Masuk Islam, klik di sini
ISLAM AL-HAQ: QURAN & HADITS
(Islam yang Benar)



Seseorang tidak dikatakan beriman sehingga ia beriman dengan takdir
Imam Ahmad : 6416

حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ عِيَاضٍ حَدَّثَنَا أَبُو حَازِمٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُؤْمِنُ الْمَرْءُ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ قَالَ أَبُو حَازِمٍ لَعَنَ اللَّهُ دِينًا أَنَا أَكْبَرُ مِنْهُ يَعْنِي التَّكْذِيبَ بِالْقَدَرِ

Telah menceritakan kepada kami [Anas bin Iyadh] telah menceritakan kepada kami [Abu Hazim] dari [Amru bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya]; bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Seseorang tidak dikatakan beriman sehingga ia beriman dengan taqdir, yang baik maupun yang buruk." Abu Hazim berkata: Allah melaknat agama yang aku lebih besar darinya, yaitu; mendustai taqdir.

Hadits Penguat :

Imam Ahmad : 6416, 6690
Imam Tirmidzi : 2070