Setiap anak Adam telah ditetapkan bagiannya dari zina: zina mata adalah pandangan, zina lisan adalah ucapan, hati berhasrat dan berangan-angan, dan kemaluan yang membenarkan atau mendustakannya
Imam Ahmad : 7868وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنْ الزِّنَا أَدْرَكَ لَا مَحَالَةَ فَالْعَيْنُ زِنْيَتُهَا النَّظَرُ وَيُصَدِّقُهَا الْأَعْرَاضُ وَاللِّسَانُ زِنْيَتُهُ النُّطْقُ وَالْقَلْبُ التَّمَنِّي وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ مَا ثَمَّ وَيُكَذِّبُ
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya; dari [Abu Hurairah]; Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam Bersabda: "Setiap anak Adam ditulis bagiannya dari zina yang tidak mungkin untuk ia hindari, maka zinanya mata adalah melihat lalu dibenarkan oleh kehormatan, zinanya lisan adalah bicara, zinanya hati adalah berangan-angan, dan selanjutnya kemaluannyalah yang membenarkan itu semua atau mendustakannya."