Rasulullah melarang ummu salamah meratapi kematian abu salamah dan menahan diri dari niyahah atas orang yang meninggal
Imam Ahmad : 25267حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ لَمَّا مَاتَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ غَرِيبٌ وَمَاتَ بِأَرْضِ غُرْبَةٍ فَأَفَضْتُ بُكَاءً فَجَاءَتْ امْرَأَةٌ تُرِيدُ أَنْ تُسْعِدَنِي مِنْ الصَّعِيدِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تُرِيدِينَ أَنْ تُدْخِلِي الشَّيْطَانَ بَيْتًا قَدْ أَخْرَجَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهُ قَالَتْ فَلَمْ أَبْكِ عَلَيْهِ
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ibnu Abi Najih] dari [Ayahnya] dari [Ubaid bin Umair] dari [Ummu Salamah] berkata; ketika Abu Salamah meninggal, aku mengatakan seolah ia terasing dan mati di keterasingan dan aku pun menangis. Kemudian datanglah seorang wanita ingin menangis bersamaku, lantas Rasulullah shallaallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah engkau ingin memasukkan syetan kedalam rumah yang Allah telah keluarkan darinya, " ia berkata; "Aku pun tidak menangisinya lagi."