Pakaian yang telah digunakan sehabis menggauli istri, boleh digunakan untuk shalat jika tidak melihat kotoran (najis) padanya
Imam Ahmad : 26134
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ ضَمْرَةَ بْنِ حَبِيبٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ أُمِّ حَبِيبَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي وَعَلَيْهِ وَعَلَيَّ ثَوْبٌ وَفِيهِ كَانَ مَا كَانَ
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Dlamrah bin Habib] dari [Muhammad bin Abu Sufyan] dari [Ummu Habibah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat, sementara beliau dan aku mengenakan pakaian yang padanya ada sesuatu (bekas) yang telah terjadi (yaitu pakaian yang habis dipakai untuk bersetubuh)."