Rasulullah melaksanakan umrah empat kali: dari Hudaibiyah, umrah Qadha pada Dzulqa'dah tahun berikutnya, dari Ji'ranah, dan umrah yang menyertai hajinya
Imam Ahmad : 2243حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ مَا أَعْمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَائِشَةَ لَيْلَةَ الْحَصْبَةِ إِلَّا قَطْعًا لِأَمْرِ أَهْلِ الشِّرْكِ فَإِنَّهُمْ كَانُوا يَقُولُونَ إِذَا بَرَأَ الدَّبَرْ وَعَفَا الْأَثَرْ وَدَخَلَ صَفَرْ فَقَدْ حَلَّتْ الْعُمْرَةُ لِمَنْ اعْتَمَرْ
Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] berkata; telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Thawus] dari [bapaknya] dari [Ibnu Abbas], ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak memerintahkan Aisyah untuk umrah pada malam hashbah kecuali karena membantah para pelaku syirik, yaitu karena mereka biasa mengatakan; "Bila luka telah sembuh dan bekasnya telah sirna kemudian berlalu Shafar, maka telah halal umrah bagi yang (hendak) melaksanakan umrah."
Hadits Penguat :
Imam Ahmad : 2101, 2243, 2802, 4825, 5252, 5962, 6186, 6398, 6399, 13076, 13192, 14268, 14353, 14732, 15761, 17886, 17897, 22983, 24402, 24722
Imam Bukhari : 1594, 1651, 1653, 1654, 1655, 1656, 3833
Imam Muslim : 2197
Imam Abu Dawud : 1695, 1696, 1702, 1703
Imam Tirmidzi : 744, 745
Imam Nasa'i : 2670, 2676
Imam Ibnu Majah : 2987, 2988, 2994
Imam Malik : 668
Imam Darimi : 1784, 1825