Sesungguhnya imam dijadikan untuk diikuti, apabila dia rukuk maka rukuklah, bila dia mengangkat kepalanya maka angkatlah kepala
Imam Ahmad : 13689حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ صُرِعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ فَرَسٍ عَلَى جِذْعِ نَخْلَةٍ فَانْفَكَّتْ قَدَمُهُ فَدَخَلْنَا عَلَيْهِ نَعُودُهُ فَوَجَدْنَاهُ يُصَلِّي فَصَلَّيْنَا بِصَلَاتِهِ وَنَحْنُ قِيَامٌ فَلَمَّا صَلَّى قَالَ إِنَّمَا جُعِلَ الْإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَإِنْ صَلَّى قَائِمًا فَصَلُّوا قِيَامًا وَإِنْ صَلَّى جَالِسًا فَصَلُّوا جُلُوسًا وَلَا تَقُومُوا وَهُوَ جَالِسٌ كَمَا يَفْعَلُ أَهْلُ فَارِسٍ بِعُظَمَائِهَا
Telah bercerita kepada kami [Waki'] telah bercerita kepada kami [Al 'A'masy] dari [Abu Sufyan] dari [Jabir] berkata; Pernah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam terpelanting dari kuda dan jatuh di atas pelepah kurma hingga patah telapak kakinya, lalu kami menemui beliau untuk menjenguknya. Kami mendapatkan beliau sedang Shalat maka kami mengikuti Shalat beliau (yang dalam keadaan duduk) sedangkan kami dalam keadaan berdiri, dan tatkala selesai Shalat (beliau ShallallahuAalaihiWasallam) bersabda: "Dijadikannya seorang imam adalah untuk diikuti, jika Shalat dengan berdiri Shalatlah kalian dengan berdiri, dan jika Shalat dengan duduk maka Shalatlah kalian dengan duduk. Janganlah kalian berdiri sedangkan ia duduk sebagaimana yang dilakukan orang Persi dengan para pembesarnya".
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 6847, 7809, 8146, 8534, 8961, 9069, 9275, 9765, 10960, 11631, 12195, 12598, 13689, 18770, 18801, 23116, 23168, 23260, 23994, 24439
Imam Bukhari : 365, 647, 648, 680, 690, 691, 692, 763, 1046, 1047, 1160, 5226
Imam Muslim : 622, 623, 625, 628
Imam Abu Dawud : 509, 511, 512
Imam Tirmidzi : 329
Imam Nasa'i : 786, 821, 823, 912, 913, 1051
Imam Ibnu Majah : 837, 1227, 1228, 1229
Imam Malik : 280, 281
Imam Darimi : 1228, 1277