Hajar al aswad, hanya batu tak mendatangkan mudharat maupun manfaat
Imam Ahmad : 358حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَتَى الْحَجَرَ فَقَالَ إِنِّي لَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ قَالَ ثُمَّ قَبَّلَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam] dari [bapaknya] bahwa [Umar] mendekati Hajar (Aswad) kemudian berkata; "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu yang tidak dapat mendatangkan bahaya dan tidak juga manfaat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu." Dia berkata; "Kemudian Umar menciumnya (Hajar Aswad)."