Nabi SAW membatalkan puasanya di Arafah ketika haji agar umat tahu itu tidak diwajibkan
Imam Ahmad : 3204حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ قَالَ لَا أَدْرِي أَسَمِعْتُهُ مِنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ أَمْ نُبِّئْتُهُ عَنْهُ قَالَ أَتَيْتُ عَلَى ابْنِ عَبَّاسٍ بِعَرَفَةَ وَهُوَ يَأْكُلُ رُمَّانًا وَقَالَ أَفْطَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَةَ وَبَعَثَتْ إِلَيْهِ أُمُّ الْفَضْلِ بِلَبَنٍ فَشَرِبَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] ia berkata; Aku tidak tahu, apakah aku mendengarnya dari [Sa'id bin Jubair] atau aku diberitakannya darinya, ia berkata; Aku datang menemui [Ibnu Abbas] di Arafah saat itu ia sedang makan buah delima, dan ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berbuka di Arafah dan Ummu Al Fadlal mengirimkan susu kepadanya lalu beliau pun meminumnya.