Hadits Perwakilan
Wafat tiga anak belum baligh, Allah masukkan dia ke surga
Imam Ahmad : 3373حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَنْبَأَنَا الْعَوَّامُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي مُحَمَّدٍ مَوْلًى لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ مُسْلِمَيْنِ يَمُوتُ لَهُمَا ثَلَاثَةٌ مِنْ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ إِلَّا كَانُوا لَهُ حِصْنًا حَصِينًا مِنْ النَّارِ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنْ كَانَ اثْنَيْنِ قَالَ وَإِنْ كَانَا اثْنَيْنِ فَقَالَ أَبُو ذَرٍّ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أُقَدِّمْ إِلَّا اثْنَيْنِ قَالَ وَإِنْ كَانَا اثْنَيْنِ قَالَ فَقَالَ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ أَبُو الْمُنْذِرِ سَيِّدُ الْقُرَّاءِ لَمْ أُقَدِّمْ إِلَّا وَاحِدًا قَالَ فَقِيلَ لَهُ وَإِنْ كَانَ وَاحِدًا فَقَالَ إِنَّمَا ذَاكَ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الْأُولَى
Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Al 'Awwam] dari [Muhammad bin Abu Muhammad] mantan budak Umar bin Khaththab dari [Abu Ubaidullah bin Abdullah bin Mas'ud] dari [Abdullah bin Mas'ud] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidaklah ada dua orang muslim memiliki tiga orang anak yang belum mencapai usia baligh meninggal dunia melainkan mereka akan menjadi benteng yang tangguh baginya dari api neraka." Lalu dikatakan; Wahai Rasulullah, jika hanya dua orang anak saja? Beliau menjawab: "Sekali pun dua orang anak saja." Lalu Abu Dzar berkata; Wahai Rasulullah, Aku hanya memiliki dua orang anak saja. Beliau menjawab: "Sekali pun dua orang anak saja." Lalu Ubay bin Ka'ab, Abu Al Mundzir, sayyid Al Qurra` berkata; Aku hanya memiliki satu orang anak saja? Ia berkata; Maka dikatakan; Sekali pun hanya satu orang saja? Beliau menjawab: "Hal itu berlaku ketika di awal musibah."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 3373, 3870, 4087, 6967, 7396, 8561, 8629, 9737, 10213, 12077, 16981, 16986, 20378, 20396, 20445, 20480, 21076, 25864, 26161
Imam Bukhari : 1171, 1172, 1173, 1292, 6164
Imam Muslim : 4766, 4767, 4770, 4771
Imam Abu Dawud : 2753
Imam Tirmidzi : 980
Imam Nasa'i : 1850, 1851, 1852, 1853, 1854
Imam Ibnu Majah : 1592, 1593, 1594, 1595
Imam Malik : 495, 496