Keharuman keringat Nabi yang dijadikan wewangian oleh Ummu Sulaim
Imam Ahmad : 11947حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ دَخَلَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عِنْدَنَا فَعَرِقَ وَجَاءَتْ أُمِّي بِقَارُورَةٍ فَجَعَلَتْ تَسْلُتُ الْعَرَقَ فِيهَا فَاسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا أُمَّ سُلَيْمٍ مَا هَذَا الَّذِي تَصْنَعِينَ قَالَتْ هَذَا عَرَقُكَ نَجْعَلُهُ فِي طِيبِنَا وَهُوَ مِنْ أَطْيَبِ الطِّيبِ
Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Ibnul Qasim] berkata, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman] dari [Tsabit] dari [Anas bin Malik] ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam masuk ke dalam rumah kami, lalu beliau tidur siang hingga keringatnya keluar, ibuku lalu datang dengan membawa botol seraya memasukkan keringatnya ke dalam botol. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pun terbangun dan bersabda: "Apa yang sedang engkau lakukan?" ia menjawab, "Ini adalah keringatmu, kami ingin menjadikannya sebagai minyak wangi, karena merupakan sebaik-baik minyak wangi."