Nabi SAW membawa hewan qurban dari Madinah tanpa menjauhi larangan ihram
Imam Ahmad : 23383حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ وَعَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُهْدِي مِنْ الْمَدِينَةِ فَأَفْتِلُ قَلَائِدَ بُدْنِهِ ثُمَّ لَا يَجْتَنِبُ شَيْئًا مِمَّا يَجْتَنِبُهُ الْمُحْرِمُ
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim], telah menceritakan kepada kami [Laits] berkata; telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab], dari [Urwah bin Az-Zubair], dan [Amrah binti Abdurrahman], bahwa [Aisyah, istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.] berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. menyembelih (binatang korban) semenjak dari madinah, lalu saya mengikat dengan tali pada leher hewan kurban (untuk menandainya). Kemudian beliau tidak meninggalkan sesuatu yang biasa ditinggalkan oleh orang yang berihram."