yang menjaga kehormatan dan harta suaminya termasuk wanita terbaik
- 23.3. Perceraian (thalaq) dan iddah
- 23.3.1. Perceraian adalah perkara halal yang paling dibenci Allah
- 23.3.2. Larangan menjatuhkan thalaq dalam keadaan haid
- 23.3.3. Iddah perempuan yang ditalak adalah tiga kali suci
- 23.3.4. Iddah perempuan yang ditinggal mati suami adalah empat bulan sepuluh hari
- 23.3.5. Larangan menjatuhkan thalaq tiga sekaligus dalam satu waktu
- 23.3.6. Hak rujuk bagi suami selama dalam masa iddah
- 23.3.7. Istri yang hamil, iddahnya sampai melahirkan
- 23.3.8. Anjuran memberi nafkah dan tempat tinggal kepada istri yang ditalak selama masa iddah
- 23.4. Cerai tebus (khulu’)
- 23.4.1. Diperbolehkan bagi istri meminta khulu’ jika tidak mampu lagi hidup dengan suami
- 23.4.2. Seorang wanita boleh menebus dirinya dari suami dengan mengembalikan mahar
- 23.4.3. Nabi memerintahkan untuk menerima khulu’ jika tidak ada kesesuaian antara suami dan istri
- 23.4.4. Tidak boleh suami mengambil lebih dari mahar yang telah diberikannya
- 23.4.5. Khulu’ dihitung sebagai satu kali thalaq bain (tidak bisa rujuk tanpa akad baru)
- 23.5. Nafkah
- 23.5.1. Kewajiban suami memberi nafkah kepada istri dan anak-anaknya
- 23.5.2. Nafkah yang dikeluarkan untuk keluarga bernilai sedekah
- 23.5.3. Istri boleh mengambil bagian dari harta suami untuk kebutuhan rumah tangga tanpa izin jika suami pelit, secukupnya saja
- 23.5.4. Larangan menelantarkan keluarga tanpa nafkah
- 23.5.5. Orang yang bekerja mencari nafkah untuk keluarganya berada di jalan Allah
- 23.5.6. Nafkah terbaik adalah yang diberikan kepada keluarganya sendiri
- 23.6. Sumpah zihiar
- 23.6.1. Zihar adalah menyamakan istri dengan ibu kandung, perbuatan jahiliyah yang diharamkan
- 23.6.2. Kafarat bagi orang yang melakukan zihar: memerdekakan budak, atau puasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin
- 23.6.3. Penjelasan bahwa zihar tidak menyebabkan perceraian, namun berdosa hingga membayar kafarat
- 23.6.4. Allah menurunkan ayat khusus tentang zihar (QS. al-Mujadilah) karena peristiwa Khaulah binti Tsa’labah
- 23.7. Sumpah menjauhi istri
- 23.7.1. Suami yang bersumpah tidak akan mendekati istrinya diberi tenggang waktu empat bulan
- 23.7.2. Jika setelah itu tidak rujuk, maka wajib memilih antara kembali atau menceraikan
- 23.7.3. Allah memberi kelonggaran bagi yang mencabut sumpahnya dengan membayar kafarat
- 23.7.4. Ila’ tidak boleh dijadikan alat menyakiti atau menelantarkan istri
- 23.7.5. Contoh kebijakan Rasulullah dalam menangani kasus sumpah terhadap istri
- 23.8. Anak
- 23.8.1. Anak adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban
- 23.8.2. Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah
- 23.8.3. Orang tua wajib mendidik dan menanamkan tauhid sejak dini
- 23.8.4. Kewajiban menafkahi anak hingga mandiri
- 23.8.5. Larangan membeda-bedakan kasih sayang antara anak
- 23.8.6. Anak saleh yang mendoakan orang tuanya termasuk amal jariyah
- 23.9. Penamaan Anak
- 23.9.1. Anjuran memberi nama yang baik dan bermakna indah
- 23.9.2. Nama yang paling dicintai Allah adalah Abdullah dan Abdurrahman
- 23.9.3. Larangan memberi nama yang bermakna buruk atau mengandung kesyirikan
- 23.9.4. Rasulullah mengganti nama-nama buruk menjadi nama yang baik
- 23.9.5. Penamaan anak sebaiknya dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran
- 23.10. Sunat
- 23.10.1. Khitan adalah fitrah bagi laki-laki dan perempuan
- 23.10.2. Lima perkara fitrah: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memendekkan kumis
- 23.10.3. Rasulullah memerintahkan khitan bagi umatnya sebagai tanda kebersihan
- 23.10.4. Khitan dilakukan sejak masa kecil sebagai bentuk penjagaan diri
- 23.10.5. Orang yang masuk Islam disunnahkan untuk berkhitan
- 23.11. Pendidikan anak
- 23.11.1. Perintah mendidik anak dengan adab dan ilmu agama
- 23.11.2. Orang tua adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas keluarganya
- 23.11.3. Ajarkan anak shalat pada usia tujuh tahun dan pukullah dengan lembut jika meninggalkan pada usia sepuluh tahun
- 23.11.4. Didik anak dengan kasih sayang, bukan kekerasan
- 23.11.5. Contoh Rasulullah yang mencium dan menyayangi anak-anak
- 23.11.6. Anak yang berbakti akan menjadi penyebab pahala bagi orang tuanya setelah meninggal
- 23.12. Pengasuhan anak dan anak terlantar
- 23.12.1. Barang siapa memelihara anak yatim, maka ia bersama Nabi di surga
- 23.12.2. Larangan menelantarkan anak dan tanggungan keluarga
- 23.12.3. Anjuran memberi kasih sayang kepada anak yatim dan lemah
- 23.12.4. Keutamaan menanggung biaya anak yatim
- 23.12.5. Pahala besar bagi orang yang mengasuh anak terlantar dengan niat karena Allah
- 23.13. Pembangkangan
- 23.13.1. Larangan nusyuz (pembangkangan) terhadap suami
- 23.13.2. Tata cara menasihati istri yang nusyuz: nasihat, pisah ranjang, lalu teguran ringan
- 23.13.3. Istri yang taat setelah dinasehati wajib diperlakukan dengan baik
- 23.13.4. Suami yang zalim terhadap istrinya termasuk dosa besar
- 23.13.5. Perintah menyelesaikan perselisihan rumah tangga dengan musyawarah dan hikmah
- 23.1. Hak istri
- 24. Wanita, Nikah dan Jima
- 24.1. Keutamaan Wanita
- 24.1.1. Wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia
- 24.1.2. Surga berada di bawah telapak kaki ibu
- 24.1.3. Keutamaan Ibu: Orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan anak
- 24.1.4. Barang siapa memiliki tiga anak perempuan lalu mendidik dan memperlakukan mereka dengan baik maka mereka akan menjadi penghalang dari neraka
- 24.2. Nikah
- 24.2.1. Bolehnya menikah tanpa syahadat
- 24.2.2. Bolehnya mahar dengan mengajarkan hafalan Al-Qur’an
- 24.2.3. Jenis-jenis pernikahan jahiliyyah, hanya dibolehkan satu saja
- 24.2.4. Menikahlah dengan wanita yang penyayang dan subur karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku di hari kiamat
- 24.2.5. Tidak ada nikah tanpa adanya wali
- 24.2.6. Apabila datang seorang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya maka nikahkanlah dia
- 24.2.7. Perempuan dinikahi karena empat hal, pilihlah karena agamanya niscaya engkau beruntung
- 24.2.8. Janganlah seorang wanita menikahkan wanita lain dan jangan pula wanita menikahkan dirinya sendiri
- 24.3. Khitbah dan hukum hukumnya
- 24.3.1. Tidak boleh seorang laki-laki meminang wanita yang telah dipinang oleh saudaranya, hingga saudaranya mengizinkan
- 24.3.2. Dianjurkan melihat wanita yang hendak dilamar sebelum menikah agar lebih menimbulkan kasih sayang
- 24.4. Jima’
- 24.4.1. Membaca bismillah saat melakukan hubungan suami istri
- 24.4.2. Adab saat jima’: disunnahkan menutupi tubuh dan tidak telanjang bulat
- 24.4.3. Suami boleh menggauli istrinya dalam posisi apa pun sesuai keinginan (QS Al-Baqarah: 223)
- 24.4.4. Dilaknat orang yang menggauli istri melalui dubur (jalan belakang)
- 24.4.5. Boleh menggauli istri meskipun ia sedang dalam masa menyusui (ghailah)
- 24.4.6. Jika istri menolak ajakan suami untuk jima’, ia dilaknat malaikat hingga subuh
- 24.4.7. Tidak pantas memukul istri di siang hari, lalu menggaulinya di malam hari
- 24.4.8. Jika suami menggauli istri tanpa keluar mani, maka cukup mencuci kemaluan dan berwudhu
- 24.4.9. Wajib mandi jika telah duduk di antara empat anggota tubuh istri meskipun tidak keluar mani
- 24.4.10. Disunnahkan berwudhu jika ingin mengulangi hubungan suami istri setelah sebelumnya
- 24.4.11. Nabi SAW pernah menggilir semua istrinya dalam satu malam dan hanya mandi sekali
- 24.4.12. Hak suami mengatur hubungan dengan istri-istrinya (QS Al-Ahzab: 51)
- 24.5. Azl (Mengeluarkan Mani di Luar Rahim)
- 24.5.1. Kami melakukan 'azl di masa Nabi SAW, padahal Al-Qur’an sedang turun, dan tidak ada larangan
- 24.5.2. Azl tidak dilarang tetapi ketentuan Allah tetap akan terjadi, karena tidak ada satu nyawa pun yang akan terlahir kecuali atas izin dan penetapan-Nya
- 24.5.3. Nabi SAW melarang melakukan 'azl terhadap wanita merdeka kecuali dengan seizinnya
- 24.1. Keutamaan Wanita
- 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
- 25.1. Menjauhi dosa besar
- 25.1.1. Jauhilah dosa besar, berbuatlah yang benar dan berilah kabar gembira
- 25.1.2. Wasiat Rasulullah kepada Yahudi untuk menjauhi dosa besar
- 25.1.3. Beliau adalah orang yang paling menjauhi dosa dari semua manusia
- 25.1.4. Shalat lima waktu dan Jum'at hingga Jum'at adalah sebagai penghapus dosa antara waktu-waktu tersebut, selama ia menjauhi dosa-dosa besar
- 25.1.5. Tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus-menerus, dan tidak ada dosa besar jika diiringi dengan istighfar
- 25.1.6. Barang siapa menjauhi dosa-dosa besar maka Allah akan menghapuskan dosa-dosa kecilnya
- 25.1.7. Dosa besar yang paling berat setelah syirik adalah durhaka kepada orang tua dan sumpah palsu
- 25.2. Berbicara tanpa ilmu
- 25.2.1. Ucapan anak Adam itu akan kembali dengan membawa bencana untuknya dan tidak membawa keberuntungan baginya
- 25.2.2. Seseorang berbicara tanpa berpikir, satu kata saja dapat menjatuhkannya ke dalam neraka lebih dalam dari jarak timur dan barat
- 25.2.3. Barang siapa berkata tentang al-Qur’an dengan pendapatnya sendiri, maka bersiaplah menempati tempatnya di neraka
- 25.2.4. Cukuplah seseorang dianggap berdosa jika ia menceritakan setiap yang ia dengar
- 25.2.5. Menyebarkan berita tanpa ilmu adalah termasuk dusta
- 25.3. Menuduh Muslimah berzina
- 25.3.1. Janganlah kamu terima kesaksian penuduh zina buat selama-lamanya
- 25.3.2. Barang siapa menuduh seorang wanita mukminah berzina, maka Allah akan menimpakan siksa kepadanya di dunia dan akhirat
- 25.3.3. Orang yang menuduh istrinya berzina tanpa bukti, maka ia harus bersumpah empat kali, dan kelimanya mendatangkan laknat Allah atas dirinya jika ia berdusta
- 25.3.4. Termasuk dosa besar adalah menuduh wanita yang menjaga kehormatan dirinya dengan tuduhan keji
- 25.4. Menjual agama
- 25.4.1. Celakalah bagi orang yang menjual agamanya untuk mendapatkan sedikit kenikmatan dunia
- 25.4.2. Akan datang masa di mana seseorang menjual agamanya dengan dunia yang sedikit
- 25.4.3. Barang siapa menipu umat Islam maka ia bukan dari golongan kami
- 25.4.4. Orang yang mencari ilmu untuk memperoleh keuntungan dunia tidak akan mencium bau surga
- 25.5. Memakai Parfum bagi Wanita
- 25.5.1. Wanita yang memakai parfum dan keluar rumah adalah pezina
- 25.5.2. Bila seorang wanita memakai wewangian lalu melewati kaum laki-laki agar mereka mencium baunya, maka ia dianggap berzina
- 25.5.3. Bau wangi laki-laki adalah yang tampak, dan warna bagi wanita adalah yang tidak tampak
- 25.5.4. Wanita yang keluar rumah dengan memakai minyak wangi tanpa keperluan akan ditulis sebagai pelaku dosa besar hingga ia mandi taubat
- 25.6. Mengubah ciptaan Allah
- 25.6.1. Allah melaknat wanita yang mentato dan yang meminta ditato, yang mencukur alis, dan yang mengikir gigi untuk kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah
- 25.6.2. Barang siapa meniru suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka
- 25.6.3. Rasulullah melaknat lelaki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai lelaki
- 25.6.4. Mengubah ciptaan Allah termasuk perbuatan setan yang menyesatkan manusia
- 25.7. Menciptakan sesuatu seperti Ciptaan Allah
- 25.7.1. Tidak ada yang lebih zhalim daripada orang yang menciptakan seperti ciptaan Allah
- 25.7.2. Orang yang membuat gambar akan disiksa pada hari qiyamat
- 25.7.3. Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar
- 25.7.4. Diperintahkan untuk menghapus gambar-gambar makhluk bernyawa dari dinding dan pakaian
- 25.7.5. Setiap pembuat gambar akan diperintahkan untuk meniupkan ruh pada ciptaannya pada hari kiamat, namun ia tidak akan mampu
- 25.8. Riba
- 25.8.1. Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis dan saksinya, dan beliau bersabda: mereka semua sama
- 25.8.2. Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang lebih berat dosanya dari tiga puluh enam kali zina
- 25.8.3. Riba memiliki tujuh puluh tiga pintu, yang paling ringan dosanya seperti berzina dengan ibu kandungnya sendiri
- 25.8.4. Tidak akan berkembang harta yang berasal dari riba meskipun tampak banyak
- 25.8.5. Allah menghapuskan keberkahan dari harta riba dan menumbuhkan harta sedekah
- 25.9. Judi
- 25.9.1. Barang siapa bermain dadu seolah-olah ia mencelupkan tangannya ke dalam darah babi
- 25.9.2. Setiap bentuk permainan yang mengandung taruhan adalah termasuk judi
- 25.9.3. Rasulullah melarang setiap permainan yang melalaikan dan mengandung taruhan
- 25.9.4. Barang siapa berkata kepada temannya, “Mari kita bertaruh,” hendaklah ia bersedekah sebagai kafarah
- 25.9.5. Orang yang berjudi tidak akan diterima amalnya selama empat puluh malam
- 25.10. Zina
- 25.10.1. Tidaklah akan berzina kalau ia dalam keadaan beriman
- 25.10.2. Tidak ada yang melebihi kecemburuan Allah kecuali saat Dia melihat hamba laki-laki atau hamba perempuan-Nya berzina
- 25.10.3. Hukuman zina untuk muhshan menurut kitab Taurat adalah rajam
- 25.10.4. Rajam dalam kitabullah adalah sesuatu yang hak, yaitu untuk laki-laki atau perempuan yang berzina; jika mereka telah menikah
- 25.10.5. Orang laki-laki dan perempuan tua apabila berzina, maka rajamlah dia
- 25.10.6. Rasulullah menyuruh mencambuk atau mendera pezina yang belum pernah menikah itu seratus kali dan diasingkan selama satu tahun
- 25.10.7. Salah satu pasti dicambuk, pezina ataupun penuduh, meskipun anak dan orangtua
- 25.10.8. Anak zina adalah milik pemilik kasur (suami) dan (balasan) lelaki yang berzina adalah batu
- 25.11. Mabuk & minum Khamr
- 25.11.1. Janganlah duduk di meja yang di atasnya diedarkan khamr
- 25.11.2. Setiap yang memabukkan adalah khamr, dan setiap khamr adalah haram
- 25.11.3. Allah melaknat sepuluh golongan yang berhubungan dengan khamr: pemeras nya, yang meminta diperas, peminum nya, pembawanya, yang minta dibawakan, yang menuangkannya, yang menjualnya, pembelinya, pemakan hasilnya, dan yang menyimpannya
- 25.11.4. Barang siapa minum khamr di dunia dan tidak bertaubat, maka ia tidak akan meminumnya di akhirat
- 25.11.5. Khamr adalah induk segala kejahatan, siapa yang meminumnya maka ia akan meninggalkan shalat dan berbuat zina
- 25.11.6. Orang yang mati dalam keadaan kecanduan khamr akan menemui Allah seperti penyembah berhala
- 25.11.7. Barang siapa minum khamr, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari, dan jika ia mati tanpa taubat, ia masuk neraka
- 25.12. Pencurian
- 25.12.1. Tangan pencuri laki-laki dan perempuan hendaklah dipotong jika mencuri harta yang mencapai nisab
- 25.12.2. Allah melaknat pencuri yang mencuri seutas tali atau sebutir telur hingga tangannya terpotong
- 25.12.3. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya
- 25.12.4. Barang siapa mencuri meskipun sedikit, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan membawa barang curiannya
- 25.12.5. Rasulullah bersabda: Sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya akan kupotong tangannya
- 25.12.6. Tidak akan masuk surga orang yang memakan hasil curian
- 25.12.7. Barang siapa bertaubat sebelum ditangkap, maka Allah menerima taubatnya
- 25.13. Perampokan
- 25.13.1. Barang siapa keluar dengan senjata untuk menakuti orang di jalan, maka ia bukan termasuk umatku
- 25.13.2. Orang yang merampok akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan membawa darah dan dosa korban yang dibunuhnya
- 25.13.3. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal: kafir murtad, pezina muhshan, dan pembunuh yang membunuh tanpa hak
- 25.13.4. Orang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya adalah mati syahid
- 25.13.5. Barang siapa keluar dari ketaatan kepada pemimpin dan memecah jamaah kaum muslimin lalu mati, maka matinya adalah mati jahiliyah
- 25.13.6. Perampok yang tobat sebelum tertangkap akan diampuni Allah, namun jika sudah ditangkap maka hukumannya tetap ditegakkan
- 25.14. Pemberontakan
- 25.14.1. Barang siapa mengangkat senjata terhadap umatku maka ia bukan termasuk golonganku
- 25.14.2. Akan selalu ada sekelompok umatku yang menegakkan kebenaran, tidak akan membahayakan mereka orang yang menentang mereka
- 25.14.3. Barang siapa keluar dari ketaatan kepada pemimpin dan memecah jamaah kaum muslimin maka matinya adalah mati jahiliyah
- 25.14.4. Dilarang memberontak kepada pemimpin selama mereka masih menegakkan shalat
- 25.14.5. Hendaklah kalian sabar terhadap pemimpin meski mereka zalim, selama mereka tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah
- 25.14.6. Barang siapa menentang pemimpin muslim yang sah, maka ia telah membuka pintu fitnah dan perpecahan
- 25.14.7. Jika dua orang muslim saling menghunus pedang, maka pembunuh dan yang terbunuh sama-sama masuk neraka
- 25.15. Kemurtadan
- 25.15.1. Barang siapa mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia
- 25.15.2. Tidak diterima amalan seseorang yang keluar dari Islam hingga ia kembali masuk Islam
- 25.15.3. Barang siapa keluar dari Islam kemudian mati dalam kekafiran, maka sia-sialah amalnya di dunia dan akhirat
- 25.15.4. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal: kafir setelah beriman, zina muhshan, dan pembunuhan dengan sengaja
- 25.15.5. Barang siapa meninggalkan agamanya dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin, maka ia akan menemui Allah dalam keadaan tidak beriman
- 25.15.6. Orang yang murtad setelah beriman dan tidak bertaubat akan mendapat kemurkaan Allah dan azab yang pedih
- 25.15.7. Barang siapa menyembunyikan kekafirannya lalu mati dalam keadaan kafir, maka ia kekal di neraka selamanya
- 25.1. Menjauhi dosa besar
- 26. Kesehatan dan Pengobatan
- 26.1. Ruqyah dan Doa Kesembuhan
- 26.1.1. Doa Nabi untuk orang sakit BISMILLAHI TURBATU ARDHINAA…
- 26.1.2. Tidak mengapa melakukan ruqyah selama tidak mengandung syirik
- 26.1.3. Barang siapa mampu memberi manfaat kepada saudaranya dengan ruqyah, maka hendaklah ia melakukannya
- 26.1.4. Ruqyah dengan Al-Fatihah merupakan ruqyah yang paling mujarab
- 26.1.5. Nabi pernah meruqyah dirinya sendiri dan keluarga dengan mu‘awwidzatain
- 26.1.6. Malaikat Jibril meruqyah Rasulullah dengan doa: Bismillāhi arqīka, min kulli syai’in yu’dzīka
- 26.1.7. Orang yang sabar terhadap sakit dan menggantungkan kesembuhannya kepada Allah mendapat pahala besar
- 26.2. Kelemahan Ruqyah
- 26.2.1. Akan masuk surga tanpa hisab orang-orang yang tidak meminta ruqyah, tidak bertathayyur (percaya sial), dan hanya bertawakal kepada Allah
- 26.2.2. Barang siapa menggantungkan sesuatu (jimat, tali, atau ruqyah syirik), maka ia telah berbuat syirik kecil
- 26.2.3. Orang yang bergantung pada ruqyah-ruqyah yang tidak syar‘i akan dilepaskan pertolongan Allah darinya
- 26.2.4. Ruqyah yang tidak menggunakan Al-Qur’an dan doa Nabi adalah tertolak
- 26.2.5. Orang yang menggantungkan diri pada bacaan tertentu selain dari tuntunan Nabi berarti lemah tawakalnya kepada Allah
- 26.3. Usaha Pencegahan
- 26.3.1. Jauhilah penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari kejaran singa
- 26.3.2. Tinggalkan tempat wabah, karena mendekati lokasi yang terkena penyakit sama artinya dengan kehancuran
- 26.3.3. Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tetapi Allah yang menakdirkannya, maka jauhilah sebab-sebabnya
- 26.3.4. Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu, maka jagalah kesehatannya
- 26.3.5. Barang siapa tidur dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan, ia bukan dari golonganku (menunjukkan pentingnya keseimbangan dan gaya hidup sehat)
- 26.3.6. Kebersihan adalah bagian dari iman
- 26.3.7. Berwudhu dan menjaga kebersihan diri menghapus dosa dan menjaga kesehatan
- 26.3.8. Nabi menganjurkan menjaga gigi dengan siwak, karena ia membersihkan mulut dan diridhai Allah
- 26.4. Pengobatan yang dilarang
- 26.4.1. Allah tidak menjadikan kesembuhan umatku pada sesuatu yang haram
- 26.4.2. Janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang diharamkan
- 26.4.3. Nabi melarang menggunakan khamr sebagai obat
- 26.4.4. Barang siapa mencari kesembuhan melalui sihir, maka ia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad
- 26.4.5. Tidak boleh berobat dengan sesuatu yang najis kecuali dalam keadaan darurat
- 26.4.6. Orang yang mendatangi dukun atau tukang ramal dan mempercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari
- 26.4.7. Setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah dengan cara yang halal dan baik
- 26.5. Fiqih medis dan ilmuwan
- 26.5.1. Tidak ada penyakit yang Allah turunkan kecuali Dia turunkan pula obatnya, yang diketahui oleh sebagian manusia dan tidak diketahui oleh sebagian lainnya
- 26.5.2. Dokter dan tabib yang berilmu adalah bagian dari rahmat Allah bagi umat manusia
- 26.5.3. Barang siapa menekuni ilmu pengobatan dengan niat menolong sesama akan mendapat pahala
- 26.5.4. Tidak boleh seorang tabib mengobati kecuali dengan pengetahuan yang benar, karena nyawa adalah amanah
- 26.5.5. Ilmu medis dan pengobatan termasuk bagian dari fardhu kifayah dalam Islam
- 26.5.6. Tabib yang salah mengobati tanpa ilmu bertanggung jawab atas nyawa pasien
- 26.5.7. Nabi memerintahkan agar orang yang sakit diobati oleh ahlinya
- 26.6. Kedokteran islam
- 26.6.1. Nabi bersabda: Setiap penyakit ada obatnya, maka berobatlah kalian, tetapi jangan dengan yang haram
- 26.6.2. Pengobatan dengan madu, habbatus sauda’, dan bekam termasuk sunnah Nabi
- 26.6.3. Dalam habbatus sauda’ terdapat obat untuk segala penyakit, kecuali kematian
- 26.6.4. Bekam adalah salah satu metode penyembuhan terbaik pada masa Nabi
- 26.6.5. Nabi pernah berbekam dan memberi upah kepada orang yang membekamnya
- 26.6.6. Minyak zaitun disebut dalam Al-Qur’an sebagai pohon yang diberkahi dan bermanfaat untuk kesehatan
- 26.6.7. Air zamzam adalah makanan yang mengenyangkan dan obat bagi segala penyakit
- 26.7. Kegilaan dan akal
- 26.7.1. Pena (catatan dosa) diangkat dari tiga golongan: anak kecil, orang tidur, dan orang gila sampai ia sembuh
- 26.7.2. Akal adalah anugerah terbesar yang membedakan manusia dari makhluk lainnya
- 26.7.3. Tidak diterima amal ibadah tanpa akal yang sehat
- 26.7.4. Orang yang kehilangan akalnya tidak dibebani hukum syariat
- 26.7.5. Menjaga akal termasuk bagian dari maqāshid syarī‘ah (tujuan pokok syariat)
- 26.7.6. Setiap yang memabukkan atau melemahkan akal adalah haram
- 26.7.7. Barang siapa merusak akalnya dengan khamr, narkotika, atau zat memabukkan lainnya, maka ia termasuk pelaku dosa besar
- 26.1. Ruqyah dan Doa Kesembuhan
- 27. Pergaulan
- 27.1. Aurat
- 27.1.1. Apa yang berada antara pusar sampai lututnya adalah aurat bagi laki-laki
- 27.1.2. Paha adalah aurat, jangan memperlihatkan paha atau memandang paha
- 27.1.3. Lutut juga adalah aurat
- 27.1.4. Anjuran menutupi aurat saudara muslim
- 27.1.5. Larangan ihtiba dengan satu kain
- 27.1.6. Larangan duduk as-shoma’ jongkok menekuk lutut apabila ihtiba pada satu kain, sehingga tersingkap kemaluannya menghadap langit
- 27.1.7. Jagalah aurat, meskipun dengan tangan, terutama saat memakai satu kain
- 27.1.8. Apabila terbuka aurat saat epilepsi maka dimaklumi
- 27.1.9. Wanita adalah aurat
- 27.1.10. Allah murka seseorang saling melihat aurat yang lain
- 27.1.11. Jaga aurat kamu kecuali kepada isterimu atau budak yang kamu miliki, meskipun sedang sendirian
- 27.1.12. Larangan memakai pakaian ketat
- 27.1.13. Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, janganlah kalian masuk kamar mandi telanjang tanpa busana
- 27.1.14. Meskipun kain terjatuh ketika membawa barang, letakkan dulu, pakailah dulu, baru berjalan kembali
- 27.1.15. Tidak mengapa terlihat aurat kalau kain tidak sengaja terjatuh atau pingsan
- 27.2. Mencegah homoseksual
- 27.2.1. Ancaman pelaku homoseksual
- 27.2.2. Janganlah bercumbu / menggauli / meyetubuhi sesama jenis
- 27.2.3. Larangan tidur atau berada satu selimut bagi sesama jenis
- 27.2.4. Janganlah seorang melihat aurat sesama jenis, baik lelaki ataupun wanita
- 27.2.5. Larangan menceritakan jima’ kepada sesama jenis, baik lelaki ataupun wanita
- 27.2.6. Larangan bermakmum pada seorang imam yang banci
- 27.2.7. Larangan memasuki pemandian umum / kolam renang umum, kecuali lelaki yang memakai sarung
- 27.2.8. Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki
- 27.2.9. Barang siapa melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah pelaku dan pasangannya
- 27.2.10. Tidak akan mencium bau surga orang yang membiarkan perbuatan keji di antara kaumnya
- 27.2.11. Dosa kaum Luth disebut sebagai perbuatan yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya
- 27.2.12. Rasulullah menolak keras perilaku menyimpang dan menutup semua celah yang menjerumuskan ke arah itu
- 27.3. Mencegah zina
- 27.3.1. Larangan kaum wanita memasuki pemandian umum / kolam renang umum, kecuali sakit atau nifas
- 27.3.2. Wanita yang melepas pakaiannya di luar rumah dia telah melepaskan tabir antara dirinya dengan Allah
- 27.3.3. Janganlah menyendiri dengan seorang wanita yang tidak ada mahramnya karena yang ketiganya setan
- 27.3.4. Sesungguhnya mata berzina dengan pandangannya, telinga berzina dengan pendengarannya, lidah berzina dengan ucapannya, dan kemaluan membenarkan atau mendustakannya
- 27.3.5. Tidaklah seorang pezina berzina dalam keadaan beriman
- 27.3.6. Barang siapa menjaga kemaluannya maka Allah akan menjaganya dari kehinaan
- 27.3.7. Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita kecuali setan menjadi yang ketiganya
- 27.3.8. Zina membawa kehinaan di dunia dan azab di akhirat
- 27.3.9. Zina yang dilakukan terang-terangan akan mengundang bala dan turunnya murka Allah
- 27.3.10. Menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan adalah perisai dari zina
- 27.4. Malu dan menjaga diri
- 27.4.1. Malu adalah cabang dari iman
- 27.4.2. Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sesukamu
- 27.4.3. Malu tidak datang kecuali dengan kebaikan
- 27.4.4. Setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah malu
- 27.4.5. Orang yang menjaga dirinya dari syubhat telah menjaga agama dan kehormatannya
- 27.4.6. Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela dan berkata keji
- 27.4.7. Barang siapa menjaga lisannya dan kemaluannya, maka ia akan masuk surga
- 27.4.8. Sesungguhnya Allah lebih berhak untuk kita malui daripada manusia
- 27.4.9. Malu yang benar adalah menahan pandangan, menjaga perut dan kemaluan dari yang haram
- 27.4.10. Orang yang tidak memiliki rasa malu, maka tidak ada kebaikan pada dirinya
- 27.5. Adab Bergaul dan Persaudaraan
- 27.5.1. Tidak sempurna iman seseorang hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri
- 27.5.2. Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzhalimi dan tidak merendahkannya
- 27.5.3. Barang siapa menutup aib saudaranya, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat
- 27.5.4. Tidak halal bagi seorang muslim memutus hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari
- 27.5.5. Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia
- 27.5.6. Senyum kepada saudaramu adalah sedekah
- 27.5.7. Jangan saling hasad, membenci, atau memutus silaturahmi
- 27.5.8. Janganlah dua orang berbisik sementara yang ketiga ditinggalkan, karena hal itu menyedihkannya
- 27.5.9. Menjaga persaudaraan dan silaturahmi memperpanjang umur dan meluaskan rezeki
- 27.5.10. Barang siapa memutuskan silaturahmi maka tidak akan masuk surga
- 27.6. Adab Bertetangga
- 27.6.1. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya
- 27.6.2. Tidak beriman seseorang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya
- 27.6.3. Jibril terus berwasiat kepadaku tentang tetangga, hingga aku mengira mereka akan mendapat warisan
- 27.6.4. Jangan meremehkan pemberian kepada tetangga, walau hanya sepotong daging
- 27.6.5. Sebaik-baik tetangga adalah yang paling baik terhadap tetangganya
- 27.6.6. Barang siapa menutup kebutuhan tetangganya, maka Allah akan menutup kebutuhannya di hari kiamat
- 27.7. Pergaulan dengan Lawan Jenis
- 27.7.1. Laki-laki dan wanita tidak boleh bersentuhan kecuali mahram
- 27.7.2. Janganlah seorang laki-laki berbicara dengan wanita kecuali ada mahramnya
- 27.7.3. Wanita tidak boleh bepergian kecuali bersama mahram
- 27.7.4. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah berduaan dengan wanita yang bukan mahramnya
- 27.7.5. Menundukkan pandangan merupakan bentuk penjagaan hati dari fitnah
- 27.7.6. Rasulullah bersabda: Pandangan pertama bagimu (tidak berdosa), tapi jangan ulangi pandangan kedua
- 27.1. Aurat
- 28. Pekerjaan
- 28.1. Keutamaan pekerjaan yang halal
- 28.1.1. Bekerja lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia
- 28.1.2. Tidak ada makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri
- 28.1.3. Nabi Dawud ‘alaihissalam makan dari hasil kerja tangannya
- 28.1.4. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah
- 28.1.5. Barang siapa bersusah payah untuk memberi nafkah kepada keluarganya, maka itu termasuk jihad di jalan Allah
- 28.1.6. Seorang pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada
- 28.1.7. Allah mencintai hamba yang bekerja dan berusaha
- 28.1.8. Keringat orang yang bekerja halal akan menjadi sebab ampunan dosa
- 28.2. Jenis pekerjaan yang halal
- 28.2.1. Jual beli yang jujur dan tanpa penipuan
- 28.2.2. Bertani dan berkebun termasuk pekerjaan yang paling halal
- 28.2.3. Seorang muslim tidak boleh menjual barang yang haram atau diharamkan penggunaannya
- 28.2.4. Upah yang sah adalah upah atas pekerjaan yang jelas dan halal
- 28.2.5. Menyewakan tenaga atau jasa dalam kebaikan adalah pekerjaan yang halal
- 28.2.6. Rasulullah pernah bekerja sebagai penggembala kambing
- 28.2.7. Perdagangan yang dilakukan dengan kejujuran mendatangkan keberkahan
- 28.2.8. Menjadi buruh, pekerja, atau pengrajin termasuk bentuk pekerjaan yang dimuliakan selama dilakukan dengan amanah
- 28.3. Jenis pekerjaan yang terpuji
- 28.3.1. Pekerjaan yang memberi manfaat kepada banyak orang
- 28.3.2. Tukang yang ahli dan jujur akan bersama Rasulullah di hari kiamat
- 28.3.3. Pekerjaan yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah
- 28.3.4. Orang yang memperbaiki timbangan dan takaran mendapatkan keberkahan
- 28.3.5. Setiap pekerjaan yang menjaga kehormatan diri lebih baik daripada bergantung pada orang lain
- 28.3.6. Menyebarkan ilmu, menulis, atau mengajar termasuk pekerjaan yang paling utama
- 28.3.7. Menjadi pelayan masyarakat dengan amanah merupakan pekerjaan mulia
- 28.3.8. Rasulullah memuji tangan yang bekerja keras untuk mencari rezeki halal
- 28.4. Jenis pekerjaan yang haram
- 28.4.1. Mengambil harta dengan cara tidak benar
- 28.4.2. Melaknat orang yang memakan riba, penulisnya, dan saksinya
- 28.4.3. Allah melaknat pemberi dan penerima suap
- 28.4.4. Barang siapa menipu, maka bukan dari golongan kami
- 28.4.5. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya
- 28.4.6. Penjual khamr, bangkai, babi, dan berhala, maka hasilnya haram
- 28.4.7. Upah dari pelacuran, tukang tenung, dan tukang ramal adalah haram
- 28.4.8. Orang yang menjual barang haram atau menipu dalam perdagangan akan mendapat murka Allah
- 28.5. Pekerjaan yang syubhat
- 28.5.1. Halal itu jelas dan haram itu jelas, di antara keduanya ada perkara syubhat
- 28.5.2. Barang siapa menjaga diri dari syubhat, maka ia telah menjaga agama dan kehormatannya
- 28.5.3. Banyak orang yang binasa karena tidak peduli terhadap perkara syubhat
- 28.5.4. Pekerjaan yang berkaitan dengan ketidakjelasan sumber harta harus dihindari
- 28.5.5. Tidak semua pekerjaan yang tampak halal benar-benar suci bila diiringi tipu daya
- 28.5.6. Syubhat dalam transaksi dapat menghapus keberkahan hasil kerja
- 28.5.7. Seorang mukmin berhati-hati dari sesuatu yang meragukan untuk berpindah pada yang tidak meragukan
- 28.6. Penyebab pekerjaan halal berubah menjadi haram
- 28.6.1. Mengandung unsur penipuan, dusta, atau kecurangan
- 28.6.2. Mengabaikan hak-hak orang lain dalam pekerjaan
- 28.6.3. Mengambil upah sebelum menyelesaikan tugasnya dengan benar
- 28.6.4. Menunda pembayaran upah pekerja tanpa alasan yang sah
- 28.6.5. Melanggar perjanjian atau kontrak kerja
- 28.6.6. Menggunakan fasilitas pekerjaan untuk kepentingan pribadi tanpa izin
- 28.6.7. Memanipulasi hasil kerja atau laporan untuk keuntungan diri sendiri
- 28.6.8. Menjalankan pekerjaan halal namun dengan niat riya atau sombong
- 28.7. Adab mencari pekerjaan
- 28.7.1. Mintalah rezeki dengan cara yang baik dan bertawakal kepada Allah
- 28.7.2. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang profesional dalam pekerjaannya (ihsan)
- 28.7.3. Jangan tergesa-gesa dalam mencari rezeki hingga melupakan ibadah
- 28.7.4. Hendaklah seorang pekerja menjaga waktu, amanah, dan tanggung jawabnya
- 28.7.5. Jangan meminta pekerjaan yang bukan pada keahlianmu
- 28.7.6. Barang siapa mencari rezeki yang halal untuk keluarga, maka Allah akan memudahkan urusannya
- 28.7.7. Ketika seseorang keluar dari rumah untuk bekerja dan berniat menafkahi keluarga, maka ia dalam jalan Allah
- 28.7.8. Ketika seseorang keluar dari rumah untuk bekerja dan berniat menafkahi keluarga, maka ia dalam jalan Allah
- 28.7.9. Tidak boleh menolak pekerjaan yang halal hanya karena gengsi
- 28.7.10. Orang yang bekerja jujur dan bersungguh-sungguh adalah kekasih Allah
- 28.1. Keutamaan pekerjaan yang halal
- 29. Ilmu dan Manhaj
- 29.1. Keutamaan ilmu
- 29.1.1. Ilmu mendekatkan seseorang pada rahmat Allah
- 29.1.2. Keseriusan sahabat menuntut ilmu
- 29.1.3. Mengambil ilmu dari ahlinya
- 29.1.4. Perintah untuk meneliti hadits Rasulullah, kemudian perintah menulisnya juga
- 29.1.5. Pentingnya bertanya mengenai hadits, bahkan menulis surat untuk menanyakannya
- 29.1.6. Apa-apa yang aku larang maka jauhilah, dan apa-apa yang aku perintahkan maka laksanakanlah semampu kalian
- 29.1.7. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga
- 29.1.8. Keutamaan orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain
- 29.1.9. Barangsiapa menyembunyikan ilmu, maka Allah akan mengekang nya dengan kekang dari api neraka
- 29.1.10. Para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan
- 29.1.11. Ilmu lebih utama daripada ibadah tanpa ilmu
- 29.1.12. Siapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Allah akan pahamkan ia tentang agama
- 29.1.13. Tidaklah dua orang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an kecuali ketenangan turun atas mereka
- 29.1.14. Ilmu adalah warisan para nabi, bukan warisan harta benda
- 29.1.15. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah setelah kematian
- 29.2. Golongan yang Selamat
- 29.2.1. Ciri-ciri golongan yang selamat
- 29.2.2. Beruntunglah orang-orang yang asing yang menjauhi kesesatan
- 29.2.3. Umatku akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, hanya satu yang selamat
- 29.2.4. Golongan yang selamat adalah mereka yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya
- 29.2.5. Akan datang suatu zaman di mana yang berpegang teguh pada agamanya seperti menggenggam bara api
- 29.2.6. Barangsiapa hidup panjang di antara kalian akan melihat banyak perselisihan, maka hendaklah berpegang teguh pada sunnahku
- 29.2.7. Barangsiapa menolak kebenaran setelah jelas baginya, maka ia telah menyimpang dari jalan golongan yang selamat
- 29.3. Membenci kekafiran dan kesyirikan
- 29.3.1. Memendekkan kumis dan memanjangkan jenggot
- 29.3.2. Menyelisihi orang kafir
- 29.3.3. Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka
- 29.3.4. Nabi berdo'a selama empat puluh hari (dalam shalat) shubuh melaknat kaum Dzakwan, Bani Lahyan dan Bani 'Ushoyyah
- 29.3.5. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdoa agar kekuasaan Kisra dirobek-robek sehancur-hancurnya setelah surat Nabi dirobek oleh Kisra
- 29.3.6. Cintailah karena Allah dan bencilah karena Allah, itulah tali iman yang paling kuat
- 29.3.7. Tidak beriman seseorang hingga dia membenci kekufuran sebagaimana dia membenci dilempar ke dalam api
- 29.3.8. Barangsiapa memelihara musuh Allah, maka ia termasuk golongan mereka
- 29.3.9. Tidak halal bagi seorang mukmin menyerupai ibadah atau simbol-simbol orang kafir
- 29.3.10. Barangsiapa meninggalkan syiar Islam dan meniru kekafiran, maka ia telah tertipu oleh dunia
- 29.4. Membenci kebid’ahan dan memboikotnya (hajr)
- 29.4.1. Menjauhi bid’ah
- 29.4.2. Menjauhi dan menghajr ahli bid’ah, termasuk yang tidak percaya taqdir
- 29.4.3. Rasulullah melarang kaum muslimin untuk berbicara serta menjauhi dan berubah sikap terhadap pelaku dosa besar
- 29.4.4. Bolehnya memboikot kalau ada penyimpangan, meskipun istrinya
- 29.4.5. Orang Quraisy dan bani Kinanah memboikot Bani Hasyim
- 29.4.6. Bahaya ahli bid’ah dan pengikut hawa nafsu serta perintah untuk menjauhinya
- 29.4.7. Menjauhi keburukan seseorang, meskipun seorang imam
- 29.4.8. Menjauhi da’i para penyeru neraka Jahannam
- 29.4.9. Jauhilah olehmu perbuatan-pebuatan tercela
- 29.4.10. Jauhilah perkara baru dan dibuat-buat, karena merupakan kesesatan
- 29.4.11. Orang yang jahil (bodoh) adalah orang yang menceritakan selain Qur’an dan Hadits
- 29.4.12. Menurut para sahabat, pedang harus terhunus untuk kaum Qadariyah yang tidak bertaubat
- 29.4.13. Apabila Qadariyah sakit maka jangan kalian jenguk mereka, dan jika mati maka jangan kalian iringi jenazahnya
- 29.4.14. Jangan menyampaikan salam kaum muslimin kepada ahli bid’ah
- 29.4.15. Allah menjanjikan pahala sesuatu kepada pembunuh kaum Khawarij
- 29.4.16. Sifat kaum Khawarij dan perintah Nabi untuk membunuh mereka
- 29.5. Teguh memegang sunnah & Mengikuti Rasul
- 29.5.1. Barangsiapa mentaatiku berarti ia telah taat kepada Allah
- 29.5.2. Dan sesuatu yang datang dari Rasul maka ambillah dan yang di larang olehnya maka jauhilah
- 29.5.3. Peganglah sunnah Nabi dan khulafaur rasyidin, gigitlah dengan gigi geraham
- 29.5.4. Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat
- 29.5.5. Barangsiapa mengada-adakan perkara dalam urusan kami yang bukan darinya maka tertolak
- 29.5.6. Umatku akan terpecah, maka peganglah sunnahku dan sunnah para khalifah sesudahku
- 29.5.7. Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa
- 29.5.8. Barangsiapa yang berpaling dari sunnahku maka bukan dari golonganku
- 29.5.9. Rasulullah adalah teladan terbaik bagi orang yang mengharap ridha Allah dan hari akhir
- 29.5.10. Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam
- 29.6. Mentaati pemerintah
- 29.6.1. Meskipun budak Habsyi memerintah kaum muslimin, mereka harus mendengar dan mentaatinya
- 29.6.2. Dengar dan taatilah pemimpin kalian, walaupun ia memukul punggungmu dan mengambil hartamu
- 29.6.3. Barangsiapa taat kepada pemimpin berarti ia telah taat kepada Rasul
- 29.6.4. Taat kepada pemimpin selama tidak memerintahkan kemaksiatan
- 29.6.5. Tidak boleh memberontak kepada pemimpin kecuali jika ia kafir nyata
- 29.6.6. Siapa yang keluar dari jamaah sejengkal saja, ia telah melepaskan Islam dari lehernya
- 29.6.7. Pemimpin adalah pelindung, jika ia adil maka baginya pahala, dan jika zhalim maka dosanya atas dirinya
- 29.6.8. Mendoakan kebaikan bagi pemimpin termasuk bentuk ketaatan kepada Allah
- 29.7. Firqoh-firqoh (kelompok) termasuk Khawarij
- 29.7.1. Hendaklah kau jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok)
- 29.7.2. Dua kelompok dari ummatku yang keduanya tidak termasuk bagian dari Islam yaitu Al Qadariyah dan Murji'ah
- 29.7.3. Kaum Qadariyah adalah majusinya umat ini
- 29.7.4. Kaum Haruriyah dan Khawarij membaca Al-Qur`an dan tidak mencapai kerongkongan, mereka meninggalkan agama dengan cepatnya seperti terlepasnya anak panah dari panah
- 29.7.5. Sifat kaum Haruriyah
- 29.7.6. Ciri-ciri kaum Khawarij
- 29.7.7. Khawarij mengatakan kalimat yang haq, namun dimaksudkan untuk kebatilan
- 29.7.8. Orang-orang Khawarij adalah anjing-anjing neraka
- 29.7.9. Khawarij seburuk-buruk manusia yang terbunuh di bawah permukaan langit
- 29.7.10. Khawarij adalah kaum keturunan Dzul Khuwaisirah yang mengatakan Nabi tidak adil, yang cekung matanya, pipinya menonjol, mereka membunuh kaum muslimin
- 29.8. Ilmu Ghaib
- 29.8.1. Ada lima kunci ghaib yang hanya dikuasai oleh Allah
- 29.8.2. Tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara ghaib kecuali Allah
- 29.8.3. Rasulullah tidak mengetahui perkara ghaib kecuali apa yang diwahyukan kepadanya
- 29.8.4. Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal dan membenarkan perkataannya maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
- 29.8.5. Tidak boleh menduga-duga tentang ghaib tanpa dasar wahyu
- 29.8.6. Allah mengetahui segala yang tersembunyi di langit dan di bumi
- 29.9. Keutamaan ulama
- 29.9.1. Ulama adalah pewaris para nabi
- 29.9.2. Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang
- 29.9.3. Allah meninggikan derajat orang-orang berilmu beberapa derajat
- 29.9.4. Kematian seorang alim lebih berat bagi umat daripada hilangnya dunia
- 29.9.5. Para ulama akan memberi syafaat kepada orang-orang yang mereka ajar
- 29.9.6. Tidaklah duduk suatu kaum untuk mengingat Allah kecuali para malaikat menaungi mereka
- 29.9.7. Ulama yang jujur dan beramal dengan ilmunya akan mendapat naungan Allah di hari kiamat
- 29.9.8. Orang yang menuntut ilmu untuk mencari wajah Allah akan diangkat derajatnya
- 29.10. Perbedaan dan ijma’
- 29.10.1. Perselisihan di antara umatku adalah rahmat selama berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah
- 29.10.2. Umatku tidak akan bersepakat di atas kesesatan
- 29.10.3. Hendaklah kalian bersama jamaah, karena tangan Allah bersama jamaah
- 29.10.4. Barangsiapa memisahkan diri dari jamaah, maka ia seperti kambing yang terlepas dari kawanan
- 29.10.5. Ijma’ para sahabat adalah hujjah bagi umat Islam
- 29.10.6. Tidak boleh menolak kebenaran hanya karena berbeda pendapat selama masih dalam koridor dalil
- 29.10.7. Perselisihan akan muncul, maka kembalikan kepada Allah dan Rasul
- 29.11. Fatwa dan masalah
- 29.11.1. Barangsiapa ditanya tentang ilmu lalu menyembunyikannya, maka Allah akan mengalungkan kekang api neraka padanya
- 29.11.2. Orang yang paling berani berfatwa adalah orang yang paling berani masuk neraka
- 29.11.3. Ilmu itu adalah dengan belajar dan bertanya kepada ahlinya
- 29.11.4. Hendaklah orang yang tidak tahu mengatakan, Allah lebih tahu
- 29.11.5. Janganlah kalian tergesa-gesa dalam memberikan fatwa sebelum mengetahui dalilnya
- 29.11.6. Ulama terdahulu saling berhati-hati dalam berfatwa agar tidak menyesatkan umat
- 29.11.7. Barangsiapa berfatwa tanpa ilmu maka dosanya ditanggung oleh yang mengikuti dan yang memfatwakan
- 29.11.8. Fatwa harus disesuaikan dengan maqasid (tujuan) syariat dan keadaan masyarakat
- 29.1. Keutamaan ilmu
- 30. Ibadah
- 30.1. Ibadah adalah Tujuan manusia diciptakan Allah
- 30.1.1. Wahai anak Adam, luangkanlah waktumu untuk beribadah kepada-Ku
- 30.1.2. Nabi membai'atmu (agar kamu selalu) beribadah kepada Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apa pun
- 30.1.3. Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku
- 30.1.4. Hak Allah atas hamba-Nya adalah agar mereka beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun
- 30.1.5. Ibadah adalah bukti syukur atas nikmat yang Allah berikan
- 30.1.6. Barang siapa mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat kepadanya sehasta
- 30.1.7. Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi melihat hati dan amal kalian
- 30.1.8. Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling tekun dalam ibadahnya
- 30.1.9. Barang siapa beribadah dengan ikhlas karena Allah, maka Allah akan mencukupkan segala kebutuhannya
- 30.2. Keutamaan ibadah
- 30.2.1. Pahala shalat, puasa, dan dzikir 700 kali dibandingkan berinfaq di jalan Allah
- 30.2.2. Amal yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit
- 30.2.3. Barang siapa bangun malam karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosanya yang telah lalu
- 30.2.4. Barang siapa berpuasa sehari di jalan Allah, Allah jauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun perjalanan
- 30.2.5. Barang siapa mendirikan shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu
- 30.2.6. Tidak ada sesuatu yang lebih berat di timbangan amal pada hari kiamat selain akhlak yang baik
- 30.2.7. Shalat adalah tiang agama, barang siapa mendirikannya berarti ia menegakkan agama
- 30.2.8. Zikir kepada Allah lebih baik daripada menafkahkan emas dan perak serta lebih baik daripada berjihad di jalan Allah
- 30.2.9. Satu tasbih, satu tahmid, dan satu takbir adalah lebih baik daripada dunia dan seisinya bagi seorang mukmin
- 30.2.10. Orang yang beribadah dalam masa fitnah seperti orang yang berhijrah kepadaku
- 30.3. Taubat
- 30.3.1. Ada pintu yang selalu dalam keadaan terbuka untuk taubat dan tidak ditutup hingga matahari terbit dari barat
- 30.3.2. Setiap anak Adam pasti bersalah dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat
- 30.3.3. Ampunan Allah atas taubat bagi pembunuh seratus orang
- 30.3.4. Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya daripada seseorang yang kehilangan untanya di padang pasir kemudian menemukannya kembali
- 30.3.5. Barang siapa bertaubat sebelum ajal datang, maka Allah akan menerima taubatnya
- 30.3.6. Allah menerima taubat hamba-Nya selama ruh belum sampai di tenggorokan
- 30.3.7. Tidaklah seorang hamba mengakui dosanya dan memohon ampun kecuali Allah mengampuninya
- 30.3.8. Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak berdosa sama sekali
- 30.3.9. Allah membuka tangan-Nya di malam hari untuk menerima taubat orang yang berbuat dosa di siang hari, dan sebaliknya di siang hari untuk yang berdosa di malam hari
- 30.4. Jangan Ghulluw (berlebihan)
- 30.4.1. Meskipun fokus ibadah, namun ikutilah sunnah, tetap tidur dan menikah
- 30.4.2. Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah seseorang memaksakan diri melampaui batas kecuali ia akan dikalahkan olehnya
- 30.4.3. Celakalah orang-orang yang berlebihan dalam beragama
- 30.4.4. Rasulullah melarang berpuasa terus-menerus tanpa berbuka
- 30.4.5. Beribadahlah sesuai kemampuanmu, karena Allah tidak bosan memberi pahala hingga kamu bosan beribadah
- 30.4.6. Ibadah yang seimbang adalah yang menggabungkan antara hak Allah, hak diri, dan hak keluarga
- 30.4.7. Janganlah kamu memaksakan diri dalam ibadah hingga membuatmu lemah
- 30.4.8. Agama yang benar adalah jalan tengah antara berlebihan dan lalai
- 30.5. Amalan di bulan Dzulhijjah
- 30.5.1. Tidak ada hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah melebihi sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah
- 30.5.2. Puasa pada hari Arafah menghapus dosa dua tahun; satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang
- 30.5.3. Tidak ada amal yang lebih utama daripada berzikir di sepuluh hari pertama Dzulhijjah
- 30.5.4. Berkurban adalah sunnah yang dianjurkan bagi yang mampu
- 30.5.5. Shalat Idul Adha dilakukan setelah penyembelihan hewan kurban
- 30.5.6. Barang siapa berkurban dengan ikhlas maka setiap rambut dari hewan itu menjadi pahala baginya
- 30.5.7. Tidak boleh memotong rambut dan kuku bagi orang yang hendak berkurban setelah masuk sepuluh hari pertama Dzulhijjah
- 30.5.8. Haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga
- 30.5.9. Allah membanggakan jamaah haji di hadapan malaikat pada hari Arafah
- 30.6. Amalan Penghuni Surga
- 30.6.1. Tidak ketinggalan shalat sebelum terbitnya fajar dan sebelum terbenamnya matahari agar dapat melihat Allah
- 30.6.2. Tidaklah seorang muslim mempunyai dua putri, lalu ia merawatnya dengan baik dalam menemaninya akan masuk surga
- 30.6.3. Bersaksi bahwa Nabi Isa adalah hamba Allah, anak hamba-Nya dan kalimah Allah yang Dia letakkan pada Maryam dan ruh dari-Nya
- 30.6.4. Orang yang menjaga shalat lima waktu akan dikumpulkan bersama orang-orang yang beruntung di surga
- 30.6.5. Barang siapa berakhlak baik, maka ia akan menempati derajat tinggi di surga
- 30.6.6. Orang yang memaafkan saudaranya dan menahan amarahnya akan diberi tempat mulia di surga
- 30.6.7. Barang siapa beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menegakkan shalat, dan berpuasa Ramadhan, maka Allah wajibkan surga baginya
- 30.6.8. Surga memiliki delapan pintu, dan salah satunya khusus bagi orang yang gemar berpuasa
- 30.6.9. Penghuni surga adalah orang-orang yang rendah hati, banyak berdzikir, dan berbakti kepada orang tuanya
- 30.6.10. Barang siapa yang mati dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, maka ia akan masuk surga
- 30.1. Ibadah adalah Tujuan manusia diciptakan Allah
- 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
- 31.1. Besarnya Rahmat Allah
- 31.1.1. Satu bagian rahmat Allah di bumi, sembilan puluh Sembilan masih ada di sisi-Nya
- 31.1.2. Rahmat-Ku telah mendahului murka-Ku
- 31.1.3. Allah akan menciptakan makhluk yang berdosa untuk mengampuni mereka
- 31.1.4. Allah menciptakan mahluk kehendak-Nya untuk memenuhi surga, apabila belum penuh
- 31.1.5. Allah tidak menzhalimi seorang pun dari makhlukNya
- 31.1.6. Apabila Allah mendapati di awal catatan maupun di akhir catatan, satu kebaikan saja, maka Allah akan mengampuninya
- 31.1.7. Allah lebih sayang kepada hamba-Nya daripada seorang ibu kepada anaknya
- 31.1.8. Setiap rahmat yang dimiliki manusia adalah bagian kecil dari rahmat Allah yang luas
- 31.1.9. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu
- 31.1.10. Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir
- 31.2. Islam dan Nabi adalah rahmat
- 31.2.1. Nabi sebagai rahmat dan petunjuk
- 31.2.2. Tidak ada satu pun yang akan selamat tanpa rahmat Allah, termasuk Nabi
- 31.2.3. Setan paling marah ketika turunnya rahmat pada hari Arafah
- 31.2.4. Allah mengutus Nabi Muhammad bukan untuk menyusahkan, tetapi sebagai rahmat bagi semesta alam
- 31.2.5. Setiap perintah Nabi membawa rahmat dan kemudahan, bukan kesempitan
- 31.2.6. Rahmat Allah turun bersama dakwah Nabi dan hilang bersama kesombongan manusia
- 31.2.7. Umat Nabi akan mendapat syafaat besar sebagai bentuk rahmat Allah
- 31.3. Usaha dan Doa Mencapai Rahmat
- 31.3.1. Malaikat mendoakan Rahmat untuk orang yang tetap di tempat shalat
- 31.3.2. Rahmat Allah bagi yang bermurah hati dalam jual beli
- 31.3.3. Rahmat Allah bagi suami istri yang bangun untuk shalat malam
- 31.3.4. Allah merahmati orang yang menutupi aib saudaranya
- 31.3.5. Allah merahmati orang yang memberi kemudahan kepada orang lain dalam urusan dunia
- 31.3.6. Orang yang menyambung silaturahmi akan mendapatkan rahmat dan diperpanjang umurnya
- 31.3.7. Orang yang mengasihi makhluk di bumi akan dikasihi oleh Allah yang di langit
- 31.3.8. Barang siapa berusaha memberi rahmat kepada sesama, Allah akan merahmatinya di akhirat
- 31.4. Rahmat Allah di Dunia dan Akhirat
- 31.4.1. Allah memberi rahmat di dunia dengan petunjuk, dan di akhirat dengan ampunan dan surga
- 31.4.2. Setiap musibah di dunia menjadi sebab datangnya rahmat bagi orang beriman
- 31.4.3. Orang terakhir keluar dari neraka akan mendapat rahmat besar hingga dimasukkan ke surga
- 31.4.4. Rahmat Allah akan menaungi orang yang berhimpun di masjid untuk mengingat Allah
- 31.4.5. Orang yang meninggal dalam iman akan mendapatkan rahmat di akhirat yang tidak terputus
- 31.5. Orang yang Terhalang dari Rahmat Allah
- 31.5.1. Orang yang tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya
- 31.5.2. Hati yang keras menjadi penghalang turunnya rahmat Allah
- 31.5.3. Orang yang memutus silaturahmi terhalang dari rahmat dan ampunan Allah
- 31.5.4. Orang yang memutus silaturahmi terhalang dari rahmat dan ampunan Allah
- 31.5.5. Orang yang menzhalimi dan enggan memaafkan tidak akan mendapat rahmat hingga ia mengampuni
- 31.1. Besarnya Rahmat Allah
- 32. Warisan dan Wasiat
- 32.1. Nabi
- 32.1.1. Nabi tidaklah meninggalkan warisan, semuanya dijadikan shadaqah
- 32.1.2. Para nabi tidak mewariskan dinar maupun dirham, tetapi mewariskan ilmu
- 32.1.3. Apa yang ditinggalkan Nabi berupa harta, menjadi milik umat untuk kemaslahatan bersama
- 32.1.4. Keluarga Nabi tidak berhak atas sedekah dan warisan dari harta kenabian
- 32.2. Anak Zina
- 32.2.1. Warisan anak zina menempati kedudukan anaknya wanita berbuat li'an
- 32.2.2. Anak zina tidak dapat diwarisi oleh orang yang mengakuinya sebagai anak dan tidak dapat diwarisi oleh anak yang dilahirkannya
- 32.2.3. Ali tidak memberikan hak waris kepada anak zina sekalipun seseorang mengakuinya sebagai anak
- 32.2.4. Anak yang diakui sebagai anak zina dapat mewarisi
- 32.2.5. Anak dinasabkan kepada ibunya, bukan kepada laki-laki yang berzina dengannya
- 32.2.6. Anak hasil li’an tidak saling mewarisi dengan ayahnya, tetapi tetap dengan ibunya
- 32.2.7. Jika anak lahir dari pernikahan syubhat, maka ia tetap berhak atas warisan ayahnya
- 32.2.8. Tidak ada tanggung jawab saling mewarisi antara pelaku zina dan anak hasil zina
- 32.3. Wasiat
- 32.3.1. Tidak boleh berwasiat untuk ahli waris (larangan Nabi saw.)
- 32.3.2. Wasiat hanya berlaku untuk yang bukan ahli waris, dan maksimal sepertiga dari harta
- 32.3.3. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk tidak membiarkan wasiat tanpa tertulis
- 32.3.4. Orang yang berwasiat dengan adil akan mendapat pahala besar di sisi Allah
- 32.3.5. Barang siapa berwasiat dengan niat menzhalimi ahli waris, maka dosanya besar di sisi Allah
- 32.3.6. Wasiat tidak sah jika menyalahi hukum Allah dalam pembagian warisan
- 32.3.7. Wasiat tidak sah jika menyalahi hukum Allah dalam pembagian warisan
- 32.3.8. Seseorang yang meninggal dengan wasiat baik akan terus mendapatkan pahala setelah wafatnya
- 32.4. Pembagian Warisan secara adil
- 32.4.1. Allah telah menetapkan bagian waris bagi setiap ahli waris dalam Al-Qur’an
- 32.4.2. Siapa yang mengubah pembagian warisan setelah mendengarnya, maka dosanya besar di sisi Allah
- 32.4.3. Barang siapa mengurangi hak ahli waris, Allah akan mengurangi bagiannya di akhirat
- 32.4.4. Harta peninggalan tidak boleh dibagi sebelum pelunasan utang dan pelaksanaan wasiat
- 32.4.5. Nabi melarang keras memakan harta warisan tanpa hak
- 32.5. Perselisihan dan Menyelesaikan Warisan
- 32.5.1. Orang yang menahan warisan saudaranya akan ditahan dari rahmat Allah pada hari kiamat
- 32.5.2. Rasulullah memerintahkan agar sengketa warisan diselesaikan dengan keadilan dan musyawarah
- 32.5.3. Persaudaraan lebih utama daripada memperebutkan warisan dunia
- 32.5.4. Menjaga kerukunan keluarga setelah pembagian warisan adalah tanda iman yang kuat
- 32.5.5. Orang yang meninggalkan hak saudaranya demi menghindari sengketa akan diberi rumah di surga oleh Allah
- 32.1. Nabi
- 33. Jihad dan Perang
- 33.1. Keutamaan Jihad dan mati Syahid
- 33.1.1. Sebuah negeri yang terbaik dan paling utama yang belum pernah aku melihat yang lebih baik darinya untuk orang yang mati syahid
- 33.1.2. Sesungguhnya surga itu terletak di bawah kilatan dan sabetan pedang
- 33.1.3. Mukmin terbaik adalah yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya
- 33.1.4. Tidak ada amal yang sebanding dengan jihad di jalan Allah kecuali seseorang berjuang dengan seluruh hartanya lalu terbunuh
- 33.1.5. Orang yang mati syahid diampuni dosanya sejak tetesan darah pertamanya keluar
- 33.1.6. Ruh para syuhada berada di dalam tubuh burung hijau yang berkeliling di surga
- 33.1.7. Setiap luka di jalan Allah akan datang pada hari kiamat dalam keadaan berdarah, warnanya darah tapi baunya seperti minyak kasturi
- 33.1.8. Orang yang berjaga di perbatasan (ribat) di jalan Allah lebih baik dari dunia dan isinya
- 33.1.9. Orang yang mati syahid tidak merasakan sakit kematian kecuali seperti cubitan ringan
- 33.2. Niat yang benar
- 33.2.1. Barang siapa berperang untuk meninggikan kalimat Allah, maka itulah jihad di jalan Allah
- 33.2.2. Amal tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya
- 33.2.3. Barang siapa berperang demi ketenaran atau untuk mendapat bagian dunia, maka tidak akan mendapat pahala jihad
- 33.2.4. Jihad tanpa niat yang benar hanyalah peperangan biasa, bukan ibadah di sisi Allah
- 33.2.5. Seorang mujahid sejati adalah yang berjihad melawan hawa nafsunya demi taat kepada Allah
- 33.3. Pertolongan Allah dalam Perang
- 33.3.1. Jibril menyampaikan bahwa yang ikut perang Badar ada dari kalangan malaikat
- 33.3.2. Doa Nabi untuk orang yang berperang: Ya Allah, kuatkanlah dia dengan Ruhul Qudus
- 33.3.3. Malaikat Jibril memerintahkan Nabi memerangi bani Quraidzhah
- 33.3.4. Para Malaikat senantiasa terus menaungi syahid dengan sayap-sayap mereka
- 33.3.5. Allah menurunkan ribuan malaikat untuk membantu kaum mukmin di perang Badar
- 33.3.6. Hujan yang turun di malam sebelum perang Badar adalah pertolongan Allah untuk meneguhkan hati kaum mukmin
- 33.3.7. Allah memberikan rasa takut di hati musuh sejauh perjalanan satu bulan sebagai pertolongan bagi Nabi
- 33.3.8. Doa Nabi di Uhud: Ya Allah, jika pasukan ini binasa, Engkau tidak akan disembah di bumi lagi
- 33.3.9. Pertolongan Allah datang bukan karena jumlah, tapi karena iman dan kesabaran kaum mukmin
- 33.4. Keberanian dalam penyerangan
- 33.4.1. Nabi pernah menyerang suku Bani Al Mushthaliq saat mereka sedang lalai
- 33.4.2. Janganlah kalian mengharapkan berjumpa dengan musuh, apabila kalian berjumpa dengan musuh maka bersabarlah
- 33.4.3. Doa Rasulullah saw. sebelum bertempur
- 33.4.4. Nabi adalah orang yang paling berani; beliau berada di barisan paling depan saat pertempuran
- 33.4.5. Ketika perang Hunain, Rasulullah tidak mundur sedikit pun meski pasukan terpukul mundur
- 33.4.6. Ali bin Abi Thalib memegang panji Islam dengan keberanian luar biasa di perang Khandaq
- 33.4.7. Para sahabat memuji keberanian Rasulullah yang menenangkan hati mereka di tengah gempuran musuh
- 33.4.8. Orang yang lari dari medan perang tanpa alasan syar’i akan mendapat dosa besar
- 33.5. Adab dalam Peperangan
- 33.5.1. Rasulullah melarang membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan para rahib
- 33.5.2. Nabi melarang memotong pohon, membakar rumah, dan menghancurkan tempat ibadah
- 33.5.3. Nabi memerintahkan untuk tidak mengkhianati, tidak berbuat curang, dan tidak mencincang mayat
- 33.5.4. Rasulullah berpesan agar menawarkan Islam terlebih dahulu sebelum memulai pertempuran
- 33.5.5. Tentara Islam tidak boleh membunuh utusan atau orang yang membawa pesan damai
- 33.5.6. Nabi melarang menyiksa tawanan dan memperlakukan musuh dengan kejam
- 33.5.7. Apabila seseorang sudah mengucap La ilaha illallah, maka tidak boleh dibunuh
- 33.5.8. Pasukan dilarang berperang di malam hari tanpa kejelasan siapa yang diperangi
- 33.6. Ghanimah
- 33.6.1. Setiap harta rampasan perang dibagi secara adil setelah kemenangan
- 33.6.2. Empat bagian untuk pasukan, satu bagian untuk Rasulullah dan kepentingan umum (khumus)
- 33.6.3. Barang siapa mengambil ghanimah sebelum pembagian resmi, maka ia berbuat khianat (ghulul)
- 33.6.4. Nabi tidak mengambil bagian ghanimah kecuali yang menjadi haknya dan dibagikan kepada umat
- 33.6.5. Para sahabat tidak menyembunyikan hasil perang sekecil apa pun dari Rasulullah
- 33.6.6. Allah menghalalkan ghanimah bagi umat Nabi Muhammad, yang tidak dihalalkan bagi umat sebelumnya
- 33.7. Fa’i
- 33.7.1. Harta fa’i adalah harta yang diperoleh tanpa peperangan langsung, dan menjadi milik umum umat Islam
- 33.7.2. Nabi membagi harta fa’i untuk kesejahteraan fakir, miskin, dan keperluan umat
- 33.7.3. Allah memberikan harta fa’i kepada Rasulullah untuk menguatkan dakwah Islam
- 33.7.4. Tidak ada bagian individu dalam fa’i, karena ia adalah amanah bagi kepentingan bersama
- 33.7.5. Nabi menolak mengambil fa’i untuk kepentingan pribadi, bahkan dari harta rampasan terbesar
- 33.8. Hukum Hukum bagi mu’ahid dan musta’man
- 33.8.1. Nabi menepati janji dan perjanjian dengan pihak yang terikat damai (mu‘ahid)
- 33.8.2. Barang siapa membunuh orang kafir mu‘ahid, tidak akan mencium bau surga
- 33.8.3. Nabi memberi perlindungan kepada orang yang meminta aman (musta’man)
- 33.8.4. Muslim tidak boleh mengkhianati perjanjian meskipun terhadap musuh
- 33.8.5. Apabila seorang muslim memberikan jaminan aman kepada non-muslim, maka jaminan itu harus dihormati oleh seluruh kaum muslimin
- 33.8.6. Nabi melarang membunuh utusan dari kaum musyrikin meski datang dari pihak musuh
- 33.8.7. Orang yang melanggar perjanjian damai akan ditimpa kehinaan di dunia dan azab di akhirat
- 33.1. Keutamaan Jihad dan mati Syahid
- 34. Perbudakan
- 34.1. Membebaskan Budak
- 34.1.1. Abdullah bin Umar membebaskan anak hasil zina dan ibunya
- 34.1.2. Barang siapa membebaskan seorang budak muslim, Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari neraka
- 34.1.3. Salah satu cara menebus dosa besar adalah dengan memerdekakan budak
- 34.1.4. Nabi membebaskan banyak budak sebagai bentuk sedekah dan pendekatan diri kepada Allah
- 34.1.5. Seorang muslim dianjurkan membebaskan budak sebagai kaffarah sumpah atau pelanggaran
- 34.1.6. Memerdekakan budak adalah salah satu bentuk amal yang paling dicintai Allah
- 34.1.7. Nabi memberi kabar gembira bahwa setiap budak yang dimerdekakan akan menjadi penolong bagi tuannya di akhirat
- 34.1.8. Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, dan sahabat lain mencontohkan membebaskan banyak budak demi mencari ridha Allah
- 34.2. Dosa Budak
- 34.2.1. Pernikahan budak tanpa izin tuannya adalah zina
- 34.2.2. Apabila budak berzina, maka cambuklah dia
- 34.2.3. Jika budak berzina setelah menikah, maka hukumannya adalah separuh dari hukuman orang merdeka
- 34.2.4. Budak yang melakukan dosa tetap mendapat hukuman, namun lebih ringan dari orang merdeka
- 34.2.5. Tuannya tidak boleh menzalimi budaknya meskipun ia bersalah, kecuali sesuai hukum syariat
- 34.2.6. Rasulullah melarang memaki atau melaknat budak karena kesalahanny
- 34.2.7. Orang yang menampar budaknya diperintahkan untuk memerdekakannya sebagai tebusan dosanya
- 34.3. Hak dan Kewajiban antara Tuan dan Budak
- 34.3.1. Rasulullah memerintahkan agar memberi makan dan pakaian kepada budak seperti yang dimakan dan dipakai tuannya
- 34.3.2. Budak tidak boleh dibebani pekerjaan di luar kemampuannya
- 34.3.3. Jika budak melakukan kesalahan, tuannya diperintahkan untuk memaafkan jika mampu
- 34.3.4. Rasulullah bersabda: Mereka adalah saudara-saudaramu yang Allah jadikan di bawah kekuasaanmu
- 34.3.5. Tidak ada keutamaan bagi orang merdeka atas budaknya kecuali dengan takwa
- 34.3.6. Orang yang berbuat baik kepada budaknya akan mendapatkan pahala yang berlipat di sisi Allah
- 34.3.7. Nabi melarang memukul wajah budak karena kehormatan manusia harus dijaga
- 34.3.8. Barang siapa menuduh budaknya berzina tanpa bukti, maka ia terkena hukuman di akhirat
- 34.4. Pembebasan Budak sebagai Tebusan Dosa dan Kaffarah
- 34.4.1. Pembebasan budak menjadi kaffarah bagi pembunuhan tidak sengaja
- 34.4.2. Siapa yang melanggar sumpah, maka kaffarahnya salah satunya dengan memerdekakan budak
- 34.4.3. Bagi yang membunuh orang beriman secara keliru, wajib memerdekakan budak yang beriman
- 34.4.4. Nabi menganjurkan untuk menolong budak yang hendak menebus dirinya (mukatab) hingga merdeka
- 34.4.5. Membantu pembebasan budak termasuk sedekah besar yang mendatangkan ampunan Allah
- 34.5. Mukatab dan Kebebasan Budak
- 34.5.1. Budak mukatab yang menunaikan perjanjiannya menjadi orang merdeka dengan penuh kehormatan
- 34.5.2. Tuannya dianjurkan membantu budak mukatab untuk melunasi tebusannya
- 34.5.3. Rasulullah bersabda: Berikanlah bantuan kepada budak mukatab, karena jika ia menepati perjanjiannya, ia akan merdeka
- 34.5.4. Jika budak mukatab gagal membayar karena kesulitan, maka hendaknya tuannya memberinya kelonggaran
- 34.5.5. Islam memuliakan usaha budak untuk meraih kebebasan dengan cara yang baik dan adil
- 34.6. Pahala dan Ancaman bagi Tuan
- 34.6.1. Barang siapa menzalimi budaknya, maka Allah akan menjadi lawannya pada hari kiamat
- 34.6.2. Tuan yang membebaskan budaknya karena Allah akan mendapatkan perlindungan dari api neraka
- 34.6.3. Siapa yang memberi pendidikan dan bimbingan baik kepada budaknya, maka ia mendapat dua pahala
- 34.6.4. Tuan yang berbuat adil kepada budaknya akan ditempatkan di bawah naungan Arsy pada hari kiamat
- 34.6.5. Orang yang memerdekakan budaknya karena takut azab Allah akan diselamatkan dari neraka
- 34.1. Membebaskan Budak
- 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
- 35.1. Surat menyurat
- 35.1.1. Rasulullah memiliki stempel perak yang bertuliskan Muhammad Rasulullah yang dibuat oleh Anas
- 35.1.2. Rasulullah mengirim surat kepada para raja (Heraklius, Kisra, dan Najasyi) untuk mengajak kepada Islam
- 35.1.3. Surat Rasulullah selalu dibuka dengan basmalah dan salam damai
- 35.1.4. Rasulullah tidak menulis surat kepada orang kafir kecuali disertai segel resmi sebagai tanda keabsahan
- 35.1.5. Para sahabat diutus membawa surat Rasulullah dengan amanah dan adab yang tinggi
- 35.1.6. Rasulullah melarang menulis surat yang berisi kebohongan atau tipu daya
- 35.2. Pengawasan sosial
- 35.2.1. Rasulullah bersabda: Barang siapa menipu kami, maka bukan dari golongan kami
- 35.2.2. Seorang pengawas pasar diangkat Rasulullah untuk menegakkan kejujuran dalam jual beli (muhtasib)
- 35.2.3. Nabi menegur pedagang yang mencampur bahan makanan dengan yang basah untuk menipu pembeli
- 35.2.4. Rasulullah melarang menimbun barang untuk merugikan masyarakat
- 35.2.5. Orang yang menipu, menzalimi, atau menahan hak orang lain akan dimintai pertanggungjawaban pada hari kiamat
- 35.2.6. Rasulullah memerintahkan untuk saling menasihati dan memperbaiki muamalah antar manusia
- 35.3. Akad dan Jual beli
- 35.3.1. Akad as salam
- 35.3.2. Akad al istisha
- 35.3.3. Pilihan dalam jual beli
- 35.3.4. Nabi melarang jual beli yang mengandung unsur gharar (ketidakjelasan)
- 35.3.5. Dua transaksi dalam satu jual beli dilarang oleh Rasulullah
- 35.3.6. Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar (pilihan) sebelum berpisah
- 35.3.7. Rasulullah melarang menjual barang yang belum dimiliki
- 35.3.8. Nabi menganjurkan kejujuran dalam jual beli dan menghapus dosa bagi yang berkata jujur
- 35.3.9. Rasulullah melarang menawar barang yang sedang ditawar orang lain
- 35.3.10. Nabi memberi keberkahan pada jual beli yang dilakukan dengan jujur dan terbuka
- 35.3.11. Janganlah menjual barang dengan cara yang menipu atau menyembunyikan cacatnya
- 35.3.12. Rasulullah melarang jual beli yang mengandung unsur penipuan, seperti ‘mulamasah’ dan ‘munabadhah’
- 35.4. Riba
- 35.4.1. Rasulullah melaknat pemakan riba, pemberi riba, penulis, dan dua saksinya
- 35.4.2. Emas dengan emas, perak dengan perak harus sama kadar dan serah terima tunai
- 35.4.3. Setiap tambahan dalam utang yang disyaratkan adalah riba
- 35.4.4. Rasulullah melarang dua takaran berbeda dalam pertukaran bahan pokok
- 35.4.5. Rasulullah bersabda bahwa riba memiliki tujuh puluh cabang dosa, yang paling ringan seperti menzinai ibu sendiri
- 35.4.6. Allah menghancurkan riba dan memberkahi sedekah
- 35.4.7. Rasulullah memperingatkan bahwa umat akan datang suatu masa di mana semua terjerumus dalam riba, walau sedikit
- 35.5. Sewa menyewa
- 35.5.1. Nabi memperbolehkan sewa tanah dengan upah yang jelas dan waktu yang ditentukan
- 35.5.2. Rasulullah melarang mengambil hasil dari tanah orang lain tanpa izin
- 35.5.3. Nabi membolehkan upah pekerja yang disepakati sebelumnya
- 35.5.4. Barang siapa mempekerjakan orang, wajib membayar upahnya sebelum keringatnya kering
- 35.5.5. Rasulullah melarang mengambil upah dari pekerjaan yang haram
- 35.5.6. Tidak boleh menyewa sesuatu dengan cara yang merugikan salah satu pihak
- 35.5.7. Upah tukang bekam, penjahit, dan pekerja halal selama bukan dalam hal maksiat
- 35.6. Hak tebusan
- 35.6.1. Tawanan perang dapat ditebus dengan harta atau dibebaskan tanpa tebusan menurut kebijakan pemimpin
- 35.6.2. Rasulullah pernah menerima tebusan tawanan Badar dengan mengajarkan baca tulis kepada kaum muslimin
- 35.6.3. Barang siapa menebus saudaranya yang kesulitan, Allah akan menebusnya dari kesulitan di akhirat
- 35.6.4. Tebusan (fidyah) yang sah adalah berdasarkan ridha dan keadilan antara dua pihak
- 35.7. Kemitraan
- 35.7.1. Rasulullah membolehkan syirkah (kemitraan) yang berdasarkan kejujuran dan kesepakatan
- 35.7.2. Nabi melarang syirkah yang mengandung gharar (ketidakjelasan)
- 35.7.3. Allah menjadi pihak ketiga dalam kemitraan selama keduanya jujur dan amanah
- 35.7.4. Rasulullah mengutus sahabat untuk berdagang bersama dengan sistem bagi hasil (mudharabah)
- 35.7.5. Kemitraan yang menimbulkan perselisihan dianjurkan untuk diakhiri dengan adil dan damai
- 35.8. Perwakilan
- 35.8.1. Rasulullah mewakilkan sebagian urusan kepada sahabat-sahabatnya, seperti perdagangan dan zakat
- 35.8.2. Wakil bertanggung jawab atas apa yang dilakukan dalam batas wewenangnya
- 35.8.3. Tidak sah perwakilan dalam hal maksiat atau pelanggaran hukum Allah
- 35.8.4. Rasulullah mempercayakan urusan dagang kepada sahabat dengan amanah dan kejujuran
- 35.8.5. Wakil yang berkhianat terhadap amanahnya akan menanggung dosa besar
- 35.9. Gadai
- 35.9.1. Nabi pernah menggadaikan baju besinya kepada orang Yahudi untuk membeli makanan
- 35.9.2. Barang gadai tetap menjadi milik penggadai, tetapi keuntungannya tidak boleh diambil oleh penerima gadai
- 35.9.3. Barang gadai boleh dijual bila tidak ditebus dalam waktu yang disepakati
- 35.9.4. Rasulullah membolehkan gadai meskipun antara muslim dan non-muslim
- 35.9.5. Tidak boleh mengambil manfaat dari barang gadai kecuali dengan izin yang sah
- 35.10. Utang-piutang dan pengalihan utang
- 35.10.1. Orang yang berutang wajib melunasi sesuai waktu yang disepakati
- 35.10.2. Rasulullah bersabda: Menunda pembayaran bagi orang mampu adalah kezaliman
- 35.10.3. Nabi menolak menshalatkan jenazah yang masih memiliki utang tanpa penanggung
- 35.10.4. Barang siapa melunasi utangnya dengan lebih (tanpa syarat), itu termasuk sedekah, bukan riba
- 35.10.5. Utang dapat dialihkan (hiwalah) dengan ridha semua pihak yang terlibat
- 35.10.6. Rasulullah memuji orang yang memberi tenggang waktu kepada yang kesulitan membayar utang
- 35.10.7. Orang yang membebaskan utang saudaranya akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat
- 35.11. Barang pinjaman
- 35.11.1. Rasulullah meminjam barang dari sahabat dan mengembalikannya dengan yang lebih baik
- 35.11.2. Barang pinjaman harus dikembalikan sebagaimana kondisinya ketika dipinjam
- 35.11.3. Tidak halal menahan barang pinjaman tanpa izin pemiliknya
- 35.11.4. Orang yang meminjam lalu mengingkari atau tidak mengembalikan termasuk pencuri
- 35.11.5. Nabi menganjurkan memberi pinjaman sebagai amal kebaikan, sebab setiap pinjaman bernilai sedekah
- 35.11.6. Tidak boleh mengambil keuntungan dari barang yang dipinjam kecuali dengan izin yang jelas dari pemiliknya
- 35.12. Perampasan
- 35.12.1. Rasulullah bersabda: Barang siapa mengambil sejengkal tanah secara zalim, maka akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi pada hari kiamat
- 35.12.2. Tidak halal harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan hatinya
- 35.12.3. Rasulullah melarang mengambil hak orang lain, sekalipun sedikit, tanpa izin
- 35.12.4. Sumpah palsu untuk mengambil harta orang lain digolongkan sebagai dosa besar
- 35.12.5. Rasulullah bersabda: Siapa yang merampas hak saudaranya, kembalikanlah sebelum diambil darinya di hari kiamat
- 35.12.6. Nabi menolak kesaksian yang dibuat untuk mendukung perampasan harta orang lain
- 35.13. Pengakuan (iqrar)
- 35.13.1. Rasulullah menegakkan hukum berdasarkan pengakuan yang jujur dari seseorang atas perbuatannya
- 35.13.2. Nabi menerima pengakuan seseorang tanpa paksaan sebagai bukti sah dalam hukum Islam
- 35.13.3. Pengakuan yang diucapkan dengan tekanan atau ketakutan tidak diterima oleh Rasulullah
- 35.13.4. Barang siapa mengaku atas suatu hak, maka ia wajib menunaikannya sesuai pengakuannya
- 35.13.5. Rasulullah mengajarkan agar tidak menuduh tanpa bukti atau pengakuan yang jelas
- 35.13.6. Pengakuan seseorang dianggap sah bila dilakukan dengan kesadaran penuh dan tidak dalam keadaan terpaksa
- 35.14. Jaminan
- 35.14.1. Rasulullah menegaskan bahwa penjamin ikut bertanggung jawab atas orang yang dijaminnya
- 35.14.2. Nabi menerima penjaminan sahabat dalam kasus utang dan tahanan
- 35.14.3. Barang siapa menjamin utang orang lain, maka ia wajib melunasi bila yang dijamin tidak mampu
- 35.14.4. Rasulullah bersabda: Penjamin adalah tanggungan yang kuat, maka berhati-hatilah dalam menanggung orang lain
- 35.14.5. Nabi memperbolehkan penjaminan dalam hal utang, diyat, atau kehadiran di pengadilan
- 35.15. Perdamaian dan arbitrase
- 35.15.1. Rasulullah bersabda: Perdamaian diperbolehkan di antara kaum muslimin selama tidak menghalalkan yang haram dan tidak mengharamkan yang halal
- 35.15.2. Nabi menjadi penengah antara dua pihak yang berselisih dan memutuskan dengan adil
- 35.15.3. Perdamaian yang disepakati dengan ridha dua belah pihak lebih utama daripada perseteruan yang berkepanjangan
- 35.15.4. Rasulullah memerintahkan untuk mendamaikan dua kelompok yang bertikai
- 35.15.5. Barang siapa menengahi untuk kebaikan, maka ia mendapat pahala seperti pelaku kebaikan
- 35.15.6. Rasulullah menolak perdamaian yang mengandung tipu daya atau merugikan salah satu pihak
- 35.16. Bagi hasil perkerbunan, pertanian
- 35.16.1. Rasulullah bermuamalah dengan penduduk Khaibar dengan sistem bagi hasil pertanian
- 35.16.2. Nabi membolehkan kerja sama pengelolaan tanah dengan pembagian hasil yang jelas
- 35.16.3. Tanah yang dikerjakan dengan kesepakatan dan keadilan membawa keberkahan bagi keduanya
- 35.16.4. Rasulullah melarang bagi hasil yang tidak jelas kadarnya atau syarat yang merugikan
- 35.16.5. Sahabat mengelola tanah Nabi dengan sistem bagi hasil yang disepakati tanpa kecurangan
- 35.16.6. Tidak boleh mengambil bagian hasil sebelum panen sesuai waktu yang disepakati
- 35.17. Kebangrutan
- 35.17.1. Rasulullah bersabda: Orang yang bangkrut di akhirat adalah yang datang membawa amal tetapi menzalimi orang lain
- 35.17.2. Nabi memerintahkan agar harta orang yang bangkrut dijual untuk melunasi utangnya
- 35.17.3. Utang harus didahulukan pelunasannya dari harta peninggalan orang yang pailit
- 35.17.4. Rasulullah menunda hukuman bagi orang bangkrut yang benar-benar tidak mampu membayar
- 35.17.5. Tidak boleh menagih dengan keras kepada orang yang sudah tidak mampu secara nyata
- 35.17.6. Barang siapa memberi keringanan kepada orang bangkrut, maka Allah akan memberinya keringanan di akhirat
- 35.18. Fasilitas umum dan jalan
- 35.18.1. Rasulullah bersabda: Jauhilah duduk di jalan, jika terpaksa maka berikan hak jalan
- 35.18.2. Menyingkirkan duri atau batu dari jalan adalah sedekah
- 35.18.3. Rasulullah melarang menutup jalan umum atau menghalangi orang lewat
- 35.18.4. Air, padang rumput, dan api adalah hak bersama umat Islam
- 35.18.5. Tidak boleh memonopoli sumber air atau jalan yang digunakan orang banyak
- 35.18.6. Nabi menegur orang yang membuang najis atau kotoran di jalan umum
- 35.19. Ketidakjelasan dan spekulasi
- 35.19.1. Rasulullah melarang jual beli yang mengandung ketidakjelasan (gharar)
- 35.19.2. Nabi melarang jual beli anak hewan yang masih dalam kandungan atau janin hewan yang belum lahir
- 35.19.3. Judi (maysir) diharamkan karena mengandung unsur untung-untungan dan permusuhan
- 35.19.4. Rasulullah melarang menukar barang dengan ketidakjelasan hasil seperti beli hasil panen yang belum tampak
- 35.19.5. Jangan membeli sesuatu yang tidak pasti dapat dimiliki atau diserahkan
- 35.19.6. Rasulullah melarang mempermainkan nasib dan keberuntungan dalam transaksi
- 35.20. Asuransi
- 35.20.1. Rasulullah menyerukan konsep takaful (tolong-menolong) dalam menanggung beban musibah dan kehilangan
- 35.20.2. Kaum muslimin bagaikan satu tubuh; jika satu anggota sakit, seluruh tubuh ikut merasakan
- 35.20.3. Rasulullah menetapkan sistem diyat (ganti rugi) yang ditanggung bersama oleh kerabat (‘aqilah)
- 35.20.4. Setiap perjanjian tolong-menolong untuk melindungi harta dan jiwa yang tidak bertentangan dengan syariat diperbolehkan
- 35.20.5. Rasulullah bersabda: Tolonglah saudaramu baik dalam keadaan zalim maupun dizalimi
- 35.21. Transaksi perbankan kontenporer
- 35.21.1. Rasulullah menegaskan larangan riba dalam segala bentuk tambahan yang disyaratkan atas pinjaman
- 35.21.2. Keuntungan sah hanya dari transaksi yang disertai risiko dan kepemilikan nyata
- 35.21.3. Keuntungan sah hanya dari transaksi yang disertai risiko dan kepemilikan nyata
- 35.21.4. Nabi menekankan amanah dalam menjaga titipan dan harta orang lain
- 35.21.5. Barang siapa mengelola harta umat dengan adil akan diberi naungan Allah pada hari kiamat
- 35.21.6. Rasulullah bersabda: Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi dan orang-orang saleh
- 35.22. Menghidupkan lahan mati dan hak atas air
- 35.22.1. Rasulullah bersabda: Siapa yang menghidupkan tanah mati maka ia berhak atasnya
- 35.22.2. Nabi memberikan tanah kepada orang yang menggarap dan memanfaatkannya secara nyata
- 35.22.3. Tanah tidak boleh dibiarkan kosong tanpa manfaat bila orang lain mampu mengelolanya
- 35.22.4. Air adalah milik bersama, tidak boleh dihalangi dari orang yang membutuhkannya
- 35.22.5. Rasulullah melarang menjual air secara monopoli bila dibutuhkan orang banyak
- 35.22.6. Orang yang menanam pohon atau menebar benih lalu dimanfaatkan makhluk hidup akan mendapat pahala
- 35.1. Surat menyurat
- 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
- 36.1. Diyat
- 36.1.1. Surat Rasulullah tentang diyat atas jiwa dan luka
- 36.1.2. Untuk tulang retak dan bergeser diyatnya lima belas ekor unta
- 36.1.3. Untuk setiap jari dari jari-jari tangan dan kaki diyatnya sepuluh ekor unta
- 36.1.4. Untuk luka dalam hingga terlihat tulangnya adalah lima ekor unta
- 36.1.5. Untuk gigi (dendanya) lima ekor unta
- 36.1.6. Rasulullah menetapkan bahwa diyat perempuan adalah setengah dari diyat laki-laki dalam pembunuhan tidak sengaja
- 36.1.7. Diyat untuk pembunuhan tidak sengaja (khatha’) ditanggung oleh ‘aqilah (keluarga pihak pelaku)
- 36.1.8. Rasulullah menetapkan seratus ekor unta sebagai diyat bagi jiwa manusia yang terbunuh tanpa sengaja
- 36.1.9. Dalam kasus pembunuhan keliru, Nabi membedakan antara kelalaian dan sengaja dalam menentukan jumlah diyat
- 36.1.10. Nabi menegaskan bahwa diyat harus dibayar secara adil dan tidak boleh dikurangi dengan alasan status sosial korban
- 36.2. Qishas
- 36.2.1. Rasulullah bersabda: Jiwa dibalas dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, dan luka dengan luka setimpal
- 36.2.2. Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena tiga hal: (1) orang yang berzina dan sudah menikah, (2) pembunuh yang disengaja, (3) orang yang murtad setelah beriman
- 36.2.3. Ketika seorang wanita dari suku Makhzum mencuri, Nabi menegakkan hukum dengan memotong tangannya tanpa pandang bulu
- 36.2.4. Rasulullah menolak permohonan syafaat dalam kasus hudud, dan bersabda: Demi Allah, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya
- 36.2.5. Rasulullah memerintahkan agar pelaksanaan qishas dilakukan tanpa melebihi batas
- 36.2.6. Nabi melarang orang yang dizalimi membalas dengan berlebihan melebihi kezaliman yang diterimanya
- 36.2.7. Dimaafkannya pelaku qishas menjadi sebab gugurnya hukuman dan diberi ganjaran besar di sisi Allah
- 36.2.8. Rasulullah bersabda: Barang siapa membunuh seseorang di luar hukum, maka ia tergolong membantu kebinasaan di dunia dan akhirat
- 36.2.9. Dalam pelaksanaan qishas, Nabi melarang penyiksaan terhadap pelaku, melainkan dilakukan dengan cara yang adil dan manusiawi
- 36.3. Peradilan
- 36.3.1. Rasulullah bersabda: Jika dua orang datang kepadamu untuk diadili, janganlah engkau memutuskan hingga engkau mendengar dari kedua belah pihak
- 36.3.2. Nabi mengangkat para sahabat sebagai hakim dan memberi petunjuk agar berhukum dengan Al-Qur’an dan Sunnah
- 36.3.3. Rasulullah bersabda: Hakim ada tiga golongan, dua di neraka dan satu di surga, yang di surga adalah yang memutus dengan kebenaran
- 36.3.4. Barang siapa diangkat menjadi hakim, sungguh ia telah disembelih tanpa pisau
- 36.3.5. Rasulullah mengajarkan agar hakim tidak memutuskan perkara dalam keadaan marah atau tergesa-gesa
- 36.3.6. Kesaksian palsu disamakan dengan syirik karena merusak keadilan hukum
- 36.3.7. Rasulullah menegaskan bahwa bukti menjadi tanggung jawab penggugat, sedangkan sumpah bagi yang mengingkari
- 36.3.8. Nabi tidak menerima kesaksian orang yang fasik, pembohong, atau memiliki kepentingan dalam perkara
- 36.3.9. Dalam kasus yang tidak ditemukan bukti, Rasulullah menyerahkan keputusan kepada sumpah dari pihak yang dituduh
- 36.3.10. Rasulullah menolak hadiah yang diberikan kepada hakim karena dianggap suap (risywah)
- 36.4. Hukuman Ta’zir
- 36.4.1. Rasulullah menjatuhkan hukuman kepada orang yang mabuk, namun tidak sampai hukuman had karena kadar mabuknya ringan
- 36.4.2. Nabi menghukum orang yang mencaci sahabatnya dengan cambukan dan nasihat tanpa mengumumkannya di hadapan umum
- 36.4.3. Rasulullah menghukum orang yang melakukan dosa yang tidak memiliki had tertentu dengan ta‘zir sesuai kebijaksanaan hakim
- 36.4.4. Ta‘zir bertujuan untuk memperbaiki dan mendidik, bukan untuk membalas dendam
- 36.4.5. Rasulullah melarang pemukulan yang melukai atau meninggalkan bekas berat dalam pelaksanaan hukuman ta‘zir
- 36.4.6. Nabi memberi kelonggaran kepada pelaku pelanggaran kecil dengan teguran, bukan hukuman fisik
- 36.4.7. Rasulullah menjadikan ta‘zir sebagai sarana pendidikan moral dan sosial bagi pelaku kesalahan ringan
- 36.4.8. Sahabat menerapkan ta‘zir dengan prinsip proporsionalitas, sesuai tingkat kesalahan dan niat pelaku
- 36.5. Hudud
- 36.5.1. Rasulullah menetapkan potong tangan bagi pencuri yang mencuri harta yang mencapai nisab dan bukan dalam keadaan darurat
- 36.5.2. Nabi melarang menegakkan had dalam keadaan ragu: Tolaklah hukuman hudud dengan adanya keraguan
- 36.5.3. Rasulullah menegakkan hukuman rajam terhadap pezina muhshan (yang sudah menikah)
- 36.5.4. Untuk pezina ghairu muhshan (belum menikah), Nabi menjatuhkan hukuman seratus cambukan dan pengasingan selama satu tahun
- 36.5.5. Rasulullah bersabda: Barang siapa menuduh zina tanpa bukti empat saksi, maka hendaklah dicambuk delapan puluh kali
- 36.5.6. Nabi menolak menegakkan had bagi orang yang mengaku di bawah tekanan
- 36.5.7. Rasulullah memberi kesempatan kepada orang yang mengaku dosa untuk bertaubat sebelum hukuman ditegakkan
- 36.5.8. Rasulullah menolak orang yang ingin mencabut kembali pengakuan setelah had ditegakkan, dengan mengatakan: Semoga taubatmu cukup untukmu
- 36.6. Pembunuhan dan Kekerasan
- 36.6.1. Rasulullah bersabda: Tidak halal darah seorang muslim kecuali dengan tiga alasan
- 36.6.2. Barang siapa membunuh orang kafir mu‘ahad (yang dilindungi), maka ia tidak akan mencium bau surga
- 36.6.3. Nabi melarang membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua dalam peperangan
- 36.6.4. Rasulullah menegaskan bahwa orang yang membantu pembunuhan akan mendapat dosa seperti pelakunya
- 36.6.5. Orang yang terbunuh dalam mempertahankan hartanya, keluarganya, atau agamanya termasuk syahid
- 36.6.6. Rasulullah menegaskan bahwa setiap darah harus dipertanggungjawabkan, bahkan darah seekor burung pun tanpa alasan yang benar
- 36.7. Hukum Penjara dan Penahanan
- 36.7.1. Rasulullah pernah menahan tersangka hingga jelas perkara yang dituduhkan
- 36.7.2. Nabi tidak menahan orang tanpa alasan syar‘i yang jelas
- 36.7.3. Penahanan dilakukan untuk menjaga keamanan dan menunggu kejelasan bukti, bukan sebagai bentuk penyiksaan
- 36.7.4. Sahabat menahan pelaku tindak pidana ringan untuk memperbaiki perilakunya sebelum dibebaskan
- 36.7.5. Rasulullah memerintahkan agar tawanan diperlakukan dengan baik, diberi makan dan tidak disiksa
- 36.1. Diyat
- 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
- 37.1. Sumpah
- 37.1.1. Rasulullah bersabda: Barang siapa bersumpah dengan nama selain Allah, maka ia telah berbuat syirik
- 37.1.2. Janganlah bersumpah kecuali dengan nama Allah
- 37.1.3. Sumpah tidak berlaku dalam kemaksiatan kepada Allah
- 37.1.4. Barang siapa bersumpah atas suatu hal lalu melihat yang lebih baik darinya, hendaklah ia membayar kafarat dan melakukan yang lebih baik
- 37.1.5. Rasulullah bersabda: Janganlah engkau banyak bersumpah, karena banyak sumpah menyebabkan hilangnya keberkahan
- 37.1.6. Sumpah dusta yang digunakan untuk mengambil harta orang lain disebut sumpah ghamus dan termasuk dosa besar
- 37.1.7. Rasulullah menegaskan bahwa sumpah tidak berlaku bagi orang yang lupa, terpaksa, atau dalam keadaan tidak sadar
- 37.1.8. Sumpah harus diucapkan dengan kesungguhan hati dan tidak dijadikan kebiasaan ringan dalam percakapan
- 37.2. Larangan Bersumpah Palsu
- 37.2.1. Rasulullah bersabda: Sumpah palsu yang digunakan untuk mengambil harta seorang muslim menyebabkan kemurkaan Allah
- 37.2.2. Orang yang bersumpah dusta di pasar akan kehilangan keberkahan jual belinya
- 37.2.3. Rasulullah menyebut sumpah palsu sebagai dosa besar yang menyebabkan kehancuran di akhirat
- 37.2.4. Allah tidak akan berbicara dengan tiga golongan pada hari kiamat, salah satunya orang yang bersumpah dusta untuk menipu dagangan
- 37.2.5. Sumpah palsu (ghamus) disebut demikian karena menenggelamkan pelakunya ke dalam dosa besar
- 37.2.6. Nabi memperingatkan agar tidak menjadikan nama Allah sebagai alat untuk menutupi kebohongan
- 37.3. Bai’at
- 37.3.1. Barangsiapa mati tanpa bai’at di lehernya, maka ia mati dalam keadaan jahiliyah
- 37.3.2. Rasulullah membai’at para sahabat untuk mendengar dan taat dalam suka maupun duka
- 37.3.3. Bai’at kepada Rasulullah mengandung komitmen untuk menegakkan agama dan menjauhi maksiat
- 37.3.4. Rasulullah menerima bai’at wanita dengan syarat tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, dan tidak membunuh anak
- 37.3.5. Bai’at dilakukan hanya untuk ketaatan kepada Allah dan Rasul, bukan untuk tujuan duniawi
- 37.3.6. Barangsiapa membatalkan bai’atnya karena dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga
- 37.3.7. Rasulullah menegaskan bahwa bai’at adalah ikatan iman, bukan sekadar janji politik atau sosial
- 37.3.8. Bai’at tidak sah kecuali kepada pemimpin yang memerintah dengan syariat Allah
- 37.4. Nadzar
- 37.4.1. Rasulullah bersabda: Nadzar tidak dapat menolak takdir, tetapi digunakan untuk mengeluarkan yang kikir
- 37.4.2. Barang siapa bernadzar untuk taat kepada Allah, hendaklah ia menunaikannya. Barang siapa bernadzar untuk maksiat, janganlah ia menunaikannya
- 37.4.3. Nabi melarang bernadzar dalam hal yang tidak mungkin atau menyulitkan diri sendiri
- 37.4.4. Rasulullah menunaikan nadzar dengan cara yang sederhana dan sesuai kemampuan
- 37.4.5. Nabi menegaskan bahwa nadzar sah bila disertai niat ikhlas karena Allah, bukan untuk pamer
- 37.4.6. Rasulullah bersabda: Tidak ada nadzar dalam hal yang tidak dimiliki oleh manusia
- 37.4.7. Nabi melarang menjadikan nadzar sebagai alat tawar-menawar dengan Allah (seperti berkata: jika aku sembuh, aku akan berbuat ini)
- 37.4.8. Barang siapa meninggalkan nadzarnya tanpa uzur, wajib membayar kafarat seperti kafarat sumpah
- 37.5. Persaksian Palsu
- 37.5.1. Persaksian palsu disamakan dengan perbuatan mensekutukan Allah
- 37.5.2. Rasulullah bersabda: Maukah aku beritahukan dosa terbesar di antara dosa besar?, yaitu syirik kepada Allah, durhaka kepada orang tua, dan persaksian palsu
- 37.5.3. Para sahabat mengatakan: Rasulullah terus mengulang-ulang tentang bahayanya persaksian palsu hingga kami berharap beliau diam karena kasihan
- 37.5.4. Rasulullah menegaskan bahwa kesaksian palsu akan menyebabkan lenyapnya hak dan tersebarnya kezaliman di masyarakat
- 37.5.5. Tidak diterima kesaksian orang yang diketahui suka berdusta atau memiliki kepentingan dalam perkara
- 37.5.6. Rasulullah menolak kesaksian orang yang memberikan persaksian tanpa diminta atau tanpa diminta oleh hakim
- 37.5.7. Kesaksian harus ditegakkan karena Allah, meskipun terhadap diri sendiri, orang tua, atau kerabat dekat
- 37.5.8. Rasulullah bersabda: Kesaksian yang benar akan menegakkan keadilan, dan kesaksian palsu akan menghancurkannya
- 37.6. Kesaksian Umum (Syahadah)
- 37.6.1. Rasulullah bersabda: Sampaikan kesaksian meskipun terhadap diri sendiri
- 37.6.2. Kesaksian dua orang yang adil menjadi dasar dalam penegakan hukum
- 37.6.3. Nabi menerima kesaksian satu orang laki-laki dan dua orang perempuan dalam perkara muamalah
- 37.6.4. Kesaksian yang disampaikan karena Allah lebih tinggi nilainya daripada harta atau kehormatan dunia
- 37.6.5. Rasulullah memerintahkan umatnya untuk tidak menolak diminta menjadi saksi dalam perkara kebenaran
- 37.6.6. Orang yang menolak memberikan kesaksian kebenaran tanpa alasan akan mendapat dosa
- 37.6.7. Rasulullah menegaskan agar saksi tidak memihak karena kedekatan atau kebencian terhadap pihak tertentu
- 37.1. Sumpah
- 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
- 38.1. Hati
- 38.1.1. Dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging: apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan apabila ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh, itulah hati
- 38.1.2. Hati berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman: Dia membolak-balikkan sebagaimana Dia kehendaki
- 38.1.3. Rasulullah sering berdoa: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu
- 38.1.4. Hati manusia dapat berkarat seperti besi: dan dzikrullah-lah yang mengkilapkannya
- 38.1.5. Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat hati dan amal kalian
- 38.1.6. Hati manusia bisa tertutup oleh noda dosa setiap kali ia melakukan dosa. Jika ia bertaubat, hatinya kembali bersih
- 38.1.7. Tanda hati yang hidup adalah lembut terhadap kebenaran dan mudah tersentuh oleh ayat-ayat Allah
- 38.1.8. Rasulullah bersabda: Hati itu berdebar antara harapan dan takut: siapa yang menguatkan harapan tanpa takut, binasalah ia
- 38.2. Fitrah
- 38.2.1. Setiap anak dilahirkan di atas fitrah
- 38.2.2. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi
- 38.2.3. Fitrah mencakup lima perkara: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memendekkan kumis
- 38.2.4. Rasulullah bersabda: Sepuluh perkara termasuk fitrah, di antaranya bersiwak dan mencuci sela-sela jari
- 38.2.5. Islam itu sesuai dengan fitrah manusia: tidak ada satu pun perintahnya yang bertentangan dengan tabiat manusia yang lurus
- 38.2.6. Rasulullah bersabda: Tidak ada bayi yang lahir kecuali malaikat menyentuh lambungnya, sehingga ia menangis
- 38.2.7. Fitrah adalah kesucian yang cenderung kepada kebenaran dan menjauhi keburukan
- 38.2.8. Allah menciptakan hamba-hamba-Nya dalam keadaan hanif (lurus), lalu setan menyimpangkan mereka dari fitrah itu
- 38.3. Hawa Nafsu
- 38.3.1. Hasrat anak adam yang tidak pernah terpenuhi kecuali mata dan mulutnya dipenuhi dengan tanah
- 38.3.2. Seandainya anak cucu Adam memiliki harta sepenuh dua lembah niscaya ia akan mencari lembah ketiga
- 38.3.3. Allah membenci perbuatan banyak bertanya
- 38.3.4. Musuh yang paling berbahaya bagi setiap manusia adalah hawa nafsunya sendiri
- 38.3.5. Orang kuat bukan yang menang dalam gulat, tapi yang mampu menahan amarahnya
- 38.3.6. Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa
- 38.3.7. Hawa nafsu mengajak kepada keburukan kecuali yang dirahmati oleh Allah
- 38.3.8. Sesungguhnya orang yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu orang-orang saleh, kemudian yang serupa dengan mereka
- 38.3.9. Rasulullah bersabda: Celakalah hamba dinar, dirham, dan pakaian mewah, ia mengikuti nafsunya, bukan Tuhannya
- 38.3.10. Orang yang mengikuti hawa nafsunya akan berpaling dari kebenaran meskipun ia mengetahuinya
- 38.4. Tabiat Manusia
- 38.4.1. Manusia diciptakan tergesa-gesa: ia ingin segera melihat hasil sebelum waktunya
- 38.4.2. Manusia apabila diberi kenikmatan, ia kufur: apabila ditimpa musibah, ia mengeluh
- 38.4.3. Manusia lebih mencintai dunia daripada akhirat kecuali yang dirahmati oleh Allah
- 38.4.4. Rasulullah bersabda: Orang beriman itu akhlaknya lembut dan hatinya mudah tersentuh, sedangkan orang munafik keras dan sombong
- 38.4.5. Tabiat orang beriman ialah mencintai sesama dan tidak menebar kebencian
- 38.4.6. Manusia senang dipuji, namun Allah mencintai orang yang rendah hati dan tidak sombong
- 38.4.7. Setiap manusia akan meniru tabiat teman dekatnya: maka perhatikanlah dengan siapa engkau berteman
- 38.4.8. Manusia diciptakan dengan kecenderungan mencintai harta dan keturunan, tetapi sebaik-baik manusia ialah yang menundukkan cinta itu untuk ketaatan
- 38.5. Bisikan Hati dan Lintasan Nafsu
- 38.5.1. Sesungguhnya Allah memaafkan umatku dari lintasan hati mereka selama belum diucapkan atau dilakukan
- 38.5.2. Setan berputar di dalam tubuh manusia seperti aliran darah
- 38.5.3. Rasulullah bersabda: Setan datang kepada salah seorang dari kalian dan berkata, “Siapa yang menciptakan ini dan itu?” hingga ia berkata, “Siapa yang menciptakan Tuhanmu?” Maka jika sampai pada hal itu, hendaklah ia berlindung kepada Allah dan berhenti
- 38.5.4. Hati yang berdzikir akan tenang, dan hati yang lalai akan dikuasai bisikan buruk
- 38.5.5. Sesungguhnya niat itu menentukan nilai amal, barangsiapa berniat karena Allah, maka amalnya diterima
- 38.5.6. Rasulullah bersabda: Dalam diri manusia terdapat dua seruan yaitu seruan malaikat kepada kebaikan dan seruan setan kepada keburukan: siapa yang mendapat seruan malaikat, maka ia mendapat rahmat
- 38.6. Jiwa dan Ketenangan
- 38.6.1. Orang mukmin yang kuat lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah; keduanya ada kebaikan, tetapi peganglah yang bermanfaat bagi jiwamu
- 38.6.2. Barang siapa mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhannya
- 38.6.3. Rasulullah bersabda: Tidaklah hati seorang mukmin tenteram kecuali dengan mengingat Allah
- 38.6.4. Jiwa orang mukmin akan selalu merasa gelisah hingga ia menunaikan hak-hak saudaranya
- 38.6.5. Allah menanamkan ketenangan dalam hati orang-orang beriman agar iman mereka bertambah
- 38.6.6. Rasulullah bersabda: Orang yang paling bahagia ialah yang hatinya lapang dan jiwanya tenteram dengan qadha Allah
- 38.6.7. Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi
- 38.6.8. Sesungguhnya di dalam diri manusia terdapat nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan, kecuali yang dijaga oleh rahmat Allah
- 38.1. Hati
- 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
- 39.1. Perbuatan ahli surga
- 39.1.1. Kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke surga
- 39.1.2. Orang yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (lisan) dan dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin baginya surga
- 39.1.3. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam
- 39.1.4. Orang yang menyantuni anak yatim dan aku (Rasulullah) akan bersama di surga seperti dua jari ini
- 39.1.5. Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah bangunkan baginya rumah di surga
- 39.1.6. Seorang wanita masuk surga karena memberi minum seekor anjing yang kehausan
- 39.1.7. Surga dijadikan dekat dengan orang-orang yang bertakwa, penuh dengan ucapan salam dan keselamatan
- 39.1.8. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya penghuni surga adalah orang yang lemah namun bertawakal kepada Allah
- 39.1.9. Orang yang menahan amarah padahal ia mampu melampiaskannya, Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk untuk memilih bidadari mana yang ia kehendaki
- 39.1.10. Ahli surga ialah orang yang hatinya lembut, lisannya jujur, dan tangannya bersih dari pengkhianatan
- 39.1.11. Senyuman kepada saudaramu adalah sedekah dan menjadi sebab turunnya rahmat
- 39.2. Perbuatan ahli neraka
- 39.2.1. Kedustaan akan mengantar pada kejahatan, dan kejahatan itu akan membawa ke neraka
- 39.2.2. Kedustaan akan mengantar pada kejahatan, dan kejahatan itu akan membawa ke neraka
- 39.2.3. Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan pada hari kiamat: orang yang mengungkit pemberiannya, orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu, dan orang yang menurunkan kainnya karena sombong
- 39.2.4. Orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sesungguhnya ia menelan api ke dalam perutnya
- 39.2.5. Orang yang memutus silaturahim tidak akan masuk surga
- 39.2.6. Tidak akan mencium bau surga orang yang di hatinya ada kesombongan
- 39.2.7. Rasulullah bersabda: Barang siapa menipu kami, maka ia bukan golongan kami
- 39.2.8. Orang yang memakan riba akan dibangkitkan pada hari kiamat seperti orang gila yang kerasukan setan
- 39.2.9. Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya: wanita yang berpakaian tapi telanjang dan laki-laki yang membawa cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia
- 39.2.10. Pengadu domba tidak akan masuk surga
- 39.2.11. Orang yang menarik kembali pemberiannya seperti anjing yang menelan muntahannya sendiri
- 39.2.12. Rasulullah bersabda: Tidaklah seseorang menumpuk harta kecuali ia akan dihisab keras pada hari kiamat
- 39.2.13. Ahli neraka ialah setiap orang yang keras hati, kasar, dan sombong
- 39.3. Sebab-sebab Masuk Surga dan Neraka
- 39.3.1. Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang beriman, dan tidak akan masuk neraka kecuali jiwa yang durhaka
- 39.3.2. Rasulullah bersabda: Orang yang menjaga shalat lima waktu, tidak meninggalkannya karena remeh, maka baginya janji masuk surga
- 39.3.3. Barang siapa bersyahadat bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah dengan ikhlas, maka Allah haramkan neraka baginya
- 39.3.4. Sebab terbesar seseorang masuk surga adalah takwa kepada Allah dan akhlak yang baik
- 39.3.5. Sebab terbesar manusia masuk neraka adalah mulut dan kemaluannya
- 39.3.6. Rasulullah bersabda: Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah mudahkan baginya jalan menuju surga
- 39.3.7. Satu ucapan yang diridhai Allah dapat mengangkat seseorang ke surga, sedangkan satu ucapan yang dimurkai Allah dapat menjerumuskannya ke neraka sejauh tujuh puluh tahun
- 39.3.8. Surga diharamkan bagi orang yang durhaka kepada orang tuanya
- 39.3.9. Rasulullah bersabda: Orang yang mati dalam keadaan menuntut ilmu untuk menghidupkan agama Allah akan dibangkitkan di surga bersama para nabi
- 39.3.10. Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan: mereka berkata, Siapa yang enggan wahai Rasulullah?, Beliau menjawab, Barangsiapa menaatiku, ia masuk surga: barang siapa mendurhakaiku, maka ia enggan
- 39.4. Sifat-sifat Ahli Surga dan Ahli Neraka
- 39.4.1. Ahli surga adalah orang yang penyayang, lembut, dan rendah hati
- 39.4.2. Ahli neraka adalah orang yang keras kepala, sombong, dan suka mencela
- 39.4.3. Penghuni surga ialah yang berwajah berseri, lemah lembut lisannya, banyak bersyukur, dan sedikit keluh kesah
- 39.4.4. Rasulullah bersabda: Penduduk surga sebagian besar adalah orang-orang miskin, sedangkan penduduk neraka sebagian besar adalah kaum wanita
- 39.4.5. Ahli surga saling mencintai karena Allah, sedangkan ahli neraka saling membenci dan saling melaknat
- 39.4.6. Rasulullah bersabda: Ahli surga ialah orang yang hatinya bersih dari dengki, sedangkan ahli neraka hatinya penuh iri dan kebencian
- 39.4.7. Setiap penghuni surga diciptakan dalam bentuk yang indah dan umur yang sama, yaitu tiga puluh tiga tahun
- 39.4.8. Ahli neraka memiliki wajah hitam, mata biru, dan kulit yang terbakar hitam legam karena dosa-dosa mereka
- 39.1. Perbuatan ahli surga
- 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
- 40.1. Sakratul Maut
- 40.1.1. Malaikat maut datang sesuai amal: baik atau buruk
- 40.1.2. Kesulitan sakaratul maut dan keringat pada dahi orang beriman
- 40.1.3. Terputusnya pengetahuan seorang hamba ketika melihat malaikat di saat sekarat
- 40.1.4. Rasulullah SAW bersabda: Sakratul maut itu sungguh menyakitkan
- 40.1.5. Orang beriman ketika sakaratul maut didatangi malaikat dengan wajah putih membawa kain dari surga
- 40.1.6. Orang kafir didatangi malaikat dengan wajah hitam membawa kain kasar dari neraka
- 40.1.7. Ketika ruh orang beriman keluar, ia keluar seperti tetesan air dari mulut bejana; sedangkan ruh orang kafir dicabut seperti besi yang diseret dari bulu basah
- 40.1.8. Rasulullah SAW bersabda: Siapa yang akhir kalimatnya La ilaha illallah, maka ia masuk surga
- 40.1.9. Orang yang banyak mengingat kematian akan dimudahkan ketika menghadapinya
- 40.2. Persiapan Kematian
- 40.2.1. Anjuran mengingat kematian
- 40.2.2. Ziarah kubur untuk mengingat akhirat
- 40.2.3. Wasiat untuk membaca doa ketika menghadapi sakaratul maut
- 40.2.4. Menuntun untuk membaca LAA ILAAHA ILLAALLAH
- 40.2.5. Tidaklah seseorang meninggal kecuali dalam keadaan yang sesuai dengan kebiasaannya
- 40.2.6. Orang yang mati dalam keadaan berkeringat di keningnya adalah tanda husnul khatimah
- 40.2.7. Rasulullah bersabda: Barang siapa wafat dalam keadaan beramal shaleh, ia akan dibangkitkan dalam amalnya itu
- 40.2.8. Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya; seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya
- 40.2.9. Rasulullah bersabda: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah lindungi dari fitnah kubur
- 40.2.10. Seseorang akan mati sebagaimana ia hidup, siapa yang hidup dalam ketaatan akan dimatikan dalam ketaatan
- 40.3. Ruh
- 40.3.1. Keluarnya ruh orang mukmin dan orang kafir
- 40.3.2. Ketika ruh di cabut mata akan mengikutinya
- 40.3.3. Ruh orang beriman saling bertemu dan bertanya tentang dunia
- 40.3.4. Ruh syuhada berada dalam burung hijau di surga
- 40.3.5. Ruh orang kafir ditolak dari langit dan dikembalikan ke bumi
- 40.3.6. Ruh orang beriman harum seperti minyak kasturi, sedangkan ruh orang kafir berbau busuk
- 40.3.7. Ruh orang yang mati syahid tetap hidup di sisi Tuhannya dengan rezeki yang melimpah
- 40.3.8. Ruh para nabi berada di tempat tertinggi di surga
- 40.3.9. Ketika ruh orang beriman keluar, malaikat berkata: Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan ridha Allah
- 40.3.10. Ruh orang kafir dikatakan: Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju murka dan kemurkaan Allah
- 40.3.11. Rasulullah bersabda: Sesungguhnya ruh seorang mukmin akan terbang di pohon surga sampai Allah kembalikan ke jasadnya pada hari kiamat
- 40.3.12. Ruh-ruh saling mengenal di alam barzakh sebagaimana mereka saling mengenal di dunia
- 40.4. Mengantarkan Jenazah
- 40.4.1. Jenazah berbicara: Segerakan aku atau Tunda aku
- 40.4.2. Doa orang mati untuk keluarga yang belum menyusulnya
- 40.4.3. Apakah kalian tidak malu, Malaikat Allah berjalan dengan kaki sementara kalian berkendaraan?
- 40.4.4. Menyegerakan mengantarkan jenazah tidak sampai lari, dan tidak boleh ada yang mendahului jenazah
- 40.4.5. Barang siapa mengikuti jenazah seorang muslim karena iman dan mengharap pahala, sampai dishalatkan dan dikuburkan, maka ia pulang dengan dua qirath pahala, masing-masing sebesar gunung Uhud
- 40.4.6. Rasulullah SAW berdiri ketika jenazah lewat di hadapannya, dan beliau berkata: Bukankah ia juga jiwa manusia?
- 40.4.7. Tidak pantas seseorang duduk sebelum jenazah diletakkan di liang lahadnya
- 40.4.8. Hendaklah kalian mempercepat pemakaman jenazah, karena jika ia baik, kalian menyegerakannya menuju kebaikan; jika ia buruk, kalian segera menyingkirkannya dari keburukan
- 40.4.9. Janganlah kalian mengiringi jenazah dengan suara tangisan yang keras, karena malaikat pun terganggu dengan suara tangis itu
- 40.4.10. Rasulullah melarang membawa api dalam prosesi pemakaman
- 40.4.11. Hendaklah kalian mendoakan jenazah dengan kebaikan, karena malaikat mengamini doa kalian
- 40.4.12. Rasulullah bersabda: Segeralah memohonkan ampun untuk saudaramu dan mintalah keteguhan baginya, karena sekarang ia sedang ditanya
- 40.5. Merawat Jenazah
- 40.5.1. Dimulai dari sebelah kanan ketika memandikan
- 40.5.2. Memandikan jenazah dengan siraman ganjil
- 40.5.3. Mengkafani jenazah dengan tiga helai kain
- 40.5.4. Memperbagus kain kafan jenazah
- 40.5.5. Percepat ketika membawa jenazah ke kuburan
- 40.5.6. Posisi Imam Ketika shalat jenazah
- 40.5.7. Pahala satu sampai dua qirath bagi yang menshalati dan mengiringi jenazah
- 40.5.8. Dishalatkan 40 sampai 100 orang lebih
- 40.5.9. Barang siapa memandikan jenazah lalu menutup aibnya, maka Allah akan mengampuni dosanya sebanyak empat puluh kali
- 40.5.10. Barang siapa menghadiri jenazah hingga dishalatkan, baginya satu qirath pahala; dan jika mengiringinya hingga dikubur, baginya dua qirath pahala
- 40.5.11. Rasulullah SAW memerintahkan agar jenazah dimandikan dengan air dan daun bidara
- 40.5.12. Dilarang memandikan syuhada yang gugur di medan perang, karena darah mereka menjadi tanda kehormatan di sisi Allah
- 40.5.13. Rasulullah SAW berpesan agar memperbanyak doa untuk jenazah ketika shalat
- 40.5.14. Tidak boleh tergesa-gesa dalam shalat jenazah, tetapi hendaknya dilakukan dengan khusyuk dan penuh doa
- 40.5.15. Rasulullah SAW bersabda: Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam kafan, karena sesungguhnya ia akan segera rusak
- 40.5.16. Orang yang terakhir kali mengantarkan jenazah hingga ke liang lahad mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah
- 40.6. Larangan terkait jenazah dan penguburan
- 40.6.1. Waktu yang dilarang untuk menguburkan jenazah
- 40.6.2. Wanita dilarang mengantarkan jenazah
- 40.6.3. Janganlah kalian duduk di atas kuburan, dan jangan kalian melakukan shalat menghadap kepadanya
- 40.6.4. Dilarang menerangi kuburan dengan lampu atau lilin
- 40.6.5. Rasulullah SAW melarang meninggikan kuburan lebih dari sejengkal
- 40.6.6. Tidak boleh membangun atau menulis sesuatu di atas kuburan
- 40.6.7. Dilarang meratap atau berteriak-teriak di dekat jenazah, karena termasuk perbuatan jahiliyah
- 40.6.8. Rasulullah SAW bersabda: Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipi, merobek pakaian, dan menyeru dengan seruan jahiliyah
- 40.6.9. Dilarang membawa api atau dupa ketika mengiringi jenazah
- 40.7. Pertanyaan Malaikat
- 40.7.1. Pertanyaan: Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?
- 40.7.2. Ketika jenazah didudukkan dikubur, jawaban jenazah muslim atas pertanyaan malaikat adalah syahadat (qaulits tsabit)
- 40.7.3. Orang mukmin bisa menjawab, orang kafir dan munafik kebingungan
- 40.7.4. Rasulullah SAW bersabda: Ketika hamba diletakkan di kubur dan para sahabatnya pergi, ia mendengar suara sandal mereka
- 40.7.5. Setelah menjawab dengan benar, ruh orang mukmin diperintahkan untuk beristirahat dengan tenang di tempatnya
- 40.7.6. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya seorang mukmin di kuburnya berada dalam taman surga, sedangkan orang kafir dalam lubang neraka
- 40.7.7. Ketika mayit mendengar pukulan pertama di kubur, tidak ada sesuatu pun yang lebih menakutkan baginya kecuali azab Allah
- 40.8. Nikmat dan Adzab kubur
- 40.8.1. Kubur menjadi taman dari taman surga atau jurang neraka
- 40.8.2. Dipukul dengan palu besar jika tak mampu menjawab pertanyaan kubur
- 40.8.3. Rasulullah SAW berlindung dari adzab kubur dalam setiap shalatnya
- 40.8.4. Dua mayit disiksa bukan karena dosa besar: yang satu tidak menjaga diri dari kencing, dan yang satu lagi suka mengadu domba
- 40.8.5. Orang beriman diberi tempat istirahat luas dan wangi di kuburnya, sedangkan orang kafir sempit dan penuh tekanan
- 40.8.6. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kubur menekan setiap manusia, seandainya ada yang selamat darinya, tentu Sa‘d bin Mu‘adz lah orangnya
- 40.8.7. Mayit mendengar langkah kaki orang-orang yang meninggalkan kuburnya, lalu datang dua malaikat menanyainya
- 40.8.8. Orang beriman melihat tempatnya di surga, lalu berkata: Ya Rabb, percepatlah datangnya hari kiamat agar aku kembali kepada keluargaku dan hartaku
- 40.8.9. Orang kafir melihat tempatnya di neraka dan berkata: Ya Rabb, janganlah Engkau tegakkan hari kiamat
- 40.8.10. Rasulullah SAW bersabda: Adzab kubur benar adanya, seandainya kalian tidak akan saling menguburkan, niscaya aku akan memohon agar Allah memperdengarkan adzab itu kepada kalian
- 40.9. Kematian Terbaik dan Terburuk
- 40.9.1. Kematian dalam jihad atau hari Jumat diberi keutamaan
- 40.9.2. Orang yang suka menipu dan berdusta disiksa dalam kubur
- 40.9.3. Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa mati karena mempertahankan hartanya, ia syahid
- 40.9.4. Barang siapa mati karena mempertahankan agama, keluarganya, atau dirinya, maka ia syahid
- 40.9.5. Rasulullah SAW bersabda: Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malamnya kecuali Allah lindungi dari fitnah kubur
- 40.9.6. Orang yang mati karena sakit perut, wabah, atau tenggelam termasuk mati syahid
- 40.9.7. Orang yang mati dalam keadaan mengharap ridha Allah termasuk kematian terbaik
- 40.9.8. Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mati membawa sifat sombong dan zalim akan dibangkitkan dalam keadaan hina
- 40.9.9. Orang yang memutus silaturahmi dan berkhianat kepada amanah disiksa di alam kubur
- 40.9.10. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya kebanyakan penghuni neraka adalah orang yang suka mengadu domba dan mendustakan
- 40.1. Sakratul Maut
- 41. Syaitan
- 41.1. Terciptanya Syaitan
- 41.2. Jenis Syaithan
- 41.2.1. Ada setan yang namanya Walhan, maka jauhilah was-was dalam air wudhu
- 41.2.2. Nama setan yang mengganggu shalat adalah Khinzab, jika terganggu hendaklah berlindung kepada Allah dan meludah ringan ke kiri tiga kali
- 41.2.3. Setan yang membuat manusia lupa dalam shalat disebut Lafit atau Khanzab
- 41.2.4. Setan yang bertugas menyesatkan di rumah disebut Zawq, dan yang membangkitkan nafsu disebut Dasim
- 41.2.5. Setan menggoda manusia dengan cara yang berbeda-beda; ada yang menggoda lewat kemarahan, kesombongan, atau syahwat
- 41.2.6. Dalam setiap manusia terdapat qarin (pendamping) dari golongan jin
- 41.2.7. Qarin Nabi SAW telah masuk Islam dan tidak memerintahkan kecuali kepada kebaikan
- 41.3. Godaan Syaithan
- 41.3.1. Setan menyentuh atau menusuk anak keturunan Adam semuanya kecuali nabi Isa
- 41.3.2. Prasangka buruk berasal dari bisikan setan yang masuk ke dalam hati
- 41.3.3. Apabila hakim berbuat zhalim maka Allah akan menjauhinya dan setan yang akan menyertainya
- 41.3.4. Setan berlari dalam tubuh anak Adam sebagaimana aliran darah
- 41.3.5. Sesungguhnya setan duduk di atas hati anak Adam; bila ia mengingat Allah, setan menjauh, dan bila ia lalai, setan membisikkan kejahatan
- 41.3.6. Setan selalu bersama manusia ketika marah, maka berlindunglah kepada Allah ketika emosi
- 41.3.7. Sesungguhnya setan hadir ketika salah seorang dari kalian makan, maka sebutlah nama Allah, agar setan tidak ikut makan
- 41.3.8. Setan ikut tidur di rumah yang tidak disebut nama Allah ketika masuk
- 41.3.9. Setan ikut serta dalam makanan dan minuman yang tidak disebut nama Allah
- 41.3.10. Setan meletakkan belalainya di atas hati manusia ketika ia mengantuk agar tidak shalat malam
- 41.3.11. Setan mendatangi manusia dalam tidur dengan mimpi menakutkan, maka hendaklah berlindung kepada Allah dan jangan menceritakannya kepada siapa pun
- 41.3.12. Setan membuat manusia sibuk dalam urusan dunia agar lalai dari dzikir
- 41.3.13. Setan menimbulkan permusuhan di antara manusia, terutama melalui ucapan dan amarah
- 41.3.14. Setan menggoda manusia untuk menunda taubat dan merasa aman dari azab Allah
- 41.3.15. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setan telah berputus asa untuk disembah di Jazirah Arab, tetapi ia masih menggoda agar terjadi permusuhan di antara kalian
- 41.4. Cara Berlindung dari Syaitan
- 41.4.1. Rasulullah SAW mengajarkan untuk berlindung kepada Allah dari godaan setan ketika membaca Al-Qur’an
- 41.4.2. Membaca surat Al-Baqarah dapat mengusir setan dari rumah
- 41.4.3. Setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah
- 41.4.4. Membaca ayat kursi sebelum tidur menjadi pelindung dari gangguan setan sampai pagi
- 41.4.5. Membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah cukup sebagai penjaga malam itu
- 41.4.6. Membaca dzikir pagi dan petang menjaga dari bisikan setan
- 41.4.7. Membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebelum tidur menjadi perlindungan dari setan
- 41.4.8. Ketika masuk rumah, sebutlah nama Allah, agar setan tidak masuk bersamamu
- 41.4.9. Setan lari ketika mendengar adzan
- 41.4.10. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya dzikir kepada Allah adalah benteng yang kuat dari setan
- 41.4.11. Berlindung dengan doa: A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm setiap kali terganggu oleh waswas
- 41.5. Kelemahan dan Penyesalan Syaitan
- 41.5.1. Setan menangis ketika mendengar ayat yang menyeru manusia untuk sujud kepada Allah
- 41.5.1. Setan menangis ketika mendengar ayat yang menyeru manusia untuk sujud kepada Allah
- 41.5.2. Ketika manusia bersujud, setan menjauh seraya berkata: Celakalah aku, manusia diperintahkan sujud lalu ia taat, sedangkan aku diperintahkan namun menolak
- 41.5.3. Setan berlari terbirit-birit ketika mendengar adzan
- 41.5.4. Ketika bulan Ramadhan tiba, setan dibelenggu dan pintu surga dibuka
- 41.5.5. Setan berkata di hari kiamat: Sesungguhnya aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian, kecuali aku mengajak kalian lalu kalian menuruti ajakanku
- 41.5.6. Orang yang banyak berdzikir kepada Allah membuat setan lemah dan hina
- 41.5.7. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setan mengikat tiga simpul di tengkuk salah seorang dari kalian ketika tidur, maka hendaklah ia bangun, berwudhu, dan shalat, niscaya setan lari
- 42. Fitnah
- 42.1. Menghadapi Fitnah
- 42.1.1. Menghadapi fitnah dengan shalat, shaum, shadaqah serta amar ma’ruf nahi mungkar
- 42.1.2. Apabila terjadi fitnah di antara kaum muslimin, maka ambillah pedang dari kayu
- 42.1.3. Apabila terjadi fitnah, hancurkan mata pedang ke gunung batu, lalu duduklah di rumah, apabila ada yang masuk rumahmu, masuklah di kamar dengan menekuk lutut
- 42.1.4. Berpegang teguh pada kepemimpinan yang adil sebagai penawar fitnah
- 42.1.5. Perbanyak doa perlindungan (istikharah, taḥannuth) dan memohon keselamatan bagi kaum mukminin
- 42.1.6. Jangan terburu-buru menyebarkan kabar: periksa kebenaran sebelum berbicara atau bertindak
- 42.1.7. Menjaga persatuan dan menahan diri dari provokasi lebih utama saat fitnah melanda
- 42.1.8. Menjauhi ghibah, fitnah lisan, dan pengadu domba karena itu memperparah keadaan
- 42.2. Pencegahan & Kesiapsiagaan Sosial
- 42.2.1. Mendidik masyarakat agar selalu menguji berita (tahqiq) sebelum dipercaya
- 42.2.2. Membangun mekanisme musyawarah (tarjih, sulh) untuk menengahi perselisihan sehingga fitnah tidak meluas
- 42.2.3. Menjaga saksi dan catatan (buku, bukti) agar hak tidak hilang karena fitnah
- 42.2.4. Menguatkan institusi keagamaan dan ulama yang terpercaya sebagai penjernih informasi
- 42.2.5. Memberi tempat aman (perlindungan, pengungsian) bagi orang benar yang teraniaya selama fitnah berlangsung
- 42.3. Sikap Individu Saat Fitnah
- 42.3.1. Menahan lidah: bila ragu akan kebenaran suatu berita, lebih baik diam
- 42.3.2. Memperbanyak zikir dan taubat agar hati tidak mudah disesatkan oleh bisikan fitnah
- 42.3.3. Menjaga adab bermedia (jika ada), jangan menjadi saluran penyebaran fitnah
- 42.3.4. Jika menjadi saksi, berbicaralah jujur walau itu sulit; kesaksian benar menutup pintu fitnah
- 42.3.5. Bantulah sesama dengan tindakan nyata (bukan hoaks) ketika fitnah menyebabkan kebutuhan darurat
- 42.4. Fitnah Besar / Fitnah Akhir Zaman
- 42.4.1. Kewaspadaan terhadap fitnah yang merusak akidah, perkuat ilmu aqidah pada umat
- 42.4.2. Kenali tanda-tanda fitnah besar (sosial, moral, agama) agar tidak gampang terperdaya
- 42.4.3. Menguatkan keluarga dan pendidikan dini untuk menahan generasi dari ide-ide menyesatkan
- 42.4.4. Tidak mudah mengikuti klaim-klaim luar biasa tanpa bukti syar‘i dan ilmiah
- 42.5. Konsekuensi Moral & Hukum dari Menyebarkan Fitnah
- 42.5.1. Menyebarkan fitnah merusak kehormatan dan berbuah dosa besar, hukum pidana/ta‘zir dapat diterapkan bila merugikan orang
- 42.5.2. Ganti rugi sosial: pelaku fitnah wajib menebus dengan mengembalikan kehormatan korban (taubat publik, klarifikasi)
- 42.5.3. Pihak berwenang harus menegakkan adab dan ketertiban agar fitnah tidak memicu kekacauan
- 42.1. Menghadapi Fitnah
- 43. Kiamat, Surga dan Neraka
- 43.1. Tanda-tanda kecil kiamat
- 43.1.1. Bersedekah berupa emas, tetapi tidak ada yang mau menerima
- 43.1.2. Sedikitnya lelaki, hingga seorang lelaki diminati oleh 40-50 orang wanita
- 43.1.3. Memberi salam kepada orang khusus, sampai munculnya Al Qalam
- 43.1.4. Diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan dan diminumnya khamer serta praktek perzinahan secara terang-terangan
- 43.1.5. Hujan besar, rumah hancur, dan bumi tidak bertumbuh
- 43.1.6. Hilangnya Amanah
- 43.1.7. Banyak terjadi al harj
- 43.1.8. Bermegahan membangun masjid
- 43.1.9. Berlomba membangun gedung tinggi
- 43.1.10. Tuduhan zina kepada Wanita
- 43.1.11. Banyak muncul pendusta
- 43.1.12. Menolak menjadi imam shalat, karena tidak adanya ilmu
- 43.1.13. Tidak memberi salam kecuali yang di kenal
- 43.1.14. Mewafatkan para ulama’
- 43.1.15. Memerangi kaum berwajah seperti tameng (perisai) dan bersandal rambut (bulu)
- 43.1.16. Muncul seorang lelaki dari suku Qahthan
- 43.1.17. Dua golongan besar saling berperang
- 43.1.18. Orang berangan menjadi mayit
- 43.1.19. Furat mengumpulkan emas dari gunung
- 43.1.20. Membunuh tanpa alasan
- 43.1.21. Budak bernama Jahjah menjadi penguasa
- 43.1.22. Khalifah membagikan harta tanpa menghitung
- 43.1.23. Diperangi bani ishaq
- 43.1.24. Pantat wanita daus berjoget pada Dzul khulashah
- 43.1.25. Keluar api dari tanah Hijaz
- 43.1.26. Tidak ada yang menyebut: Allah
- 43.1.27. Tersisa manusia yang buruk
- 43.1.28. Orang hina berkuasa dan menikmati dunia
- 43.1.29. Fitnah umat islam mendekati kiamat: syirik dan nabi palsu
- 43.1.30. Pecut serta tali sandal seseorang dapat berbicara
- 43.2. Tanda Besar Kiamat
- 43.2.1. Tanda besar ialah diutusnya Nabi Muhammad SAW
- 43.2.2. Munculnya asap
- 43.2.3. Munculnya imam mahdi
- 43.2.4. Munculnya Dajjal
- 43.2.5. Turunnya Isa al-Masih
- 43.2.6. Terbitnya matahari dari arah barat
- 43.2.7. Memerangi orang yahudi
- 43.2.8. Yang akan menghancurkan ka'bah yaitu dari negeri Habasyah
- 43.2.9. Dajjal Muncul hingga tiga puluh
- 43.2.10. Dajjal tidak dapat masuk madinah
- 43.2.11. Romawi turun ke medan perang
- 43.2.12. Benteng ya'juj dan ma'juj terbuka
- 43.3. Dajjal
- 43.3.1. Barangsiapa mendengar Dajjal, maka menjauhlah darinya
- 43.3.2. Dajjal membawa surga dan neraka, nerakanya adalah surga di sisi Allah
- 43.3.3. Setiap nabi telah memperingatkan umatnya dari bahaya Dajjal
- 43.3.4. Dajjal akan keluar dari arah timur, membawa fitnah yang tidak pernah ada sebelumnya
- 43.3.5. Bacaan sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi dapat melindungi dari fitnah Dajjal
- 43.3.6. Dajjal buta sebelah matanya; tertulis di antara kedua matanya “kafir”
- 43.4. Pada hari kiamat
- 43.4.1. Pemimpin anak adam di hari kiamat
- 43.4.2. Yang pertama dipanggil adalah adam
- 43.4.3. Matahari di atas kepala satu sampai dua mil
- 43.4.4. Tergenang air keringat hingga sebatas kedua telinga
- 43.4.5. Seseorang yang timbangan tidak melebihi sayap nyamuk
- 43.4.6. Allah akan menggenggam bumi
- 43.4.7. Bumi bagaikan sekeping roti
- 43.4.8. Manusia di kumpulkan di atas tanah putih
- 43.4.9. Manusia dikumpulkan atas tiga kelompok
- 43.4.10. Penghianat memiliki tanda bendera
- 43.5. Padang Mahsyar
- 43.5.1. Manusia dikumpulkan di padang yang putih bersih, tidak ada tanda untuk siapa pun
- 43.5.2. Matahari didekatkan sejauh satu mil: manusia tenggelam dalam keringat sesuai amalannya
- 43.5.3. Orang pertama yang dipakaikan pakaian di hari kebangkitan adalah Nabi Ibrahim
- 43.5.4. Setiap orang akan dipanggil dengan nama dan nama ayahnya untuk menerima catatan amal
- 43.5.5. Orang zalim datang dengan wajah hitam legam karena kezaliman yang pernah dilakukan
- 43.6. Mizan
- 43.6.1. Pena diangkat dari tiga golongan
- 43.6.2. Mizan (timbangan amal) akan ditegakkan; amal baik seberat biji sawi pun akan nampak
- 43.6.3. Surat Al-Baqarah dan Ali Imran akan datang menjadi dua awan menaungi pembacanya di hari kiamat
- 43.6.4. Kalimat Subhanallah wa bihamdih, ringan di lisan, namun berat di timbangan
- 43.6.5. Amalan terakhir yang akan ditimbang adalah niat, karena ia menjadi penentu diterima atau tidaknya amal
- 43.7. Shirath
- 43.7.1. Shirath dibentangkan di atas neraka jahannam, lebih halus dari rambut dan lebih tajam dari pedang
- 43.7.2. Orang beriman melewati shirath secepat kilat sesuai kadar amalnya
- 43.7.3. Di kanan kiri shirath terdapat pengait yang mencabut siapa saja yang dikehendaki Allah
- 43.7.4. Nabi Muhammad berdiri di ujung shirath memberi syafaat agar umatnya selamat melewatinya
- 43.7.5. Orang terakhir yang selamat akan tersenyum dan bersyukur karena terhindar dari neraka
- 43.8. Syafaat
- 43.8.1. Para Nabi dimohonkan syafaat, lalu mereka menolak karena dosa yang pernah mereka lakukan
- 43.8.2. Tempat yang terpuji al-Maqam al-Mahmud
- 43.8.3. Syafaat pertama diberikan kepada umat Nabi Muhammad yang memiliki dosa besar
- 43.8.4. Al-Qur’an datang memberi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat
- 43.8.5. Anak kecil yang wafat akan memberi syafaat bagi orang tuanya
- 43.8.6. Orang yang senantiasa bershalawat kepada Nabi akan mendapat syafaat beliau
- 43.9. Al-a’raaf
- 43.9.1. Penduduk Al-A‘raaf adalah orang-orang yang seimbang antara kebaikan dan keburukannya
- 43.9.2. Mereka menunggu keputusan Allah, kemudian dimasukkan ke surga dengan rahmat-Nya
- 43.9.3. Dinding tinggi memisahkan antara surga dan neraka; di atasnya orang-orang al-A‘raaf mengenali penduduk keduanya
- 43.9.4. Mereka memohon: Ya Tuhan kami, jangan Engkau tempatkan kami bersama kaum yang zalim
- 43.9.5. Mereka diberi salam dari penghuni surga sebelum akhirnya bergabung bersama mereka
- 43.10. Surga dan Neraka
- 43.10.1. Kalian cuma 1/1000 dari penghuni neraka, bagaikan bulu putih di sapi hitam
- 43.10.2. Setiap manusia akan mengikuti apa yang pernah disembahnya
- 43.10.3. Kematian disembelih, tiada lagi kematian bagi penduduk surga dan penduduk neraka
- 43.10.4. Penghuni Surga dan Penghuni neraka
- 43.10.5. Tiga Golongan Penghuni Surga dan lima golongan penghuni neraka
- 43.10.6. Neraka dikelilingi oleh syahwat, surga dikelilingi hal yang tidak disukai
- 43.10.7. Surga dan Neraka lebih dekat dari tali sandal
- 43.11. Al-Jannah (Surga)
- 43.11.1. Adanya mimbar-mimbar dari Cahaya
- 43.11.2. Pasar Surga yang Tidak Ada Jual Beli, Dihiasi oleh Malaikat
- 43.11.3. Melihat Allah Seperti Melihat Bulan Purnama Tanpa Kesulitan
- 43.11.4. Wangi Surga yang Belum Pernah Tercium di Dunia
- 43.11.5. Rumah-rumah dan Istri-istri Surga Menyambut dengan Keindahan
- 43.11.6. Sepuluh Orang Diberi Kabar Gembira Masuk Surga
- 43.11.7. Pintu Ar-Rayyan untuk Para Shaimun (Ahli Puasa)
- 43.11.8. Surga dihuni oleh orang-orang miskin lebih dahulu
- 43.11.9. Ukuran Pintu-pintu Surga (Penunggang Kuda 3 Hari)
- 43.11.10. Surga di Bawah Naungan Pedang (Bagi Mujahid)
- 43.11.11. Melihat Surga: Istana Umar bin Khaththab
- 43.11.12. Sungai-sungai Surga: Saihan, Jaihan, Furat, dan Nil
- 43.11.13. Perbendaharaan Surga: Bacaan "Laa hawla wa laa quwwata illa billah"
- 43.11.14. Balasan Bagi yang Bersabar Saat Allah Mengambil Kekasihnya
- 43.11.15. Surga Firdaus sebagai tingkatan tertinggi Surga
- 43.11.16. Anugerah tertinggi: Memandang Wajah Allah
- 43.11.17. Kemah Surga dari Mutiara
- 43.11.18. Di Surga ada seratus tingkatan
- 43.11.19. Tinggi hamparan kasur Surga seperti jarak Langit dan Bumi
- 43.11.20. Pohon-pohon Surga dengan Ranting Emas
- 43.11.21. Pohon Surga Besar, Seratus Tahun tidak bisa dilewati
- 43.11.22. Bangunan Surga dari Bata Emas, Perak, Semen Kasturi, dan Tanah Mutiara
- 43.11.23. Kekuatan Penduduk Surga Seperti Seratus Orang Lelaki
- 43.11.24. Penghuni Surga Berjumlah 120 Barisan (80 dari Umat Nabi Muhammad)
- 43.11.25. Bidadari Surga: Permata Yaqut dan Mutiara
- 43.11.26. Gelang Penghuni Surga dan Cahaya yang Mengalahkan Matahari
- 43.11.27. Penghuni Surga Tidak Berbulu, Tidak Berjenggot, Berhias Celak
- 43.11.28. Tidak Ada Kotoran di Surga: Tidak Meludah, Kencing, Buang Air, atau Ingusan
- 43.11.29. Rombongan Pertama Masuk Surga: Wajah Mereka Seperti Bulan Purnama
- 43.11.30. Ada dua surga tempayan-tempayannya serta apa yang ada di dalamnya terbuat dari emas dan perak
- 43.11.31. Tingkatan penghuni surga terendah adalah orang yang memandang taman, tingkatan tertinggi melihat Allah di pagi dan sore hari
- 43.11.32. Masuk Surga 70 Ribu Orang Tanpa Hisab
- 43.11.33. Nabi Mengharapkan Setengah dari Ahlu Surga dari Umatnya
- 43.11.34. Telaga putih baunya wangi
- 43.11.35. Jarak telaga antara jabra dan adzruh
- 43.11.36. Gelas di telaga seperti bintang di langit
- 43.11.37. Di tepi sungai terdapat mutiara berongga
- 43.12. An-Naar (Neraka)
- 43.12.1. Ucapan tanpa pikir dapat menjatuhkan seseorang ke Neraka
- 43.12.2. Tidak berbakti kepada orang tua, tidak masuk Surga (konsekuensi: masuk Neraka)
- 43.12.3. Memutus silaturahmi, tidak akan mencium bau Surga
- 43.12.4. Tetangga tidak merasa aman dari gangguan, tidak masuk Surga (indikasi Neraka)
- 43.12.5. Menyuruh orang berdiri (sombong), tempatnya di Neraka
- 43.12.6. Suka mengadu domba, tidak masuk Surga
- 43.12.7. Menjulurkan kain di bawah mata kaki karena sombong, tempatnya di Neraka
- 43.12.8. Membunuh mu'ahad (kafir perjanjian), tidak mencium bau Surga
- 43.12.9. Pemimpin khianat terhadap amanat, tidak mencium bau Surga
- 43.12.10. Tumit yang tidak terkena air wudhu, celaka masuk Neraka
- 43.12.11. Mengelola harta umat tanpa hak, masuk Neraka
- 43.12.12. Bunuh diri, di Neraka akan terus-menerus disiksa
- 43.12.13. Kesombongan seberat biji sawi dalam hati, tidak masuk Surga
- 43.12.14. Fitnah dan pembunuhan, menyebabkan masuk Neraka
- 43.12.15. Dua muslim saling membunuh, keduanya masuk Neraka
- 43.12.16. Sumpah palsu, masuk Neraka
- 43.12.17. Wanita mengubur anak hidup-hidup, masuk Neraka
- 43.12.18. Diperlihatkan Neraka, penghuninya mayoritas wanita karena kufur terhadap suami
- 43.12.19. Bersedekah dan beristighfar, sebab wanita banyak masuk Neraka
- 43.12.20. Neraka memiliki lembah sangat dalam, batu jatuh 70 tahun baru sampai dasar
- 43.12.21. Neraka memiliki tenda besar berdinding tebal sejauh 40 tahun
- 43.12.22. Bentuk fisik orang kafir di neraka: dari gigi sebesar gunung hingga kulit setebal perjalanan hari
- 43.12.23. Lisan orang kafir diseret dan diinjak-injak
- 43.12.24. Sha’ud, gunung neraka yang didaki dan dilempar kembali
- 43.12.25. Bibir bawah orang kafir terlipat sampai ke pusar
- 43.12.26. Neraka Jahannam memiliki 70.000 tali, tiap tali ditarik 70.000 malaikat
- 43.12.27. Api Jahannam dipanaskan sampai hitam
- 43.12.28. Kedalaman Neraka Jahannam dan Jarak Waktu Jatuhnya dari Ujung Rantainya ke Dasarnya
- 43.12.29. Air mendidih dituangkan di kepala, sampai ke perut dan membelah tubuh
- 43.12.30. Seperti besi mendidih, mendekat saja kulit mengelupas
- 43.12.31. Tingkatan siksaan: kaki, pinggang, hingga leher
- 43.12.32. Neraka terus meminta tambahan hingga Allah meletakkan kaki-Nya
- 43.12.33. Amr bin Luhay, penarik punggung ke neraka karena peribadatan jahiliah
- 43.12.34. Orang munafik berada di neraka paling bawah
- 43.12.35. Thinatul khobal (nanah & darah penduduk neraka)
- 43.12.36. Abu Thalib hanya disiksa hingga air neraka ke mata kaki tapi mendidihkan otaknya
- 43.12.37. Abdullah bin Umar bermimpi dibawa ke Neraka Jahannam
- 43.12.38. Api dunia hanya 1 dari 70 bagian api Neraka Jahannam
- 43.12.39. Jarak antara permohonan penghuni neraka dengan jawaban Malaikat Malik kepada mereka adalah seribu tahun, lalu dijawab “kalian akan tetap tinggal”
- 43.1. Tanda-tanda kecil kiamat
- 44. Shalat Rasulullah SAW, yang kalian tidak akan mampu mengerjakannya
- 45. Shalat Seratus Raka'at
- 45.1. Seusai shalat shubuh Nabi SAW duduk hingga matahari terbit
- 45.2. Ketika duduk, berdzikir menunggu hingga matahari terbit
- 45.2.1. Membaca ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZHZHALIMIN
- 45.2.2. Membaca 3x ASTAGHFIRULLAH ALLADZI LAA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUUBU ILAIH
- 45.2.3. Beristighfar tiga kali dan membaca ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WAMINKAS SALAM…
- 45.2.4. Membaca SUBHANALLAH 33x, ALHAMDULILLAH 33x, ALLAHU AKBAR 33x, LAA ILAAHA ILLA ALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH
- 45.2.5. Membaca SUBHAANALLAAH WABIHAMDIHI 100x
- 45.2.6. Membaca SUBHAANALLAAH 'ADADA KHALQIHI 3x, SUBHAANALLAAH RIDLAA NAFSIHI 3x, SUBHAANALLAAH ZINATA 'ARSYIHI 3x, SUBHAANALLAAH MIDAADA KALIMAATIHI 3x
- 45.2.7. Membaca SUBHANALLAAH 100x, ditulis Seribu kebaikan (pahala), dan dihapus Seribu kesalahan (dosa)
- 45.2.8. Membaca SUBHANALLAH WA BIHAMDIHI 100x, ditulis Seribu kebaikan (pahala), dan dihapus Seribu kesalahan (dosa)
- 45.2.9. Ditulis baginya seratus kebaikkan dan dihapuskan dari seratus kesalahan, dengan membaca LAA ILAAHA ILLAALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA 'ALA KULLI SYAI`IN QODIIR 100x
- 45.2.10. Membaca Subhanallah 100x Seperti bebaskan 100 budak, Alhamdulillah 100x Seperti sedekah 100 ekor kuda, Allahuakbar 100x Seperti sedekah 100 ekor unta, Laillahaillallah 100x Seperti sedekah memenuhi langit dan bumi
- 45.2.11. Doa meminta harta yang halal, bukan harta yang haram, meminta selalu taat beribadah kepada Allah dan dijauhkan perbuatan maksiat
- 45.2.12. Do'a ke kedua orang tua 100x
- 45.2.13. Bershalawat 100x
- 45.3. Shalat harian bagi muslim (100 rakaat)
- 45.3.1. Shalat sunnah wudhu dua rakaat
- 45.3.2. Shalat syuruq dua rakaat
- 45.3.3. Shalat sunnah awal hari empat rakaat
- 45.3.4. Shalat sunnah dhuha dua rakaat
- 45.3.5. Shalat sunnah awwabin (shalat orang yang bertaubat) dua rakaat
- 45.3.6. Shalat dhuha dua belas rakaat, dibangunkan istana emas
- 45.3.7. Shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang dhuhur)
- 45.3.8. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat dzuhur dua rakaat
- 45.3.9. Shalat sunnah sebelum dzuhur empat rakaat, tanpa dipisahkan oleh salam akan dibukakan pintu-pintu langit
- 45.3.10. Shalat sunnah sebelum dzuhur empat rakaat, Allah haramkan dagingnya dari neraka
- 45.3.11. Shalat sunnah sebelum dhuhur empat rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.12. Shalat wajib dzuhur empat rakaat
- 45.3.13. Shalat sunnah setelah dzuhur empat rakaat, Allah haramkan dagingnya dari neraka
- 45.3.14. Shalat sunnah setelah dhuhur dua rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.15. Apabila batal, shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang ashar)
- 45.3.16. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat ashar dua rakaat
- 45.3.17. Shalat sunnah sebelum ashar empat rakaat akan mendapatkan rahmat
- 45.3.18. Shalat wajib ashar empat rakaat
- 45.3.19. Apabila batal, shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang maghrib)
- 45.3.20. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat maghrib dua rakaat
- 45.3.21. Shalat wajib maghrib tiga rakaat
- 45.3.22. Shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.23. Apabila batal, shalat sunnah wudhu dua rakaat (Menjelang isya')
- 45.3.24. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat isya dua rakaat
- 45.3.25. Shalat wajib isya empat rakaat
- 45.3.26. Shalat sunnah setelah isya dua rakaat, akan dibangunkan rumah di surga
- 45.3.27. Shalat sunnah wudhu dua rakaat (menjelang tahajud)
- 45.3.28. Shalat sunnah sebelas rakaat (tahajud)
- 45.3.29. Shalat sunnah wudhu dua rakaat (menjelang shubuh)
- 45.3.30. Shalat sunnah fajar dua rakaat
- 45.3.31. Shalat sunnah di antara adzan dan iqamah shalat subuh dua rakaat
- 45.3.32. Shalat wajib subuh dua rakaat