Orang yang mudah tertipu dalam jual beli diajarkan mensyaratkan "la khilabah (dengan syarat tidak ada tipu menipu)" agar terhindar dari penipuan
Imam Ahmad : 5590حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ قُرَيْشٍ قَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي أَشْتَرِي الْبَيْعَ فَأُخْدَعُ فَقَالَ إِذَا كَانَ ذَاكَ فَقُلْ لَا خِلَابَةَ
Telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Ibnu Umar], seorang laki-laki dari suku Quraisy berkata kepada Rasulullah subhanahu wata'ala; "Saya membeli dagangan ternyata saya ditipu." Maka Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Jika memang terjadi demikian, maka katakanlah, 'LAA KHILAABAH' (Jangan ada kecurangan)."