Embrasser l'Islam, cliquez ici
ISLAM AL-HAQ: QURAN & HADITH
(The True Islam)


Keutamaan ilmu

Hadith Themes
  1. 1. Allah
  2. 2. Malaikat
  3. 3. Kitab-kitab
  4. 4. Qur'an
  5. 5. Nabi-nabi
  6. 6. Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam
  7. 7. Takdir
  8. 8. Iman, Tauhid dan Syahadat
  9. 9. Syirik
  10. 10. Islam
  11. 11. Thaharah
  12. 12. Shalat Wajib dan Sunnah
  13. 13. Dzikir & Doa
  14. 14. Puasa Ramadhan dan Puasa Sunnah
  15. 15. Zakat dan Sedekah
  16. 16. Haji dan Umrah
  17. 17. Makkah, Madinah dan tempat bersejarahnya
  18. 18. Akhlak Mulia
  19. 19. Adab Sehari-hari
  20. 20. Pakaian
  21. 21. Makanan
  22. 22. Minuman
  23. 23. Rumah Tangga
  24. 24. Wanita, Nikah dan Jima
  25. 25. Dosa Besar (Al-Kabair selain Syirik)
  26. 26. Kesehatan dan Pengobatan
  27. 27. Pergaulan
  28. 28. Pekerjaan
  29. 29. Ilmu dan Manhaj
    1. 29.1. Keutamaan ilmu
      1. 29.1.1. Ilmu mendekatkan seseorang pada rahmat Allah
      2. 29.1.2. Keseriusan sahabat menuntut ilmu
      3. 29.1.3. Mengambil ilmu dari ahlinya
      4. 29.1.4. Perintah untuk meneliti hadits Rasulullah, kemudian perintah menulisnya juga
      5. 29.1.5. Pentingnya bertanya mengenai hadits, bahkan menulis surat untuk menanyakannya
      6. 29.1.6. Apa-apa yang aku larang maka jauhilah, dan apa-apa yang aku perintahkan maka laksanakanlah semampu kalian
      7. 29.1.7. Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga
      8. 29.1.8. Keutamaan orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain
      9. 29.1.9. Barangsiapa menyembunyikan ilmu, maka Allah akan mengekang nya dengan kekang dari api neraka
      10. 29.1.10. Para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang ia lakukan
      11. 29.1.11. Ilmu lebih utama daripada ibadah tanpa ilmu
      12. 29.1.12. Siapa yang dikehendaki Allah kebaikan, maka Allah akan pahamkan ia tentang agama
      13. 29.1.13. Tidaklah dua orang berkumpul untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an kecuali ketenangan turun atas mereka
      14. 29.1.14. Ilmu adalah warisan para nabi, bukan warisan harta benda
      15. 29.1.15. Ilmu yang bermanfaat akan menjadi amal jariyah setelah kematian
      16. 29.1.16. Mendengar hadits ia tidak melewatkannya
      17. 29.1.17. Perumpamaan petunjuk dan ilmu adalah seperti hujan lebat
      18. 29.1.18. Ilmu tidak bisa diraih dengan mengistirahatkan badan (ogah-ogahan)
      19. 29.1.19. Perumpamaan petunjuk yang Allah mengutusku seperti hujan
      20. 29.1.20. Ilmu yang dicerna oleh keturunan persia
      21. 29.1.21. Nabi meletakkan tangan di pundak Ibnu abbas seraya berdoa: ya Allah, fahamkanlah ia terhadap agama dan ajarilah ia ta'wil
      22. 29.1.22. Nabi menyelang-nyeling hari dalam memberi nasihat karena khawatir membuat para sahabat bosan
      23. 29.1.23. Mahmud bin Rabi' mengingat semburan air dari Rasulullah saat berumur lima tahun: anak kecil sah mendengar hadits
      24. 29.1.24. Berita tidak sama dengan menyaksikan langsung
      25. 29.1.25. Kalian mendengar, akan didengar, dan didengar orang yang mendengar dari kalian
      26. 29.1.26. Semoga Allah menjadikan bercahaya orang yang mendengar hadits lalu menyampaikannya
      27. 29.1.27. Nabi mengizinkan menulis apa yang didengar darinya, ridla maupun marah
      28. 29.1.28. Orang-orang akan bepergian mencari ilmu, tidak ada yang lebih alim dari alim Madinah
      29. 29.1.29. Abu Hurairah menghamparkan selendang untuk mempelajari kewajiban
      30. 29.1.30. Masuk masjid untuk belajar atau mengajar kebaikan seperti berperang di jalan Allah
      31. 29.1.31. Perumpamaan ilmu yang tidak bermanfaat seperti perbendaharaan yang tidak diinfakkan
      32. 29.1.32. Tamim Ad-Dari meminta izin Umar untuk bercerita berdiri
      33. 29.1.33. Hadits yang dibenarkan hati mendekatkan kepada Nabi
      34. 29.1.34. Amr bin Al-Ash menghafal seribu perumpamaan dari Nabi
      35. 29.1.35. Tidak semua hadits kami dengar langsung, sahabat menceritakan kepada kami
      36. 29.1.36. Larangan ghuluthat: masalah rumit
      37. 29.1.37. Zaid belajar tulisan Yahudi
      38. 29.1.38. Kami hanya menulis tasyahud dan Al-Qur'an
      39. 29.1.39. Berbicara tentang Kitabullah dengan pendapat, meski benar tetap salah
      40. 29.1.40. Wasiat Nabi untuk para penuntut ilmu
      41. 29.1.41. Larangan menulis pada awalnya
      42. 29.1.42. Yang sulit menghafal dibantu dengan menulis
      43. 29.1.43. Hikmah adalah barang hilang mukmin
      44. 29.1.44. Carilah ilmu dari empat orang: wasiat Mu'adz
      45. 29.1.45. Mempelajari satu ayat lebih baik dari seratus rakaat
      46. 29.1.46. Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim
      47. 29.1.47. Berpegang pada ilmu sebelum dicabut
      48. 29.1.48. Dua halaqah di masjid: majelis ilmu lebih utama
      49. 29.1.49. Makhluk langit dan bumi memintakan ampun untuk orang alim
      50. 29.1.50. Menyembunyikan hadits saat akhir umat melaknat pendahulunya
    2. 29.2. Golongan yang Selamat
    3. 29.3. Membenci kekafiran dan kesyirikan
    4. 29.4. Membenci kebid’ahan dan memboikotnya (hajr)
    5. 29.5. Teguh memegang sunnah & Mengikuti Rasul
    6. 29.6. Mentaati pemerintah
    7. 29.7. Firqoh-firqoh (kelompok) termasuk Khawarij
    8. 29.8. Ilmu Ghaib
    9. 29.9. Keutamaan ulama
    10. 29.10. Perbedaan dan ijma’
    11. 29.11. Fatwa dan masalah
  30. 30. Ibadah
  31. 31. Rahmat dan kasih sayang Allah
  32. 32. Warisan dan Wasiat
  33. 33. Jihad dan Perang
  34. 34. Perbudakan
  35. 35. Mu'amalah (Hukum Perdata)
  36. 36. Had dan Jinayah (Hukum Pidana)
  37. 37. Sumpah, Nadzar dan Persaksian
  38. 38. Fitrah, Tabiat dan Nafsu dalam Hati Manusia
  39. 39. Perbuatan Ahli Surga dan Ahli Neraka
  40. 40. Jenazah, Nikmat dan Adzab Kubur
  41. 41. Syaitan
  42. 42. Fitnah
  43. 43. Kiamat, Surga dan Neraka
  44. 44. Shalat Seratus Raka'at
  45. 45. Politik (Siyasah)
  46. 46. Sistem Pemerintahan dan Kepemimpinan dalam Islam
  47. 47. Hak Hak Asasi Manusia dalam Islam
  48. 48. Mimpi dan Takwilnya
  49. 49. Fiqih Minoritas Muslim
  50. 50. Kebebasan Individu
  51. 51. Permasalahan Baru dan Kontemporer
  52. 52. Hubungan Internasional
  53. 53. Puisi dan Nyanyian