Hadits Perwakilan
Keutamaan Ibu: Orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan anak
Imam Ahmad : 7994حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شُبْرُمَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَحَقُّ مِنِّي بِحُسْنِ الصُّحْبَةِ قَالَ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ ثُمَّ أُمُّكَ قَالَ ثُمَّ مَنْ قَالَ أَبَاكَ
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Muhammad] dari [Abdullah bin Syubrumah] dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah], dia berkata; Ada seorang laki-laki yang berkata; "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak untuk saya berbuat baik kepadanya?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia berkata; "Kemudian siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia berkata; "Kemudian siapa?" beliau bersabda: "Ibumu, " ia berkata; "Kemudian siapa?" Rasulullah Bersabda: "Ayahmu."