Allah mewajibkan jumlah rakaat shalat yang berbeda bagi orang mukim, musafir, dan orang yang berada dalam keadaan takut
Imam Malik : 305
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ أَنَّهُ قَالَ لِسَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ مَا أَشَدَّ مَا رَأَيْتَ أَبَاكَ أَخَّرَ الْمَغْرِبَ فِي السَّفَرِ فَقَالَ سَالِمٌغَرَبَتْ الشَّمْسُ وَنَحْنُ بِذَاتِ الْجَيْشِ فَصَلَّى الْمَغْرِبَ بِالْعَقِيقِ
Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Yahya bin Sa'id] bahwa dia berkata kepada [Salim bin Abdullah]; "Alangkah mengherankan apa yang engkau lihat! [Bapakmu] mengakhirkan shalat maghrib dalam perjalanan." Salim menjawab, "Matahari telah terbenam sedangkan kami masih berada di Dzatil Jaisy, lalu ia mengerjakan shalat maghrib di 'Aqiq."