Amalan yang paling cintai adalah membaca Al-Qur’an dari awal sampai akhir (mengkhatamkan), lalu mengulanginya lagi
Imam Darimi : 3341
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ عِيسَى عَنْ صَالِحٍ الْمُرِّيِّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قِيلَ وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ قَالَ صَاحِبُ الْقُرْآنِ يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ إِلَى آخِرِهِ وَمِنْ آخِرِهِ إِلَى أَوَّلِهِ كُلَّمَا حَلَّ ارْتَحَلَ
Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] dari [Shalih Al Murri] dari [Qatadah] dari [Zurarah bin Aufa] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya; Amalan apa yang paling utama? Beliau menjawab: "Al Haallu Al Murtahil." Ditanyakan; Apa maksud Al Haallu Al Murtahil? Beliau menjawab: "Pembaca Al Qur'an yang membaca (mengkhatamkan) dari awal Al Qur'an sampai akhir dan dari akhir Al Qur'an sampai awalnya, setiap kali selesai (pengkhatamannya), ia langsung pergi."