Yang berhak menjadi imam adalah yang paling baik bacaan terhadap al-qur’an, lalu yang paling tahu sunnah, paling dahulu hijrah, dan paling dulu masuk islam
Imam Ahmad : 16479حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ رَجَاءٍ وَإِسْمَاعِيلُ يَعْنِي ابْنَ عُلَيَّةَ قَالَ شُعْبَةُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ رَجَاءٍ عَنْ أَوْسِ بْنِ ضَمْعَجٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ وَأَقْدَمُهُمْ قِرَاءَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَكْبَرُهُمْ سِنًّا وَلَا يُؤَمَّنَّ الرَّجُلُ فِي سُلْطَانِهِ قَالَ إِسْمَاعِيلُ وَلَا فِي أَهْلِهِ وَلَا يُجْلَسُ عَلَى تَكْرِمَتِهِ قَالَ إِسْمَاعِيلُ فِي بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ أَوْ يَأْذَنَ لَكَ
Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] berkata; Telah menceritakan kepadaku [Isma'il bin Raja`] dan [Isma'il] yaitu Ibnu 'Ulayyah, [Syu'bah] berkata; dari [Isma'il bin Raja`] dari [Aus bin Dlam'aj] dari [Abu Mas'ud] dari Nabi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Yang menjadi iman suatu kaum adalah orang yang paling hafal dengan kitabullah Ta'ala, dan yang lebih dulu bisa membacanya. Jika dalam hal bacaannya sama, adalah yang lebih dulu hijrah. Jika hijrahnya bersamaan maka yang lebih tua. Janganlah seseorang menjadi imam dalam wilayah yang menjadi wewenang orang lain." Isma'il berkata; "Jangan juga pada keluarga orang lain dan janganlah duduk pada tikar di suatu rumah orang lain." Isma'il berkata; "Di rumah orang lain kecuali dengan ijinnya."atau dengan redaksi, "Kamu diijinkan."