Shalat Ied dilaksanakan tanpa adzan dan iqamah
Imam Ahmad : 20027
وَبِهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ صَلَّى خَلْفَهُ فِي يَوْمِ عِيدٍ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ وَزَعَمَ سِمَاكٌ أَنَّهُ صَلَّى خَلْفَ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ وَالْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ
Dengannya dari [Jabir bin Samurah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, bahwa ia shalat hari raya di belakang beliau dengan tidak dikumandangkan adzan dan iqamat, dan [Simak] mengklaim bahwa ia juga pernah shalat belakang Nu'man bin Basyir dan Mughirah bin Syu'bah tanpa adzan dan iqamat juga."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 1900, 2061, 2063, 2064, 2443, 2940, 3058, 3144, 4727, 5605, 13809, 14553, 14569, 19931, 19941, 19974, 19985, 20027, 20121
Imam Bukhari : 906, 907
Imam Muslim : 1468, 1469, 1470
Imam Abu Dawud : 968, 969
Imam Tirmidzi : 489
Imam Nasa'i : 1544
Imam Ibnu Majah : 1264
Imam Darimi : 1552