Jabir bin Abdullah berperang bersama Nabi sembilan belas kali, dan tidak pernah absen dari peperangan setelah ayahnya gugur di Uhud
Imam Ahmad : 18529حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ قَالَ لَقِيتُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ فَقُلْتُ لَهُ كَمْ غَزَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تِسْعَ عَشْرَةَ قُلْتُ كَمْ غَزَوْتَ أَنْتَ مَعَهُ قَالَ سَبْعَ عَشْرَةَ غَزْوَةً قَالَ فَقُلْتُ فَمَا أَوَّلُ غَزْوَةٍ غَزَا قَالَ ذَاتُ الْعُشَيْرِ أَوْ الْعُشَيْرَةِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dri [Abu Ishaq] ia berkata, saya menjumpai [Zaid bin Arqam], maka saya pun bertanya kepadanya, "Berapa kali Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berperang?" ia menjawab, "Sembilan belas kali." Saya bertanya lagi, "Berapa kali Anda ikut berperang bersama beliau?" ia menjawab, "Sebanyak tujuh belas kali." Saya bertanya lagi, "Perang apakah yang pertama kali beliau ikuti?" ia menjawab, "Yaitu perang Dzatul 'Usyair atau 'Usyairah."