Hadits Perwakilan
Tangan kanan memegang tangan kiri di atas/di bawah pusar (hadits lemah)
Imam Ahmad : 833حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَسَدِيُّ لُوَيْنٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي زَائِدَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ زِيَادِ بْنِ زَيْدٍ السُّوَائِيِّ عَنْ أَبِي جُحَيْفَةَ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّ مِنْ السُّنَّةِ فِي الصَّلَاةِ وَضْعُ الْأَكُفِّ عَلَى الْأَكُفِّ تَحْتَ السُّرَّةِ
Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman Al Asadi Luwain] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Za`idah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Ziyad bin Zaid As Suwa`i] dari [Abu Juhaifah] dari [Ali Radliallah 'anhu], dia berkata; "Termasuk dari sunnah dalam shalat meletakkan telapak tangan di atas telapak tangan lain di bawah pusar."