Satir atau penutup yang paling disukai Rasulullah ketika buang hajat, yaitu menjadikan tempat tinggi, tembok atau pohon kurma
Imam Nasa'i : 661أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالَ أَنْبَأَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ يَحْيَى بْنِ خَلَّادِ بْنِ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ الزُّرَقِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَا هُوَ جَالِسٌ فِي صَفِّ الصَّلَاةِ الْحَدِيثَ
Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata; telah memberitakan kepada kami [Isma'il] dia berkata; telah menceritakan kepada kami [Yahya bin 'Ali bin Yahya bin Khallad bin Rifa'ah bin Rafi' Az-Zuraqi] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Rifa'ah bin Rafi'] "Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersama kita dan beliau duduk di shaf shalat…" (Al hadis)