Penjelasan batas bawah pakaian laki-laki dalam shalat
Imam Ahmad : 10826حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِزْرَةُ الْمُؤْمَنِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَمَا كَانَ إِلَى الْكَعْبِ فَلَا بَأْسَ وَمَا كَانَ تَحْتَ الْكَعْبِ فَفِي النَّارِ
Telah menceritakan kepada kami [Ya'la bin Ubaid] berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad] -yaitu Ibnu Ishaq dari [Al 'Ala` bin Abdurrahman] dari [bapaknya], dari [Abu Sa'id Al Khudri] ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kain sarung seorang mukmin itu hingga setengah betisnya, apabila sampai kedua mata kaki tidaklah mengapa, adapun apa yang berada di bawah mata kaki adalah di neraka."