Keutamaan Jihad dan mati Syahid
ಹದೀಸ್
Themes
Keutamaan Jihad dan mati Syahid
- 1. Allah
- 2. Malaikat
- 3. Kitab-kitab
- 4. Qur'an
- 5. Nabi-nabi
- 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
- 7. Takdir
- 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
- 9. Syirik
- 10. Islam
- 11. Thaharah
- 12. Shalat Wajib dan Sunnah
- 13. Dzikir & Doa
- 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
- 15. Zakat dan Sedekah
- 16. Haji dan Umrah
- 17. Makkah, Madinah dan tempat bersejarahnya
- 18. Akhlak Mulia
- 19. Adab Sehari-hari
- 20. Pakaian
- 21. Makanan
- 22. Minuman
- 23. Rumah Tangga
- 24. Wanita, Nikah dan Jima
- 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
- 26. Kesehatan dan Pengobatan
- 27. Pergaulan
- 28. Pekerjaan
- 29. Ilmu dan Manhaj
- 30. Ibadah
- 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
- 32. Warisan dan Wasiat
- 33. Jihad dan Perang
- 33.1. Keutamaan Jihad dan mati Syahid
- 33.1.1. Sebuah negeri yang terbaik dan paling utama yang belum pernah aku melihat yang lebih baik darinya untuk orang yang mati syahid
- 33.1.2. Sesungguhnya surga itu terletak di bawah kilatan dan sabetan pedang
- 33.1.3. Mukmin terbaik adalah yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya
- 33.1.4. Tidak ada amal yang sebanding dengan jihad di jalan Allah
- 33.1.5. Orang yang mati syahid diampuni dosanya sejak tetesan darah pertamanya keluar
- 33.1.6. Ruh para syuhada berada di dalam tubuh burung hijau yang berkeliling di surga
- 33.1.7. Setiap luka di jalan Allah akan datang pada hari kiamat dalam keadaan berdarah, warnanya darah tapi baunya seperti minyak kasturi
- 33.1.8. Orang yang berjaga di perbatasan (ribat) di jalan Allah lebih baik dari dunia dan isinya
- 33.1.9. Orang yang mati syahid tidak merasakan sakit kematian kecuali seperti cubitan ringan
- 33.1.10. Mati dalam keadaan syahid, pasti masuk surga
- 33.1.11. Seorang laki laki berkata kepada nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada perang uhud, bagaimana menurutmu, jika aku mati terbunuh, dimanakah tempatku? beliau menjawab di surga
- 33.1.12. Untuk apa kalian berbai'at pada peristiwa hudaibiyyah. salamah menjawab; untuk kematian
- 33.1.13. Mata yang begadang di jalan Allah diharamkan bagi neraka
- 33.1.14. Digergaji, dagingnya disisir, tidak ditakuti kecuali hanya takut Allah
- 33.1.15. Kedua orang tuamu itu termasuk dari orang-orang yang mentaati perintah allah dan rasul-nya sesudah mereka mendapat luka (dalam perang Uhud)
- 33.1.16. Seekor kuda, pada ubunnya akan terus ada kebaikan hingga hari qiyamat
- 33.1.17. Allah menjamin orang yang berperang di jalannya, tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali karena iman kepadaku dan para rasulku ,untuk mengembalikannya dengan memperoleh pahala atau ghanimah atau memasukkannya ke surga
- 33.1.18. Rasulullah berperang sebanyak sekitar lima belas sampai sembilan belas kali sepanjang hidup beliau
- 33.1.19. Nabi menjanjikan kebersamaan dengannya di hari kiamat bagi yang sanggup mencari berita tentang musuh di malam Ahzab
- 33.1.20. Tujuh orang Anshar gugur satu per satu membela Nabi saat diserang kaum musyrik, setelah beliau menjanjikan bahwa yang melawan demi membelanya akan menjadi pendampingnya di surga
- 33.1.21. Enam orang bergantian menunggangi satu unta hingga kuku kaki mereka tercabut dan dibalut sobekan kain, sebab dinamakannya Perang Dzatur Riqa'
- 33.1.22. Mati syahid, ingin kembali ke dunia untuk mati syahid lagi
- 33.1.23. Orang yang memberi minum haji dan urus Masjidil Haram tidak sama dengan mujahid
- 33.1.24. Mati syahid, semua dosa diampuni, kecuali hutang
- 33.1.25. Orang syahid tidak mati, mereka hidup dan diberi rezeki di sisi Allah
- 33.1.26. Mu'min terbaik: berjihad atau tinggal bertaqwa dan jauhi keburukan
- 33.1.27. Kehidupan terbaik: siap mati syahid saat dengar musuh
- 33.1.28. Allah tertawa; dua orang berperang, satu membunuh, keduanya masuk surga
- 33.1.29. Orang kafir tidak akan bersama pembunuhnya di neraka
- 33.1.30. Nabi membantah anggapan terhapusnya pahala Amir bin Al-Akwa' yang gugur oleh pedangnya sendiri, dan menegaskan ia memperoleh dua pahala
- 33.1.31. Nabi memerintahkan setiap dua orang memberangkatkan salah satunya dalam pasukan ke Bani Lahyan, dan pahalanya untuk keduanya
- 33.1.32. Kehormatan istri para mujahid bagi yang tidak ikut berjihad seperti kehormatan ibu mereka sendiri, dan yang mengkhianatinya akan diambil amalnya sekehendak si mujahid pada hari kiamat
- 33.1.33. Seorang lelaki bertanya di mana tempatnya bila terbunuh, dan setelah dijawab "di surga" ia melemparkan kurma di tangannya lalu bertempur hingga gugur
- 33.1.34. Tujuh puluh sahabat Al-Qurra' dibunuh dalam pengkhianatan, dan mereka memohon agar disampaikan kepada Nabi bahwa mereka telah bertemu Rabb
- 33.1.35. Barangsiapa memohon mati syahid dengan sungguh-sungguh, ia akan diberi pahala syahid meskipun tidak gugur di medan perang
- 33.1.36. Keutamaan pasukan yang berperang di jalan Allah dengan menyeberangi lautan
- 33.1.37. Tafsir Al-Ahzab (33);10 - ujian berat saat penyerangan ahzab
- 33.1.38. Pergi keluar berperang di jalan Allah pada pagi hari atau petang hari lebih baik daripada dunia dan seisinya
- 33.1.39. Kisah Wahsyi: Masuk Islam setelah membunuh Hamzah, lalu menebus kesalahannya dengan membunuh Musailamah Al-Kaddhab
- 33.1.40. Penangkapan dan pembunuhan Khubaib bin 'Adiy RA oleh Abu Sirwa'ah pada peristiwa Ar-Raji'
- 33.2. Niat yang benar
- 33.3. Pertolongan Allah dalam Perang
- 33.4. Keberanian dalam penyerangan
- 33.5. Adab dalam Peperangan
- 33.6. Ghanimah
- 33.7. Fa’i
- 33.8. Hukum Hukum bagi mu’ahid dan musta’man
- 33.9. Fathu Makkah (Penaklukan Makkah)
- 33.10. Peran wanita dalam peperangan
- 33.11. Persiapan dan latihan perang
- 34. Perbudakan
- 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
- 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
- 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
- 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
- 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
- 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
- 41. Syaitan
- 42. Fitnah
- 43. Kiamat, Surga dan Neraka
- 44. Shalat Rasulullah SAW, yang kalian tidak akan mampu mengerjakannya
- 45. Shalat Seratus Raka'at
- 46. Politik (Siyasah)
- 47. Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan dalam Islam
- 48. Hak Hak Asasi Manusia dalam Islam
- 49. Mimpi dan Takwilnya
- 50. Fiqih Minoritas Muslim
- 51. Kebebasan Individu
- 52. Permasalahan Baru dan Kontemporer
- 53. Hubungan Internasional
- 54. Puisi dan Nyanyian