Ruqyah, obat, dan pelindung termasuk takdir Allah
Imam Ibnu Majah : 3428حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ أَنْبَأَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي خِزَامَةَ عَنْ أَبِي خِزَامَةَ قَالَسُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ أَدْوِيَةً نَتَدَاوَى بِهَا وَرُقًى نَسْتَرْقِي بِهَا وَتُقًى نَتَّقِيهَا هَلْ تَرُدُّ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ شَيْئًا قَالَ هِيَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ
Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ash Shabah] telah memberitakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Az Zuhri] dari [Ibnu Abu Khizamah] dari [Abu Khizamah] dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya, "Bagaimana pendapatmu terhadap obat-obatan yang kami gunakan untuk berobat, ruqyah yang kami amalkan dan ketakwaan yang kami jalankan, apakah ia dapat menolak dari ketentuan Allah?" beliau menjawab: "Itu semua termasuk dari takdir Allah."