Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengerjakan shalat ketika berada di Madinah bukan dalam keadaan safar sebanyak tujuh raka'at dan delapan raka'at
Imam Ahmad : 21004حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ وَأَبُو أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ جَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ
Telah bercerita kepada kami ['Abdur Razzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan]. Dan [Abu Ahmad] (juga berkata) Telah bercerita kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az Zubair] dari [Abu Ath Thufail] dari [Mu'adz bin Jabal], ia berkata; Nabi Shallallahu'alaihiwasallam menjama' dzuhur dan ashar, maghrib dan isya' saat perang Tabuk.