Jangan kalian mengatakan Allah dan Fulan berkehendak, tetapi katakanlah Allah berkehendak kemudian fulan
Imam Ahmad : 1863حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ حَدَّثَنَا أَجْلَحُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ الْأَصَمِّ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ سَمِعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا يَقُولُ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ فَقَالَ بَلْ مَا شَاءَ اللَّهُ وَحْدَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Ajlah] dari [Yazid bin Al Asham] dari [Ibnu Abbas] berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki yang berkata; "masyaa`allah wa syi`ta (Sesuai kehendak Allah dan kehendakmu)." Maka Beliau berkata: "akan tetapi katakanlah: MASYAA`ALLAH (sesuai kehendak Allah) saja."