Wanita haid atau nifas tetap berihram dan melakukan semua manasik kecuali thawaf, hingga kembali suci
Imam Ahmad : 22980
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهَا وَحَاضَتْ بِسَرِفٍ قَبْلَ أَنْ تَدْخُلَ مَكَّةَ قَالَ لَهَا اقْضِي مَا يَقْضِي الْحَاجُّ غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ قَالَتْ فَلَمَّا كُنَّا بِمِنًى أُتِيتُ بِلَحْمِ بَقَرٍ قُلْتُ مَا هَذَا قَالُوا ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَزْوَاجِهِ بِالْبَقَرِ
Telah bercerita kepada kami [Sufyan] dari ['Abdur Rahman bin Al Qasim] dari [ayahnya] dari ['Aisyah], nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam bersabda padanya, ia haid sesaat sebelum masuk Makkah: "Tunaikan seperti yang ditunaikan orang haji tapi jangan berthawaf di baitullah." berkata 'A`isyah: Saat kami berada di Mina, aku diberi daging sapi, aku berkata: Apa ini? mereka berkata: nabi Shallalahu 'alaihi wa sallam berkurban sapi untuk para istri-istri beliau.