Masuk Islam, klik di sini
ISLAM AL-HAQ: QURAN & HADITS
(Islam yang Benar)



Tata cara penguburan syuhada Uhud: Penghormatan Nabi SAW mendahulukan penghafal Al-Qur'an di liang lahad dan hukum khusus jenazah syahid perang

Imam Ahmad : 14721

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ وَحَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ وَعَتَّابٌ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا عُمَرُ بْنُ سَلَمَةَ بْنِ أَبِي يَزِيدَ الْمَدِينِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ اسْتُشْهِدَ أَبِي بِأُحُدٍ فَأَرْسَلْنَنِي أَخَوَاتِي إِلَيْهِ بِنَاضِحٍ لَهُنَّ فَقُلْنَ اذْهَبْ فَاحْتَمِلْ أَبَاكَ عَلَى هَذَا الْجَمَلِ فَادْفِنْهُ فِي مَقْبَرَةِ بَنِي سَلِمَةَ قَالَ فَجِئْتُهُ وَأَعْوَانٌ لِي فَبَلَغَ ذَلِكَ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ جَالِسٌ بِأُحُدٍ فَدَعَانِي وَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يُدْفَنُ إِلَّا مَعَ إِخْوَتِهِ فَدُفِنَ مَعَ أَصْحَابِهِ بِأُحُدٍ

Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Ishaq] dan telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahhab] dan ['Attab] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami ['Umar bin Salamah bin Abu Yazid Al Madini] telah menceritakan kepadaku [bapakku] berkata; saya telah mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata; bapakku terbunuh dalam perang Uhud. Lalu saudara-saudara perempuanku membawa jenazah ayahku dengan unta yang biasa untuk menyirami ladang, lantas mereka berkata; 'Pergilah dan bawalah bapakmu dengan unta ini dan kuburkanah di kuburan Bani Salamah.' Saya datang bersama orang-orang yang hendak membantuku. Berita rencana penguburan ini sampai ke telinga Nabiyullah Shallallahu'alaihiwasallam, saat itu beliau sedang duduk di Uhud. Beliau lalu memanggilku dan bersabda: "Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, jangan dia dikuburkan kecuali bersama dengan saudaranya, lalu (bapakku) dikubur bersama para sahabatnya di Uhud.

Hadits Penguat :

Imam Ahmad : 2107, 13653, 13674, 14721, 15662, 15665, 15667, 15672, 22547, 22549, 22550
Imam Bukhari : 1257, 1259, 1260, 1261, 1266, 3771
Imam Abu Dawud : 2731
Imam Nasa'i : 1929, 1983, 1988, 1989, 1990, 1991
Imam Ibnu Majah : 1503