Ketentuan menjama' shalat dzuhur dan 'ashar saat safar: mengakhirkan zhuhur sebelum matahari condong atau melaksanakannya jika berangkat setelah matahari condong
Imam Ahmad : 2426حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ جَمَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالْمَدِينَةِ فِي غَيْرِ سَفَرٍ وَلَا خَوْفٍ قَالَ قُلْتُ يَا أَبَا الْعَبَّاسِ وَلِمَ فَعَلَ ذَلِكَ قَالَ أَرَادَ أَنْ لَا يُحْرِجَ أَحَدًا مِنْ أُمَّتِهِ
Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Zubair] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjama' antara Zhuhur dan Ashar di Madinah ketika tidak sedang bepergian dan tidak pula dalam kondisi takut (khawatir)." Sa'id bin Jubair berkata; "Wahai Ibnu Abbas, mengapa beliau melakukan yang demikian?" dia menjawab; "Beliau ingin agar tidak memberatkan seorang pun dari umatnya."